15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Helmi Y Haska by Helmi Y Haska
March 31, 2026
in Khas
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret 2026. Wayan Jengki Sunarta membahas antologi puisi Dalam Hologram Kafka karya Triyanto Triwikromo, Isnan Waluyo membedah buku (R)Esensi Maniak karya Hernadi Tanzil dan buku Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain karya Sigit Susanto dibahas oleh Novy Rainy.

Menjelang diskusi Sigit Susanto, penulis empat buku catatan perjalanan yang akhir-akhir ini bereksperimen menggelar pertunjukan wayang kulit mengangkat Metamorfosis karya Franz Kafka, sastrawan dari Ceko yang karyanya menjadi salah satu fondasi sastra modern.

Sigit tampil dengan meyakinkan, mengenakan setelan dalang, baju bermotif garis-garis (surjan lurik) dipadukan dengan kain sarung dan blangkon. Ia nampak berwibawa.

Dia menarasikan Metamorfosis yang aslinya berbahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia. Tangannya meraih beberapa tokoh dari Metamorfosis yang tergeletak di lantai, menggerakkan wayang, mengatur irama dan emosi. Namun, sayang sekali, audio yang keluar dari speaker terputus-putus dan hiruk-pikuk lalu lintas dari jalan raya, menghambat audien mendengarkan narasi dengan seksama. Namun tampilan pagelaran wayang tanpa layar (kelir) yang minimalis itu cukup menghangatkan sekitar limapuluhan audien lintas generasi.

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Sesi diskusi dipandu oleh Juli Sastrawan, penulis, peneliti dan pengelola toko buku Partikular. Novy Rainy yang mempunyai latar belakang menekuni sastra Jepang, memaparkan bahwa buku catatan perjalanan Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain cukup menarik dikaji. Sigit sebagai penulis begitu cermat memberi insight dari perjalanannya. Ia menulis di notes situasi yang diamati di tempat kejadian. Khususnya catatan perihal kehidupan masyarakat, mulai dari perilaku dan latar belakang sejarah. Khususnya, karya dan kehidupan para penulis setempat.

Rainy, antara lain, menyoroti negara Albania, yang diperintah rejim komunis. Ada titik persinggungan antara Albania dan Indonesia. Warga Negara Indonesia (WNI) yang eksil di Albania adalah bagian dari kelompok intelektual dan mahasiswa yang dikirim untuk belajar di negara-negara sosialis/komunis pada awal 1960-an. Setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, mereka menjadi eksil karena tidak bersedia mendukung pemerintahan Orde Baru yang menggulingkan Presiden Sukarno, yang mengakibatkan paspor mereka dicabut dan kehilangan status kewarganegaraan Indonesia (stateless).

Sedangkan pembacaan dekat Jengki atas Dalam Hologram Kafka memandang Triyanto sebagai penyair begitu playful menulis puisi dalam pelbagai bentuk. Dari puisi suasana hingga bentuk puisi mantra. Disamping itu, ikhtiar sang penyair memahami kehidupan Kafka, dengan mengunjungi setiap tempat di dua kota Berlin dan Praha, yang menjadi situs penting dalam perjalanan kreatif Kafka. Namun, Triyanto menurut Jengki, tidak sekadar mengangkat biografi Kafka yang penuh enigma menjadi ringkasan yang memuaskan pembaca. Justru antologi puisi ini menantang pembaca untuk mencerna pokok soal yang sulit dari sosok Kafka. Namun, di atas segalanya, seperti pesan Triyanto bahwa pembaca bebas menafsirkan kompleksitas puisi-puisi yang ditulisnya dengan rasa.

Suatu hal yang diluar kelaziman malam itu adalah mendiskusikan kumpulan resensi buku yang awalnya ditulis di blog. Hernadi Tanzil, bibliofil yang bekerja di bidang akuntansi dan keuangan pada sebuah perusahaan kertas di Bandung. Tanzil dengan energi  terjaga telah menulis ratusan resensi buku, dengan pelbagai tema, baik buku-buku baru hingga buku-buku lawas.

Isnan Waluyo, sebagai penggiat literasi memandang pilihan Tanzil dalam meresensi buku-buku itu seperti sebuah rangkuman sejarah. Dan hal itu dituliskan di blog, yang berbeda dengan tulisan rensensi buku di media mainstream, seperti koran dan majalah. Tanzil bebas menentukan pilihan buku dan merdeka dalam memberi penilaian atas buku-buku yang dibacanya.

Tanzil meresensi beberapa buku-buku yang mengankat peristiwa pembakaran buku dalam sejarah terkait sensor dan otoritarianisme penguasa. Seperti buku Lekra Tak Membakar Buku oleh Muhidin M Dahlan dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri.

Menurut Isnan, pembaca mendapat informasi bahwa peristiwa pembakaran buku tidak hanya dilakukan oleh penguasa saja yang ingin mengontrol opini publik, bahkan kalangan intelektual pun melakukan aksi durjana itu.

Pada sesi tanya-jawab, salah seorang audien menanyakan tentang kaitan karya Kafka dengan filsafat eksistensialisme. Jengki dan Novy menjawab dengan informasi umum, tentang tokoh-tokoh yang mengalami keterasingan, absurd dan irasional. Lebih pada kategori personal, yang mula-mula ditangkap dari eksistensialisme adalah inspirasi moralnya. Pengalaman menjadi titik berangkat penilaian dan tindakan yang dihadirkan melalui suatu personifikasi, baik dalam bentuk tokoh-tokoh karya fiksi maupun lewat sikap politik berserta drama-drama personal penulisnya. Hal-ihwal eksternal- masyarakat, sejarah, peristiwa – dibaca dari sudut pandang pilihan serta tanggung jawab individu.

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Tentang Pasar Suci

Pasar Suci telah berganti rupa. Orang-orang lebih mengenalnya dengan GYS (Graha Yowana Suci). Bangunan tiga lantai yang awalnya dipenuhi penjaja kudapan kini pada petang hingga tengah malam menjadi spot nongkrong anak muda. Ada kedai kopi, toko clothing yang menjual pakaian dengan identitas, merek, atau label lokal. Disamping itu, toko buku Partikular menjadi magnet baru di Denpasar, karena menggelar pelbagai event terkait dengan buku,  selain menjual buku-buku yang diterbitkan penerbit indie.

Pasar Suci tempo doeloe dikenal sebagai terminal angkutan umum di Denpasar. Pada tahun 1980an, Pasar Suci juga menjadi tempat nongkrong para penulis seperti Gerson Poyk, Umbu Landu Paranggi, Agus Vrisaba, Rudy T. Mintarto, Wayan Sumantri, Aco Manafe, dan lain-lain. Mereka nongkrong malam hari hingga menjelang pagi, tidak jauh dari rumah Jagatkarana (1952 – 1999) aktor film yang beken pada jamannya.

Di Pasar Suci bermula pedagang nasi bungkus yang kini sohor jadi nasi jenggo, karena sebagaian besar pembelinya adalah anak Pantai dari Kuta yang datang tengah malam, setelah capek disko. Mereka datang berombongan mengendarai motor trail Yamaha enduro, dengan penampilan celana jean ketat, jaket kulit dan topi laken. Kini koboi-koboi Kuta itu lenyap berganti anak-anak muda hangout dengan tampilan berbeda, dengan muatan percakapan yang berbeda pula. [T]

Penulis: Helmi Y. Haska
Editor: Adnyana Ole

Tags: Franz KafkaSigit SusantoWayan Jengki Sunarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Next Post

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Helmi Y Haska

Helmi Y Haska

Sastrawan

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co