26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hardiknas, Momentum Memuliakan Guru 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 2, 2024
in Esai
Hardiknas, Momentum Memuliakan Guru 

Ilustrasi tatkala.co

SEJAK 2021, pengadaan guru di sekolah dilakukan melalui seleksi  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P-3K). Oleh karena P-3K sebelumnya akronim dari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang di sekolah-sekolah identik dengan kotak obat bertuliskan P-3K dengan lambang palang merah, beralasanlah teman pengawas secara berkelakar menyebut guru P-3K sebagai ”guru kotak obat”. Kelakar itu dapat  diinterpretasikan secara jamak.

Pertama, bentuk perhatian sekaligus keprihatinan pengawas terhadap keberadaan guru P-3K. Sebagai perhatian, pengawas tampaknya berkepentingan terhadap penempatan guru P-3K di sekolah-sekolah agar mengikuti kalender pendidikan sekolah, misalnya pada awal tahun pelajaran atau awal semester. Selain itu, penempatan guru P-3K diharapkan juga di sekolah swasta sebagai mitra sekolah negeri untuk membangun kesetaraan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebagai bentuk keprihatinan, pengawas tampaknya menginginkan guru P-3K disamakan statusnya dengan PNS, sehingga guru tidak gelisah setiap tahun akan kepastian kontraknya diperpanjang atau tidak. Bagaimana pun, profesi sebagai guru perlu kenyamanan dan ketenangan agar bisa berfokus kepada peserta didik yang dilayani.

Kedua, kebijakan guru P-3K mengindikasikan Indonesia kini sedang darurat guru PNS. Setiap tahun guru PNS berkurang karena pensiun, setiap tahun pula guru P-3K bertambah.   Walaupun keduanya diakui sebagai ASN, tetapi status guru P-3K memiliki hak yang berbeda dengan PNS.

Perbedaannya antara lain perjanjian kerja dievaluasi setiap tahun sampai  5 tahun bagi  P-3K dan dapat diperpanjang sampai usia 60 tahun bila masih dibutuhkan, tanpa hak pensiun. Selain itu, guru P-3K sampai saat ini tidak mengenal jenjang kenaikan pangkat. Ia hanya punya hak kenaikan gaji berkala setiap 2 tahun sekali, seperti PNS dengan tunjangan suami/istri dan anak. 

Standar pendidikan guru P-3K dipatok S-1 padahal banyak yang sudah S-2 tanpa pengakuan gelar apalagi haknya. Haknya pun seyogyanya mengikuti jenjang pendidikan karena jenjang pendidikan guru juga menjadi penilaian dalam akreditasi sekolah dan asesmen nasional khususnya dalam pengisian survei lingkungan belajar.

Perkara jenjang pendidikan guru, bukan hanya menjadi persoalan guru P-3K, melainkan juga perkara guru PNS. Tidak dengan sendirinya, guru PNS yang sudah S-2/S-3, pangkat dan gajinya disetarakan dengan jenjang pendidikan. Padahal, sudah jelas di ijazah tertulis : Kepadanya diberikan gelar akademik (Sarjana/Magister/Doktor) beserta segala hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut.

Ketiga, jika kotak P-3K di sekolah-sekolah isinya hanya obat generik untuk pertolongan pertama pada kecelakaan, tentu saja tidak bisa optimal menyembuhkan  kecelakaan yang parah. Ia harus dirujuk ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat penanganan secara optimal dari tenaga medis atau dokter. Artinya, isi kotak obat P-3K hanya membantu menghilangkan rasa nyeri sementara, bukan menyembuhkan secara paripurna.

Begitu halnya dengan guru P-3K sebatas tindakan preventif sementara, belum menyembuhkan secara total berkesinambungan dosa-dosa pendidikan. Padahal, dosa-dosa pendidikan (intoleransi, perundungan, pelecehan seksual) menjadi musuh bersama bangsa dan guru diharapkan berada di garis depan untuk menyelesaikan.

Celotehan pengawas tentang “guru kotak obat” dalam konteks Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2024 layak jadi renungan, lebih-lebih tahun ini masa jabatan Nadiem Makariem sebagai Mendikbudristek berakhir.

“Lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan kami di Kemendikbudristek. Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan kami  tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan Indonesia,” demikian Nadiem mengawali  pidatonya.        

Sayangnya, pidato sambutan Nadiem Makariem sebagai menteri tidak menyinggung peran guru dalam proyek Merdeka Belajar. Ia hanya berfokus pada keinginan untuk melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. Padahal, sesuai dengan amanat  Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, paling lama 10 tahun setelah Undang-Undang itu disahkan, semua guru sudah bersertifikasi.

Seharusnya, pada 2015 Program Sertifikasi Pendidik sudah tuntas. Nyatanya, hampir 20 tahun Undang-Undang itu disahkan, masih menyisakan sekitar 1,6 juta guru belum bersertifikat pendidik. Jumlahnya lebih banyak daripada guru yang bersertifikat pendidik (sekitar 1,4 juta). Dampaknya, mereka yang belum bersertifikat pendidik tidak berhak menerima Tunjangan Profesi Guru sebesar satu kali gaji setiap bulan dan menimbulkan kesenjangan pendapatan sesama guru dengan tugas yang sama : mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh karena itu,  seyogyanya Kemendikbudristek  menuntaskan  Program Sertifikasi Pendidik, sebagai prioritas, bila perlu melalui proses percepatan. Seandainya, anggaran Program Merdeka Belajar dengan aneka gerakan yang dilakukan secara masip hampir 5 tahun diperuntukkan bagi Sertifikasi Pendidik, tentu lebih banyak guru yang bersertifikasi. Kemendikbudristek ke depan, setelah Presiden Jokowi lengser akan dibebankan dengan Program Sertifikasi Pendidik dan Merdeka Belajar.

Keduanya memakan anggaran yang tidak sedikit, apalagi dengan tambahan program makan siang gratis dan janji capres Prabowo – Gibran menaikkan gaji guru. Begitulah dunia pendidikan selalu hadir dengan segala dinamikanya yang memerlukan sinergisitas pusat – daerah dan trisentra pendidikan untuk mencari solusi bersama. Hanya dengan demikian, tema Hardiknas 2024 “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar” dapat diwujudkan. Pada guru, siswa bertumpu, pada siswa guru mengampu.

Guru tulus menghamba pada siswa jika guru merdeka dari beban-beban yang membelenggu (administrasi, sosial ekonomi, budaya, politik birokrasi). Hardiknas seyogyanya menjadi momentum memuliakan guru menyongsong Indonesia Emas 2045. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: guruHari Pendidikan NasionalPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Melihat Realitas Pendidikan Lebih Dekat dan Nyata

Next Post

Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails
Next Post
Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co