25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
April 1, 2026
in Esai
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya biasanya sederhana, yakni seputar kabar pekerjaan, pendidikan, atau rencana hidup. Namun bagi sebagian orang, obrolan semacam itu kadang terasa lebih seperti sesi tanya jawab yang tidak ada habisnya. 

Setiap Lebaran, saya sering merasa berada di situasi seperti itu. Duduk di ruang tamu rumah saudara, sambil menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari berbagai arah. Awalnya biasanya hanya pertanyaan ringan, sekadar menanyakan kabar atau kegiatan sekarang. Namun, tidak butuh waktu lama sampai obrolan itu melebar ke hal-hal yang lebih spesifik mulai dari kuliah di mana, jurusan apa, rencana setelah lulus, hingga ingin jadi apa nantinya.

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya terdengar biasa saja. Dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan atau pekerjaan memang dianggap sebagai bentuk perhatian. Hanya saja, ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi dari beberapa orang sekaligus, suasananya kadang berubah. Saya bahkan merasa seperti sedang duduk di ruang interogasi kecil-kecilan.

Para saudara bergantian mengajukan pertanyaan, sementara saya mencoba menjawab satu per satu dengan senyum yang tetap sopan. Bukan berarti saya keberatan sepenuhnya dengan pertanyaan itu, tetapi ada kalanya saya merasa seolah-olah Lebaran bukan hanya tentang silaturahmi, melainkan juga tentang menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pilihan hidup yang saya ambil.

Ketika Silaturahmi Berubah Menjadi Sesi Tanya Jawab

Lebaran memang sering menjadi momen untuk menanyakan kabar satu sama lain. Pendidikan, pekerjaan, hingga rencana hidup biasanya menjadi topik yang paling mudah muncul dalam percakapan. Hal itu juga yang sering saya alami setiap kali duduk di ruang tamu rumah saudara.

Pertanyaan tentang pendidikan biasanya menjadi pembuka yang cukup panjang. Bahkan sejak dulu, pilihan sekolah saya sudah beberapa kali dipertanyakan. Ketika memutuskan masuk SMK, ada saja yang bertanya kenapa tidak memilih SMA seperti kebanyakan orang. Pertanyaan itu kemudian berlanjut ketika saya melanjutkan kuliah.

Latar belakang saya dari SMK akuntansi, tetapi kemudian saya memilih kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Keputusan itu lagi-lagi memunculkan pertanyaan baru. Ada yang penasaran kenapa tidak meneruskan akuntansi saja, ada pula yang bertanya kenapa memilih sastra. Padahal jika melihat ke belakang, jalur pendidikan saya sebenarnya tidak selalu berjalan lurus. Saya bahkan pernah bercita-cita masuk jurusan hukum sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.

Setelah topik pendidikan selesai, biasanya pertanyaan berlanjut ke hal lain. “Lulusan sastra nanti mau kerja apa?” atau “Kenapa tidak sekalian sastra Inggris?” menjadi pertanyaan yang cukup sering saya dengar. Bahkan ketika saya mengatakan ingin menjadi jurnalis, reaksi yang muncul biasanya tetap berupa pertanyaan lanjutan.

Dalam momen-momen seperti itu, saya kadang merasa seperti sedang duduk di hadapan panel penyidik yang ingin memastikan bahwa rencana hidup saya sudah jelas sampai beberapa tahun ke depan. Padahal, seperti banyak orang lain seusia saya, masa depan sering kali masih berupa proses mencari dan mencoba.

Kadang pertanyaan itu juga melebar ke hal yang lebih personal. Latar belakang keluarga saya sempat ikut terselip dalam percakapan, misalnya ketika ada yang menyinggung bahwa ibu saya pernah bekerja sebagai TKW, meski biasanya hanya lewat sekilas saja. Namun yang lebih sering muncul justru komentar tentang fisik.

Kalimat seperti “kok sekarang gendutan?” atau “beda ya dari terakhir ketemu” sering keluar begitu saja dalam obrolan santai. Belum lagi perbandingan dengan sepupu lain, entah soal pendidikan, pekerjaan, atau bahkan hal kecil seperti jumlah THR yang diterima saat Lebaran. Jika dilihat satu per satu mungkin terdengar sepele, tetapi ketika berbagai komentar itu datang hampir bersamaan, ruang tamu keluarga kadang terasa seperti tempat kecil untuk menilai kehidupan seseorang.

Dan dalam momen-momen seperti itu, saya semakin merasa bahwa silaturahmi Lebaran kadang berubah menjadi sesi tanya jawab yang cukup panjang.

Silaturahmi atau Sidang Evaluasi Kehidupan?

Pengalaman-pengalaman seperti itu kadang membuat saya bertanya-tanya, apakah silaturahmi saat Lebaran memang selalu harus disertai sesi evaluasi kehidupan? Pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, atau rencana masa depan mungkin dimaksudkan sebagai bentuk perhatian. Namun ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi, rasanya seperti sedang mengikuti sidang kecil untuk menjelaskan pilihan hidup sendiri.

Kadang saya juga membayangkan bahwa sesi tanya jawab ini mungkin tidak akan benar-benar berhenti. Setelah lulus kuliah, mungkin pertanyaannya berubah menjadi “kerja di mana?” Jika sudah bekerja, bisa jadi berlanjut menjadi “gajinya berapa?” Lalu, seperti tradisi yang hampir selalu muncul di banyak keluarga, pertanyaan berikutnya mungkin akan bergeser ke hal lain, seperti “kapan menikah?”

Pada akhirnya, saya tidak benar-benar keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Saya paham bahwa dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan, pekerjaan, atau rencana hidup sering dianggap sebagai cara menunjukkan perhatian. Hanya saja, kadang saya berharap silaturahmi saat Lebaran bisa terasa sedikit lebih sederhana, sekadar saling menyapa, bertukar cerita, dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa sedang menjelaskan atau mempertanggungjawabkan pilihan hidup.

Karena pada dasarnya, Lebaran seharusnya menjadi tempat pulang. Tempat seseorang bisa merasa diterima apa adanya, tanpa harus membawa laporan tentang sejauh mana hidupnya sudah berjalan sesuai harapan orang lain. Setidaknya untuk beberapa hari itu, ruang tamu keluarga semestinya terasa seperti ruang untuk beristirahat bukan ruang interogasi. [T]

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: IdulfitriLebaranmudik lebaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Next Post

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co