24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Sawah dan Ekosistemnya melalui “Jelajah dan Belajar” di Subak Tegallinggah, Tabanan

Son Lomri by Son Lomri
December 13, 2024
in Khas
Mengenal Sawah dan Ekosistemnya melalui “Jelajah dan Belajar” di Subak Tegallinggah, Tabanan

70 siswa SD-SMP sedang menjelajah di Subak Tegallinggah | Foto Panitia

DALAM kegiatan Aktiviasi Ekosistem Subak, Siwi Garbha Gumi: Memuliakan Subak Sebagai Ibu Bumi yang diselenggarakan oleh Kemetrian Kebudayaan (Kemenkebud) RI, ada delapan desa—yang termasuk catur angga Batukaru—di Tabanan, Bali, terlibat untuk membawakan tema dan potensinya masing-masing.

Desa-desa tersebut ialah Mengwi, Wongaya Gede, Tegallinggah, Rejasa, Sangketan, Jatiluwih, Penatahan, dan Tengkudak. Acara itu dilakukan dari 7-8 Desember 2024 di masing-masing desa. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik di setiap desa itu ketika menampilkan cerita dan potensinya masing-masing.

Seperti pada Desa Tegallinggah, Tabanan, di hari Minggu, 8 Desember 2024. Dengan konsep JENAR (Jelajah dan Belajar) di Subak Tegallinggah, pagi-pagi, siswa-siswi SD dan SMP berkaos olahraga sudah bersiap menjelajah sawah dan mengenal seluk-beluk Subak Tegallinggah. Mereka datang begitu ceria ke wantilan adat setempat.

Sekitar 70 orang siswa datang. Ramai. Sambil toal-toel teman, mereka seakan tak sabar pergi ke sawah, dan barangkali hendak main lumpur itu di jam 9 pagi.

Sebelum pergi ke sawah, siswa-siswa itu dikenalkan terlebih dahulu bagaimana sistem subak itu secara umum.

70 siswa SD-SMP sedang menjelajah Subak Tegallinggah | Foto: Panitia

“Subak itu organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Sistem subak telah menjadi salah satu ciri khas dari masyarakat Bali, dan salah satunya di Telallinggah ini,” terang I Wayan Edy Setiawan saat memberikan materi topografi desa kepada siswa-siswi SD dan SMP.

Kemudian, Putu Adi Karsa Utama selaku Perbekel (Kepala Desa) Tegallinggah menambahkan, generasi muda sekarang mesti mengenal subak, minimal tahu bagaimana kaki menyentuh tanah sawah yang becek. Mereka harus dikenalkan kembali ke sawah, ke tanah, tentu, lanjut lelaki itu, agar kelak merekalah yang akan menjadi pengurus subak untuk tetap terus dilakukan.

Subak Bali, dunia memang telah mengakuinya sebagai warisan dunia oleh UNESCO sejak 29 Juni 2012. Pada kegiatan ini, Adi Karsa hendak menanamkan nilai Tri Hita Karana pada masyarakat melalui bermain ke sawah.

Katanya, kita bisa saja membuat wisata di sini. Tapi, untuk apa jika kesadaran belum terbentuk? Ia hendak menanamkan kesadaran itu lebih dulu selain kepada masyarakat dewasa juga kepada anak-anak melalui pendidikan dan kesehatan.

Ibu-ibu PKK Tegallinggah sedang menyiapkan sayur pakis bersama beberapa siswi | Poto: Panitia

“Nah, di sanalah kami pelan-pelan sebenarnya sedang membuat pondasi wisata di kemudian hari. Kegiatan hari ini dirancang sebagai pembelajaran kepada siswa-siswi bahwa berwisatalah di sawah sendiri dengan pengetahuan. Itu tak kalah asiknya,” kata Adi Karsa dengan senyum.

Di wantilan adat Tegallinggah, siswa-siswi SD dan SMP berkaos olahraga itu duduk begitu apiknya. Setelah diberikan pemahaman bagaimana subak di Bali, mereka kemudian pergi ke sawah dengan mentor seorang petani, yaitu Ketut Suastika.

***

Di Tegallinggah, terdapat beberapa jaringan sistem pengairan subak, yakni empelan/empangan sebagai sumber aliran air/bendungan; bungas/buka sebagai pemasukan (in take); aungan, yaitu saluran air yang tertutup atau terowongan; telabah aya (gede), saluran utama; tembuku aya (gede), adalah bangunan untuk pembagian air utama; dan telabah tempek.

Saat momen menjelajah atau melali ke sawah, Ketut Suastika mengajak anak-anak ke beberapa tempat, menjelaskan bagaimana air itu dibagi dalam sistem subak, dan bagaimana padi-padi ditanam. Kemudian ia berdiri di sawah untuk berbicara dan bercerita, dan anak-anak mendengarkannya di pematang sawah yang berderet panjang.

“Kita mesti tahu sawah dan penting menjaganya. Hidup tidak bisa dipisahkan dari tanah. Menjaga sawah dan tanah, berarti menjaga kehidupan,” kata Suastika berbicara seputar pertanian.

Seorang ibu PKK Tegallinggah membersihkan ikan bersama dua orang siswa | Poto: Panitia

Laki-laki itu kemudian melanjutkan pembicaraannya. Bagaimana semua yang ada di sawah, katanya, itu bermanfaat bagi manusia. Ada belut, ada kakul, dan masih banyak lagi selain padi menjadi beras dan nasi. Sehingga sawah mesti dirawat tetap bersih.

“Jangan buang sampah sembarangan!” seru lelaki itu dengan perangai lembut.

Sebelum acara jelajah, sekitar 17 ibu-ibu PKK Desa Tegallinggah memasak makanan yang bahan bakunya diambil dari sawah, seperti belut dan kakul, juga sayur pakis.

Mereka hendak memasak belut goreng, belut pepes, nyalian suna cekuh (bawang putih dan kencur), keong goreng bumbu suna cekuh, sayur gondo bejek, dan pakis urab, dan satu lagi, sambal kecombrang sebagai pelengkap yang lezat.

Siswa-siswi makan bersama di akhir acara Jelajah dan Belajar di Subak Tegallinggah | Foto: Rusdy

Menariknya, siswa-siswi dilibatkan dalam proses memasak yang menyenangkan, dan membantu para ibu-ibu memasak olahan yang barangkali jarang dijual di restoran-restoran modern. Siswa-siswi mulai membantu dari memotong sayuran, menyiapkan bumbu, ada juga yang memperhatikan proses belut digoreng. Intinya, mereka ikut campur pada rasa makanan yang alami itu secara sederhana pada kegiatan demonstrasi memasak ibu-ibu dan anak-anak.

Di akhir acara, setelah menjelajah, makanan itu disantap dan pengalaman diraih tentang subak dan kuliner khas Tegallinggah. Lezat.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik
Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Kepuakan, Bedil Bukan, tapi Alat Pengusir Burung di Sawah
Tags: Aktivasi Subak Spirit Catung Angga BatukaruGunung BatukaruKementrian KebudayaansubakSubak Tegallinggahtabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembalinya Mimpi dan Puisi: Perjalanan Saya dan Sonia ke (dan dari) APWT di Chiang Mai, Thailand

Next Post

Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Inisiasi Yowana Kramabudaya: Generasi Muda Kedisan Harus Proaktif pada Lingkungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co