5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hardiknas, Momentum Memuliakan Guru 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 2, 2024
in Esai
Hardiknas, Momentum Memuliakan Guru 

Ilustrasi tatkala.co

SEJAK 2021, pengadaan guru di sekolah dilakukan melalui seleksi  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P-3K). Oleh karena P-3K sebelumnya akronim dari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang di sekolah-sekolah identik dengan kotak obat bertuliskan P-3K dengan lambang palang merah, beralasanlah teman pengawas secara berkelakar menyebut guru P-3K sebagai ”guru kotak obat”. Kelakar itu dapat  diinterpretasikan secara jamak.

Pertama, bentuk perhatian sekaligus keprihatinan pengawas terhadap keberadaan guru P-3K. Sebagai perhatian, pengawas tampaknya berkepentingan terhadap penempatan guru P-3K di sekolah-sekolah agar mengikuti kalender pendidikan sekolah, misalnya pada awal tahun pelajaran atau awal semester. Selain itu, penempatan guru P-3K diharapkan juga di sekolah swasta sebagai mitra sekolah negeri untuk membangun kesetaraan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebagai bentuk keprihatinan, pengawas tampaknya menginginkan guru P-3K disamakan statusnya dengan PNS, sehingga guru tidak gelisah setiap tahun akan kepastian kontraknya diperpanjang atau tidak. Bagaimana pun, profesi sebagai guru perlu kenyamanan dan ketenangan agar bisa berfokus kepada peserta didik yang dilayani.

Kedua, kebijakan guru P-3K mengindikasikan Indonesia kini sedang darurat guru PNS. Setiap tahun guru PNS berkurang karena pensiun, setiap tahun pula guru P-3K bertambah.   Walaupun keduanya diakui sebagai ASN, tetapi status guru P-3K memiliki hak yang berbeda dengan PNS.

Perbedaannya antara lain perjanjian kerja dievaluasi setiap tahun sampai  5 tahun bagi  P-3K dan dapat diperpanjang sampai usia 60 tahun bila masih dibutuhkan, tanpa hak pensiun. Selain itu, guru P-3K sampai saat ini tidak mengenal jenjang kenaikan pangkat. Ia hanya punya hak kenaikan gaji berkala setiap 2 tahun sekali, seperti PNS dengan tunjangan suami/istri dan anak. 

Standar pendidikan guru P-3K dipatok S-1 padahal banyak yang sudah S-2 tanpa pengakuan gelar apalagi haknya. Haknya pun seyogyanya mengikuti jenjang pendidikan karena jenjang pendidikan guru juga menjadi penilaian dalam akreditasi sekolah dan asesmen nasional khususnya dalam pengisian survei lingkungan belajar.

Perkara jenjang pendidikan guru, bukan hanya menjadi persoalan guru P-3K, melainkan juga perkara guru PNS. Tidak dengan sendirinya, guru PNS yang sudah S-2/S-3, pangkat dan gajinya disetarakan dengan jenjang pendidikan. Padahal, sudah jelas di ijazah tertulis : Kepadanya diberikan gelar akademik (Sarjana/Magister/Doktor) beserta segala hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut.

Ketiga, jika kotak P-3K di sekolah-sekolah isinya hanya obat generik untuk pertolongan pertama pada kecelakaan, tentu saja tidak bisa optimal menyembuhkan  kecelakaan yang parah. Ia harus dirujuk ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat penanganan secara optimal dari tenaga medis atau dokter. Artinya, isi kotak obat P-3K hanya membantu menghilangkan rasa nyeri sementara, bukan menyembuhkan secara paripurna.

Begitu halnya dengan guru P-3K sebatas tindakan preventif sementara, belum menyembuhkan secara total berkesinambungan dosa-dosa pendidikan. Padahal, dosa-dosa pendidikan (intoleransi, perundungan, pelecehan seksual) menjadi musuh bersama bangsa dan guru diharapkan berada di garis depan untuk menyelesaikan.

Celotehan pengawas tentang “guru kotak obat” dalam konteks Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2024 layak jadi renungan, lebih-lebih tahun ini masa jabatan Nadiem Makariem sebagai Mendikbudristek berakhir.

“Lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan kami di Kemendikbudristek. Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan kami  tentang tantangan dan kesempatan yang kita miliki untuk memajukan pendidikan Indonesia,” demikian Nadiem mengawali  pidatonya.        

Sayangnya, pidato sambutan Nadiem Makariem sebagai menteri tidak menyinggung peran guru dalam proyek Merdeka Belajar. Ia hanya berfokus pada keinginan untuk melanjutkan gerakan Merdeka Belajar. Padahal, sesuai dengan amanat  Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, paling lama 10 tahun setelah Undang-Undang itu disahkan, semua guru sudah bersertifikasi.

Seharusnya, pada 2015 Program Sertifikasi Pendidik sudah tuntas. Nyatanya, hampir 20 tahun Undang-Undang itu disahkan, masih menyisakan sekitar 1,6 juta guru belum bersertifikat pendidik. Jumlahnya lebih banyak daripada guru yang bersertifikat pendidik (sekitar 1,4 juta). Dampaknya, mereka yang belum bersertifikat pendidik tidak berhak menerima Tunjangan Profesi Guru sebesar satu kali gaji setiap bulan dan menimbulkan kesenjangan pendapatan sesama guru dengan tugas yang sama : mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh karena itu,  seyogyanya Kemendikbudristek  menuntaskan  Program Sertifikasi Pendidik, sebagai prioritas, bila perlu melalui proses percepatan. Seandainya, anggaran Program Merdeka Belajar dengan aneka gerakan yang dilakukan secara masip hampir 5 tahun diperuntukkan bagi Sertifikasi Pendidik, tentu lebih banyak guru yang bersertifikasi. Kemendikbudristek ke depan, setelah Presiden Jokowi lengser akan dibebankan dengan Program Sertifikasi Pendidik dan Merdeka Belajar.

Keduanya memakan anggaran yang tidak sedikit, apalagi dengan tambahan program makan siang gratis dan janji capres Prabowo – Gibran menaikkan gaji guru. Begitulah dunia pendidikan selalu hadir dengan segala dinamikanya yang memerlukan sinergisitas pusat – daerah dan trisentra pendidikan untuk mencari solusi bersama. Hanya dengan demikian, tema Hardiknas 2024 “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar” dapat diwujudkan. Pada guru, siswa bertumpu, pada siswa guru mengampu.

Guru tulus menghamba pada siswa jika guru merdeka dari beban-beban yang membelenggu (administrasi, sosial ekonomi, budaya, politik birokrasi). Hardiknas seyogyanya menjadi momentum memuliakan guru menyongsong Indonesia Emas 2045. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: guruHari Pendidikan NasionalPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Melihat Realitas Pendidikan Lebih Dekat dan Nyata

Next Post

Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co