4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Helmi Y Haska by Helmi Y Haska
March 31, 2026
in Khas
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret 2026. Wayan Jengki Sunarta membahas antologi puisi Dalam Hologram Kafka karya Triyanto Triwikromo, Isnan Waluyo membedah buku (R)Esensi Maniak karya Hernadi Tanzil dan buku Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain karya Sigit Susanto dibahas oleh Novy Rainy.

Menjelang diskusi Sigit Susanto, penulis empat buku catatan perjalanan yang akhir-akhir ini bereksperimen menggelar pertunjukan wayang kulit mengangkat Metamorfosis karya Franz Kafka, sastrawan dari Ceko yang karyanya menjadi salah satu fondasi sastra modern.

Sigit tampil dengan meyakinkan, mengenakan setelan dalang, baju bermotif garis-garis (surjan lurik) dipadukan dengan kain sarung dan blangkon. Ia nampak berwibawa.

Dia menarasikan Metamorfosis yang aslinya berbahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia. Tangannya meraih beberapa tokoh dari Metamorfosis yang tergeletak di lantai, menggerakkan wayang, mengatur irama dan emosi. Namun, sayang sekali, audio yang keluar dari speaker terputus-putus dan hiruk-pikuk lalu lintas dari jalan raya, menghambat audien mendengarkan narasi dengan seksama. Namun tampilan pagelaran wayang tanpa layar (kelir) yang minimalis itu cukup menghangatkan sekitar limapuluhan audien lintas generasi.

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Sesi diskusi dipandu oleh Juli Sastrawan, penulis, peneliti dan pengelola toko buku Partikular. Novy Rainy yang mempunyai latar belakang menekuni sastra Jepang, memaparkan bahwa buku catatan perjalanan Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain cukup menarik dikaji. Sigit sebagai penulis begitu cermat memberi insight dari perjalanannya. Ia menulis di notes situasi yang diamati di tempat kejadian. Khususnya catatan perihal kehidupan masyarakat, mulai dari perilaku dan latar belakang sejarah. Khususnya, karya dan kehidupan para penulis setempat.

Rainy, antara lain, menyoroti negara Albania, yang diperintah rejim komunis. Ada titik persinggungan antara Albania dan Indonesia. Warga Negara Indonesia (WNI) yang eksil di Albania adalah bagian dari kelompok intelektual dan mahasiswa yang dikirim untuk belajar di negara-negara sosialis/komunis pada awal 1960-an. Setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, mereka menjadi eksil karena tidak bersedia mendukung pemerintahan Orde Baru yang menggulingkan Presiden Sukarno, yang mengakibatkan paspor mereka dicabut dan kehilangan status kewarganegaraan Indonesia (stateless).

Sedangkan pembacaan dekat Jengki atas Dalam Hologram Kafka memandang Triyanto sebagai penyair begitu playful menulis puisi dalam pelbagai bentuk. Dari puisi suasana hingga bentuk puisi mantra. Disamping itu, ikhtiar sang penyair memahami kehidupan Kafka, dengan mengunjungi setiap tempat di dua kota Berlin dan Praha, yang menjadi situs penting dalam perjalanan kreatif Kafka. Namun, Triyanto menurut Jengki, tidak sekadar mengangkat biografi Kafka yang penuh enigma menjadi ringkasan yang memuaskan pembaca. Justru antologi puisi ini menantang pembaca untuk mencerna pokok soal yang sulit dari sosok Kafka. Namun, di atas segalanya, seperti pesan Triyanto bahwa pembaca bebas menafsirkan kompleksitas puisi-puisi yang ditulisnya dengan rasa.

Suatu hal yang diluar kelaziman malam itu adalah mendiskusikan kumpulan resensi buku yang awalnya ditulis di blog. Hernadi Tanzil, bibliofil yang bekerja di bidang akuntansi dan keuangan pada sebuah perusahaan kertas di Bandung. Tanzil dengan energi  terjaga telah menulis ratusan resensi buku, dengan pelbagai tema, baik buku-buku baru hingga buku-buku lawas.

Isnan Waluyo, sebagai penggiat literasi memandang pilihan Tanzil dalam meresensi buku-buku itu seperti sebuah rangkuman sejarah. Dan hal itu dituliskan di blog, yang berbeda dengan tulisan rensensi buku di media mainstream, seperti koran dan majalah. Tanzil bebas menentukan pilihan buku dan merdeka dalam memberi penilaian atas buku-buku yang dibacanya.

Tanzil meresensi beberapa buku-buku yang mengankat peristiwa pembakaran buku dalam sejarah terkait sensor dan otoritarianisme penguasa. Seperti buku Lekra Tak Membakar Buku oleh Muhidin M Dahlan dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri.

Menurut Isnan, pembaca mendapat informasi bahwa peristiwa pembakaran buku tidak hanya dilakukan oleh penguasa saja yang ingin mengontrol opini publik, bahkan kalangan intelektual pun melakukan aksi durjana itu.

Pada sesi tanya-jawab, salah seorang audien menanyakan tentang kaitan karya Kafka dengan filsafat eksistensialisme. Jengki dan Novy menjawab dengan informasi umum, tentang tokoh-tokoh yang mengalami keterasingan, absurd dan irasional. Lebih pada kategori personal, yang mula-mula ditangkap dari eksistensialisme adalah inspirasi moralnya. Pengalaman menjadi titik berangkat penilaian dan tindakan yang dihadirkan melalui suatu personifikasi, baik dalam bentuk tokoh-tokoh karya fiksi maupun lewat sikap politik berserta drama-drama personal penulisnya. Hal-ihwal eksternal- masyarakat, sejarah, peristiwa – dibaca dari sudut pandang pilihan serta tanggung jawab individu.

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Tentang Pasar Suci

Pasar Suci telah berganti rupa. Orang-orang lebih mengenalnya dengan GYS (Graha Yowana Suci). Bangunan tiga lantai yang awalnya dipenuhi penjaja kudapan kini pada petang hingga tengah malam menjadi spot nongkrong anak muda. Ada kedai kopi, toko clothing yang menjual pakaian dengan identitas, merek, atau label lokal. Disamping itu, toko buku Partikular menjadi magnet baru di Denpasar, karena menggelar pelbagai event terkait dengan buku,  selain menjual buku-buku yang diterbitkan penerbit indie.

Pasar Suci tempo doeloe dikenal sebagai terminal angkutan umum di Denpasar. Pada tahun 1980an, Pasar Suci juga menjadi tempat nongkrong para penulis seperti Gerson Poyk, Umbu Landu Paranggi, Agus Vrisaba, Rudy T. Mintarto, Wayan Sumantri, Aco Manafe, dan lain-lain. Mereka nongkrong malam hari hingga menjelang pagi, tidak jauh dari rumah Jagatkarana (1952 – 1999) aktor film yang beken pada jamannya.

Di Pasar Suci bermula pedagang nasi bungkus yang kini sohor jadi nasi jenggo, karena sebagaian besar pembelinya adalah anak Pantai dari Kuta yang datang tengah malam, setelah capek disko. Mereka datang berombongan mengendarai motor trail Yamaha enduro, dengan penampilan celana jean ketat, jaket kulit dan topi laken. Kini koboi-koboi Kuta itu lenyap berganti anak-anak muda hangout dengan tampilan berbeda, dengan muatan percakapan yang berbeda pula. [T]

Penulis: Helmi Y. Haska
Editor: Adnyana Ole

Tags: Franz KafkaSigit SusantoWayan Jengki Sunarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Next Post

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Helmi Y Haska

Helmi Y Haska

Sastrawan

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co