6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Ni Kadek Aristya Adinanda by Ni Kadek Aristya Adinanda
November 18, 2024
in Tualang
Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Suwat Waterfall

PAGI hari begitu cerah. Saya berangkat untuk mengunjungi sebuah objek wisata alam yang asri dan menyegarkan mata di Desa Suwat, Gianyar, Bali. Nama obyek itu, Suwat Waterfall.

Dari Denpasar, saya menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh 30 km, yang memakan waktu sekitar 50 menit. Setelah perjalanan yang menyenangkan, akhirnya penulis tiba di Suwat Waterfall. Lokasinya di Jl. Pura Dalem, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Pukul 08.00 pagi saya tiba.

Saya langsung disambut dengan hangat oleh petugas penjaga dan keindahan alam hijau yang memukau di sekitar air terjun ini, yang seakan mengundang untuk menjelajah lebih jauh.

Menuju air terjun suwat waterfal | Foto: Aristya Adinanda

Suwat Waterfall merupakan salah satu wisata alam yang ada di Gianyar. Obyek wisata alam ini memiliki lokasi yang cukup tersembuny, yang jarang dan tidak banyak orang tahu. Namun hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai ketenangan dan kesunyian alam.

Untuk menuju ke Suwat Waterfall kita melewati persawahan dan perkebunan yang terawat menjadi asri.

Obyek wisata ini terlihat sangat terawat. Detail-detail kecil terjaga dengan baik, seperti jalan setapak yang disusun rapi dengan pinggiran rumput yang tetap hijau. Banyaknya tanaman dan rerumputan yang asri menambah indahnya suasana Suwat Waterfall.

Keindahan dan Daya Tarik

Yang menjadi daya tari Suwat Waterfall ini adalah tentu saja air terjunya yang berada di tengah-tengah tebing. Airnya yang mengalir deras menawarkan pesona yang menarik untuk tetap dipandang mata.

Air terjun suwat waterfall dan budidaya burung merpati | Foto: Aristya Adinanda

Apalagi tebing alami yang memiliki ukiran unik dan diselimuti dangan tumbuhan sehingga menambah keunikan obyek ini. Di sini wisatawan dapat berenang. Selain itu wisatawan juga dapat berfoto dan menaiki rakit yang sudah disediakan petugas,

Selain keindahan air terjun dan alam yang indah, Suwat Waterfall juga memiliki daya tarik lain yaitu budidaya burung dara yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Lokasi budidaya burung dara itu letaknya di sebelah kanan air terjun.

Shiva holy water | Foto: Aristya Adinanda

Selain waterfall dan budidaya burung dara terdapat juga tempat pangelukatan shiva yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, Dimana wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung untuk melakukan pengelukatan (pembersihan diri secara niskala) di Shiva Holly Water. Tempat ini dijadikan sebagai tempat pengelukatan dan pusat meditasi bagi wisatawan.

Penglukatan ini terdiri dari pancoran Pitu (tujuh), Pancoran Durga dan Pancoran Siwa dan akan dilengkapi kolam yang panjang sebagai tempat bagi pemedek (pengunjung) untuk meditasi di dalam air.  

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan merasakan aura magis yang luar biasa. Informasi menyebutkan, pendirian patung Siwa di tempat ini tidak terlepas dari petunjuk sesuhunan, Ida Bhatara.

Pengelukatan ini diperuntukkan bagi semua umat manusia tanpa memandang agama, ras dan sekat-sekat lainnya.

“Kami meyakini energi kasih Siwa akan memanggil seluruh dunia untuk datang,” kata Ngakan Suardika, salah satu petugas jaga di obyek itu.

Akses yang Hijau dan Tertata Rapi

Untuk menuju Suwat Waterfall, saya melewati akses yang begitu hijau memanjakan mata. Dari area parkir, kita harus berjalan melewati jalan setapak yang tersusun dengan rapi.

Akses menuju waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di sepanjang jalan setapak ini, tanaman hijau yang terawat dengan baik menghiasi pinggirannya, menciptakan suasana yang asri dan menenangkan.

Pemandangan hijau yang rapi memberikan sensasi ketenangan, membuat perjalanan terasa lebih menyegarkan. Setelah itu, kita harus menuruni anak tangga yang jumlahnya tidak terlalu banyak, namun cukup memberikan pengalaman tersendiri dalam perjalanan menuju air terjun.

Setiap langkah yang diambil semakin membawa kita lebih dekat ke keindahan alam yang menakjubkan, dengan udara segar dan pemandangan yang semakin mempesona.

Fasilitas yang Lengkap dan Memadai

Air Terjun Surat Waterfall tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga berbagai fasilitas yang memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Fasilitas di suwat waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di area wisata ini, pengunjung dapat menemukan toilet umum yang bersih dan nyaman, serta tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan non-organik, yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Selain itu, tersedia tempat duduk di beberapa titik strategis, ideal untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar yang menenangkan.

Bagi yang merasa lapar, pengunjung bisa menikmati hidangan di restoran dan warung yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman lokal, menawarkan kenyamanan setelah berkeliling.

Papan informasi yang tersebar di beberapa titik memberikan wawasan lebih tentang sejarah dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar air terjun.

Bagi pengunjung yang ingin bermain air, tersedia pelampung keselamatan yang dapat dipinjam secara gratis, menjamin keamanan saat berada di dekat air terjun. Semua fasilitas ini, mulai dari kebersihan, kenyamanan, hingga keselamatan, menjadikan Air Terjun Surat Waterfall sebagai destinasi wisata yang tak hanya indah tetapi juga sangat nyaman dan aman untuk dikunjungi, memberikan pengalaman yang menyegarkan dan memuaskan bagi setiap pengunjung.

Pengelola yang Ramah dan Informatif

Setelah berkunjung ke objek wisata ini, saya mendapatkan informasi langsung dari petugas yang ada di sana. Objek wisata ini dikelola oleh desa setempat dan sudah memiliki manajemen yang terstruktur dengan baik, yang dipimpin oleh Ngakan Aji Sudibya.

Loket dan pengelola di waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Selain itu, ada juga sejumlah petugas yang bertanggung jawab atas kebersihan, penjagaan loket, dan keamanan.

Menurut penjelasan yang saya terima, lokasi objek wisata ini merupakan tanah milik pribadi, sehingga masyarakat desa tidak mengizinkan pengelolaannya oleh pemerintah atau pihak lain di luar desa. Objek wisata ini juga sudah memiliki beberapa akun media sosial, termasuk Instagram, Gmail, dan website resmi untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi lebih lanjut.

Untuk tiket masuk, dikelola langsung oleh masyarakat desa, dengan tarif tiket masuk sebesar Rp40.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak, baik untuk pengunjung lokal maupun mancanegara.

Di Suwat Waterfall | Foto: : Aristya Adinanda

Untuk keberlanjutan Suwat Waterfall, objek wisata ini akan terus dikelola oleh desa setempat. Pengelolaan oleh pemerintah masih memerlukan kesepakatan antara pengurus desa dan beberapa pihak terkait, yang belum terwujud hingga saat ini.

Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya, seperti yang disampaikan oleh petugas setempat. Salah satu kesulitan utama adalah kondisi cuaca, terutama saat hujan. Karena lokasi Suwat Waterfall yang terletak di area tebing, keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama.

Saat hujan, tanah yang licin dan kemungkinan tumbangnya pohon membuat area ini sangat berbahaya bagi wisatawan. Selain itu, aliran air di sekitar air terjun juga meningkat tajam dan bisa meluap, yang membuat air terjun menjadi sangat deras dan berbahaya untuk dikunjungi.

Oleh karena itu, demi keselamatan pengunjung, objek wisata ini akan ditutup sementara ketika cuaca buruk atau hujan lebat, untuk menghindari resiko yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.

Meskipun demikian, pengelola dan masyarakat desa setempat tetap berkomitmen untuk menjaga dan merawat Suwat Waterfall agar tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. [T]

Catatan: artikel ini merupakan tugas perkualiahan mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali dalam Program Studi S1 Pariwisata Semester 3

Merasakan Kedamaian Gunung dan Danau Batur di Igloo Glamping, Kintamani
Pura Puseh Sari Desa Aan dan Arca-arca dari Masa Lalu
Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan
Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa
Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung
Tags: Desa SuwatGianyarIPB InternasionalPariwisatapariwisata baliSuwat Waterfall
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

Next Post

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Ni Kadek Aristya Adinanda

Ni Kadek Aristya Adinanda

Lahir di Gianyar,Bali. Mahasiswi di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Bali dengan program studi S1 Pariwisata,

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co