25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
April 1, 2026
in Esai
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya biasanya sederhana, yakni seputar kabar pekerjaan, pendidikan, atau rencana hidup. Namun bagi sebagian orang, obrolan semacam itu kadang terasa lebih seperti sesi tanya jawab yang tidak ada habisnya. 

Setiap Lebaran, saya sering merasa berada di situasi seperti itu. Duduk di ruang tamu rumah saudara, sambil menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari berbagai arah. Awalnya biasanya hanya pertanyaan ringan, sekadar menanyakan kabar atau kegiatan sekarang. Namun, tidak butuh waktu lama sampai obrolan itu melebar ke hal-hal yang lebih spesifik mulai dari kuliah di mana, jurusan apa, rencana setelah lulus, hingga ingin jadi apa nantinya.

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya terdengar biasa saja. Dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan atau pekerjaan memang dianggap sebagai bentuk perhatian. Hanya saja, ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi dari beberapa orang sekaligus, suasananya kadang berubah. Saya bahkan merasa seperti sedang duduk di ruang interogasi kecil-kecilan.

Para saudara bergantian mengajukan pertanyaan, sementara saya mencoba menjawab satu per satu dengan senyum yang tetap sopan. Bukan berarti saya keberatan sepenuhnya dengan pertanyaan itu, tetapi ada kalanya saya merasa seolah-olah Lebaran bukan hanya tentang silaturahmi, melainkan juga tentang menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pilihan hidup yang saya ambil.

Ketika Silaturahmi Berubah Menjadi Sesi Tanya Jawab

Lebaran memang sering menjadi momen untuk menanyakan kabar satu sama lain. Pendidikan, pekerjaan, hingga rencana hidup biasanya menjadi topik yang paling mudah muncul dalam percakapan. Hal itu juga yang sering saya alami setiap kali duduk di ruang tamu rumah saudara.

Pertanyaan tentang pendidikan biasanya menjadi pembuka yang cukup panjang. Bahkan sejak dulu, pilihan sekolah saya sudah beberapa kali dipertanyakan. Ketika memutuskan masuk SMK, ada saja yang bertanya kenapa tidak memilih SMA seperti kebanyakan orang. Pertanyaan itu kemudian berlanjut ketika saya melanjutkan kuliah.

Latar belakang saya dari SMK akuntansi, tetapi kemudian saya memilih kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Keputusan itu lagi-lagi memunculkan pertanyaan baru. Ada yang penasaran kenapa tidak meneruskan akuntansi saja, ada pula yang bertanya kenapa memilih sastra. Padahal jika melihat ke belakang, jalur pendidikan saya sebenarnya tidak selalu berjalan lurus. Saya bahkan pernah bercita-cita masuk jurusan hukum sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.

Setelah topik pendidikan selesai, biasanya pertanyaan berlanjut ke hal lain. “Lulusan sastra nanti mau kerja apa?” atau “Kenapa tidak sekalian sastra Inggris?” menjadi pertanyaan yang cukup sering saya dengar. Bahkan ketika saya mengatakan ingin menjadi jurnalis, reaksi yang muncul biasanya tetap berupa pertanyaan lanjutan.

Dalam momen-momen seperti itu, saya kadang merasa seperti sedang duduk di hadapan panel penyidik yang ingin memastikan bahwa rencana hidup saya sudah jelas sampai beberapa tahun ke depan. Padahal, seperti banyak orang lain seusia saya, masa depan sering kali masih berupa proses mencari dan mencoba.

Kadang pertanyaan itu juga melebar ke hal yang lebih personal. Latar belakang keluarga saya sempat ikut terselip dalam percakapan, misalnya ketika ada yang menyinggung bahwa ibu saya pernah bekerja sebagai TKW, meski biasanya hanya lewat sekilas saja. Namun yang lebih sering muncul justru komentar tentang fisik.

Kalimat seperti “kok sekarang gendutan?” atau “beda ya dari terakhir ketemu” sering keluar begitu saja dalam obrolan santai. Belum lagi perbandingan dengan sepupu lain, entah soal pendidikan, pekerjaan, atau bahkan hal kecil seperti jumlah THR yang diterima saat Lebaran. Jika dilihat satu per satu mungkin terdengar sepele, tetapi ketika berbagai komentar itu datang hampir bersamaan, ruang tamu keluarga kadang terasa seperti tempat kecil untuk menilai kehidupan seseorang.

Dan dalam momen-momen seperti itu, saya semakin merasa bahwa silaturahmi Lebaran kadang berubah menjadi sesi tanya jawab yang cukup panjang.

Silaturahmi atau Sidang Evaluasi Kehidupan?

Pengalaman-pengalaman seperti itu kadang membuat saya bertanya-tanya, apakah silaturahmi saat Lebaran memang selalu harus disertai sesi evaluasi kehidupan? Pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, atau rencana masa depan mungkin dimaksudkan sebagai bentuk perhatian. Namun ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi, rasanya seperti sedang mengikuti sidang kecil untuk menjelaskan pilihan hidup sendiri.

Kadang saya juga membayangkan bahwa sesi tanya jawab ini mungkin tidak akan benar-benar berhenti. Setelah lulus kuliah, mungkin pertanyaannya berubah menjadi “kerja di mana?” Jika sudah bekerja, bisa jadi berlanjut menjadi “gajinya berapa?” Lalu, seperti tradisi yang hampir selalu muncul di banyak keluarga, pertanyaan berikutnya mungkin akan bergeser ke hal lain, seperti “kapan menikah?”

Pada akhirnya, saya tidak benar-benar keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Saya paham bahwa dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan, pekerjaan, atau rencana hidup sering dianggap sebagai cara menunjukkan perhatian. Hanya saja, kadang saya berharap silaturahmi saat Lebaran bisa terasa sedikit lebih sederhana, sekadar saling menyapa, bertukar cerita, dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa sedang menjelaskan atau mempertanggungjawabkan pilihan hidup.

Karena pada dasarnya, Lebaran seharusnya menjadi tempat pulang. Tempat seseorang bisa merasa diterima apa adanya, tanpa harus membawa laporan tentang sejauh mana hidupnya sudah berjalan sesuai harapan orang lain. Setidaknya untuk beberapa hari itu, ruang tamu keluarga semestinya terasa seperti ruang untuk beristirahat bukan ruang interogasi. [T]

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: IdulfitriLebaranmudik lebaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Next Post

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co