13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Jaswanto by Jaswanto
July 29, 2024
in Tualang
Hotel Tua di Bedugul Berhenti Beroperasi, Kini Jadi Tempat Piknik Warga

Salah satu sudut Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

TAK terang betul apa yang membuat hotel dan restoran ini berhenti beroperasi dan terbengkalai seperti sekarang. Warga sekitar juga seolah buta dengan apa yang terjadi. “Sama sekali tidak tahu,” ujar lelaki paruh baya yang berjualan di sekitar bangunan tua itu saat saya bertanya kepadanya.

Meski begitu, dia tahu nama tempat tersebut. Fasih menyebutnya lagi. “Ashram Bedugul, namanya.” Saya mengangguk-angguk. “Tapi kalau kenapa tutup, ya mohon maaf, saya tidak tahu, Mas,” lelaki paruh baya itu berkata dan menegaskan kembali bahwa dia memang benar-benar tidak tahu.

Ya, jika Anda berkendara dari Singaraja ke Denpasar via Bedugul, misalnya, di seberang Jalan Shorcut tepi Danau Beratan, tepatnya di sisi kanan jalan, Anda akan melihat bangunan tua di tanah berundak, tidak rata, dengan taman dan arsitektur yang tak menyerupai Bali. Bentuk bangunannya, alih-alih tampak seperti penginapan atau restoran pada umumnya, malah terlihat seperti gedung-gedung sekolah dengan banyak jendela di dinding depannya.

Hotel Ashram orang-orang menyebutnya. Hotel tua ini berdiri di wilayah Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, tepat di pinggir selatan Danau Beratan. Jadi, pemandangan danau dan bukit hijau di seberangnya menjadi suguhan utama.

Hanya saja, di belakang bangunan hotel, terdapat tempat pemakaman umum warga Muslim Bedugul. Sedangkan di pojok barat daya terdapat beberapa kuburan Cina—yang berselimut rumput dan belukar. Dan kini, tepat di depan mukanya, jalan baru telah beroperasi.

Salah satu sudut Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Waktu aku masih kecil, aku ingat, hotel ini beroperasi, kok,” terang Moch Zainuddin, warga Candikuing II, teman yang mengantar saya ke sini. Ia berkata tepat di depan salah satu kamar Hotel Ashram. Tetapi, sama seperti pedagang kaki lima paruh baya tadi, Bell, panggilan akrabnya, juga tidak tahu kapan dan kenapa hotel ini tutup.

“Sebelum pandemi tempat ini sudah tutup,” seorang perempuan, salah satu pedagang kaki lima di dekat tempat tersebut, menimpali. Kami membeli tiga cup mie instan di lapaknya yang digelar di bawah Jalan Shortcut Bedugul, di antara tiang-tiang beton penyangga jalan yang kokoh dan dingin itu.

Di kolong jalan ini, perempuan PKL itu berkata lagi, rencana akan dibangun kios-kios pedagang kaki lima. Lapak-lapak penjual bakso di tepi jalan Danau Beratan yang dianggap mengganggu lalu-lintas itu, akan dipindahkan ke kios-kios tersebut. “Mobil dan bus katanya juga bisa parkir di sini nanti,” sambung perempuan tersebut sambil merapatkan jaket bulunya.

Dalam beberapa artikel yang bisa saya lacak di internet, terlepas itu benar atau salah, Ashram Bedugul berdiri di lahan 90 are—atau 9000 meter persegi—milik Pemerintah Provinsi Bali. Hotel ini dibangun sekitar tahun 1989 dengan total 27 kamar. Hanya sebatas itu. Tak ada lagi informasi yang lebih detail dan meyakinkan.

Namun, salah satu kanal berita online, NusaBali.com, menyebutkan bahwa pada 2016 lalu Satpol PP Tabanan menyegel hotel tersebut karena izin operasionalnya telah berakhir—dan bermasalah, tentu saja. Itu pun jika Ashram yang dimaksud benar-benar bangunan tua yang kini menjadi saksi bisu segala kejadian yang luput dari pandangan mata itu.

Penampakan Jalan Shortcut Bedugul di ambil dari Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Sekarang ramai orang-orang ke sini, Jas,” ujar Bell. Pada kisaran 2019, saat saya ke sini untuk pertama kalinya, sebelum ada Shortcut, tak banyak orang yang mendatangi Ashram tua ini, memang.

Tapi setelah jalan baru itu beroperasi dan informasi lebih cepat daripada waktu, orang-orang berbondong-bondong menaiki tangga-tangga usangnya, menduduki kursi-kursi atau rumput-rumput tamannya yang hijau. “Tak ada yang melarang?” tanya saya kepada Bell. Teman saya itu tidak menjawab.

Hotel Ashram memiliki taman di setiap sudut bangunannya. Sebelum terbengkalai, tampaknya taman-taman itu lebih bagus daripada sekarang. Selain taman, beberapa bangunan juga terlihat artistik meski tampilannya sederhana. Tapi tak dapat dimungkiri beberapa bangunan sudah koyak dan lapuk. “Namanya juga terbengkalai, tak terawat,” Bell berkata sambil menyulut sebatang rokok.

Bell, pemuda lulusan Undiksha, Singaraja, itu, saya tahu, sering mengajak teman-temannya yang berasal dari luar Bedugul ke tempat ini, termasuk saya. Ashram, dia berkata, memang sangat cocok untuk nongkrong dan berbincang banyak hal.

Benar. Dia tidak sedang mengada-ada, memang. Coba lihat. Di utara Danau Beratan terhampar, dinaungi bukit hijau yang rebah dengan kabut tipis—kadang tebal—melingkar di lehernya. Kita dapat melihat dengan jelas lalu-lalang Jalan Shortcut yang tepat berdiri di mukanya. Pula aktivitas pedagang kaki lima yang membuka lapak di sepanjang jalan di tepian Beratan.

Penampakan lapak-lapak pedagang kaki lima di tepi jalan Danau Beratan di ambil dari Hotel Ashram | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Pada hari Sabtu dan Minggu, atau hari-hari libur seperti hari raya, banyak sekali orang menyambanginya. Mereka datang bersama sanak famili, handai tolan, pasangan, dan kawan-kawan. Seperti piknik pada umumnya, mereka juga membawa makanan, cemilan, dan minuman.

Namun, karena tidak ada pengawasan dan rambu-rambu peringatan, sampah berserakan di setiap sudut. Botol-botol miras berserakan di taman, teras depan, hingga di semak-belukar. Bungkus-bungkus makanan, cemilan, dan minuman menumpuk tak terurus, menjadi anomali yang lumrah.

“Pernah ditegur sama petugas karena sampah-sampah ini, Jas,” kata Bell. Tapi dia tidak terlalu terang siapa petugas yang dimaksud. Dan saya juga tak tertarik bertanya lebih lanjut.

Hari beranjak sore. Udara semakin dingin. Di Jalan Shortcut sebuah motor hancur setelah menabrak mobil yang berhenti mendadak. Si pengendara terpental, rebah, dan meringis kesakitan. Tak ada darah yang bocor, memang, tapi tampaknya satu-dua tulang pengendara motor itu patah.

Jalanan gaduh dan semrawut. Seorang polisi yang kebetulan melintas segera mengambil sikap. Dia menelpon rekan-rekannya. Sedangkan kami hanya menyaksikan tragedi itu dari taman Ashram yang diam dan beku. Saya memalingkan muka. Ngeri.[T]

Berjualan di Kolong Jalan Shortcut Tepi Danau Beratan Adalah Ketidakpastian Nasib
Bisnis Media Tanam, Berkah di Balik Daun Gugur Hutan Bedugul
Pedagang Kaki Lima di Pinggiran Danau Beratan: Dianggap Mengganggu, Dikejar-kejar Petugas
Tags: BaturitiBedugulCandikuningHotel Ashram Bedugulpariwisata balitabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selama Masih Ada Rasisme, Maka Film seperti “Maria Ado’e” akan Terus Diproduksi dan Diputar

Next Post

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Candu Media Sosial dan Kesehatan Mental

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co