2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2024
in Esai
Iklan Modern: Seni Menjual Mimpi atau Manipulasi Tersembunyi?

Ilustrasi tatkala.co

IKLAN sekarang ini sudah menjadi bagian wajib dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya sekadar promosi produk, tapi iklan sudah menjadi bagian dari keseharian kita yang berpengaruh sekali kepada cara kita memandang dunia dan membuat keputusan dalam urusan belanja.

Di tengah persaingan bisnis yang keras, iklan jadi senjata andalan untuk merayu konsumen dan meyakinkan mereka agar memilih produk atau jasa tertentu. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan dunia kreatif, iklan tidak hanya terpaku pada cara konvensional saja.

Berbagai teknik sinematografi canggih sampai penggunaan AI dan CGI digunakan. Saat ini, iklan mampu menawarkan janji-janji sampai pada tingkat yang luar biasa, terkadang bahkan sampai melewati batas imajinasi kita. Bayangkan saja, mulai dari pasta gigi yang klaimnya bikin gigi kinclong hanya dalam 2 kali sikat, lotion yang janjinya membuat kulit jadi glowing hanya dalam 3 kali pakai, sampai serum wajah yang dibilang bisa membuat kulit muda dalam semalam.

 Ada juga minuman yang diklaim mampu memberi energi dadakan, dan produk diet yang menjanjikan turun berat badan drastis tanpa usaha yang berat. Dunia iklan ini seperti tempat, di mana mimpi bertemu kenyataan, memasuki dunia di mana segala kemungkinan jadi kenyataan.

Berawal dari jaman revolusi industri, iklan ikut tumbuh seiring dengan membludaknya produksi, perkembangan teknologi dan komunikasi saat itu. Tujuan iklan sesungguhnya sederhana saja, mempengaruhi cara pandang konsumen tentang produk atau jasa tertentu, agar mereka bersedia membeli.

Dari iklan cetak di surat kabar dan majalah (Bell, 2003), kita sekarang dibanjiri iklan di media sosial, televisi, dan internet. Lewat iklan, produsen bisa membangun citra merek, menciptakan keinginan, dan bahkan kebutuhan , serta mempengaruhi perilaku konsumen.

Seiring waktu, teknologi dan kreativitas terus berkembang, mengubah bagaimana cara iklan untuk  dipresentasikan dan menjangkau audiens. Dari mulai banner ads, influencer marketing, hingga programmatic advertising (Ducoffe, 1996) , semua itu bertujuan membuat brand awareness, mempengaruhi preferensi konsumen, dan ujung-ujungnya meningkatkan penjualan. Sejarah membuktikan, bahwa betapa kuatnya iklan berpengaruh dalam membentuk pola pikir dan gaya hidup masyarakat.

Kekuatan Iklan

Iklan sering dikritisi sebagai suatu bentuk pemasaran yang manipulatif, karena sering menggunakan strategi psikologis yang mereduksi keputusan pembelian konsumen hanya pada faktor emosional dan impulsif.

Kekuatan iklan terutama terletak pada kemampuannya mempengaruhi persepsi dan emosi konsumen, bahkan tanpa disadari. Tidak jarang pihak konsumen lalu ditempatkan sebagai pihak korban.

Memang bila dicermati, konsumen rentan percaya, karena dalam iklan produk sering dipresentasikan secara meyakinkan dan biasa menonjolkan kelebihan produk tanpa menyebutkan kelemahan atau kekurangan dari produk yang dijual.

Konsumen menjadi sering mudah terpengaruh, karena kekurangan literasi mengenai teknik iklan yang digunakan dan kurangnya kesadaran akan upaya manipulatif di balik iklan (Wells et al., 2011). Selain itu, kekuatan media sebagai saluran iklan yang masif dan merata, dari media konvensional sampai media sosial,  juga turut menyumbang dalam keberhasilan iklan mencapai target pasar.

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang informasi dalam iklan juga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk meningkatkan literasi media, dan kritis dalam menilai setiap informasi iklan yang diterima.

Perlunya Daya Kritis Konsumen

Menghadapi iklan yang berseliweran memang diperlukan keterampilan dalam melihat di balik pesan yang disampaikan oleh iklan. Kita perlu mampu mengidentifikasi teknik manipulatif yang digunakan, seperti pembelokan pada kebutuhan konsumen yang sebenarnya atau stereotip yang digunakan (Beverland & Farrelly, 2010). Selain itu, kita juga perlu mengasah kemampuan dalam menganalisis pesan-pesan yang disembunyikan di balik kata-kata dan gambar yang ditampilkan dalam iklan.

Untuk mengasah kemampuan dalam menganalisa pesan yang disembunyikan di balik kata dan gambar yang digunakan dalam iklan; pertama-tama, orang perlu melatih diri dalam analisis kritis. Misalnya mau mengamati dengan teliti  setiap elemen dalam iklan, baik itu kata-kata yang digunakan, gambar-gambar, warna, dan layout secara keseluruhan.

Selanjutnya adalah menafsirkan konteks  di balik iklan tersebut. Coba untuk mencari tahu siapa target audiensnya? Apa tujuan iklan tersebut? Apa pesan yang ingin disampaikan? Bahasa juga memegang peranan penting dalam iklan yang harus dikritisi. 

Perhatikan kata-kata yang digunakan dalam iklan tersebut. Kadang-kadang, makna sebenarnya tersembunyi di balik pilihan kata atau frasa tertentu.  Interpretasi visual sungguh diperlukan dalam melihat gambar dan warna yang mengandung pesan tersirat. Tak kalah penting, adalah elemen emosi, karena Iklan sering kali dirancang untuk mempengaruhi emosi kita.

 Coba identifikasi apakah iklan tersebut mencoba membangkitkan rasa tertentu pada diri kita sebagai audiens. Kemampuan kritis ini tentu saja harus dilatih.  Semakin sering orang melatih kemampuan menganalisis iklan, semakin terasah kemampuannya dalam melihat pesan yang mungkin disembunyikan di balik kata dan gambar.

Dengan meningkatnya literasi dan daya kritis dalam menghadapi iklan, kita dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan tidak mudah terpengaruh. Ingatlah untuk selalu mempertanyakan informasi yang disajikan dalam iklan dan tidak ragu untuk mencari sumber informasi tambahan sebelum membuat keputusan pembelian.

 Dengan demikian, kita dapat menikmati manfaat dari iklan tanpa terjebak dalam perangkap manipulatif yang disuguhkan. Mari kita sadari bahwa iklan memang dibuat untuk menjadi iklan. Selamat menikmati. [T]

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental
Media Sosial dan Judi Online: Kombinasi Mematikan bagi Ketahanan Negara
Media Sosial untuk Revolusi Kesadaran Lingkungan
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia
Tags: iklankomunikasimedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Es Krim Sore Hari dan Kegembiraan Collective Harmony dalam Jazz Klasik “When the Saints Go Marching In”

Next Post

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co