6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 9, 2025
in Tualang
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   

Penonton Kecak di Kawasan Luar Pura Uluwatu terpantau membludak dan mengular saat Siwa Ratri, 27-1-2025 [Foto I Nyoman Tingkat]

DARI 9 Pura yang menjadi objekperjalanan Tirtayatra Toska (SMA Negeri 2 Kuta Selatan) pada hari Suci Siwaratri, 27 Januari 2025, Pura Luhur Uluwatu menjadi tujuan terakhir, setelah bersembahyang di Pura Selonding. Jarak dari Pura Selonding ke Pura Luhur Uluwatu sekitar 5 km dengan waktu tempuh sekitar 10 menit saat lalu lintas Jalan Uluwatu lancar.

Rombongan Toska tiba di Parkir Pura Luhur Uluwatu menjelang sunset dengan angin barat mekuus sesuai dengan karakteristik Sasih Kapitu yang ditandai dengan hujan angin. Karakter itu selaras dengan kisah perburuan Lubdaka pada Purwanining Tilem Sasih Kapitu, sebagai simbol sapta timira (tujuh kegelapan) sebagai representasi dari kebodohan. Melalui perburuan satwa(m) kegelapan itu dicerahkan.

Saat rombongan Toska sampai di Pura Dalem Jurit Uluwatu, penonton kecak tampak menyemut menuju stage di tenggara Pura. Penonton tampak berjubel tertangkap kamera dari Pura Dalem Jurit Uluwatu. Sungguh pemandangan yang indah berlatar laut biru di sebelah barat.

Penonton Kecak di Kawasan Luar Pura Uluwatu terpantau membludak dan mengular saat Siwa Ratri, 27-1-2025 | Foto I Nyoman Tingkat

Penonton Kecak selain disuguhkan tarian dengan sesekali penonton dilibatkan dalam dialog, telah membuka hubungan komunikasi antara tetamu dari berbagai negara di belahan dunia. Seniman desa yang sukses melakukan diplomasi budaya tetapi belum dilirik para pembesar. Itu artinya kawasan luar Pura Uluwatu sudah menjadi Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan yang perlu dirawat dengan kesadaran nekeng tuas senantiasamengedepankan keberlanjutan dan kelestarian alam yang ramah lingkungan. 

Namun, dalam setahun terakhir, Pura Luhur Uluwatu viral di media sosial dengan pemotongan tebing di sebelah utara Pura. Sejumlah pemedek yang tangkil menyayangkan pemotongan tebing itu. Alasannya, merusak keaslian dan kealamian tebing bila ditebang. Ibarat pohon besar yang telah lama dibatinkan dalam hati, bila tiba-tiba ditebang tanpa alasan yang jelas, akan membuat keseimbangan alam akan terganggu. Demikian pula tebing yang disebut ngampan penuh wibawa menjadi saksi berabad-abad bagi masyarakat sekitarnya. Di antara mereka yang berketetapan hati membatinkan wibawa tebing-tebing itu  merasa kehilangan cinta dan kesetiaan akan sejarah yang telah membentuknya.

Sejarah dipangkas melalui tebing yang ditebang. Semangat dan totalitas mental perjuangan Batu Pageh takluk di bawah relasi kuasa kapitalistik atas nama pariwisata. Begitulah pariwisata menjadi dewa pujaan baru yang kadang-kadang sampai menggadaikan situs-situs bersejarah dijarah kaum kapitalis.

Hal serupa juga terjadi pada saat reklamasi Pura Serangan pada 1990-an. Kisah seru naik jukung/jangolan untuk tangkil ke Pura Sakenan telah menghapus sejarah ingatan kolektif umat. Padahal, naik jukung/jangolan adalah tontonan bagi wisatawan yang dapat mendatangkan cuan. Kala itu, nelayan pemilik jukung/jangolan panen saat Pujawali di Pura Sakenan.

Memasuki Pura Uluwatu | Foto: Mia Indra Dewi

Sakenan menjanjikan panen yang seken kala puja wali tiba. Kini, naik jukung/jangolan ke Serangan tinggal kenangan yang membatin di kalangan orang-orang tua. Mereka bernostalgia menuju Serangan, Sira angen. Anak cucunya hanya akan mendengar kisah samar-samar bahkan gamang bila tutur tetua mereka terputus. Kata Majalah Tempo,  “Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis pun akan hilang ditelan zaman”.

Hampir bersamaan dengan  Serangan diserang reklamasi dengan penanda Pura Sakenan, Kawasan Pura Tanah Lot juga diserang investor. Ada perlawanan kala itu dari masyarakat, toh Proyek Pariwisata Tanah Lot tetap berjalan dengan ikon Bali Nirwana Resort (BNR). Sempat viral saat itu Canang Sari dengan sesari bola golf sebagai sarana promosi pariwisata (Kumbara, 2001). Begitulah pariwisata budaya dibangun menapikan suara-suara orang pinggiran yang tak kuasa menolak. Menolak apalagi melawan tidak kuat menanggung beban. Akhirnya, masyarakat Bali, koh ngomong !

Hubungan Pura Luhur Uluwatu, Pura Tanah Lot dan Pura Sakenan terbangun secara sekala dan secara niskala. Secara sekala, Uluwatu, Tanah Lot dan Sakenan sama-sama dekat laut. Uluwatu dekat laut di ketinggian penuh wibawa lebih-lebih bila sunset tiba dengan cuaca cerah. Warna merah jingga keperakan di ufuk Barat seakan mengirimkan signal pada umat-Nya untuk tidur dengan mimpi indah. Demikian pula dengan Pura Tanah Lot yang mengandalkan sunset sama-sama banjir kunjungan wisatawan.

Sementara itu, Pura Sakenan dekat laut di dataran rendah yang landai sungguhlah damai. Bila cuaca baik, maka bukit-bukit di Gumi Delod Ceking akan tampak jelas. Sore ketika jukung-jukung nelayan merapat sungguh pemandangan yang indah dan memberikan cakrawala harapan sejauh  mata memandang.

Dari pemberitaan detikbali, dikabarkan telah terjadi polemik perubahan nama Pantai  Serangan menjadi Pantai Kura-kura, sejak World Water Forum (WWF) digelar di Nusa Dua Bali pada 18-25 Mei 2024. Forum Dunia tentang air di tengah krisis air di kawasan sekitar tempat forum berlangsung. Inilah disebut dunia sungsang dalam gaya bahasa disebut paradoks.

Secara niskala, para pemedek di ketiga Pura ini saling mendoakan dan saling menjaga keasrian dan keunikan masing-masing. Menuntun umat-Nya untuk memagari diri sekuat Batu Pageh menjaga dan merawat kesucian-Nya melalui ritual-ritual yang telah dijalankan sesuai pakemnya. Selain itu, ketiga Pura ini juga menjadi simbol penyatuan Siwa-Budha yang tidak terpisahkan, dengan Pura Sakenan sebagai simpul Budha. Buktinya, upacara-upacara besar yang digelar di Bali, kehadiran dua pendeta itu adalah sebuah keniscayaan.

Pura Luhur Uluwatu adalah teks hidup penuh wibawa  yang memenuhi syarat kohesi dan koherensi bila diandaikan paragraf dalam sebuah wacana besar tentang Bali. Secara Kohesivitas, Pura Luhur Uluwatu  dengan Pura-Pura lain di Bali secara fisikal terhubung, lebih-lebih berstatus Pura Sad Kahyangan di Ujung Barat Daya dalam perspektif Padma Bhuana.

Penyerahan Dana Punia Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan kepada Pemangku Pura Luhur Uluwatu | Foto Mia Indra Dewi

Kedudukan Pura Luhur Uluwatu sebagai Sad Kahyangan berhadap-hadapan dengan posisi Pura Besakih, Pura Andakasa, dan Pura Batur. Oleh karena itu, daya wisesa Pura Luhur Uluwatu merepresentasikan Brahma (Pura Andakasa), Wisnu (Pura Batur), dan Siwa (Besakih) sebagai mana dilansir www.babadbali.com. Jadi, Pura Luhur Uluwatu menjadi pusat kemahakekuasaan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Trimurti.

Dengan demikian, Pura Luhur Uluwatu yang berada di kaki Pulau Bali, Gumi Delod Ceking, tak ubahnya titik pusat refleksi untuk kesehatan lahir batin Bali Pulina. Sebagai mana layaknya manusia, kaki mesti kokoh berdiri agar seimbang gerak langkah pembangunan Bali sesuai dengan Trihita Karana.

Keterhubungan Pura Luhur Uluwatu dengan Pura Prasanak terdekat yang berada di wilayah Desa Adat Pecatu adalah penanda kohesivitas sekala. Menurut I Ketut Wiana,Pura Prasanak Uluwatu antara lain Pura Goa Selonding, Pura Pererepan di Desa Adat Pecatu,Pura Dalem Kulat, Pura Karang Boma, Pura Pengleburan, Pura Batu Metandal, dan Pura Goa Tengah. Sebagai Pura Sad Kahyangan, menurut I Ketut Wiana,  Pura Luhur Uluwatu memiliki wilayah hutan kekeran dengan radius 5 km.

Dengan menjadikan Pura Uluwatu sebagai titik pusat radius, maka 5 km ke barat adalah laut Uluwatu juga menjadi radius kekeran. Jadi, kekeran Pura Ulawatu meliputi  laut dan darat sebagai reprentasi segara–giri dan menjadi tanggung jawab bersama menjaga hubungan harmonis dalam keseimbangan. Jangan sampai wilayah dikaping apalagi dipagari pemilik modal.

Secara koherensi, sejumlah pemedek yang tangkil ke Pura Luhur Uluwatu secara turun-temurun dengan segala dinamikanya telah membangun hubungan batin dengan getar frekuensi  melalui kisah cerita dan berita. Ceritanya  akan bersifat ideosinkratik tetapi beritanya relatif sama dengan kekuatan data dan fakta. Ada perubahan pasti karena kehidupan itu berproses penuh dinamika. Tidak kekal, anica disebut dalam tradisi Budha.

Namun demikian, pembelajar di sekolah kehidupan mesti ngeh beradaptasi dan sadar membaca Uluwatu sebagai teks dengan tanda-tanda baca yang menyertainya. Agar teks menjadi jenar galang apadang bagi umat-Nya, maka relasi kuasa di ke-dini-an sewajarnya membangun hubungan harmoni dengan Hyang Kuasa di ke-Ditu-an.

Oleh karena relasi kuasa di kedinian sarat dengan dominasi ego, pembelajar di sekolah kehidupan perlu menyalakan lilin dari dalam goa diri untuk  melihat persoalan lebih dalam, jernih, dan tercerahkan.  Inilah pembelajaran yang mendalam  (deep learning) seperti diinisiasi Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan cara itulah, Pendidikan bermutu untuk semua termasuk kearifbijaksanaan dalam melaksanakan pembangunan berbasis kearifan lokal. Investor seharusnya tunduk pada kearifan lokal di mana tanah dipijak tanpa merusak dan memborbardir topografi Kawasan sesuai dengan konsep keberlanjutan dan keberseimbangan.

Foto bersama mengakhiri Tirtayatra Toska di Pura Uluwatu | Foto : Dayu Dena

Dengan pikiran liar ke mana-mana itu, saya membayangkan Uluwatu  selalu di ulu hati umat-Nya. Walaupun suara-suara miring yang menyertai segala dinamika terkait dengan tata ruang, Uluwatu masih tetap ramai didatangi pemedek untuk bersimpuh/bersila memuja-Nya, tak terkecuali rombongan Toska melaksanakan Tirtayatra saat hari Suci Siwa Ratri, pada 27 Januari 2025. Sebagaimana namanya, Tirtayatra adalah perjalanan suci mencari tirta amerta untuk ketenangan lahir batin saat berguru menimba ilmu.

Begitulah perjalanan Tirtayatra Toska di Gumi Delod Ceking memberikan pembelajaran Agama Hindu berbasis alam dengan menapaktilasi darmayatra Pujangga Dang Hyang Nirartha di Kaki Pulau Bali.        Tanpa sengaja, tulisan ketujuh dari perjalanan Tirtayatra Toska ini mulai digarap sesaat setelah Saraswati Puja  (8/2/2025) dan selesai saat Banyu Pinaruh (9/2/2025), setelah saya malukat di Pura Goa Peteng Jimbaran untuk merayakan Banyu Pinaruh. Menurut Jro Mangku Istri, Ni Ketut Sendi, sumber tirta di Pura Goa Peteng terhubung pula dengan Pura Luhur Uluwatu. Semoga dilapangkan jalan menulis Pura Goa Peteng pada edisi selanjutnya. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Goa Selonding   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Gunung Payung
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul
Tags: Gumi Delod Cekingkuta selatanPura Luhur UluwatuSMAN 2 Kuta Selatantirtayatra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Puja Stuti Saraswati” di Museum Lontar Dukuh Penaban-Karangasem: Festival di Tengah Alam

Next Post

“Anak Luh Ané Katiben Iusan Cédan Jagat”: Misoginis “Anak Muani Ané Tusing Kena Iusan Pakibeh Jagat”

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
“Anak Luh Ané Katiben Iusan Cédan Jagat”: Misoginis “Anak Muani Ané Tusing Kena Iusan Pakibeh Jagat”

"Anak Luh Ané Katiben Iusan Cédan Jagat": Misoginis “Anak Muani Ané Tusing Kena Iusan Pakibeh Jagat”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co