14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Ni Kadek Aristya Adinanda by Ni Kadek Aristya Adinanda
November 18, 2024
in Tualang
Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Suwat Waterfall

PAGI hari begitu cerah. Saya berangkat untuk mengunjungi sebuah objek wisata alam yang asri dan menyegarkan mata di Desa Suwat, Gianyar, Bali. Nama obyek itu, Suwat Waterfall.

Dari Denpasar, saya menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh 30 km, yang memakan waktu sekitar 50 menit. Setelah perjalanan yang menyenangkan, akhirnya penulis tiba di Suwat Waterfall. Lokasinya di Jl. Pura Dalem, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Pukul 08.00 pagi saya tiba.

Saya langsung disambut dengan hangat oleh petugas penjaga dan keindahan alam hijau yang memukau di sekitar air terjun ini, yang seakan mengundang untuk menjelajah lebih jauh.

Menuju air terjun suwat waterfal | Foto: Aristya Adinanda

Suwat Waterfall merupakan salah satu wisata alam yang ada di Gianyar. Obyek wisata alam ini memiliki lokasi yang cukup tersembuny, yang jarang dan tidak banyak orang tahu. Namun hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai ketenangan dan kesunyian alam.

Untuk menuju ke Suwat Waterfall kita melewati persawahan dan perkebunan yang terawat menjadi asri.

Obyek wisata ini terlihat sangat terawat. Detail-detail kecil terjaga dengan baik, seperti jalan setapak yang disusun rapi dengan pinggiran rumput yang tetap hijau. Banyaknya tanaman dan rerumputan yang asri menambah indahnya suasana Suwat Waterfall.

Keindahan dan Daya Tarik

Yang menjadi daya tari Suwat Waterfall ini adalah tentu saja air terjunya yang berada di tengah-tengah tebing. Airnya yang mengalir deras menawarkan pesona yang menarik untuk tetap dipandang mata.

Air terjun suwat waterfall dan budidaya burung merpati | Foto: Aristya Adinanda

Apalagi tebing alami yang memiliki ukiran unik dan diselimuti dangan tumbuhan sehingga menambah keunikan obyek ini. Di sini wisatawan dapat berenang. Selain itu wisatawan juga dapat berfoto dan menaiki rakit yang sudah disediakan petugas,

Selain keindahan air terjun dan alam yang indah, Suwat Waterfall juga memiliki daya tarik lain yaitu budidaya burung dara yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Lokasi budidaya burung dara itu letaknya di sebelah kanan air terjun.

Shiva holy water | Foto: Aristya Adinanda

Selain waterfall dan budidaya burung dara terdapat juga tempat pangelukatan shiva yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, Dimana wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung untuk melakukan pengelukatan (pembersihan diri secara niskala) di Shiva Holly Water. Tempat ini dijadikan sebagai tempat pengelukatan dan pusat meditasi bagi wisatawan.

Penglukatan ini terdiri dari pancoran Pitu (tujuh), Pancoran Durga dan Pancoran Siwa dan akan dilengkapi kolam yang panjang sebagai tempat bagi pemedek (pengunjung) untuk meditasi di dalam air.  

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan merasakan aura magis yang luar biasa. Informasi menyebutkan, pendirian patung Siwa di tempat ini tidak terlepas dari petunjuk sesuhunan, Ida Bhatara.

Pengelukatan ini diperuntukkan bagi semua umat manusia tanpa memandang agama, ras dan sekat-sekat lainnya.

“Kami meyakini energi kasih Siwa akan memanggil seluruh dunia untuk datang,” kata Ngakan Suardika, salah satu petugas jaga di obyek itu.

Akses yang Hijau dan Tertata Rapi

Untuk menuju Suwat Waterfall, saya melewati akses yang begitu hijau memanjakan mata. Dari area parkir, kita harus berjalan melewati jalan setapak yang tersusun dengan rapi.

Akses menuju waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di sepanjang jalan setapak ini, tanaman hijau yang terawat dengan baik menghiasi pinggirannya, menciptakan suasana yang asri dan menenangkan.

Pemandangan hijau yang rapi memberikan sensasi ketenangan, membuat perjalanan terasa lebih menyegarkan. Setelah itu, kita harus menuruni anak tangga yang jumlahnya tidak terlalu banyak, namun cukup memberikan pengalaman tersendiri dalam perjalanan menuju air terjun.

Setiap langkah yang diambil semakin membawa kita lebih dekat ke keindahan alam yang menakjubkan, dengan udara segar dan pemandangan yang semakin mempesona.

Fasilitas yang Lengkap dan Memadai

Air Terjun Surat Waterfall tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga berbagai fasilitas yang memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Fasilitas di suwat waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di area wisata ini, pengunjung dapat menemukan toilet umum yang bersih dan nyaman, serta tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan non-organik, yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Selain itu, tersedia tempat duduk di beberapa titik strategis, ideal untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar yang menenangkan.

Bagi yang merasa lapar, pengunjung bisa menikmati hidangan di restoran dan warung yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman lokal, menawarkan kenyamanan setelah berkeliling.

Papan informasi yang tersebar di beberapa titik memberikan wawasan lebih tentang sejarah dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar air terjun.

Bagi pengunjung yang ingin bermain air, tersedia pelampung keselamatan yang dapat dipinjam secara gratis, menjamin keamanan saat berada di dekat air terjun. Semua fasilitas ini, mulai dari kebersihan, kenyamanan, hingga keselamatan, menjadikan Air Terjun Surat Waterfall sebagai destinasi wisata yang tak hanya indah tetapi juga sangat nyaman dan aman untuk dikunjungi, memberikan pengalaman yang menyegarkan dan memuaskan bagi setiap pengunjung.

Pengelola yang Ramah dan Informatif

Setelah berkunjung ke objek wisata ini, saya mendapatkan informasi langsung dari petugas yang ada di sana. Objek wisata ini dikelola oleh desa setempat dan sudah memiliki manajemen yang terstruktur dengan baik, yang dipimpin oleh Ngakan Aji Sudibya.

Loket dan pengelola di waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Selain itu, ada juga sejumlah petugas yang bertanggung jawab atas kebersihan, penjagaan loket, dan keamanan.

Menurut penjelasan yang saya terima, lokasi objek wisata ini merupakan tanah milik pribadi, sehingga masyarakat desa tidak mengizinkan pengelolaannya oleh pemerintah atau pihak lain di luar desa. Objek wisata ini juga sudah memiliki beberapa akun media sosial, termasuk Instagram, Gmail, dan website resmi untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi lebih lanjut.

Untuk tiket masuk, dikelola langsung oleh masyarakat desa, dengan tarif tiket masuk sebesar Rp40.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak, baik untuk pengunjung lokal maupun mancanegara.

Di Suwat Waterfall | Foto: : Aristya Adinanda

Untuk keberlanjutan Suwat Waterfall, objek wisata ini akan terus dikelola oleh desa setempat. Pengelolaan oleh pemerintah masih memerlukan kesepakatan antara pengurus desa dan beberapa pihak terkait, yang belum terwujud hingga saat ini.

Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya, seperti yang disampaikan oleh petugas setempat. Salah satu kesulitan utama adalah kondisi cuaca, terutama saat hujan. Karena lokasi Suwat Waterfall yang terletak di area tebing, keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama.

Saat hujan, tanah yang licin dan kemungkinan tumbangnya pohon membuat area ini sangat berbahaya bagi wisatawan. Selain itu, aliran air di sekitar air terjun juga meningkat tajam dan bisa meluap, yang membuat air terjun menjadi sangat deras dan berbahaya untuk dikunjungi.

Oleh karena itu, demi keselamatan pengunjung, objek wisata ini akan ditutup sementara ketika cuaca buruk atau hujan lebat, untuk menghindari resiko yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.

Meskipun demikian, pengelola dan masyarakat desa setempat tetap berkomitmen untuk menjaga dan merawat Suwat Waterfall agar tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. [T]

Catatan: artikel ini merupakan tugas perkualiahan mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali dalam Program Studi S1 Pariwisata Semester 3

Merasakan Kedamaian Gunung dan Danau Batur di Igloo Glamping, Kintamani
Pura Puseh Sari Desa Aan dan Arca-arca dari Masa Lalu
Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan
Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa
Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung
Tags: Desa SuwatGianyarIPB InternasionalPariwisatapariwisata baliSuwat Waterfall
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

Next Post

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Ni Kadek Aristya Adinanda

Ni Kadek Aristya Adinanda

Lahir di Gianyar,Bali. Mahasiswi di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Bali dengan program studi S1 Pariwisata,

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co