2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Ni Kadek Aristya Adinanda by Ni Kadek Aristya Adinanda
November 18, 2024
in Tualang
Eksplorasi Pesona Keindahan Alam Tersembunyi di Suwat Waterfall

Suwat Waterfall

PAGI hari begitu cerah. Saya berangkat untuk mengunjungi sebuah objek wisata alam yang asri dan menyegarkan mata di Desa Suwat, Gianyar, Bali. Nama obyek itu, Suwat Waterfall.

Dari Denpasar, saya menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor sejauh 30 km, yang memakan waktu sekitar 50 menit. Setelah perjalanan yang menyenangkan, akhirnya penulis tiba di Suwat Waterfall. Lokasinya di Jl. Pura Dalem, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Pukul 08.00 pagi saya tiba.

Saya langsung disambut dengan hangat oleh petugas penjaga dan keindahan alam hijau yang memukau di sekitar air terjun ini, yang seakan mengundang untuk menjelajah lebih jauh.

Menuju air terjun suwat waterfal | Foto: Aristya Adinanda

Suwat Waterfall merupakan salah satu wisata alam yang ada di Gianyar. Obyek wisata alam ini memiliki lokasi yang cukup tersembuny, yang jarang dan tidak banyak orang tahu. Namun hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai ketenangan dan kesunyian alam.

Untuk menuju ke Suwat Waterfall kita melewati persawahan dan perkebunan yang terawat menjadi asri.

Obyek wisata ini terlihat sangat terawat. Detail-detail kecil terjaga dengan baik, seperti jalan setapak yang disusun rapi dengan pinggiran rumput yang tetap hijau. Banyaknya tanaman dan rerumputan yang asri menambah indahnya suasana Suwat Waterfall.

Keindahan dan Daya Tarik

Yang menjadi daya tari Suwat Waterfall ini adalah tentu saja air terjunya yang berada di tengah-tengah tebing. Airnya yang mengalir deras menawarkan pesona yang menarik untuk tetap dipandang mata.

Air terjun suwat waterfall dan budidaya burung merpati | Foto: Aristya Adinanda

Apalagi tebing alami yang memiliki ukiran unik dan diselimuti dangan tumbuhan sehingga menambah keunikan obyek ini. Di sini wisatawan dapat berenang. Selain itu wisatawan juga dapat berfoto dan menaiki rakit yang sudah disediakan petugas,

Selain keindahan air terjun dan alam yang indah, Suwat Waterfall juga memiliki daya tarik lain yaitu budidaya burung dara yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Lokasi budidaya burung dara itu letaknya di sebelah kanan air terjun.

Shiva holy water | Foto: Aristya Adinanda

Selain waterfall dan budidaya burung dara terdapat juga tempat pangelukatan shiva yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, Dimana wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung untuk melakukan pengelukatan (pembersihan diri secara niskala) di Shiva Holly Water. Tempat ini dijadikan sebagai tempat pengelukatan dan pusat meditasi bagi wisatawan.

Penglukatan ini terdiri dari pancoran Pitu (tujuh), Pancoran Durga dan Pancoran Siwa dan akan dilengkapi kolam yang panjang sebagai tempat bagi pemedek (pengunjung) untuk meditasi di dalam air.  

Pengunjung yang datang ke tempat ini akan merasakan aura magis yang luar biasa. Informasi menyebutkan, pendirian patung Siwa di tempat ini tidak terlepas dari petunjuk sesuhunan, Ida Bhatara.

Pengelukatan ini diperuntukkan bagi semua umat manusia tanpa memandang agama, ras dan sekat-sekat lainnya.

“Kami meyakini energi kasih Siwa akan memanggil seluruh dunia untuk datang,” kata Ngakan Suardika, salah satu petugas jaga di obyek itu.

Akses yang Hijau dan Tertata Rapi

Untuk menuju Suwat Waterfall, saya melewati akses yang begitu hijau memanjakan mata. Dari area parkir, kita harus berjalan melewati jalan setapak yang tersusun dengan rapi.

Akses menuju waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di sepanjang jalan setapak ini, tanaman hijau yang terawat dengan baik menghiasi pinggirannya, menciptakan suasana yang asri dan menenangkan.

Pemandangan hijau yang rapi memberikan sensasi ketenangan, membuat perjalanan terasa lebih menyegarkan. Setelah itu, kita harus menuruni anak tangga yang jumlahnya tidak terlalu banyak, namun cukup memberikan pengalaman tersendiri dalam perjalanan menuju air terjun.

Setiap langkah yang diambil semakin membawa kita lebih dekat ke keindahan alam yang menakjubkan, dengan udara segar dan pemandangan yang semakin mempesona.

Fasilitas yang Lengkap dan Memadai

Air Terjun Surat Waterfall tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang memukau, tetapi juga berbagai fasilitas yang memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Fasilitas di suwat waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Di area wisata ini, pengunjung dapat menemukan toilet umum yang bersih dan nyaman, serta tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan non-organik, yang mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Selain itu, tersedia tempat duduk di beberapa titik strategis, ideal untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar yang menenangkan.

Bagi yang merasa lapar, pengunjung bisa menikmati hidangan di restoran dan warung yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman lokal, menawarkan kenyamanan setelah berkeliling.

Papan informasi yang tersebar di beberapa titik memberikan wawasan lebih tentang sejarah dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar air terjun.

Bagi pengunjung yang ingin bermain air, tersedia pelampung keselamatan yang dapat dipinjam secara gratis, menjamin keamanan saat berada di dekat air terjun. Semua fasilitas ini, mulai dari kebersihan, kenyamanan, hingga keselamatan, menjadikan Air Terjun Surat Waterfall sebagai destinasi wisata yang tak hanya indah tetapi juga sangat nyaman dan aman untuk dikunjungi, memberikan pengalaman yang menyegarkan dan memuaskan bagi setiap pengunjung.

Pengelola yang Ramah dan Informatif

Setelah berkunjung ke objek wisata ini, saya mendapatkan informasi langsung dari petugas yang ada di sana. Objek wisata ini dikelola oleh desa setempat dan sudah memiliki manajemen yang terstruktur dengan baik, yang dipimpin oleh Ngakan Aji Sudibya.

Loket dan pengelola di waterfall | Foto: Aristya Adinanda

Selain itu, ada juga sejumlah petugas yang bertanggung jawab atas kebersihan, penjagaan loket, dan keamanan.

Menurut penjelasan yang saya terima, lokasi objek wisata ini merupakan tanah milik pribadi, sehingga masyarakat desa tidak mengizinkan pengelolaannya oleh pemerintah atau pihak lain di luar desa. Objek wisata ini juga sudah memiliki beberapa akun media sosial, termasuk Instagram, Gmail, dan website resmi untuk memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi lebih lanjut.

Untuk tiket masuk, dikelola langsung oleh masyarakat desa, dengan tarif tiket masuk sebesar Rp40.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak, baik untuk pengunjung lokal maupun mancanegara.

Di Suwat Waterfall | Foto: : Aristya Adinanda

Untuk keberlanjutan Suwat Waterfall, objek wisata ini akan terus dikelola oleh desa setempat. Pengelolaan oleh pemerintah masih memerlukan kesepakatan antara pengurus desa dan beberapa pihak terkait, yang belum terwujud hingga saat ini.

Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya, seperti yang disampaikan oleh petugas setempat. Salah satu kesulitan utama adalah kondisi cuaca, terutama saat hujan. Karena lokasi Suwat Waterfall yang terletak di area tebing, keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama.

Saat hujan, tanah yang licin dan kemungkinan tumbangnya pohon membuat area ini sangat berbahaya bagi wisatawan. Selain itu, aliran air di sekitar air terjun juga meningkat tajam dan bisa meluap, yang membuat air terjun menjadi sangat deras dan berbahaya untuk dikunjungi.

Oleh karena itu, demi keselamatan pengunjung, objek wisata ini akan ditutup sementara ketika cuaca buruk atau hujan lebat, untuk menghindari resiko yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.

Meskipun demikian, pengelola dan masyarakat desa setempat tetap berkomitmen untuk menjaga dan merawat Suwat Waterfall agar tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung. [T]

Catatan: artikel ini merupakan tugas perkualiahan mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali dalam Program Studi S1 Pariwisata Semester 3

Merasakan Kedamaian Gunung dan Danau Batur di Igloo Glamping, Kintamani
Pura Puseh Sari Desa Aan dan Arca-arca dari Masa Lalu
Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan
Pura Pesiraman Desa Aan: Harmoni Alam dan Spiritual di Bawah Naungan Lima Dewa
Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung
Tags: Desa SuwatGianyarIPB InternasionalPariwisatapariwisata baliSuwat Waterfall
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

Next Post

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Ni Kadek Aristya Adinanda

Ni Kadek Aristya Adinanda

Lahir di Gianyar,Bali. Mahasiswi di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Bali dengan program studi S1 Pariwisata,

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Lewat Lorong Karang Menjelajah Keindahan Tersembunyi Pantai Suluban di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co