15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
April 1, 2026
in Esai
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya biasanya sederhana, yakni seputar kabar pekerjaan, pendidikan, atau rencana hidup. Namun bagi sebagian orang, obrolan semacam itu kadang terasa lebih seperti sesi tanya jawab yang tidak ada habisnya. 

Setiap Lebaran, saya sering merasa berada di situasi seperti itu. Duduk di ruang tamu rumah saudara, sambil menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari berbagai arah. Awalnya biasanya hanya pertanyaan ringan, sekadar menanyakan kabar atau kegiatan sekarang. Namun, tidak butuh waktu lama sampai obrolan itu melebar ke hal-hal yang lebih spesifik mulai dari kuliah di mana, jurusan apa, rencana setelah lulus, hingga ingin jadi apa nantinya.

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya terdengar biasa saja. Dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan atau pekerjaan memang dianggap sebagai bentuk perhatian. Hanya saja, ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi dari beberapa orang sekaligus, suasananya kadang berubah. Saya bahkan merasa seperti sedang duduk di ruang interogasi kecil-kecilan.

Para saudara bergantian mengajukan pertanyaan, sementara saya mencoba menjawab satu per satu dengan senyum yang tetap sopan. Bukan berarti saya keberatan sepenuhnya dengan pertanyaan itu, tetapi ada kalanya saya merasa seolah-olah Lebaran bukan hanya tentang silaturahmi, melainkan juga tentang menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pilihan hidup yang saya ambil.

Ketika Silaturahmi Berubah Menjadi Sesi Tanya Jawab

Lebaran memang sering menjadi momen untuk menanyakan kabar satu sama lain. Pendidikan, pekerjaan, hingga rencana hidup biasanya menjadi topik yang paling mudah muncul dalam percakapan. Hal itu juga yang sering saya alami setiap kali duduk di ruang tamu rumah saudara.

Pertanyaan tentang pendidikan biasanya menjadi pembuka yang cukup panjang. Bahkan sejak dulu, pilihan sekolah saya sudah beberapa kali dipertanyakan. Ketika memutuskan masuk SMK, ada saja yang bertanya kenapa tidak memilih SMA seperti kebanyakan orang. Pertanyaan itu kemudian berlanjut ketika saya melanjutkan kuliah.

Latar belakang saya dari SMK akuntansi, tetapi kemudian saya memilih kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Keputusan itu lagi-lagi memunculkan pertanyaan baru. Ada yang penasaran kenapa tidak meneruskan akuntansi saja, ada pula yang bertanya kenapa memilih sastra. Padahal jika melihat ke belakang, jalur pendidikan saya sebenarnya tidak selalu berjalan lurus. Saya bahkan pernah bercita-cita masuk jurusan hukum sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.

Setelah topik pendidikan selesai, biasanya pertanyaan berlanjut ke hal lain. “Lulusan sastra nanti mau kerja apa?” atau “Kenapa tidak sekalian sastra Inggris?” menjadi pertanyaan yang cukup sering saya dengar. Bahkan ketika saya mengatakan ingin menjadi jurnalis, reaksi yang muncul biasanya tetap berupa pertanyaan lanjutan.

Dalam momen-momen seperti itu, saya kadang merasa seperti sedang duduk di hadapan panel penyidik yang ingin memastikan bahwa rencana hidup saya sudah jelas sampai beberapa tahun ke depan. Padahal, seperti banyak orang lain seusia saya, masa depan sering kali masih berupa proses mencari dan mencoba.

Kadang pertanyaan itu juga melebar ke hal yang lebih personal. Latar belakang keluarga saya sempat ikut terselip dalam percakapan, misalnya ketika ada yang menyinggung bahwa ibu saya pernah bekerja sebagai TKW, meski biasanya hanya lewat sekilas saja. Namun yang lebih sering muncul justru komentar tentang fisik.

Kalimat seperti “kok sekarang gendutan?” atau “beda ya dari terakhir ketemu” sering keluar begitu saja dalam obrolan santai. Belum lagi perbandingan dengan sepupu lain, entah soal pendidikan, pekerjaan, atau bahkan hal kecil seperti jumlah THR yang diterima saat Lebaran. Jika dilihat satu per satu mungkin terdengar sepele, tetapi ketika berbagai komentar itu datang hampir bersamaan, ruang tamu keluarga kadang terasa seperti tempat kecil untuk menilai kehidupan seseorang.

Dan dalam momen-momen seperti itu, saya semakin merasa bahwa silaturahmi Lebaran kadang berubah menjadi sesi tanya jawab yang cukup panjang.

Silaturahmi atau Sidang Evaluasi Kehidupan?

Pengalaman-pengalaman seperti itu kadang membuat saya bertanya-tanya, apakah silaturahmi saat Lebaran memang selalu harus disertai sesi evaluasi kehidupan? Pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, atau rencana masa depan mungkin dimaksudkan sebagai bentuk perhatian. Namun ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi, rasanya seperti sedang mengikuti sidang kecil untuk menjelaskan pilihan hidup sendiri.

Kadang saya juga membayangkan bahwa sesi tanya jawab ini mungkin tidak akan benar-benar berhenti. Setelah lulus kuliah, mungkin pertanyaannya berubah menjadi “kerja di mana?” Jika sudah bekerja, bisa jadi berlanjut menjadi “gajinya berapa?” Lalu, seperti tradisi yang hampir selalu muncul di banyak keluarga, pertanyaan berikutnya mungkin akan bergeser ke hal lain, seperti “kapan menikah?”

Pada akhirnya, saya tidak benar-benar keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Saya paham bahwa dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan, pekerjaan, atau rencana hidup sering dianggap sebagai cara menunjukkan perhatian. Hanya saja, kadang saya berharap silaturahmi saat Lebaran bisa terasa sedikit lebih sederhana, sekadar saling menyapa, bertukar cerita, dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa sedang menjelaskan atau mempertanggungjawabkan pilihan hidup.

Karena pada dasarnya, Lebaran seharusnya menjadi tempat pulang. Tempat seseorang bisa merasa diterima apa adanya, tanpa harus membawa laporan tentang sejauh mana hidupnya sudah berjalan sesuai harapan orang lain. Setidaknya untuk beberapa hari itu, ruang tamu keluarga semestinya terasa seperti ruang untuk beristirahat bukan ruang interogasi. [T]

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: IdulfitriLebaranmudik lebaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Next Post

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co