23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Ni Kadek Aristya Adinanda by Ni Kadek Aristya Adinanda
November 18, 2024
in Tualang
Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Suwat Waterfall

PAGI hari begitu cerah. Saya berangkat untuk mengunjungi sebuah objek wisata alam yang asri dan menyegarkan mata di Desa Suwat, Gianyar, Bali. Nama obyek itu, Suwat Waterfall.

Dari Denpasar, saya menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh 30 km, yang memakan waktu sekitar 50 menit. Setelah perjalanan yang menyenangkan, akhirnya penulis tiba di Suwat Waterfall. Lokasinya di Jl. Pura Dalem, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Pukul 08.00 pagi saya tiba.

Saya langsung disambut dengan hangat oleh petugas penjaga dan keindahan alam hijau yang memukau di sekitar air terjun ini, yang seakan mengundang untuk menjelajah lebih jauh.

Menuju air terjun suwat waterfal | Foto: Aristya Adinanda

Suwat Waterfall merupakan salah satu wisata alam yang ada di Gianyar. Obyek wisata alam ini memiliki lokasi yang cukup tersembuny, yang jarang dan tidak banyak orang tahu. Namun hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai ketenangan dan kesunyian alam.

Untuk menuju ke Suwat Waterfall kita melewati persawahan dan perkebunan yang terawat menjadi asri.

Obyek wisata ini terlihat sangat terawat. Detail-detail kecil terjaga dengan baik, seperti jalan setapak yang disusun rapi dengan pinggiran rumput yang tetap hijau. Banyaknya tanaman dan rerumputan yang asri menambah indahnya suasana Suwat Waterfall.

Keindahan dan Daya Tarik

Yang menjadi daya tari Suwat Waterfall ini adalah tentu saja air terjunya yang berada di tengah-tengah tebing. Airnya yang mengalir deras menawarkan pesona yang menarik untuk tetap dipandang mata.

Air terjun suwat waterfall dan budidaya burung merpati | Foto: Aristya Adinanda

Apalagi tebing alami yang memiliki ukiran unik dan diselimuti dangan tumbuhan sehingga menambah keunikan obyek ini. Di sini wisatawan dapat berenang. Selain itu wisatawan juga dapat berfoto dan menaiki rakit yang sudah disediakan petugas,

Selain keindahan air terjun dan alam yang indah, Suwat Waterfall juga memiliki daya tarik lain yaitu budidaya burung dara yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Lokasi budidaya burung dara itu letaknya di sebelah kanan air terjun.

Shiva holy water | Foto: Aristya Adinanda

Selain waterfall dan budidaya burung dara terdapat juga tempat pangelukatan shiva yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, Dimana wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung untuk melakukan pengelukatan (pembersihan diri secara niskala) di Shiva Holly Water. Tempat ini dijadikan sebagai tempat pengelukatan dan pusat meditasi bagi wisatawan.

Penglukatan ini terdiri dari pancoran Pitu (tujuh), Pancoran Durga dan Pancoran Siwa dan akan dilengkapi kolam yang panjang sebagai tempat bagi pemedek (pengunjung) untuk meditasi di dalam air.  

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan merasakan aura magis yang luar biasa. Informasi menyebutkan, pendirian patung Siwa di tempat ini tidak terlepas dari petunjuk sesuhunan, Ida Bhatara.

Pengelukatan ini diperuntukkan bagi semua umat manusia tanpa memandang agama, ras dan sekat-sekat lainnya.

“Kami meyakini energi kasih Siwa akan memanggil seluruh dunia untuk datang,” kata Ngakan Suardika, salah satu petugas jaga di obyek itu.

Akses yang Hijau dan Tertata Rapi

Untuk menuju Suwat Waterfall, saya melewati akses yang begitu hijau memanjakan mata. Dari area parkir, kita harus berjalan melewati jalan setapak yang tersusun dengan rapi.

Akses menuju waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di sepanjang jalan setapak ini, tanaman hijau yang terawat dengan baik menghiasi pinggirannya, menciptakan suasana yang asri dan menenangkan.

Pemandangan hijau yang rapi memberikan sensasi ketenangan, membuat perjalanan terasa lebih menyegarkan. Setelah itu, kita harus menuruni anak tangga yang jumlahnya tidak terlalu banyak, namun cukup memberikan pengalaman tersendiri dalam perjalanan menuju air terjun.

Setiap langkah yang diambil semakin membawa kita lebih dekat ke keindahan alam yang menakjubkan, dengan udara segar dan pemandangan yang semakin mempesona.

Fasilitas yang Lengkap dan Memadai

Air Terjun Surat Waterfall tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga berbagai fasilitas yang memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Fasilitas di suwat waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di area wisata ini, pengunjung dapat menemukan toilet umum yang bersih dan nyaman, serta tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan non-organik, yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Selain itu, tersedia tempat duduk di beberapa titik strategis, ideal untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar yang menenangkan.

Bagi yang merasa lapar, pengunjung bisa menikmati hidangan di restoran dan warung yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman lokal, menawarkan kenyamanan setelah berkeliling.

Papan informasi yang tersebar di beberapa titik memberikan wawasan lebih tentang sejarah dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar air terjun.

Bagi pengunjung yang ingin bermain air, tersedia pelampung keselamatan yang dapat dipinjam secara gratis, menjamin keamanan saat berada di dekat air terjun. Semua fasilitas ini, mulai dari kebersihan, kenyamanan, hingga keselamatan, menjadikan Air Terjun Surat Waterfall sebagai destinasi wisata yang tak hanya indah tetapi juga sangat nyaman dan aman untuk dikunjungi, memberikan pengalaman yang menyegarkan dan memuaskan bagi setiap pengunjung.

Pengelola yang Ramah dan Informatif

Setelah berkunjung ke objek wisata ini, saya mendapatkan informasi langsung dari petugas yang ada di sana. Objek wisata ini dikelola oleh desa setempat dan sudah memiliki manajemen yang terstruktur dengan baik, yang dipimpin oleh Ngakan Aji Sudibya.

Loket dan pengelola di waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Selain itu, ada juga sejumlah petugas yang bertanggung jawab atas kebersihan, penjagaan loket, dan keamanan.

Menurut penjelasan yang saya terima, lokasi objek wisata ini merupakan tanah milik pribadi, sehingga masyarakat desa tidak mengizinkan pengelolaannya oleh pemerintah atau pihak lain di luar desa. Objek wisata ini juga sudah memiliki beberapa akun media sosial, termasuk Instagram, Gmail, dan website resmi untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi lebih lanjut.

Untuk tiket masuk, dikelola langsung oleh masyarakat desa, dengan tarif tiket masuk sebesar Rp40.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak, baik untuk pengunjung lokal maupun mancanegara.

Di Suwat Waterfall | Foto: : Aristya Adinanda

Untuk keberlanjutan Suwat Waterfall, objek wisata ini akan terus dikelola oleh desa setempat. Pengelolaan oleh pemerintah masih memerlukan kesepakatan antara pengurus desa dan beberapa pihak terkait, yang belum terwujud hingga saat ini.

Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya, seperti yang disampaikan oleh petugas setempat. Salah satu kesulitan utama adalah kondisi cuaca, terutama saat hujan. Karena lokasi Suwat Waterfall yang terletak di area tebing, keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama.

Saat hujan, tanah yang licin dan kemungkinan tumbangnya pohon membuat area ini sangat berbahaya bagi wisatawan. Selain itu, aliran air di sekitar air terjun juga meningkat tajam dan bisa meluap, yang membuat air terjun menjadi sangat deras dan berbahaya untuk dikunjungi.

Oleh karena itu, demi keselamatan pengunjung, objek wisata ini akan ditutup sementara ketika cuaca buruk atau hujan lebat, untuk menghindari resiko yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.

Meskipun demikian, pengelola dan masyarakat desa setempat tetap berkomitmen untuk menjaga dan merawat Suwat Waterfall agar tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. [T]

Catatan: artikel ini merupakan tugas perkualiahan mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali dalam Program Studi S1 Pariwisata Semester 3

Merasakan Kedamaian Gunung dan Danau Batur di Igloo Glamping, Kintamani
Pura Puseh Sari Desa Aan dan Arca-arca dari Masa Lalu
Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan
Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa
Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung
Tags: Desa SuwatGianyarIPB InternasionalPariwisatapariwisata baliSuwat Waterfall
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

Next Post

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Ni Kadek Aristya Adinanda

Ni Kadek Aristya Adinanda

Lahir di Gianyar,Bali. Mahasiswi di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Bali dengan program studi S1 Pariwisata,

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co