6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Jaswanto by Jaswanto
July 29, 2024
in Tualang
Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Salah satu sudut Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

TAK terang betul apa yang membuat hotel dan restoran ini berhenti beroperasi dan terbengkalai seperti sekarang. Warga sekitar juga seolah buta dengan apa yang terjadi. “Sama sekali tidak tahu,” ujar lelaki paruh baya yang berjualan di sekitar bangunan tua itu saat saya bertanya kepadanya.

Meski begitu, dia tahu nama tempat tersebut. Fasih menyebutnya lagi. “Ashram Bedugul, namanya.” Saya mengangguk-angguk. “Tapi kalau kenapa tutup, ya mohon maaf, saya tidak tahu, Mas,” lelaki paruh baya itu berkata dan menegaskan kembali bahwa dia memang benar-benar tidak tahu.

Ya, jika Anda berkendara dari Singaraja ke Denpasar via Bedugul, misalnya, di seberang Jalan Shorcut tepi Danau Beratan, tepatnya di sisi kanan jalan, Anda akan melihat bangunan tua di tanah berundak, tidak rata, dengan taman dan arsitektur yang tak menyerupai Bali. Bentuk bangunannya, alih-alih tampak seperti penginapan atau restoran pada umumnya, malah terlihat seperti gedung-gedung sekolah dengan banyak jendela di dinding depannya.

Hotel Ashram orang-orang menyebutnya. Hotel tua ini berdiri di wilayah Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, tepat di pinggir selatan Danau Beratan. Jadi, pemandangan danau dan bukit hijau di seberangnya menjadi suguhan utama.

Hanya saja, di belakang bangunan hotel, terdapat tempat pemakaman umum warga Muslim Bedugul. Sedangkan di pojok barat daya terdapat beberapa kuburan Cina—yang berselimut rumput dan belukar. Dan kini, tepat di depan mukanya, jalan baru telah beroperasi.

Salah satu sudut Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Waktu aku masih kecil, aku ingat, hotel ini beroperasi, kok,” terang Moch Zainuddin, warga Candikuing II, teman yang mengantar saya ke sini. Ia berkata tepat di depan salah satu kamar Hotel Ashram. Tetapi, sama seperti pedagang kaki lima paruh baya tadi, Bell, panggilan akrabnya, juga tidak tahu kapan dan kenapa hotel ini tutup.

“Sebelum pandemi tempat ini sudah tutup,” seorang perempuan, salah satu pedagang kaki lima di dekat tempat tersebut, menimpali. Kami membeli tiga cup mie instan di lapaknya yang digelar di bawah Jalan Shortcut Bedugul, di antara tiang-tiang beton penyangga jalan yang kokoh dan dingin itu.

Di kolong jalan ini, perempuan PKL itu berkata lagi, rencana akan dibangun kios-kios pedagang kaki lima. Lapak-lapak penjual bakso di tepi jalan Danau Beratan yang dianggap mengganggu lalu-lintas itu, akan dipindahkan ke kios-kios tersebut. “Mobil dan bus katanya juga bisa parkir di sini nanti,” sambung perempuan tersebut sambil merapatkan jaket bulunya.

Dalam beberapa artikel yang bisa saya lacak di internet, terlepas itu benar atau salah, Ashram Bedugul berdiri di lahan 90 are—atau 9000 meter persegi—milik Pemerintah Provinsi Bali. Hotel ini dibangun sekitar tahun 1989 dengan total 27 kamar. Hanya sebatas itu. Tak ada lagi informasi yang lebih detail dan meyakinkan.

Namun, salah satu kanal berita online, NusaBali.com, menyebutkan bahwa pada 2016 lalu Satpol PP Tabanan menyegel hotel tersebut karena izin operasionalnya telah berakhir—dan bermasalah, tentu saja. Itu pun jika Ashram yang dimaksud benar-benar bangunan tua yang kini menjadi saksi bisu segala kejadian yang luput dari pandangan mata itu.

Penampakan Jalan Shortcut Bedugul di ambil dari Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Sekarang ramai orang-orang ke sini, Jas,” ujar Bell. Pada kisaran 2019, saat saya ke sini untuk pertama kalinya, sebelum ada Shortcut, tak banyak orang yang mendatangi Ashram tua ini, memang.

Tapi setelah jalan baru itu beroperasi dan informasi lebih cepat daripada waktu, orang-orang berbondong-bondong menaiki tangga-tangga usangnya, menduduki kursi-kursi atau rumput-rumput tamannya yang hijau. “Tak ada yang melarang?” tanya saya kepada Bell. Teman saya itu tidak menjawab.

Hotel Ashram memiliki taman di setiap sudut bangunannya. Sebelum terbengkalai, tampaknya taman-taman itu lebih bagus daripada sekarang. Selain taman, beberapa bangunan juga terlihat artistik meski tampilannya sederhana. Tapi tak dapat dimungkiri beberapa bangunan sudah koyak dan lapuk. “Namanya juga terbengkalai, tak terawat,” Bell berkata sambil menyulut sebatang rokok.

Bell, pemuda lulusan Undiksha, Singaraja, itu, saya tahu, sering mengajak teman-temannya yang berasal dari luar Bedugul ke tempat ini, termasuk saya. Ashram, dia berkata, memang sangat cocok untuk nongkrong dan berbincang banyak hal.

Benar. Dia tidak sedang mengada-ada, memang. Coba lihat. Di utara Danau Beratan terhampar, dinaungi bukit hijau yang rebah dengan kabut tipis—kadang tebal—melingkar di lehernya. Kita dapat melihat dengan jelas lalu-lalang Jalan Shortcut yang tepat berdiri di mukanya. Pula aktivitas pedagang kaki lima yang membuka lapak di sepanjang jalan di tepian Beratan.

Penampakan lapak-lapak pedagang kaki lima di tepi jalan Danau Beratan di ambil dari Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Pada hari Sabtu dan Minggu, atau hari-hari libur seperti hari raya, banyak sekali orang menyambanginya. Mereka datang bersama sanak famili, handai tolan, pasangan, dan kawan-kawan. Seperti piknik pada umumnya, mereka juga membawa makanan, cemilan, dan minuman.

Namun, karena tidak ada pengawasan dan rambu-rambu peringatan, sampah berserakan di setiap sudut. Botol-botol miras berserakan di taman, teras depan, hingga di semak-belukar. Bungkus-bungkus makanan, cemilan, dan minuman menumpuk tak terurus, menjadi anomali yang lumrah.

“Pernah ditegur sama petugas karena sampah-sampah ini, Jas,” kata Bell. Tapi dia tidak terlalu terang siapa petugas yang dimaksud. Dan saya juga tak tertarik bertanya lebih lanjut.

Hari beranjak sore. Udara semakin dingin. Di Jalan Shortcut sebuah motor hancur setelah menabrak mobil yang berhenti mendadak. Si pengendara terpental, rebah, dan meringis kesakitan. Tak ada darah yang bocor, memang, tapi tampaknya satu-dua tulang pengendara motor itu patah.

Jalanan gaduh dan semrawut. Seorang polisi yang kebetulan melintas segera mengambil sikap. Dia menelpon rekan-rekannya. Sedangkan kami hanya menyaksikan tragedi itu dari taman Ashram yang diam dan beku. Saya memalingkan muka. Ngeri.[T]

Berjualan di Kolong Jalan Shortcut Tepi Danau Beratan Adalah Ketidakpastian Nasib
Bisnis Media Tanam, Berkah di Balik Daun Gugur Hutan Bedugul
Pedagang Kaki Lima di Pinggiran Danau Beratan: Dianggap Mengganggu, Dikejar-kejar Petugas
Tags: BaturitiBedugulCandikuningHotel Ashram Bedugulpariwisata balitabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selama Masih Ada Rasisme, Maka Film seperti “Maria Ado’e” akan Terus Diproduksi dan Diputar

Next Post

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co