24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2024
in Esai
Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?

Ilustrasi tatkala.co

IKLAN sekarang ini sudah menjadi bagian wajib dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya sekadar promosi produk, tapi iklan sudah menjadi bagian dari keseharian kita yang berpengaruh sekali kepada cara kita memandang dunia dan membuat keputusan dalam urusan belanja.

Di tengah persaingan bisnis yang keras, iklan jadi senjata andalan untuk merayu konsumen dan meyakinkan mereka agar memilih produk atau jasa tertentu. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan dunia kreatif, iklan tidak hanya terpaku pada cara konvensional saja.

Berbagai teknik sinematografi canggih sampai penggunaan AI dan CGI digunakan. Saat ini, iklan mampu menawarkan janji-janji sampai pada tingkat yang luar biasa, terkadang bahkan sampai melewati batas imajinasi kita. Bayangkan saja, mulai dari pasta gigi yang klaimnya bikin gigi kinclong hanya dalam 2 kali sikat, lotion yang janjinya membuat kulit jadi glowing hanya dalam 3 kali pakai, sampai serum wajah yang dibilang bisa membuat kulit muda dalam semalam.

 Ada juga minuman yang diklaim mampu memberi energi dadakan, dan produk diet yang menjanjikan turun berat badan drastis tanpa usaha yang berat. Dunia iklan ini seperti tempat, di mana mimpi bertemu kenyataan, memasuki dunia di mana segala kemungkinan jadi kenyataan.

Berawal dari jaman revolusi industri, iklan ikut tumbuh seiring dengan membludaknya produksi, perkembangan teknologi dan komunikasi saat itu. Tujuan iklan sesungguhnya sederhana saja, mempengaruhi cara pandang konsumen tentang produk atau jasa tertentu, agar mereka bersedia membeli.

Dari iklan cetak di surat kabar dan majalah (Bell, 2003), kita sekarang dibanjiri iklan di media sosial, televisi, dan internet. Lewat iklan, produsen bisa membangun citra merek, menciptakan keinginan, dan bahkan kebutuhan , serta mempengaruhi perilaku konsumen.

Seiring waktu, teknologi dan kreativitas terus berkembang, mengubah bagaimana cara iklan untuk  dipresentasikan dan menjangkau audiens. Dari mulai banner ads, influencer marketing, hingga programmatic advertising (Ducoffe, 1996) , semua itu bertujuan membuat brand awareness, mempengaruhi preferensi konsumen, dan ujung-ujungnya meningkatkan penjualan. Sejarah membuktikan, bahwa betapa kuatnya iklan berpengaruh dalam membentuk pola pikir dan gaya hidup masyarakat.

Kekuatan Iklan

Iklan sering dikritisi sebagai suatu bentuk pemasaran yang manipulatif, karena sering menggunakan strategi psikologis yang mereduksi keputusan pembelian konsumen hanya pada faktor emosional dan impulsif.

Kekuatan iklan terutama terletak pada kemampuannya mempengaruhi persepsi dan emosi konsumen, bahkan tanpa disadari. Tidak jarang pihak konsumen lalu ditempatkan sebagai pihak korban.

Memang bila dicermati, konsumen rentan percaya, karena dalam iklan produk sering dipresentasikan secara meyakinkan dan biasa menonjolkan kelebihan produk tanpa menyebutkan kelemahan atau kekurangan dari produk yang dijual.

Konsumen menjadi sering mudah terpengaruh, karena kekurangan literasi mengenai teknik iklan yang digunakan dan kurangnya kesadaran akan upaya manipulatif di balik iklan (Wells et al., 2011). Selain itu, kekuatan media sebagai saluran iklan yang masif dan merata, dari media konvensional sampai media sosial,  juga turut menyumbang dalam keberhasilan iklan mencapai target pasar.

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang informasi dalam iklan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk meningkatkan literasi media, dan kritis dalam menilai setiap informasi iklan yang diterima.

Perlunya Daya Kritis Konsumen

Menghadapi iklan yang berseliweran memang diperlukan keterampilan dalam melihat di balik pesan yang disampaikan oleh iklan. Kita perlu mampu mengidentifikasi teknik manipulatif yang digunakan, seperti pembelokan pada kebutuhan konsumen yang sebenarnya atau stereotip yang digunakan (Beverland & Farrelly, 2010). Selain itu, kita juga perlu mengasah kemampuan dalam menganalisis pesan-pesan yang disembunyikan di balik kata-kata dan gambar yang ditampilkan dalam iklan.

Untuk mengasah kemampuan dalam menganalisa pesan yang disembunyikan di balik kata dan gambar yang digunakan dalam iklan; pertama-tama, orang perlu melatih diri dalam analisis kritis. Misalnya mau mengamati dengan teliti  setiap elemen dalam iklan, baik itu kata-kata yang digunakan, gambar-gambar, warna, dan layout secara keseluruhan.

Selanjutnya adalah menafsirkan konteks  di balik iklan tersebut. Coba untuk mencari tahu siapa target audiensnya? Apa tujuan iklan tersebut? Apa pesan yang ingin disampaikan? Bahasa juga memegang peranan penting dalam iklan yang harus dikritisi. 

Perhatikan kata-kata yang digunakan dalam iklan tersebut. Kadang-kadang, makna sebenarnya tersembunyi di balik pilihan kata atau frasa tertentu.  Interpretasi visual sungguh diperlukan dalam melihat gambar dan warna yang mengandung pesan tersirat. Tak kalah penting, adalah elemen emosi, karena Iklan sering kali dirancang untuk mempengaruhi emosi kita.

 Coba identifikasi apakah iklan tersebut mencoba membangkitkan rasa tertentu pada diri kita sebagai audiens. Kemampuan kritis ini tentu saja harus dilatih.  Semakin sering orang melatih kemampuan menganalisis iklan, semakin terasah kemampuannya dalam melihat pesan yang mungkin disembunyikan di balik kata dan gambar.

Dengan meningkatnya literasi dan daya kritis dalam menghadapi iklan, kita dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan tidak mudah terpengaruh. Ingatlah untuk selalu mempertanyakan informasi yang disajikan dalam iklan dan tidak ragu untuk mencari sumber informasi tambahan sebelum membuat keputusan pembelian.

 Dengan demikian, kita dapat menikmati manfaat dari iklan tanpa terjebak dalam perangkap manipulatif yang disuguhkan. Mari kita sadari bahwa iklan memang dibuat untuk menjadi iklan. Selamat menikmati. [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: iklankomunikasimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”

Next Post

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co