22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pedagang Kaki Lima di Pinggiran Danau Beratan: Dianggap Mengganggu, Dikejar-kejar Petugas

Jaswanto by Jaswanto
July 23, 2024
in Khas
Pedagang Kaki Lima di Pinggiran Danau Beratan: Dianggap Mengganggu, Dikejar-kejar Petugas

Bangku-kursi milik para pedagang kaki lima | Foto: Jaswanto

DI kawasan Danau Beratan, Tabanan, tepatnya di sisi timur parkiran bus, di pinggir jalan menuju jalan shortcut 3 dan 4 Bedugul, berjejer pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak. Mereka membangun meja kayu panjang yang menempel di pagar besi tepian danau. Beberapa menambahkan payung warna-warni, lainnya cukup menyediakan kursi plastik tanpa sandaran.

Pedagang-pedagang itu terdiri dari tukang bakso, kopi, minuman kemasan, mie dalam cup, dan banyak kuliner lain yang dapat dinikmati bersama keluarga, handai tolan, pasangan, atau sendirian dengan pemandangan danau yang biru dan bukit hijau di seberangnya.

Mereka sudah lama menggelar lapak di sana, barangkali sejak danau yang terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan itu dijadikan objek pariwisata. Tetapi tampilannya yang sekarang baru terjadi sekira empat tahun yang lalu.

Rombong-rombong bakso di pinggiran Danau Beratan | Foto: Jaswanto

Dulu, mereka—para pedagang itu—hanya menyediakan karpet, tikar, atau alas seadanya yang digelar di trotoar jalan. Itu karena belum ada yang bertanggung jawab, kata seorang pedagang yang tak mau disebut namanya.

Bertanggung jawab? Ya, meski pribumi, bertahun-tahun mereka merupakan pedagang “liar”—dalam pandangan administrasi pemerintah—yang mencoba mengais remah-remah pariwisata. Bertahun-tahun pula mereka rela digusur atau dikejar-kejar Satpol PP. Dalam hal ini, tak jarang pula mereka mendapat perlakuan keras dari petugas.

“Ini baru, Mas. Awal tahun 2020,” kata Alma, salah seorang pedagang bakso di pinggir Danau Beratan, menegaskan bahwa meja dan kursi panjang itu merupakan tampilan baru. Alma, perempuan 30-an tahun itu bukan orang asli Candikuning. Ia lahir dan tumbuh di Karangasem. “Suami saya orang Candikuning,” ujarnya sambil membuka masker yang ia kenakan.

Pemandangan Danau Beratan dari tempat pedagang kaki lima | Foto: Jaswanto

Para pedagang memang didominasi kaum perempuan. Hanya satu-dua pria saja yang terlihat menjaga lapak dan melayani pembeli. Selebihnya, sekali lagi, Anda hanya akan melihat perempuan-perempuan menawarkan barang dagangan mereka dan dengan sigap melayani para pembeli.

“Suami saya yang membawa rombong bakso ke sini. Tapi saya yang menjaga, nanti dia jemput lagi,” ujar Alma sambil memegangi perutnya yang besar. Ya, Alma sedang mengandung. “Enam bulan,” katanya.

Dengan tubuhnya yang kecil, mungil, meski beban perutnya bertambah, ia tetap cekatan naik-turun tangga membenarkan kursi-kursi, meracik bakso, membawakannya ke hadapan pembeli, dan membereskan mangkuk-mangkuk kotor di meja lapaknya.

“Semoga nanti lahirannya normal,” Alma berharap dengan sedikit senyum di bibirnya. Meski ia tetap tak dapat menyembunyikan kecemasan di wajahnya.

Mengenai profesinya sebagai pedagang kaki lima di pinggiran Beratan, sebelum kepala desa Candikuning siap bertanggung jawab, memasang badan untuk mereka, Alma juga sering dikejar-kejar Satpol PP. Tak jarang ia harus berlari membawa barang dagangan dan… ya, anak pertamanya yang masih kecil, masih di gendongannya.

Rombong bakso milik Alma | Foto: Jaswanto

“Lari-lari dulu, Mas. Hahaha,” ujar Alma. “Tapi sekarang sudah tidak. Karena kepala desa yang bertanggung jawab,” sambungnya.

Selama ini, menurut Alma, para pedagang di pinggir jalan ini tidak membayar apa-apa (pajak, uang pungutan, atau sejenisnya) kepada pihak desa maupun pemerintah di atasnya. Mereka hanya diminta untuk menjaga kebersihan dan ketertiban sekitar danau dan jalan raya, khususnya pada saat ada kunjungan pejabat pemerintahan.

Namun, keberadaan mereka tetap dianggap “pengganggu” lalu-lintas di sepanjang jalan tersebut. Pada tahun 2023, sejumlah PKL ditertibkan petugas kantor Camat Baturiti dan Satpol PP Tabanan. Penertiban itu dilakukan mengingat banyaknya keluhan dari masyarakat melalui media sosial.

“Di medsos sering ramai keluhan pedagang berjualan pinggir jalan. Ini sangat mengganggu lalu lintas yang buat kemacetan kadang kala,” ujar Sayu Made Parwati, Camat Baturiti, sebagaimana dikutip dari Radar Bali.

Selain itu, penertiban itu dilakukan juga terkait adanya rencana dari Pemerintah Provinsi Bali yang bakal melaksanakan penataan. “Apalagi beberapa kali DPRD Provinsi Bali sempat turun ke lokasi Danau Beratan,” kata Parwati.

Bakso, salah satu menu yang pedagang kaki lima tawarkan | Foto: Jaswanto

Hal-hal seperti ini memang kerap terjadi di Dunia Ketiga. Tak hanya di kawasan Danau Beratan, tapi juga di banyak tempat di Indonesia. Ini masalah yang dilematis, memang. Pemerintah dan sebagian masyarakat ingin kawasan tersebut steril dari aktivitas perdagangan, tapi di sisi lain, ini juga penghidupan para pedagang.

“Tempat ini sangat penting bagi kami. Sebab dari sini kami mendapat tambahan penghasilan,” kata Alma seolah tak ingin jika ia—dan para pedagang lainnya, tentu saja—harus tergusur dan mencari tempat lain untuk berjualan. Dan itu masalah yang terus membayangi Alma dan pedagang lainnya dari dulu hingga sekarang.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: BedugulCandikuningDanau Beratanpedagang kaki lima
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perlindungan Sastra untuk Kekerasan Terhadap Anak:  Catatan dari Pustaka Adiparwa

Next Post

Tradisi “Madunungan” di Pura Jati, Batur, dan Upaya Berulang-ulang Merawat Ingatan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi “Madunungan” di Pura Jati, Batur, dan Upaya Berulang-ulang Merawat Ingatan

Tradisi “Madunungan” di Pura Jati, Batur, dan Upaya Berulang-ulang Merawat Ingatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co