3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bisnis Media Tanam, Berkah di Balik Daun Gugur Hutan Bedugul

Jaswanto by Jaswanto
July 28, 2024
in Khas
Bisnis Media Tanam, Berkah di Balik Daun Gugur Hutan Bedugul

Moch Zainuddin atau Bell di tempat produksi media tanam Kelompok Tani Pemuda Mandiri | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI balik dingin, Moch Zainuddin (28) meremas-remas daun kering di dalam sebuah karung putih yang teronggok bersandar tiang beton. Ia memperhatikannya sambil terus menghancurkan daun-daun yang sudah tak berbentuk itu. Sementara itu, udara dingin seolah berembus dari berbagai arah. Bell, sapaan akrab Moch Zainuddin, membersihkan telapak tangannya secara serampangan.

Meski hari sudah siang, tapi hawa dingin tak dapat dibendung. Orang-orang yang tak tahan melekatkan jaket mereka—walau tak sedikit pula yang memilih menanggalkannya. Kabut tebal menyelimuti Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, siang itu.

“Ini untuk bahan baku,” ujar Bell sesaat setelah membersihkan kedua telapak tangannya dari serpihan-serpihan daun yang menempel. Tentu ini informasi yang biasa saja. Sebab banyak orang tahu bahwa daun kering memang bahan bagus untuk media tanam—dan kompos. Namun, perkataannya selanjutnya yang menarik. “Daun-daun ini dikumpulkan dari hutan-hutan sekitaran Bedugul.”

Bell duduk di timba cat yang telah dimodifikasi. Ia bergabung dengan lima lelaki dewasa yang duduk berdempetan di sampingnya. Mereka merokok, menikmati kopi, sambil bercanda. Barangkali untuk mengusir dingin. Atau begitulah cara mereka menikmati siang hari yang dingin?

Moch Zainuddin atau Bell di tempat produksi media tanam Kelompok Tani Pemuda Mandiri | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tempat itu tak begitu luas. Tapi cukup untuk menampung hasil produksi, berkarung-karung daun kering, peralatan produksi, dan sedikit perabot dapur. Pula untuk nongkrong sambil membicarakan banyak hal. Di muka tempat tersebut, di antara karung yang berserak dan kompos yang belum dikemas, teronggok mesin pencacah daun—mereka menyebutnya selep—, sekop, dan ayakan manual yang tergeletak begitu saja.

Benar. Itulah sedikit gambaran tempat produksi media tanam dari daun-daun kering yang diambil dari kawasan hutan Bedugul, Tabanan, dan sekitarnya. Dan di sinilah, bersama orang-orang yang tergabung dalam Kelompok Tani Pemuda Mandiri, Bell bekerja.

“Saya belajar membuat kompos dan media tanam dari orang tua,” kata Ary Hermawan di sela-sela obrolan sesaat setelah azan Dzuhur berkumandang. Ary, lelaki 35 tahun itu, bisa dibilang sebagai pelopor dalam pengolahan daun dari hutan ini. Saat pandemi, saat orang-orang senang menanam tanaman hias, dia mendapat ide. “Awalnya saya membuat media tanam secara manual,” katanya.

Daun-daun kering bahan baku media tanam sebelum dihancurkan | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Berawal dari sana, saat pesanan media tanam dan semai mulai berdatangan, Ary giat berburu daun di kawasan hutan Bedugul. Juga di pinggir-pinggir kawasan Kebun Raya Eka Karya. Tak hanya daun, dia juga membawa tanah subur dari hutan yang sudah diolah oleh alam. “Daun-daun gugur di depan rumah orang-orang juga saya ambil,” tuturnya.

Setahun setelah gagasan membuat media tanam itu berjalan, Ary meberanikan diri membuka usaha media tanam yang lebih serius dengan menyewa tanah milik kerabat dan membeli seperangkat alat produksi, termasuk selep untuk mencacah daun-daun itu. Dan pada saat itulah Bell ikut serta. Dia masih tercatat sebagai mahasiswa akhir di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, waktu itu.

Ary Hermawan di tempat produksi media tanam Kelompok Tani Pemuda Mandiri | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Sejak membuka usaha, Ary memang tak lagi mencari daun sendiri. Ia fokus mengolah dan memproduksi media tanam saja. Sedangkan daun-daun kering—yang notabene sebagai salah satu bahan baku utama—ia dapat dari orang-orang yang masih mencari dan mengumpulkannya. Sampai saat ini, setidaknya ada enam orang yang rutin menjual daun-daun buruan mereka ke tempat produksinya.

“Saya membeli daun kering 20 ribu perkarung,” terang Ary. Dalam sehari, kata Ary lagi, rata-rata satu orang bisa mengumpulkan sepuluh karung daun kering. Ini tak mengagetkan. Bahan baku media tanam melimpah di sini. Mengingat, pohon-pohon di kawasan hutan Bedugul memang masih lebat dan terjaga. Pula merupakan kebun raya terluas dari total empat kebun raya yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)—yang sekarang sudah dilebur menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.

Alat produksi media tanam | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Berdasarkan informasi dari laman Kebun Raya Bali LIPI, luas Kebun Raya yang bertengger di ketinggian 1.240 meter dari permukaan laut itu mencapai 157,5 hektar. Jauh lebih luas dibandingkan Kebun Raya Cibodas (84,99 hektar), Kebun Raya Bogor (87 hektar), dan Kebun Raya Purwodadi (85 hektar).

Pada mulanya Ary berkeliling untuk menawarkan produknya. Ia mendatangi toko-koko pertanian, tanaman, dan tak tanggung-tanggung memberi sempel kepada beberapa petani. Tapi usahanya tak sia-sia. Beberapa toko tertarik membeli media tanam buatannya.

Dan kini, Ary sudah memiliki langganan, pembeli tetap. Ia tak perlu capek-capek lagi berkeliling menawarkan barang dagangannya. Bahkan, tak hanya di Tabanan, Ary juga sudah memasarkan produknya di Buleleng dan Karangasem.

***

“Dulu saya juga sering mencari daun di hutan,” ujar Bell sembari mengisap rokoknya dalam-dalam. Ia berkata setelah Ary bercerita. Tapi sama seperti Ary, saat dia fokus memproduksi media tanam—bersama Ary—Bell berhenti berburu daun. “Pinggang saya capek,” katanya disusul tawa yang ringan. Bell memang termasuk orang yang gampang tertawa.

Sedikit demi sedikit dingin mulai pergi. Banjar Candikuning II akhirnya merasakan hangatnya sepuhan mahatari setelah nyaris separuh hari lebih halimun menyelimutinya. Pada saat itulah, Bell menjelaskan bagaimana proses mengolah daun-daun kering tersebut menjadi media tanam yang bagus.

Daun-daun kering yang, sekali lagi, didapat dari kawasan hutan Bedugul itu, ternyata bukan satu-satunya bahan baku. Ada kotoran kambing yang harus dicampur dengannya. Kotoran kambing, Bell berkata, merupakan bahan yang cocok sebagai campuran produk mereka.

Kotoran kambing setelah digiling | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Sepengalaman kami, dibandingkan dengan kotoran kelinci atau ayam, misalnya, kotoran kambing memang paling bagus,” ujarnya seperti ilmuan pertanian yang telah melakukan penelitian serius terkait hal tersebut. Tak berhenti di situ, Bell lanjut berteori. “Kotoran kelinci dan ayam terlalu panas. Itu membuat tanaman menjadi kuning, kepanasan,” lanjutnya. Saat mengatakan hal tersebut, Bell tak tertawa sama sekali.

Lantas, bagaimana dengan kotoran sapi, Profesor Bell? “Perbandingan campurannya cukup banyak dan keringnya juga lama,” jawabnya. Maksudnya, jika menggunakan kotoran kambing sebagai campuran, cukup membutuhkan setengah karung daun kering untuk setengah karung kotoran kambing. Sedangkan kalau kotoran sapi, untuk setengah karung saja, membutuhkan satu karung daun kering.

Semua jenis daun bisa dijadikan bahan media tanam. Tapi daun-daun itu harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Mula-mula, daun-daun kering tersebut dihancurkan menjadi ukuran kecil-kecil, mikro, sampai tak berbentuk.

Lalu diungkep, didiamkan, ditutup, sampai hancur. Kemudian diselep bersama dengan kotoran kambing dan diayak supaya halus. “Baru dikemas,” kata Ary menjelaskan. “Tapi daun bambu bagus untuk media tanam,” Bell menimpali.

Daun-daun kering bahan baku media tanam | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Siang itu Ary dan Bell tidak sedang memproduksi. Mereka meliburkan diri sambil menunggu bahan baku—daun dan kotoran kambing—terkumpul lebih dulu. Untuk kotoran kambing, mereka membeli dari peternak sekitar. Sekarung dibayar 15 ribu.

Di Candikuning cukup banyak peternak kambing, memang. Jadi, untuk urusan kotoran tersebut tidak pernah menjadi soal. Justru daun yang kadang sulit didapatkan. Tunggu dulu, itu bukan karena tak ada atau habis, tapi karena cuaca yang tak mendukung. “Ya, selama ini itulah kendalanya,” ujar Ary tegas.

Bedugul merupakan wilayah dataran tinggi. Meski tidak sedang musim hujan, kabut-kabut tetap saja memercikan air. Dan itu cukup membuat daun-daun di hutan basah dan, selain merepotkan untuk diangkut, juga tidak bisa langsung diolah. “Kalau hujan malah sulit,” terang Ary.

Ary dan Bell dengan Kelompok Tani Pemuda Mandiri-nya, memiliki harapan yang sama, yakni mempertahankan dan mengembangkan usaha yang telah sama-sama mereka rintis. Kini, selain daun-daun kering, mereka juga mencoba memproduksi media tanam dari sabut kelapa.

Sabut kelapa, salah satu bahan baku media tanam | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Sampai saat ini, dalam satu bulan, Kelompok Tani Pemuda Mandiri bisa memproduksi sekitar 10 ton media tanam. “Tapi itu tergantung ada tidaknya bahan baku,” kata Ary. Media tanam yang mereka hasilkan dijual karungan. Sekarung media tanam halus dengan berat 30 kilo dihargai 45 ribu. “Untuk yang kasar 25 sampai 30 ribu. Itu 30 kilo juga beratnya,” terang Ary.

Biasanya, media tanam yang halus digunakan untuk media semai bibit. Sedangkan yang kasar untuk menanam bibit yang sudah siap dipindah-tanamkan. Begitu Ary menjelaskan.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Pedagang Kaki Lima di Pinggiran Danau Beratan: Dianggap Mengganggu, Dikejar-kejar Petugas
Tags: BaturitiBedugulDesa CandikuningKebun Raya Bedugulmedia tanamtabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Keberlangsungan Wayang dan Peran Penanggap Wayang dalam Konteks Modern

Next Post

Berjualan di Kolong Jalan Shortcut Tepi Danau Beratan Adalah Ketidakpastian Nasib

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
Berjualan di Kolong Jalan Shortcut Tepi Danau Beratan Adalah Ketidakpastian Nasib

Berjualan di Kolong Jalan Shortcut Tepi Danau Beratan Adalah Ketidakpastian Nasib

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co