4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Helmi Y Haska by Helmi Y Haska
March 31, 2026
in Khas
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret 2026. Wayan Jengki Sunarta membahas antologi puisi Dalam Hologram Kafka karya Triyanto Triwikromo, Isnan Waluyo membedah buku (R)Esensi Maniak karya Hernadi Tanzil dan buku Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain karya Sigit Susanto dibahas oleh Novy Rainy.

Menjelang diskusi Sigit Susanto, penulis empat buku catatan perjalanan yang akhir-akhir ini bereksperimen menggelar pertunjukan wayang kulit mengangkat Metamorfosis karya Franz Kafka, sastrawan dari Ceko yang karyanya menjadi salah satu fondasi sastra modern.

Sigit tampil dengan meyakinkan, mengenakan setelan dalang, baju bermotif garis-garis (surjan lurik) dipadukan dengan kain sarung dan blangkon. Ia nampak berwibawa.

Dia menarasikan Metamorfosis yang aslinya berbahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia. Tangannya meraih beberapa tokoh dari Metamorfosis yang tergeletak di lantai, menggerakkan wayang, mengatur irama dan emosi. Namun, sayang sekali, audio yang keluar dari speaker terputus-putus dan hiruk-pikuk lalu lintas dari jalan raya, menghambat audien mendengarkan narasi dengan seksama. Namun tampilan pagelaran wayang tanpa layar (kelir) yang minimalis itu cukup menghangatkan sekitar limapuluhan audien lintas generasi.

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Sesi diskusi dipandu oleh Juli Sastrawan, penulis, peneliti dan pengelola toko buku Partikular. Novy Rainy yang mempunyai latar belakang menekuni sastra Jepang, memaparkan bahwa buku catatan perjalanan Lintas Albania, Swiss dan Negara Lain cukup menarik dikaji. Sigit sebagai penulis begitu cermat memberi insight dari perjalanannya. Ia menulis di notes situasi yang diamati di tempat kejadian. Khususnya catatan perihal kehidupan masyarakat, mulai dari perilaku dan latar belakang sejarah. Khususnya, karya dan kehidupan para penulis setempat.

Rainy, antara lain, menyoroti negara Albania, yang diperintah rejim komunis. Ada titik persinggungan antara Albania dan Indonesia. Warga Negara Indonesia (WNI) yang eksil di Albania adalah bagian dari kelompok intelektual dan mahasiswa yang dikirim untuk belajar di negara-negara sosialis/komunis pada awal 1960-an. Setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, mereka menjadi eksil karena tidak bersedia mendukung pemerintahan Orde Baru yang menggulingkan Presiden Sukarno, yang mengakibatkan paspor mereka dicabut dan kehilangan status kewarganegaraan Indonesia (stateless).

Sedangkan pembacaan dekat Jengki atas Dalam Hologram Kafka memandang Triyanto sebagai penyair begitu playful menulis puisi dalam pelbagai bentuk. Dari puisi suasana hingga bentuk puisi mantra. Disamping itu, ikhtiar sang penyair memahami kehidupan Kafka, dengan mengunjungi setiap tempat di dua kota Berlin dan Praha, yang menjadi situs penting dalam perjalanan kreatif Kafka. Namun, Triyanto menurut Jengki, tidak sekadar mengangkat biografi Kafka yang penuh enigma menjadi ringkasan yang memuaskan pembaca. Justru antologi puisi ini menantang pembaca untuk mencerna pokok soal yang sulit dari sosok Kafka. Namun, di atas segalanya, seperti pesan Triyanto bahwa pembaca bebas menafsirkan kompleksitas puisi-puisi yang ditulisnya dengan rasa.

Suatu hal yang diluar kelaziman malam itu adalah mendiskusikan kumpulan resensi buku yang awalnya ditulis di blog. Hernadi Tanzil, bibliofil yang bekerja di bidang akuntansi dan keuangan pada sebuah perusahaan kertas di Bandung. Tanzil dengan energi  terjaga telah menulis ratusan resensi buku, dengan pelbagai tema, baik buku-buku baru hingga buku-buku lawas.

Isnan Waluyo, sebagai penggiat literasi memandang pilihan Tanzil dalam meresensi buku-buku itu seperti sebuah rangkuman sejarah. Dan hal itu dituliskan di blog, yang berbeda dengan tulisan rensensi buku di media mainstream, seperti koran dan majalah. Tanzil bebas menentukan pilihan buku dan merdeka dalam memberi penilaian atas buku-buku yang dibacanya.

Tanzil meresensi beberapa buku-buku yang mengankat peristiwa pembakaran buku dalam sejarah terkait sensor dan otoritarianisme penguasa. Seperti buku Lekra Tak Membakar Buku oleh Muhidin M Dahlan dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri.

Menurut Isnan, pembaca mendapat informasi bahwa peristiwa pembakaran buku tidak hanya dilakukan oleh penguasa saja yang ingin mengontrol opini publik, bahkan kalangan intelektual pun melakukan aksi durjana itu.

Pada sesi tanya-jawab, salah seorang audien menanyakan tentang kaitan karya Kafka dengan filsafat eksistensialisme. Jengki dan Novy menjawab dengan informasi umum, tentang tokoh-tokoh yang mengalami keterasingan, absurd dan irasional. Lebih pada kategori personal, yang mula-mula ditangkap dari eksistensialisme adalah inspirasi moralnya. Pengalaman menjadi titik berangkat penilaian dan tindakan yang dihadirkan melalui suatu personifikasi, baik dalam bentuk tokoh-tokoh karya fiksi maupun lewat sikap politik berserta drama-drama personal penulisnya. Hal-ihwal eksternal- masyarakat, sejarah, peristiwa – dibaca dari sudut pandang pilihan serta tanggung jawab individu.

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Tentang Pasar Suci

Pasar Suci telah berganti rupa. Orang-orang lebih mengenalnya dengan GYS (Graha Yowana Suci). Bangunan tiga lantai yang awalnya dipenuhi penjaja kudapan kini pada petang hingga tengah malam menjadi spot nongkrong anak muda. Ada kedai kopi, toko clothing yang menjual pakaian dengan identitas, merek, atau label lokal. Disamping itu, toko buku Partikular menjadi magnet baru di Denpasar, karena menggelar pelbagai event terkait dengan buku,  selain menjual buku-buku yang diterbitkan penerbit indie.

Pasar Suci tempo doeloe dikenal sebagai terminal angkutan umum di Denpasar. Pada tahun 1980an, Pasar Suci juga menjadi tempat nongkrong para penulis seperti Gerson Poyk, Umbu Landu Paranggi, Agus Vrisaba, Rudy T. Mintarto, Wayan Sumantri, Aco Manafe, dan lain-lain. Mereka nongkrong malam hari hingga menjelang pagi, tidak jauh dari rumah Jagatkarana (1952 – 1999) aktor film yang beken pada jamannya.

Di Pasar Suci bermula pedagang nasi bungkus yang kini sohor jadi nasi jenggo, karena sebagaian besar pembelinya adalah anak Pantai dari Kuta yang datang tengah malam, setelah capek disko. Mereka datang berombongan mengendarai motor trail Yamaha enduro, dengan penampilan celana jean ketat, jaket kulit dan topi laken. Kini koboi-koboi Kuta itu lenyap berganti anak-anak muda hangout dengan tampilan berbeda, dengan muatan percakapan yang berbeda pula. [T]

Penulis: Helmi Y. Haska
Editor: Adnyana Ole

Tags: Franz KafkaSigit SusantoWayan Jengki Sunarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Next Post

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Helmi Y Haska

Helmi Y Haska

Sastrawan

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co