24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
May 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KEKERASAN akan selalu meninggalkan trauma dan pengalaman buruk bagi korbannya. Kekerasan juga tidak pernah berhenti pada satu titik, tanpa menimbulkan kekerasan yang lain. Bagai spiral, kekerasan akan silih berganti.

Kekerasan dapat bermula dari hal yang sepele. Berbalas komentar di media sosial, berlanjut dengan saling ejek dan saling caci, berujung petengkaran. Jika pertengkaran verbal menemui jalan buntu, maka terjadilah kekerasan fisik.

Sektor domestik juga menyumbang potensi terjadinya kekerasan. Hubungan anggota keluarga yang tidak harmonis dapat menciptakan kekerasan. Masalah pembagian warisan dalam keluarga pun acapkali diwarnai kekerasan.

Dunia politik tak kalah sengit. Perebutan kekuasaan; termasuk mempertahankan kekuasaan penuh drama kekerasan. Bahkan hanya karena perbedaan pilihan politik dalam Pemilu, orang menjadi bermusuhan dan melakukan tindak kekerasan.

Agama yang semestinya menjadi simbol kedamaian dan kesucian tak luput dari tindakan kekerasan. Atas nama agama, demi keyakinan terhadap kepercayaan, orang bisa menjadi gelap mata. Banyak kasus kekerasan yang disebabkan oleh klaim penistaan agama maupun pembangunan tempat ibadah umat beragama.

Kekerasan seolah sudah menjadi bagian dari “budaya” masyarakat Indonesia. Nyaris setiap hari terjadi kekerasan berupa tawuran di berbagai daerah. Pemicunya bermacam-macam. Pelakunya pun bukan hanya orang kampung, tetapi juga kaum terpelajar di sekolah dan di kampus.

Mengapa kekerasan demi kekerasan terus terjadi? Apakah masyarakat sudah kehilangan kewarasan untuk berbuat baik? Apakah orang sudah kehabisan cara untuk berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah? Ataukah kekerasan itu sendiri bagian dari komunikasi?

Penyebab Kekerasan

Latar belakang orang melakukan kekerasan bermacam-macam. Secara gamblang, Franz Magnis Suseno ( 2000) menyebut empat hal yang menyebabkan orang harus mengekspresikan kemarahan dan keputusasaannya dengan kekerasan.

Pertama, transformasi dalam masyarakat. Modernisasi dan globalisasi dituding sebagai biang ketegangan dalam masyarakat. Disorientasi, dislokasi, dan disfungsionalisasi terjadi dari masyarakat tradisional ke pasca tradisional. Dan ini menimbulkan ancaman ekonomis, psikologis, serta politis.

Cara-cara komunikasi tradisional untuk mengelola konflik pada masyarakat yang majemuk tidak lagi efektif. Kecenderungan yang terjadi justru primordialistik ke dalam dibarengi dengan agresivitas ke luar. Modernisasi dan globalisasi tak mampu berefek positif, tak dapat memberi jaminan rasa sejahtera dan keadilan.

Kedua, akumulasi kebencian dalam masyarakat. Tekanan kehidupan dalam masyarakat menimbulkan akumulasi kebencian. Apalagi ditambah dengan tendensi eksklusifitas dalam agama maupun suku. Tendensi ini akan membuat orang mudah terprovokasi untuk melakukan kekerasan atas nama agama maupun suku.

Penyebab ketiga timbulnya kekerasan adalah masyarakat yang sakit. Gesekan-gesekan kecil mudah memicu tindak kekerasan. Bagaimana masyarakat tidak sakit, jika setiap pertandingan sepak bola mengandung resiko letupan kekerasan? Orang yang berhutang justru melakukan kekerasan kepada pemberi hutang. Itulah masayarakat yang sakit.

Keempat, Orde Baru sebagai institusionalisasi kekerasan. Orde Baru dengan perangkat kekuasaannya memiliki kemampuan untuk membujuk dan mengintimidasi. Konflik sosial dipecahkan tidak  melalui komunikasi yang rasional dan dialogis, melainkan dengan kekuasaan, kooptasi, intimidasi, ancaman, dan penindasan.

Apa pun yang ditetapkan penguasa harus diterima rakyat tanpa kompromi. Rakyat semakin sering menjadi korban pembangunan. Maka yang terjadi adalah akumulasi rasa kecewa, marah, benci, dan dendam.

Kontribusi Media

Media kerap dianggap sebagai faktor eksternal penyumbang kekerasan. Lebih dari 25 tahun yang lalu banyak pihak yang sudah memprediksi bahwa media seperti televisi sangat potensial membentuk perilaku orang. Kekerasan yang ditampilkan di media menularkan kekerasan dalam kehidupan.

Banyak studi komunikasi yang mencatat, bahwa kekerasan dalam media menimbulkan efek agresi pada khalayaknya. Studi itu menunjukkan hubungan antara kekerasan yang tampil di layar kaca dengan perilaku kekerasan ( Nina M.Armando, 2000).

Kekerasan bukan hanya muncul dalam film laga produksi luar negeri. Sinetron Indonesia pun sarat dengan adegan kekerasan, baik kekerasan verbal maupun fisik. Film yang dikonsumsi untuk anak-anak juga diwarnai adegan kekerasan. Bahkan acara hiburan pun kadang menampilkan guyonan yang menjurus pada kekerasan.

Internet yang digadang-gadang menjadi sarana komunikasi dan informasi yang cepat dan masif, ternyata justru sering menjerumuskan orang untuk melakukan kekerasan. Melalui internet orang dapat mengakses informasi apa pun.

Melalui internet pula orang hidup dalam dunia maya yang serba beragam kontennya. Sebagian orang tercerahkan dan tergembirakan. Namun ada sebagian juga yang tersesatkan dan hidup di bawah bayang-bayang kekerasan.

Orang dapat belajar apa saja dari internet tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Dalam beberapa kasus, internet dapat mengajarkan kekerasan. Mulai dari tutorial menyerang orang lain, cara merakit bom; bahkan lebih miris, internet juga diduga menjadi pemicu orang untuk bunuh diri.

Dunia saat ini sedang disuguhi tontonan nyata kekerasan setiap hari. Perang dijadikan alasan untuk merebut kekuasaan. Tidak peduli jutaan orang jadi korban kekerasan oleh negara. Tak ada komunikasi. Tak ada dialog. Karena perang dan kekerasan itu sendiri dijadikan media komunikasi.

Maka tantangan besar bagi manusia adalah bagaimana ia dapat menaklukkan diri sendiri tanpa kekerasan. Tanpa amarah. Tanpa dendam dan kebencian. Sehingga dunia tidak dijejali oleh hasrat manusia untuk berbuat kekerasan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Membaca Disfungsi Komunikasi dalam Keluarga
Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Berkomunikasi Lewat Busana
Tags: ilmu komunikasikekerasankomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di EP Album Ketiga, IGAP Bercerita Tentang Rumah

Next Post

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Sekelumit Ironi di Balik Tembok Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co