4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
April 1, 2026
in Esai
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya biasanya sederhana, yakni seputar kabar pekerjaan, pendidikan, atau rencana hidup. Namun bagi sebagian orang, obrolan semacam itu kadang terasa lebih seperti sesi tanya jawab yang tidak ada habisnya. 

Setiap Lebaran, saya sering merasa berada di situasi seperti itu. Duduk di ruang tamu rumah saudara, sambil menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari berbagai arah. Awalnya biasanya hanya pertanyaan ringan, sekadar menanyakan kabar atau kegiatan sekarang. Namun, tidak butuh waktu lama sampai obrolan itu melebar ke hal-hal yang lebih spesifik mulai dari kuliah di mana, jurusan apa, rencana setelah lulus, hingga ingin jadi apa nantinya.

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya terdengar biasa saja. Dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan atau pekerjaan memang dianggap sebagai bentuk perhatian. Hanya saja, ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi dari beberapa orang sekaligus, suasananya kadang berubah. Saya bahkan merasa seperti sedang duduk di ruang interogasi kecil-kecilan.

Para saudara bergantian mengajukan pertanyaan, sementara saya mencoba menjawab satu per satu dengan senyum yang tetap sopan. Bukan berarti saya keberatan sepenuhnya dengan pertanyaan itu, tetapi ada kalanya saya merasa seolah-olah Lebaran bukan hanya tentang silaturahmi, melainkan juga tentang menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pilihan hidup yang saya ambil.

Ketika Silaturahmi Berubah Menjadi Sesi Tanya Jawab

Lebaran memang sering menjadi momen untuk menanyakan kabar satu sama lain. Pendidikan, pekerjaan, hingga rencana hidup biasanya menjadi topik yang paling mudah muncul dalam percakapan. Hal itu juga yang sering saya alami setiap kali duduk di ruang tamu rumah saudara.

Pertanyaan tentang pendidikan biasanya menjadi pembuka yang cukup panjang. Bahkan sejak dulu, pilihan sekolah saya sudah beberapa kali dipertanyakan. Ketika memutuskan masuk SMK, ada saja yang bertanya kenapa tidak memilih SMA seperti kebanyakan orang. Pertanyaan itu kemudian berlanjut ketika saya melanjutkan kuliah.

Latar belakang saya dari SMK akuntansi, tetapi kemudian saya memilih kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Keputusan itu lagi-lagi memunculkan pertanyaan baru. Ada yang penasaran kenapa tidak meneruskan akuntansi saja, ada pula yang bertanya kenapa memilih sastra. Padahal jika melihat ke belakang, jalur pendidikan saya sebenarnya tidak selalu berjalan lurus. Saya bahkan pernah bercita-cita masuk jurusan hukum sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.

Setelah topik pendidikan selesai, biasanya pertanyaan berlanjut ke hal lain. “Lulusan sastra nanti mau kerja apa?” atau “Kenapa tidak sekalian sastra Inggris?” menjadi pertanyaan yang cukup sering saya dengar. Bahkan ketika saya mengatakan ingin menjadi jurnalis, reaksi yang muncul biasanya tetap berupa pertanyaan lanjutan.

Dalam momen-momen seperti itu, saya kadang merasa seperti sedang duduk di hadapan panel penyidik yang ingin memastikan bahwa rencana hidup saya sudah jelas sampai beberapa tahun ke depan. Padahal, seperti banyak orang lain seusia saya, masa depan sering kali masih berupa proses mencari dan mencoba.

Kadang pertanyaan itu juga melebar ke hal yang lebih personal. Latar belakang keluarga saya sempat ikut terselip dalam percakapan, misalnya ketika ada yang menyinggung bahwa ibu saya pernah bekerja sebagai TKW, meski biasanya hanya lewat sekilas saja. Namun yang lebih sering muncul justru komentar tentang fisik.

Kalimat seperti “kok sekarang gendutan?” atau “beda ya dari terakhir ketemu” sering keluar begitu saja dalam obrolan santai. Belum lagi perbandingan dengan sepupu lain, entah soal pendidikan, pekerjaan, atau bahkan hal kecil seperti jumlah THR yang diterima saat Lebaran. Jika dilihat satu per satu mungkin terdengar sepele, tetapi ketika berbagai komentar itu datang hampir bersamaan, ruang tamu keluarga kadang terasa seperti tempat kecil untuk menilai kehidupan seseorang.

Dan dalam momen-momen seperti itu, saya semakin merasa bahwa silaturahmi Lebaran kadang berubah menjadi sesi tanya jawab yang cukup panjang.

Silaturahmi atau Sidang Evaluasi Kehidupan?

Pengalaman-pengalaman seperti itu kadang membuat saya bertanya-tanya, apakah silaturahmi saat Lebaran memang selalu harus disertai sesi evaluasi kehidupan? Pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, atau rencana masa depan mungkin dimaksudkan sebagai bentuk perhatian. Namun ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi, rasanya seperti sedang mengikuti sidang kecil untuk menjelaskan pilihan hidup sendiri.

Kadang saya juga membayangkan bahwa sesi tanya jawab ini mungkin tidak akan benar-benar berhenti. Setelah lulus kuliah, mungkin pertanyaannya berubah menjadi “kerja di mana?” Jika sudah bekerja, bisa jadi berlanjut menjadi “gajinya berapa?” Lalu, seperti tradisi yang hampir selalu muncul di banyak keluarga, pertanyaan berikutnya mungkin akan bergeser ke hal lain, seperti “kapan menikah?”

Pada akhirnya, saya tidak benar-benar keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Saya paham bahwa dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan, pekerjaan, atau rencana hidup sering dianggap sebagai cara menunjukkan perhatian. Hanya saja, kadang saya berharap silaturahmi saat Lebaran bisa terasa sedikit lebih sederhana, sekadar saling menyapa, bertukar cerita, dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa sedang menjelaskan atau mempertanggungjawabkan pilihan hidup.

Karena pada dasarnya, Lebaran seharusnya menjadi tempat pulang. Tempat seseorang bisa merasa diterima apa adanya, tanpa harus membawa laporan tentang sejauh mana hidupnya sudah berjalan sesuai harapan orang lain. Setidaknya untuk beberapa hari itu, ruang tamu keluarga semestinya terasa seperti ruang untuk beristirahat bukan ruang interogasi. [T]

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: IdulfitriLebaranmudik lebaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Next Post

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co