23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dewa Made Dharma dan Perjumpaannya dengan Puisi

Tria HF by Tria HF
September 23, 2024
in Khas
Dewa Made Dharma dan Perjumpaannya dengan Puisi

I Dewa Made Dharma Putra Santika | Foto: Dok. Pribadi

PEKAN Seni Mahasiswa Nasional 2024 di Universitas Negeri Jakarta yang berlangsung dari tanggal 2 sampai 6 September 2024 telah berakhir, seluruh kontingen lomba dari 38 provinsi di Indonesia pulang membawa beragam kisah yang tentunya menjadi kenangan berharga.

I Dewa Made Dharma Putra Santika, biasa disapa Dewa, merupakan salah satu kontingen dari Provinsi Bali yang mewakili ranting lomba baca puisi putra PEKSIMINAS 2024 membagi pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut.

Dewa mengakui bahwa melalui kegiatan PEKSIMINAS 2024 ini telah membuka kemungkinan lain dalam dirinya yang sebelumnya tidak ia sadari. Dimulai dari proses persiapan mengikuti seleksi tingkat daerah, itu adalah pertama kalinya Dewa mengulik puisi.

Meskipun sedari sekolah menengah atas Dewa sudah aktif berteater di Teater Jineng SMAN 1 Tabanan, namun jarang bersentuhan dengan puisi. Dewa menganggap puisi sebagai sesuatu yang ‘misterius’, namun ketika ia mulai mendalaminya dengan serius untuk PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah) tahun 2024 ini, semuanya berubah.

“Saya mulai menemukan bahwa puisi adalah cara yang sangat pribadi dan mendalam untuk berekspresi,” ujar Dewa.

I Dewa Made Dharma Putra Santika | Foto: Dok. Pribadi

Sebagai pendatang baru, prestasi awal yang diraih oleh Dewa cukup bergengsi, menjadi duta Provinsi Bali bukanlah hal mudah untuk diraih. Sejumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta bersaing di seleksi PEKSIMIDA, kemudian Dewa yang saat itu mewakili Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali berhasil meraih juara pertama sekaligus ditetapkan sebagai duta Provinsi Bali untuk ranting lomba baca puisi di tingkat nasional.

Hasil tersebut tidak diraih Dewa dengan mudah, hampir setiap hari Dewa berlatih didampingi dosen pembina di ITB STIKOM Bali dan sesekali berkonsultasi dengan seorang penyair Bali, Muda Wijaya, untuk mendapatkan tafsir mendalam mengenai puisi yang dibawakan.

Puisi ‘Perahu Kertas’ karya Sapardi Djoko Damono dan puisi ‘Tapi’ karya Sutradji Calzoum Bachri menjadi pilihan wakil ketua UKM Teater Biner itu untuk berlaga di panggung PEKSIMINAS 2024, Gedung Ki Hajar Dewantara, Universitas Negeri Jakarta.

Dewa menafsirkan puisi ‘Perahu Kertas’ sebagai simbol harapan dan cita-cita, bahwa hal sederhana memiliki dampak yang besar di waktu yang tepat, jika dilakukan secara tekun, “Saya melihatnya sebagai refleksi dari kehidupan, usaha kecil yang kita lakukan sekarang bisa berakhir dengan hasil yang besar dan bermanfaat,” katanya.

Sementara pada puisi ‘Tapi’ Dewa merasa agak kesulitan menafsir maknanya karena struktur puisi yang repetitif, ada banyak pengulangan dan membutuhkan strategi tepat menyusun teknik pembacaannya.

Namun, secara garis besar, Dewa menangkap maksud dari puisi tersebut sebagai ungkapan kekesalan terhadap seseorang yang tidak pernah menghargai dan menyangkal segala upaya yang diusahakan untuknya.

Kedua puisi tersebut dibawakan Dewa yang saat itu mendapat urutan tampil ke-13. Dengan kesadaran dan kepercayaan diri yang kuat, meski belum berhasil membawa pulang predikat juara di PEKSIMINAS 2024, tapi senyum puas mekar di wajah mahasiswa tahun pertama tersebut jelas terlihat.

“Saya merasa sangat bangga. Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Tujuan utama saya adalah berekspresi dan berusaha menyampaikan pesan tersirat yang terkandung dalam puisi kepada audiens. Melalui pengalaman ini, saya merasa telah berhasil melakukannya,” ungkap Dewa ketika ditemui sesaat setelah mendarat di Bali.

I Dewa Made Dharma Putra Santika saat membaca puisi | Foto: Dok. Pribadi

Dewa merasa menjadi bagian dari PEKSIMINAS 2024 adalah pengalaman yang berharga. Ia diberi kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang baru, bertemu teman-teman seni, khususnya teater, dari berbagai provinsi di Indonesia yang masing-masing membawa perspektif budaya dan pengalaman yang berbeda.

“Hal yang seru ketika saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan membahas ide-ide seputar seni teater dan puisi,” ujarnya. Pertemuan tersebut memperkaya wawasan Dewa tentang dunia seni yang bahwasanya adalah ruang tanpa batas yang selalu menawarkan hal-hal baru untuk dipelajari.

Ada momen yang tidak terlupakan bagi Dewa di hari terakhir PEKSIMINAS 2024, yaitu bertemu dengan pembaca puisi idolanya, Peri Sandi. “Beliau mentor dari salah satu peserta. Saat nongkrong bareng peserta lainnya setelah acara penutup, tiba-tiba beliau datang menghampiri. Itu momen yang tidak terlupakan banget, saya deg-degan tapi berusaha tetap stay cool padahal dalam hati saya teriak anjir Peri Sandi ini,” ungkap Dewa antusias.

Kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Nasional 2024 memang telah berakhir, namun geloranya begitu melekat. Masih ada panggung baca puisi di kegiatan lainnya yang ingin Dewa taklukan. Apalagi sehari sebelum keberangkatannya ke Jakarta untuk PEKSIMINAS 2024, ada kabar bahwa ia berhasil meraih juara pertama lomba baca puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh CORISINDO 2024 di Universitas Teknologi Bandung.

Berita tersebut memantik semangatnya untuk terus mengasah beragam tehnik pembacaan puisi. “Gara-gara ikut PEKSIMINAS saya jadi lebih dekat dengan puisi. Melalui puisi saya menemukan cara untuk lebih memahami diri sendiri dan dunia sekitar, saya masih penasaran sejauh mana puisi dapat mempengaruhi hidup saya. Jadi, perjuangan saya masih akan berlanjut di Festival Nasional Seni Pelajar Jembrana 202,” katanya, tegas.[T]

Reporter/Penulis: Tria HF
Editor: Jaswanto

Berbincang dengan Selfiana, Juara 1 Lomba Dangdut Putri Peksimida Bali
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali
Dimas Bayu Erlangga, Didukung Rekan Teater di SMA, Juara 1 Lomba Monolog Peksimida Bali
Diah Elsa, Pengagum Chairil Anwar Itu, Meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi Peksimida Bali 2024
Tags: Peksimida BaliPeksimida Bali 2024Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singaraja Literary Festival dan Kota Pendidikan Tanpa Toko Buku

Next Post

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Tria HF

Tria HF

Seseorang yang suka belajar untuk mengajar

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co