23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2024
in Esai
Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?

Ilustrasi tatkala.co

IKLAN sekarang ini sudah menjadi bagian wajib dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya sekadar promosi produk, tapi iklan sudah menjadi bagian dari keseharian kita yang berpengaruh sekali kepada cara kita memandang dunia dan membuat keputusan dalam urusan belanja.

Di tengah persaingan bisnis yang keras, iklan jadi senjata andalan untuk merayu konsumen dan meyakinkan mereka agar memilih produk atau jasa tertentu. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan dunia kreatif, iklan tidak hanya terpaku pada cara konvensional saja.

Berbagai teknik sinematografi canggih sampai penggunaan AI dan CGI digunakan. Saat ini, iklan mampu menawarkan janji-janji sampai pada tingkat yang luar biasa, terkadang bahkan sampai melewati batas imajinasi kita. Bayangkan saja, mulai dari pasta gigi yang klaimnya bikin gigi kinclong hanya dalam 2 kali sikat, lotion yang janjinya membuat kulit jadi glowing hanya dalam 3 kali pakai, sampai serum wajah yang dibilang bisa membuat kulit muda dalam semalam.

 Ada juga minuman yang diklaim mampu memberi energi dadakan, dan produk diet yang menjanjikan turun berat badan drastis tanpa usaha yang berat. Dunia iklan ini seperti tempat, di mana mimpi bertemu kenyataan, memasuki dunia di mana segala kemungkinan jadi kenyataan.

Berawal dari jaman revolusi industri, iklan ikut tumbuh seiring dengan membludaknya produksi, perkembangan teknologi dan komunikasi saat itu. Tujuan iklan sesungguhnya sederhana saja, mempengaruhi cara pandang konsumen tentang produk atau jasa tertentu, agar mereka bersedia membeli.

Dari iklan cetak di surat kabar dan majalah (Bell, 2003), kita sekarang dibanjiri iklan di media sosial, televisi, dan internet. Lewat iklan, produsen bisa membangun citra merek, menciptakan keinginan, dan bahkan kebutuhan , serta mempengaruhi perilaku konsumen.

Seiring waktu, teknologi dan kreativitas terus berkembang, mengubah bagaimana cara iklan untuk  dipresentasikan dan menjangkau audiens. Dari mulai banner ads, influencer marketing, hingga programmatic advertising (Ducoffe, 1996) , semua itu bertujuan membuat brand awareness, mempengaruhi preferensi konsumen, dan ujung-ujungnya meningkatkan penjualan. Sejarah membuktikan, bahwa betapa kuatnya iklan berpengaruh dalam membentuk pola pikir dan gaya hidup masyarakat.

Kekuatan Iklan

Iklan sering dikritisi sebagai suatu bentuk pemasaran yang manipulatif, karena sering menggunakan strategi psikologis yang mereduksi keputusan pembelian konsumen hanya pada faktor emosional dan impulsif.

Kekuatan iklan terutama terletak pada kemampuannya mempengaruhi persepsi dan emosi konsumen, bahkan tanpa disadari. Tidak jarang pihak konsumen lalu ditempatkan sebagai pihak korban.

Memang bila dicermati, konsumen rentan percaya, karena dalam iklan produk sering dipresentasikan secara meyakinkan dan biasa menonjolkan kelebihan produk tanpa menyebutkan kelemahan atau kekurangan dari produk yang dijual.

Konsumen menjadi sering mudah terpengaruh, karena kekurangan literasi mengenai teknik iklan yang digunakan dan kurangnya kesadaran akan upaya manipulatif di balik iklan (Wells et al., 2011). Selain itu, kekuatan media sebagai saluran iklan yang masif dan merata, dari media konvensional sampai media sosial,  juga turut menyumbang dalam keberhasilan iklan mencapai target pasar.

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang informasi dalam iklan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk meningkatkan literasi media, dan kritis dalam menilai setiap informasi iklan yang diterima.

Perlunya Daya Kritis Konsumen

Menghadapi iklan yang berseliweran memang diperlukan keterampilan dalam melihat di balik pesan yang disampaikan oleh iklan. Kita perlu mampu mengidentifikasi teknik manipulatif yang digunakan, seperti pembelokan pada kebutuhan konsumen yang sebenarnya atau stereotip yang digunakan (Beverland & Farrelly, 2010). Selain itu, kita juga perlu mengasah kemampuan dalam menganalisis pesan-pesan yang disembunyikan di balik kata-kata dan gambar yang ditampilkan dalam iklan.

Untuk mengasah kemampuan dalam menganalisa pesan yang disembunyikan di balik kata dan gambar yang digunakan dalam iklan; pertama-tama, orang perlu melatih diri dalam analisis kritis. Misalnya mau mengamati dengan teliti  setiap elemen dalam iklan, baik itu kata-kata yang digunakan, gambar-gambar, warna, dan layout secara keseluruhan.

Selanjutnya adalah menafsirkan konteks  di balik iklan tersebut. Coba untuk mencari tahu siapa target audiensnya? Apa tujuan iklan tersebut? Apa pesan yang ingin disampaikan? Bahasa juga memegang peranan penting dalam iklan yang harus dikritisi. 

Perhatikan kata-kata yang digunakan dalam iklan tersebut. Kadang-kadang, makna sebenarnya tersembunyi di balik pilihan kata atau frasa tertentu.  Interpretasi visual sungguh diperlukan dalam melihat gambar dan warna yang mengandung pesan tersirat. Tak kalah penting, adalah elemen emosi, karena Iklan sering kali dirancang untuk mempengaruhi emosi kita.

 Coba identifikasi apakah iklan tersebut mencoba membangkitkan rasa tertentu pada diri kita sebagai audiens. Kemampuan kritis ini tentu saja harus dilatih.  Semakin sering orang melatih kemampuan menganalisis iklan, semakin terasah kemampuannya dalam melihat pesan yang mungkin disembunyikan di balik kata dan gambar.

Dengan meningkatnya literasi dan daya kritis dalam menghadapi iklan, kita dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan tidak mudah terpengaruh. Ingatlah untuk selalu mempertanyakan informasi yang disajikan dalam iklan dan tidak ragu untuk mencari sumber informasi tambahan sebelum membuat keputusan pembelian.

 Dengan demikian, kita dapat menikmati manfaat dari iklan tanpa terjebak dalam perangkap manipulatif yang disuguhkan. Mari kita sadari bahwa iklan memang dibuat untuk menjadi iklan. Selamat menikmati. [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: iklankomunikasimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”

Next Post

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co