24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Son Lomri by Son Lomri
October 30, 2024
in Khas
Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Pamplet di kantin FBS Undiksha yang sudah tutup | Foto: tatkala.co/Son

Di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha–atau biasa disebut Kampus Bawah–di Jalan A Yani Singaraja, pada jam-jam rawan perut lapar, seperti siang atau di jam setelah kuliah selesai itu, banyak mahasiswa menyerbu dan nongkrong di kantin.

Mereka itu adalah mahasiswa dari prodi seni dan prodi desain, prodi Bahasa Indonesia, terus Bahasa Jepang, Inggris hingga Bahasa Bali. Mereka sudah biasa nongkrong di kantin, selain mengisi perut, juga mengobrol tentang materi kuliah, atau sekadar ngobrol kangin-kauh. Kadang ada dosen juga ikut nimbrung.

Mereka, atau mahasiswa di luar kampus bawah, biasa menyebut kantin itu dengan nama Kantin FBS. Ya, karena lokasinya memang di areal kampus FBS.

Pengelola kantin itu, oleh mahasiswa dipanggil Mek Yan. Artinya, Bu Yan. Seakan-akan Mek Yan itu, ibu atau bibi dari mahasiswa yang sedang kelaparan.

Barangkali karena mahasiswa kebanyakan dari program seni, kantin itu kadang-kadang mirip art space. Di situ mahasiswa sekadar ngobrol biasa—untuk ngopi, ngerokok, musikan dan makan. Apalagi, di kantin FBS—yang dijaga oleh Mek Yan itu, mahasiswa bisa belanja dengan senang, karena dekat, juga karena jauh lebih murah daripada harus pergi ke luar kampus.

Selain itu, juga mereka merasa bebas nongkrong di sana. Kantin bagi mereka seolah menjadi pusat pertemuan, bahkan pusat diskusi yang sebenarnya. Gosip-gosip juga bertebaran di sana, seliweran seperti angin tanpa kekhawatiran apapun.

Syahdan. Sejak sekitar dua minggu terakhir ini, aktivitas itu tidak ada lagi. Kantin itu telah “hilang”. Bangunan masih ada, tapi aktivitas jual-beli dan nongkrong tak ada lagi.

Mek Yan dan Rapunsel (nama gaul dari seorang penjaga kantin yang enggan disebut nama aslinya itu), entah karena apa, pindah ke Fakultas Kedokteran yang lokasinya di kampus tengah. Kantin itu berada di sebuah basement.

Banyak mahasiswa merasa kehilangan. Kehilangan makanan murah ang dekat dari kelas, kehilangan tempat nongkrong, kehilangan titik kumpul ketika jam-jam sudah menunjukkan tanda lapar.

Padahal sudah tujuh tahun Mek Yan berjualan di sana. Sudah banyak langgananannya di sana, dan bahkan sangat setia. Humanis dan manis-manis, mungkin juga Marxis-Marxis.

“Habis kontrak!” kata Mek Yan ketika saya, dari tatkala.co, menemuinya di tempatnya kini di Fakultas Kedokteran, Selasa (29/10/2024).

Kantin di FBS Undiksha Singaraja tutup | Foto: tatkala.co/Son

Ruangan bekas kantin di kampus FBS itu sendiri sudah ditutup rapat. Tak ada celah masuk ke ruangan itu, dikunci, dikosongkan barang-barangnya. Tak ada apa-apa. Tampak tiga mahasiswa melewati kantin itu, barangkali maunya belanja, tapi urung karena kantin tak ada lagi.

“Mau dijadikan galeri katanya. Jadi (kontrakna) gak bisa diperpanjang. Harus pindah,” kata Mek Yan didampingi Rapunsel.

Mek Yan sudah pindah sedari hari Jumat dua minggu yang lalu, tepatnya 18 Oktober 2024. Sejumlah mahasiswa FBS mengaku kelimpungan setelah itu. Mereka mesti berjalan—atau membawa motor untuk pergi membeli makan, kopi, atau sekadar beli rokok eceran ke luar kampus.

Mek Yan dan Rapunsel masih ingin meladeni para mahasiswa di ruangan yang dikunci itu. Tetapi karena ruangan itu rumornya, akan digunakan sebagai galeri seni, ia tak lagi mendapat izin perpanjangan kontrak.

Itu baru katanya-katanya saja, kata Mek Yan. Informasi lebih liar lagi, salah seorang mahasiswa menututurkan, FBS akan membuka kantin yang lebih bersih bernama Coffe Shop.

Yang lucu, banyak mahasiswa FBS, terutama prodi pendidikan seni rupa, mengikuti Mek Yan. Mereka belanja ke kantin Mek Yan di Fakultas Kedokteran yang jaraknya cukup jauh dari kampus FBS—tempat mereka kuliah. Mereka seperti menyayangi Mek Yan, dan setelah Mek Yan pindah mereka seakan kehilangan kasih sayang.

Kantin Mek Yan: Pusat Perkumpulan Selain Kelas

Terasa sekali mahasiswa di FBS kehilangan kantin yang mereka cintai.

Dari pantauan di kampus FBS, terlihat bangunan bekas kantin Mek Yan itu sepui. Di kaca ruangan bekas Mek Yan buka kantin itu, tertempel lukisan pamflet, entah dibuat oleh siapa.

Kalimat dalam pamplet itu cukup menohok “KAMI PERLU KANTIN!”—dan diisi gambar tangan mengepal menambah ketegasan perasaan kalau seluruh warga FBS ingin segera memiliki kantin. Segera!

“Satu atau dua minggu lalu, beberapa teman dari Seni dan Desain—yang biasa nongkrong di sana, ikut bantu-bantu Mek Yan pindahan ke Fakultas Kedokteran,” kata Ketut Sastrawan, Semester 5 prodi Pendidikan Seni Rupa.

Rasa sulit mulai mereka rasakan ketika kantin itu tak ada lagi. Rasa sulit dari hati sampai ke perut.

Pamplet di kaca dengan tulisan DICARI KANTIN BARU | Foto: tatkala.co/Son

Astina Dewi, seorang mahasiswa juga mengakui hal yang sama. “Saya sendiri, juga kesulitan, harus keluar kampus buat cari ganjalan perut,” kata Asitina Dewi.

Setelah Mek Yan dan Rapunsel pindah, Ketut Sastrawan telah kehilangan sesuatu bernama “kedekatan emosional”. Mek Yan sudah seperti ibu kedua bagi mereka. Tak hanya itu, keramahan Mek Yan juga benar-benar telah terpacak di hati para mahasiswa FBS. Sangat dekat.

“Dari pengalaman aku sampai semester 5 sekarang, kantin FBS itu kaya tempat buat kumpul sama teman-teman. Selain itu, ibu kantin juga ramah. Setiap ada anak-anak Seni dan Desain (SDD) wisuda, pasti dirayain kaya makan gratis, apalagi kalau udah kenal deket sama ibu kantin. Jangankan ngebon, minta pun dikasih!” jelas Ketut Sastrawan.

Jadi, cukup beralasan kenapa para mahasiswa itu sampai menyusul Mek Yan hingga ke Fakultas Kedokteran.

Hendra, semester 9, anak seni—mesti menggelandang ke sebuah Basement Fakultas Kedokteran menemui Mek Yan yang membuka lapak di sana. Bersama teman-temannya, ia memboyong gitarnya sendiri, dan memainkannya di sana sebagaimana biasa mereka melakukannya di FBS sambil ngopi dan ngalor kidul ngobrol.

“Kalau misalkan benar jadi coffe shop yang kopinya mahal itu, jebol kantong kami,” kata Hendra membayangkan sebuah kantin lebih mahal.

Kantin Mek Yan di areal Fakultas Kedokteran Undiksha dan mahasiswa FBS yang nongkrong di situ | Foto: tatkala.co/Son

Hendra justru merasa nyaman adanya Mek Yan di FBS. Tapi sayang, Mek Yan sudah pindah bersama rekannya yang lebih muda—bernama Rapunsel tadi. Mereka membuka kantin, bukan sekadar tempat antara pembeli dan penjual. Lebih dari itu.

Orang-orang benar-benar dibebaskan mengambil camilan, bayar belakangan. Tanpa takut, kalau camilan itu dibawa kabur tanpa dibayar, atau uang mereka dicopet karena selalu simpan uang terbuka di etalase.

Dengan gaya warung semacam ini, Mek Yan seperti hendak memberikan sebuah kepercayaan lebih kepada pelanggannya. Bukan sekadar hubungan penjual atau pembeli.

Selain memberikan harga murah, apakah nanti FBS memiliki kantin seasik Mek Yan lagi? Tunggu saja. [T]  

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
“Warung Friend”,  Warung Legend bagi Mahasiswa di Kampus Bawah Undiksha Singaraja
Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaSingarajaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Wujud Neoliberalisme Ekonomi melalui Perkembangan Arsitektur di Bali: Sebuah Autokritik

Next Post

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co