15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Vivit Arista Dewi by Vivit Arista Dewi
April 1, 2026
in Esai
Setiap Lebaran, Saya Serasa Datang ke Ruang Interogasi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

LEBARAN sering disebut sebagai momen untuk menyambung kembali hubungan keluarga. Orang-orang datang bersilaturahmi, bersalaman, lalu duduk di ruang tamu sambil mengobrol. Topiknya biasanya sederhana, yakni seputar kabar pekerjaan, pendidikan, atau rencana hidup. Namun bagi sebagian orang, obrolan semacam itu kadang terasa lebih seperti sesi tanya jawab yang tidak ada habisnya. 

Setiap Lebaran, saya sering merasa berada di situasi seperti itu. Duduk di ruang tamu rumah saudara, sambil menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari berbagai arah. Awalnya biasanya hanya pertanyaan ringan, sekadar menanyakan kabar atau kegiatan sekarang. Namun, tidak butuh waktu lama sampai obrolan itu melebar ke hal-hal yang lebih spesifik mulai dari kuliah di mana, jurusan apa, rencana setelah lulus, hingga ingin jadi apa nantinya.

Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya terdengar biasa saja. Dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan atau pekerjaan memang dianggap sebagai bentuk perhatian. Hanya saja, ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi dari beberapa orang sekaligus, suasananya kadang berubah. Saya bahkan merasa seperti sedang duduk di ruang interogasi kecil-kecilan.

Para saudara bergantian mengajukan pertanyaan, sementara saya mencoba menjawab satu per satu dengan senyum yang tetap sopan. Bukan berarti saya keberatan sepenuhnya dengan pertanyaan itu, tetapi ada kalanya saya merasa seolah-olah Lebaran bukan hanya tentang silaturahmi, melainkan juga tentang menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pilihan hidup yang saya ambil.

Ketika Silaturahmi Berubah Menjadi Sesi Tanya Jawab

Lebaran memang sering menjadi momen untuk menanyakan kabar satu sama lain. Pendidikan, pekerjaan, hingga rencana hidup biasanya menjadi topik yang paling mudah muncul dalam percakapan. Hal itu juga yang sering saya alami setiap kali duduk di ruang tamu rumah saudara.

Pertanyaan tentang pendidikan biasanya menjadi pembuka yang cukup panjang. Bahkan sejak dulu, pilihan sekolah saya sudah beberapa kali dipertanyakan. Ketika memutuskan masuk SMK, ada saja yang bertanya kenapa tidak memilih SMA seperti kebanyakan orang. Pertanyaan itu kemudian berlanjut ketika saya melanjutkan kuliah.

Latar belakang saya dari SMK akuntansi, tetapi kemudian saya memilih kuliah di jurusan Sastra Indonesia. Keputusan itu lagi-lagi memunculkan pertanyaan baru. Ada yang penasaran kenapa tidak meneruskan akuntansi saja, ada pula yang bertanya kenapa memilih sastra. Padahal jika melihat ke belakang, jalur pendidikan saya sebenarnya tidak selalu berjalan lurus. Saya bahkan pernah bercita-cita masuk jurusan hukum sebelum akhirnya memilih jalan yang berbeda.

Setelah topik pendidikan selesai, biasanya pertanyaan berlanjut ke hal lain. “Lulusan sastra nanti mau kerja apa?” atau “Kenapa tidak sekalian sastra Inggris?” menjadi pertanyaan yang cukup sering saya dengar. Bahkan ketika saya mengatakan ingin menjadi jurnalis, reaksi yang muncul biasanya tetap berupa pertanyaan lanjutan.

Dalam momen-momen seperti itu, saya kadang merasa seperti sedang duduk di hadapan panel penyidik yang ingin memastikan bahwa rencana hidup saya sudah jelas sampai beberapa tahun ke depan. Padahal, seperti banyak orang lain seusia saya, masa depan sering kali masih berupa proses mencari dan mencoba.

Kadang pertanyaan itu juga melebar ke hal yang lebih personal. Latar belakang keluarga saya sempat ikut terselip dalam percakapan, misalnya ketika ada yang menyinggung bahwa ibu saya pernah bekerja sebagai TKW, meski biasanya hanya lewat sekilas saja. Namun yang lebih sering muncul justru komentar tentang fisik.

Kalimat seperti “kok sekarang gendutan?” atau “beda ya dari terakhir ketemu” sering keluar begitu saja dalam obrolan santai. Belum lagi perbandingan dengan sepupu lain, entah soal pendidikan, pekerjaan, atau bahkan hal kecil seperti jumlah THR yang diterima saat Lebaran. Jika dilihat satu per satu mungkin terdengar sepele, tetapi ketika berbagai komentar itu datang hampir bersamaan, ruang tamu keluarga kadang terasa seperti tempat kecil untuk menilai kehidupan seseorang.

Dan dalam momen-momen seperti itu, saya semakin merasa bahwa silaturahmi Lebaran kadang berubah menjadi sesi tanya jawab yang cukup panjang.

Silaturahmi atau Sidang Evaluasi Kehidupan?

Pengalaman-pengalaman seperti itu kadang membuat saya bertanya-tanya, apakah silaturahmi saat Lebaran memang selalu harus disertai sesi evaluasi kehidupan? Pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, atau rencana masa depan mungkin dimaksudkan sebagai bentuk perhatian. Namun ketika pertanyaan itu datang bertubi-tubi, rasanya seperti sedang mengikuti sidang kecil untuk menjelaskan pilihan hidup sendiri.

Kadang saya juga membayangkan bahwa sesi tanya jawab ini mungkin tidak akan benar-benar berhenti. Setelah lulus kuliah, mungkin pertanyaannya berubah menjadi “kerja di mana?” Jika sudah bekerja, bisa jadi berlanjut menjadi “gajinya berapa?” Lalu, seperti tradisi yang hampir selalu muncul di banyak keluarga, pertanyaan berikutnya mungkin akan bergeser ke hal lain, seperti “kapan menikah?”

Pada akhirnya, saya tidak benar-benar keberatan dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Saya paham bahwa dalam banyak keluarga, menanyakan kabar pendidikan, pekerjaan, atau rencana hidup sering dianggap sebagai cara menunjukkan perhatian. Hanya saja, kadang saya berharap silaturahmi saat Lebaran bisa terasa sedikit lebih sederhana, sekadar saling menyapa, bertukar cerita, dan menikmati waktu bersama tanpa harus merasa sedang menjelaskan atau mempertanggungjawabkan pilihan hidup.

Karena pada dasarnya, Lebaran seharusnya menjadi tempat pulang. Tempat seseorang bisa merasa diterima apa adanya, tanpa harus membawa laporan tentang sejauh mana hidupnya sudah berjalan sesuai harapan orang lain. Setidaknya untuk beberapa hari itu, ruang tamu keluarga semestinya terasa seperti ruang untuk beristirahat bukan ruang interogasi. [T]

Penulis: Vivit Arista Dewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: IdulfitriLebaranmudik lebaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

Next Post

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Vivit Arista Dewi

Vivit Arista Dewi

Mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Udayana yang memiliki minat besar terhadap sejarah. Lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur, ia gemar melakukan perjalanan (travelling) ke berbagai tempat bersejarah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan cerita masa lampau. IG: vivitarsta

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Ramanujan: Brahmana dalam Sunyi, Pencari Kebenaran Lewat Angka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co