15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

Gede Agus Eka Pratama by Gede Agus Eka Pratama
May 2, 2024
in Persona
Gede Eka Setia Darma dari Pedawa, Dulu Sekolah Jalan Kaki, Kini Jadi Pengusaha Alat-alat Sekolah

Gede Eka Setia Darma | Foto: Gus Eka

“DULU orang tua tidak punya motor, jadi saat SD sampai SMP saya jalan kaki ke sekolah,” tutur pria itu sambil mencari-cari tumpukan kertas di antara rak-rak kayu itu, Jumat (1/5/2024). Matanya tampak bergerak ke sana-ke mari mencari sebuah tulisan dalam kertas, menelitinya satu demi satu setiap kertas yang ia jumpai.

Sore hari dengan udara yang cukup sejuk, di perumahan yang cukup terkenal di Kota Singaraja itu, ia sedang duduk di pojok ruang tamu yang sekaligus ia jadikan sebagai ruangan kerja—mencari pundi-pundi rupiah.

Jas hitam yang ia kenakan membuatnya semakin berwibawa. Walaupun masih dalam suasana libur hari buruh, namun ia tetap semangat dalam mengerjakan perkejaannya. Seolah tidak ada hari libur bagi pria ini.

Pria lajang yang umurnya kini sudah kepala tiga itu, menceritakan suka-duka kehidupannya waktu kecil, dulu. Sambil menatap layar laptop yang terletak di sebalah kanan mesin printer, ia bercerita. Sedang di sebelah kirinya terdapat segelas kopi hitam manis sebagai teman ceritanya. Di sela-sela bercerita, ia tampak fokus mengerjakan laporan harian perusahaannya.

“Saya tidak menyangka hidup saya bisa berada pada titik ini. Dulu saya pemalu dan barasal dari keluarga yang serba kekurangan. Sekarang bisa mendirikan perusahaan sendiri,” terangnya sambil menyalakan rokok.

Namanya Gede Eka Setia Darma. Dulu, pria kelahiran 16 September 1992 ini, memiliki cita-cita atau impian sebagai abdi negara atau seorang polisi, namun karena terhalang restu orang tua, ia tidak mengambil profesi yang membuat para wanita “tergila-gila” itu.

“Waktu SMP dan SMA dulu saya senang dengan kegiatan Pramuka. Untuk itu, saat lulus SMA, saya berkeinginan untuk menjadi polisi,” terangnya sambil mengelap keringat yang berjatuhan. Udara tiba-tiba terasa gerah, memang.    

Sambil menyender di kursi kerjanya, pria yang kerap disapa Eka ini menceritakan alasanya membuka usaha sendiri. Ia mengaku terinspirasi dari salah satu tokoh politik yang cukup terkenal di Bali.

“Waktu kuliah dulu, saya sambil bekerja sebagai asisten pribadi salah seorang tokoh politik, bisa dibilang ajudannya. Selama 5 tahun saya ikut beliau. Banyak kata-katanya yang memotivasi saya,” akunya sambil mengembuskan asap rokok dari mulutnya.

Eka masih ingat betul apa yang dikatakan tokoh politik tersebut. Bahkan ia dapat menirukannya. “Nanti ketika kamu umur 30 tahun, kamu masih boleh bekerja dengan orang lain. Namun, kamu harus bisa menyiapkan satu kaki untuk usahamu sendiri,” kata Eka menirukan kata-kata politisi itu.

Begitulah, kata-kata dari tokoh politik tersebut menjadi kepingan memori manis yang terus diingat Eka sampai saat ini. Bahkan mungkin tak hanya diingat, tapi juga dijadikan “pegangan” hidup sampai kapan pun.

Belajar Mandiri

Masa sekolah menengah pertama merupakan masa yang paling indah. Bagi sebagian orang, masa itu hanya memikirkan soal belajar, meski beberapa ada yang sudah mengenal apa itu cinta.

Namun, berbeda dengan Eka yang berasal dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, ini. Selama duduk di bangku SMP, Eka menghabiskan waktu setelah pulang sekolah hanya untuk menyabit rumput dan bekerja membantu orang tuanya.

“Pulang sekolah, saya langsung mencari rumput untuk pakan sapi. Selama tiga tahun saya seperti itu,” ceritanya sambil memandang keluar jendela. Ia berusaha mengingat masa-masa pahit dalam hidupnya.

Dulu, walaupun ia lelah setelah pulang sekolah, apalagi harus jalan kaki sejauh 8 km untuk sampai ke rumah—jarak rumah dengan sekolahnya memang jauh—tetapi ia tetap semangat menghadapinya. Hal ini ia lakukan karena semacam tanggung jawab anak pertama. Ia lahir dari pasangan Nyoman Darwin dan Nengah Saniati. Kedua orang tuanya banyak menitipkan harapan di pundaknya.

Di Perumahan Taman Wira Sambangan Blok Kamboja II Eka tinggal saat ini. Rumah dengan gaya modern-minimalis, rumah yang ia huni sekarang ini, rumah yang dua tahun lalu hanya ada dalam pikirannya, kini sudah ia dapatkan, walaupun tidak secara cash.

“Saya sangat percaya akan power of mind atau kekuatan pikiran. Dulu saya berpikir untuk bisa memiliki rumah seperti ini dengan harga yang sudah saya bayangkan. Dan pada akhinya, di tahun 2022 saya bisa memilikinya, sesuai dengan apa yang saya pikirkan dulu,” terangnya dengan semangat.

Sambil sesekali meminum kopinya, ia kembali bercerita bahwa saat duduk di bangku SMA, tepatnya tahun 2007, ia pernah diajak kerja memetik cengkeh oleh pemilik kos tempatnya tinggal.

Eka bersekolah di SMAN 1 Banjar. Letak sekolah cukup jauh dari rumahnya di Pedawa. Ketika musim panen cengkeh tiba, ia jarang pulang ke rumah, karena saat hari Sabtu dan Minggu, ia pasti ikut memetik buah cengkeh di kebun bapak kosnya.

Sejak kecil, pemuda yang waktu SMA duduk di bangku jurusan IPS ini, memang sudah belajar untuk mencari uang sendiri. Perkerjaan apa pun akan ia lakukan demi bisa menambah uang jajan dan meringankan beban orang tuanya. Setelah tamat SMA, ia memutuskan untuk pergi merantau ke ibukota provinsi, Denpasar.

Merintis Usaha Sendiri

Pada tahun 2010, ia mendapatka beasiswa di Universitas Mahendratta dengan mengambil jurusan S1 Manajemen Ekonomi. Pada saat proses pendaftaran, ia bertemu langsung dengan rektor universitas tersebut—yang saat itu dijabat oleh salah satu tokoh politik.

“Saat mendaftar saya bertemu rektornya langsung, kemudian ditawari untuk kerja sebagai ajudan beliau,” terangnya sambil memantikkan rokok di asbak.

Tetapi, di tahun kelima menjadi pengawal setia tokoh politik tersebut, ditambah sudah menyandang gelar sarjana, ia putuskan berhenti dengan tujuan untuk melajutkan atau mencoba berkarier di bidang yang baru—walaupun saat itu banyak pihak menyayangkan keputusannya, termasuk keluarganya sendiri, tapi ia tetap dengan pendiriannya.

Dengan semangat Eka terus bercerita dengan detail, seolah tidak ingin ada momen yang terlewat. Setelah berhenti menjadi ajudan politisi, Eka menuturkan sempat melamar menjadi satpam Bank Mandiri dan lulus tanpa tes karena postur tubuh serta pengalaman sebagai ajudan yang ia miliki.

“Saya sempat bekerja sebagai satpam di Bank Mandiri, namun karena saya tidak kuat berdiri lama-lama, akhirnya saya putuskan berhenti, padahal saya baru kerja satu hari,” tuturnya sambil tertawa.

Tidak ingin menyerah begitu saja, ia kembali melamar dan diterima manjadi marketing di sebuah perusahaan saham. Eka bertugas mencari orang yang ingin bermain saham. Selama dua tahun ia tekuni perkerjaa itu.

Selama itu juga, pikiran liar terus menghantui otaknya. Ia bermimpi ada peruhasaan di Singaraja yang membutuhkan seorang marketing yang mendapat jaminan fasilitas rumah dan kendaraan. Dan pada tahun 2017, mimpinya itu terwujud. Ada perusahaan yang membuka lowongon bagian marketing di Singaraja dengan fasilitas rumah.

Pada tahun 2022, sambil menjalani hidup dengan bergantung pada orang lain, atau dengan kata lain manjadi seorang karyawan, Eka mecoba merintis usahanya sendiri dengan berbekal pengalaman yang ia miliki.

Eka berhasil mendirikan usahanya. Namanya CV. Eka Dewi Sejahtera. Perusahaan yang ia dirikan bersama temannya itu,  bergerak di bidang jasa dan distributor kebutuhan sekolah, seperti alat-alat laboratorium dan lainnya. Perusahaan ini juga menaungi usaha catering.

Setahun setelah usahanya berdiri, ia putuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai marketing dan fokus memajukan usaha yang dibentuknya sendiri. Selama kurang lebih dua tahun usahanya berjalan, kini Eka telah memiliki karyawan sebanyak lima orang.

“Saat ini karyawan sudah ada lima orang. Dan target saya, ingin punya kantor yang terpisah dari rumah saya,” tuturnya sambil tangannya melipat jas yang ia gunakan. Eka berpesan kepada generasi muda supaya berani keluar dari zona nyaman serta tidak hanya berfokus untuk menjadi PNS saja.

Sebagai generasi muda, menurutnya, kita harus bisa berpikir uang itu datang dari mana saja. “Berpikir positif, karena pikiran itu sangat mempengaruhi takdir hidup ini!” serunya sambil tersenyum, sebelum mengakhiri wawancara ini.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Gede Agus Eka Pratama
Penulis: Gede Agus Eka Pratama
Editor: Jaswanto

Gede Artana, Sun Go Kong dari Desa Pedawa
Pondok Literasi Sabih dan Masa Depan Pedawa

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan
Dayu Shanti, Sosok Gadis Buleleng Masa Kini
Tags: Desa Pedawapengusahapengusaha muda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hardiknas, Momentum Memuliakan Guru 

Next Post

Koalisi Indonesia, Filipina, dan Vietnam Dorong Perlindungan Stok Tuna Madidihang di Wilayah Samudra Pasifik Barat

Gede Agus Eka Pratama

Gede Agus Eka Pratama

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Koalisi Indonesia, Filipina, dan Vietnam Dorong Perlindungan Stok Tuna Madidihang di Wilayah Samudra Pasifik Barat

Koalisi Indonesia, Filipina, dan Vietnam Dorong Perlindungan Stok Tuna Madidihang di Wilayah Samudra Pasifik Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co