2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepuakan, Bedil Bukan, tapi Alat Pengusir Burung di Sawah

Son Lomri by Son Lomri
November 12, 2024
in Khas
Kepuakan, Bedil Bukan, tapi Alat Pengusir Burung di Sawah

Kepuakan di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Son

BURUNG-burung terus hinggap di padi yang sudah menguning, tentu, bersamaan dengan belalang. Menggigit daun, mengupas padi menguning yang keemas-emasan itu; menyesap, dan para petani di Jatiluwih sudah biasa mengusir mereka (hama) dengan kepuakan.

Mengapa tidak bedil?

“Gak boleh!” kata Ketut Suke (69), petani asal Jatiluwih. Di sana, sejak pagi ia menunggu Wakil Mentri (Wamen) Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, untuk membuka Subak Spirit Festival 2024 pada Sabtu, 9 November 2024.

Waktu itu, Suke diminta panitia untuk menyambut Giring menggunakan bunyi kepuakan.

I Ketut Sumantra menggunakan baju hitam sisi paling kiri, saat memainkan kepuakan | Foto: tatkala.co/Son

Kepuakan adalah alat pengusir burung yang terbuat dari bambu setengah tua—alias muda tapi gak muda-muda amat. Pokoknya begitulah. Panjangnya sekitar 60 cm. Dan Suke sudah membuatnya dari rumah, juga dengan yang lain. Secara bersamaan, alat itu terus dibunyikkan—diperkenalkan kepada para pengunjung suaranya.

Setiap masa panen raya, para petani sudah biasa membunyikannya, tentu, di samping lelakut—orang-orangan sawah yang sudah di pasang di sekitar sawah mereka. Menakuti burung tengah malam, atau menakuti musang itu malam-malam. Horor tapi nyeni.

Sebuah manipulasi yang bagus, burung bisa tergocek dengan sendirinya, juga musang. Bahkan dengan kepuakan, belum digocek, sudah becek—begitulah kira-kira kata komedian Kiki Saputri. Hehe..

Mesti kita sadari, kepuakan menjadi alat yang teramah walaupun memiliki fungsi mengusir, dan bedil tentu tidak. Bedil memang bisa mengusir burung, bahkan juga mengusir manusia. Sebab itulah bedil dianggap tidak ramah karena dapat membantai ekosistem (mata rantai makanan) di sawah. Apalagi nuklir. Haram jaddah!

Instalasi kepuakan yang dipajang di panggung utama Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswan

“Burung itu jangan ditembak, Mas, nanti mati. Pakai alat ini aja,” ujar Ketut Suke tersenyum sambil menunjukkan alat yang ia pegang, kepuakan.

“Tuktuktuktuk..” ia membunyikkan kepuakannya kemudian.

Padi lokal Bali di Jatiluwih, itu menjadi pemandangan yang agaknya langka. Tentu, revolusi hijau—yang digenjot oleh Orde Baru (Orba)—merubah cara pandang para petani, tak hanya di Bali, tetapi juga di seluruh Indonesia. Sampai sekarang.

Padi-padi asli Bali panjangnya bisa melebihi anak SD kelas lima. Dan ketika alat kepuakan dibunyikkan saat jam makan siang si burung—oleh Pak Tani, tok..tok..tok..  Syahdan, burung-burung itu terbang tak beraturan. Sepertinya suara kepuakan adalah suara petani itu sendiri.

Simulasi Kecil Menyambut Panen Raya

Tak terbayang, menjadi pemandangan yang bagus itu jika kita melihatnya di atas ketinggian, atau setara dengan padi lokal menjulang sejajar tubuh kita. Tentu, sekarang, barangkali fenomena itu masih ada, tetapi tidak banyak—sebagaimana padi lokal kini. Cobalah datang saat panen raya tiba. Semoga ada.

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, saat mencoba membunyikan kepuakan | Foto: tatkala.co/Son

Di Jatiluwih, tentang sawah—yang luasnya sekitar 636 hektar itu—-dengan petaknya yang berundak, telah menciptakan lanskap hijau yang bagus. Uh. Mata siapa yang tidak tercolok untuk menatapnya lebih lama? Bule-bule bertengger untuk itu, dan dolar dikoceknya dalam-dalam.

Dan Subak Spirit Festival 2024, barangkali merupa ruang perayaan dan sebuah simulasi kecil panen raya. Bagaimana aktivitas para petani dipertunjukkan, beserta dengan alat-alat peraga yang biasa mereka gunakan saat bertani. Lihat aktivitas membuat lelakutyang ditulis Kanda saya, Mas Jaswan di sini: Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024.

Tapi saya mau cerita yang lain. Di balik gapura yang cantik, berjejer para petani memeragakan dirinya, tentu, sebagai petani. I Ketut Sumantra (63), misalnya. Ia berdiri tak memakai baju dengan waktu cukup lama. Kulitnya yang sawo matang itu, menggurat usia, menandakan begitu lamanya ia sudah menjadi petani. Tak terbayang asam–garam sebagai petani ia pernah rasakan.

I Ketut Sumantra, tengah, sedang menagen atau memonggok hasil bumi: padi, bersama petani yang lain saat menyambut Wakil Menteri Kebudayaan | Foto: tatkala.co/Son

Ia adalah seorang petani dari Desa Jatiluwih. Di sana, ia memonggok hasil panen sebagai contoh bagaimana masyarakat memiliki corak budaya demikian. Intinya, festival ini melibatkan masyarakat untuk kembali memainkan ornamental pertanian subak di Jatiluwih.

Berderet dengan yang lain, yang membawa bakul, oleh ibu-ibu, menjadi tukang sabit rumput kemudian bapak-bapak itu. Membawa dedaunan, membawa sayu-sayuran—atau hasil panen, masyarakat benar-benar tampak terlihat tradisional.

Kemudian, tak hanya tentang lanskap yang indah secara sekala atau nyata itu, tetapi juga bagaimana masyarakat Bali begitu mengagungkan alam—menghubungkannya dengan rasa spiritual. Melalui subak, yaitu sistem pengairan itu, masyarakat di Jatiluwih secara niskala pun memiliki pura subak yang agung.

Ibu-ibu petani saat menyambut Wakil Menteri Kebudayaan di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Son

Tapi bagaimana dengan Revolusi Hijau yang memiliki efek samping sangat panjang sekarang? Sawah tak lagi agung?! Atau memang tak dipikirkan sedetail petani memikirkan alat pengusir burung? Hehe..dorrrr..! Tiaraaaaaap….[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Melihat Jatayu Menari di Jatiluwih
Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali
Subak Spirit Festival 2024, Pesta Rakyat, dan Usaha Pemuliaan Air
Tags: jatiluwihKepuakanSubak Spirit Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Jatayu Menari di Jatiluwih

Next Post

Mahasiswa UPMI Bali Magang di tatkala.co : Mereka Belajar Menceritakan Peristiwa Nyata

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Mahasiswa UPMI Bali Magang di tatkala.co : Mereka Belajar Menceritakan Peristiwa Nyata

Mahasiswa UPMI Bali Magang di tatkala.co : Mereka Belajar Menceritakan Peristiwa Nyata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co