24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Slamat Trisila by Slamat Trisila
October 29, 2024
in Historia
Merintis Penulisan “Sejarah Total” di Bali

Slamat Trisila

“A historis!” demikian penilaian seorang dosen penguji terhadap tulisan mahasiswa sejarah dalam suatu ujian skripsi pada perguruan tinggi negeri di Bali di ujung senja era Orde baru. Penilaian itu tidak luput sasaran karena sang mahasiwa tidak menulis sejarah layaknya historiografi yang kronologis dan tentunya bersifat prosesual yang terlanjur menjadi pakem penulisan sejarah di Indonesia.

Kecerobohan mahasiswa di mata dosen penguji adalah abai terhadap pentingnya urutan waktu apalagi dalam rentangan waktu yang cukup lama. Sejarah yang konvensional memang disandarkan untuk dikenang sebagai peristiwa yang teruntai dari masa lampau pada waktu (zaman) tertentu. Alhasil skripsi yang agak ambisius itu direparasi hingga lebih santun untuk dikonsumsi untuk lingkungan terbatas.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebenarnya karya Denys Lombard telah diterbitkan dengan judul Nusa Jawa Silang Budaya: Kajian Sejarah Terpadu (1996) dari tulisan aslinya Le Carrefour Javanais: Essai d’histoire globale dalam 3 jilid telah terbit tahun 1990.

Sang mahasiswa baru sadar bahwa skripsinya ada beberapa kemiripan bentuk penulisan -walaupun tidak bisa dibilang percis dan menandingi- dengan karya Denys Lombard. Sebuah pledoi yang terlambat!

***

Denys Lombard dalam mengeksplanasikan penulisannya pada tataran temporal bersifat acak, namun mempunyai kekuatan urutan waktu berdasarkan tematis yang sangat digandrungi di belahan Eropa. Penulisan tersebut lebih dikenal dengan sejarah total atau l’histoire totale. Sejarah total lebih agresif didengungkan para sejarawan Prancis yang tergabung dalam wadah mazab Annales yang didirikan oleh Marc Bloch dan Lucian Febre tahun 1929.

 Gaungnya lebih semakin nyaring dengan penerbitan junal jurnal Annales d’Histoire Economique et Sociale (“Annals Sejarah Ekonomi dan Sosial”), dan semakin populer ketika Fernand Braudel menulis La Mediterrane et le monde mediterraneen a l’epoque de philippe II (Mediterania da Dunia Mediterania pada masa Philip II). Pada era kontemporer, selain Denys Lombard berhasil dengan Sejarah Jawa a la sejarah total, sementara dari kalangan akademisi non-Madzab Annales, yakni Antony Reid bereksperimen dengan sejarah total dalam melihat kurun niaga di Asia Tenggara dengan label tulisannya, Shoutheast Asia in the Age of Commerce 1450-1680 vol. I & II (1988 dan 1993).

Ruh penulisan sejarah total terletak pada kekuatan dan kekayaan data untuk memberi tekanan eksplanasi, terutama pada sudut struktural. Umumnya warna yang mendominasi bersifat monografis, yang telah ditentukan dengan kerangka yang sistematis. Penulisan sejarah total merupakan karya akbar yang –benar-benar total- selalu tidak cukup ditulis dalam satu jilid dan tidak jarang hasil akhirnya seperti karya “ensiklopedis,” tetapi bukan ensiklopedia. Karena semua aspek, seperti ekonomi, sosial, budaya, etnik dan agama terkaver dalam stigma historisitas. Kekayaan data yang melimpah ruah untuk menopang bangunan sebuah rekonstruksi sejarah total yang terkadang sebuah jebakan yang menggiring penulisnya memasuki wilayah narrative history daripada yang diharapkan sebagai tulisan analityc history.

Beberapa hal yang seharusnya mendukung penulisan sejarah total justru menjadi tikungan yang menjatuhkan. Misalnya, tradisi penulisan sejarah di Indonesia memperlakukan ilmu geografi melulu sebagai latar belakang historis yang bersifat pasif. Padahal mazab Annales sangat mengandalkan pentingnya pendekatan ruang atau geografis. Celakanya, di Indonesia juga masih sumbang untuk memadukan proses diakronis dengan sinkronis, dengan kata lain sangat muskil untuk mempertautkan tulisan sejarah yang bersifat prosesual dengan struktural. Dan memang sejarawan Indonesia belum ada (sepanjang yang penulis ketahui) yang mencoba untuk menulis dengan “pena” sejarah total.

***

Bali tak ubahnya Pulau Jawa yang secara geografis merupakan pemadatan teritorial yang dibatasi oleh lautan tanpa dikurangi sejengkalpun untuk daerah lain. Sebagai satu kesatuan wilayah dalam ukuran kecil, dengan segala potensinya, seperti sosial, ekonomi, bahasa, budaya, dan agama sangat mendukung penggarapan tulisan yang bernuansa sejarah total. Jika Denys Lombard bisa menoreh karya agung (bukunya sudah cetak ulang kelima tahun 2018) dengan mengekploitasi dan mengekplorasi dari kekuatan yang dalam pada sejarah Jawa. Kenapa Bali tidak? 

Tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas historiografi tentang Bali yang telah dilakukan oleh penulis asing hingga sejarawan nasional ataupun lokal -sampai kini- belum terbingkai dalam sejarah total. Penulisan sejarah total untuk merekonstruksi peristiwa masa lampau sebuah pilihan bukan suatu keharusan untuk memperlakukan histosisitas Bali sebagai aset dan bahan riset akademis.

Buku Sejarah Bali: Dari Prasejarah Hingga Modern (2015) karya berbersama yang dieditori oleh I Wayan Ardika dan I Gde Parimartha. Buku dengan ketebalan 700-an halaman merupakan proyek ambisius dari penerbit Udayana University Press. Sayangnya, buku tersebut bukan karya utuh, namun karya kompilasi. Sehingga ada beberapa tema atau sudut sejarah Bali yang tidak terekam dalam buku tersebut. Terlepas dari kekurangannya, buku ini masih satu-satunya saat ini yang terpublikasi dengan “semangat” sejarah total dalam melihat sejarah Bali dalam rentang waktu yang panjang.

Kegamangan setiap sejarawan dalam mencoba menulis secara utuh adalah keandalan data yang dimiliki. Bukti keras memang penting, tetapi lebih penting adalah mengungkap sebuah peristiwa dengan bukti yang ada. Penulisan sejarah tidak pernah final dan terus menjadi bagian dari proses perubahan yang memungkinkan bisa diperbaiki jika ditemukan bukti-bukti baru yang lebih valid. Dukungan sumber literer tradisonal dan sumbangan tradisi lisan yang masih terekam dalam ingatan kolektif masyarakat merupakan bagian dari sumber-sumber berserakan, yang cukup untuk membangun peristiwa sejarah.

Merintis sebuah penulisan baru bukan berarti menjustikasi secara absolut terhadap penemuan (sejarah) baru. Yang terpenting dalam penulisan sejarah total Pulau Dewata memberikan landasan esprite de suite untuk membuka ruang diskusi bagi publik agar intens terlibat dalam wacana kritis dan akademis, sehingga cepat atau lambat akan menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk menggarap secara utuh buku babon sejarah Bali. [T]

Bali Utara Sebagai Titik Simpul Perdagangan dan Jalur Rempah Nusantara Abad XIX
Spirit Membenci Ketertindasan | Dari Diskusi Buku “Representasi Ideologi Sastra Lekra” Karya I Wayan Artika
Mengkomunikasikan Sejarah dengan Nurani
Pertemuan Sejarah dan Pariwisata: Perihal Kebebasan Sejarah
Sejarah Perdagangan Beras Tabanan-Buleleng Lewat Short-cut Senganan-Bukit Puwun-Tamblingan
Sejarah Panjang Kemunculan Wayang
Merevisi Nukilan Sejarah Visual | “Erotic Relief” Karya Nieuwenkamp & Relief Bale Kulkul di Klungkung
Sejarah Kesehatan dan Kebangkitan Nasional(isme) Indonesia
Selintas Sejarah Berdirinya Patung Singa Ambara Raja, Maskot Kota Singaraja
Sirih dan Sejarah Budaya Kita
Tags: Pendidikanpendidikan sejarahpenulisan sejarahsejarahsejarah baliSlamat Trisila
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

Next Post

Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Slamat Trisila

Slamat Trisila

Pegiat perbukuan dan sejarawan yang lahir di Surabaya, menyelesaikan S-1 Sejarah dan S-2 Kajian Budaya di Universitas Udayana. Merambah ke dunia kepenulisan melalui Penelitian Sejarah Korban Peristiwa G-30-S 1965 untuk wilayah Bali-Lombok diselenggarakan oleh Ford Foundation dan Yayasan Lontar Jakarta. Sejak tahun 2001 hingga sekarang mengelola Pustaka Larasan yang sudah menerbitkan sekitar 700-an judul buku.

Related Posts

Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

by Jaswanto
October 17, 2023
0
Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

TIGA HARI sebelum berpulang ke asal, sangkan paraning dumadi, salah seorang pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Jakarta, Hamdi El Gumanti, memberinya...

Read moreDetails

Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

by Jaswanto
October 11, 2023
0
Sisi Lain D.N. Aidit: Tokoh PKI dan Aktivis Literasi

ADA pertanyaan menarik dari Muhiddin M. Dahlan dalam program JASMERAH di kanal YouTube Mojokdotco setahun yang lalu. “Biasanya Aidit itu...

Read moreDetails

Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

by tatkala
February 9, 2023
0
Pers di Bali Mulai Dari Buleleng

SEJARAH PERS tak lepas dari sejarah kelahiran dan perkembangan media di Bali. Dan, sejarah media di Bali dimulai dari Buleleng,...

Read moreDetails
Next Post
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co