2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Counter Politik Sangkuni Itu Bernama Sri Krishna

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
January 30, 2024
in Opini
Counter Politik Sangkuni Itu Bernama Sri Krishna

Wayang Bali Sang Kresna atau Sri Krishna

SETELAH lama vakum dalam menulis Opini di media masa, tiba-tiba seorang teman dari jauh menyapa dan bertanya. Pertanyaannya muncul, kata dia, setelah dia membaca tulisan di tatkala.co yang berjudul “Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024”

Pertanyaannya sederhana, “Dengan gegap gempitanya kemampuan politik Sangkuni, mengapa ia bisa gagal mengantarkan keponakan tersayangnya Duryodhana menjadi Raja Hastinapura?

“Di atas langit, masih ada langit!” Itulah salah satu kata pepatah yang menunjukkan bahwa seberapa hebat seseorang, akan masih ada orang lain yang lebih hebat atau berada di atasnya. Begitu juga dalam kancah perpolitikan. Seberapa besar kegemilangan seseorang, bisa saja jatuh di tangan orang yang lebih cemerlang. Terlebih kegemilangan tersebut, diarahkan dengan jalan yang tidak benar dan malah membuat orang lain sengsara.

Hal itulah yang terjadi pada Sangkuni. Counter atau penangkal sosok Sangkuni yang hebat dalam berpolitik itu bernama Sri Krishna.

Siapa itu sosok Sri Krishna? Jika mengacu kepada cerita agung Mahabharata, Sri Krishna adalah putra raja Basudewa dari kerajaan Madhura, dan setelah menumbangkan kekuasaan pamannya yang kejam bernama Kanza, ia mendirikan dan menjadi raja di sebuah kerajaan besar dan megah bernama Dwaraka.

Kemudian pertanyaannya, seberapa jauh sepak terjang Sri Krishna sehingga dipandang sebagai counter dari Sangkuni?

Jika ditarik dari beberapa penggalan cerita Mahabharata (Titib, 2008: 363-364), berikut adalah sepak terjang Sri Krishna yang bisa dijadikan pedoman untuk meng-counter sosok Sangkuni di kontestasi politik tahun 2024.

Sang Penghukum Penebar Fitnah ‘Sisupala’

Sisupala merupakan seorang raja yang memiliki rasa iri hati yang sangat besar. Termasuk kepada Sri Krishna sebagai sosok seorang raja yang besar. Hal ini tidak lepas dari didikan Jarasanda, Raja Magadha, yang membenci sosok tokoh atau pemimpin suci seperti Sri Krishna. Terlebih ketika mengetahui Jarasanda terbunuh di tangan Bima akibat ikut campurnya Sri Krishna, membuat kebencian Sisupala tak terelakkan.

Sisupala pada akhirnya mulai menebar fitnah dan hinaan kepada Sri Krishna. Fitnah ini juga didorong oleh Sakuni untuk menyerang Yudistira, Bhisma, dan tokoh pemimpin agung Hastinapura lainnya. Puncaknya terjadi pada saat Upacara Rajasuya di Kerajaann Indraprastha yang diadakan oleh Pandawa.

Menimbang fitnah dan hinaan Sisupala sudah terlewat batas dan melebihi 100 kali, Sri Krishna atas izin raja-raja yang hadir pada akhirnya menghukum Sisupala dengan menebas kepalanya menggunakan Cakra Sudarsananya.

Jika dikaitkan dengan cerita tersebut, Sisupala dan Sangkuni di suasana menjelang kontestasi politik tahun 2024 adalah sosok yang hampir sama. Mereka sama-sama memanfaatkan fitnah, berita bohong, dan kampanye hitam untuk menjatuhkan lawannya.

Di sinilah peran Sri Krishna sebagai pihak yang berani menghabisi orang-orang kalut seperti itu. Ketegasan dan keberanian inilah yang menjadi alarm peringatan bagi orang-orang semacam Sangkuni dan Sisupala agar berpikir dua kali sebelum melancarkan aksi liciknya.

Netral di Tengah Kontestasi, Namun Tetap Berpihak pada Kebenaran

Sri Krishna adalah sepupu dari Pandawa dan Kurawa. Meskipun berada di tengah sepupu yang tengah berkontestasi, ia tetap menampilkan karakter yang netral dan tidak memihak kepada salah satu pihak sepupunya. Namun karena adanya Sangkuni di pihak Kurawa yang senang memancing di air keruh, membuat Sri Krishna beberapa kali tampil membantu pihak Pandawa yang berada di sisi kebenaran.

Tidak ayal, tindakan Sri Krishna beberapa kali membuat Sangkuni pusing tujuh keliling karena rencananya gagal untuk menjatuhkan pihak Pandawa.

Jika dihubungkan dengan karakter Sri Krishna tersebut, Sri Krishna di kondisi pesta demokrasi 2024 mungkin sosok yang ide cerdiknya hampir sama dengan Sangkuni. Bedanya ia mengandalkan kecerdikannya untuk kebenaran, serta mengarahkan kecerdasannya untuk keharmonisan. 

Sri Krishna sebagai pihak ketiga dalam kontestasi bersikap netral, tetapi tetap setia berada di pihak yang benar jika membutuhkan pertolongan. Sikap inilah yang terkadang menyulitkan orang-orang seperti Sangkuni untuk mengadu domba.

Juru Damai Pencegah Perang Bharata

Setelah mendengar kabar bahwa Perang Bharata yang melibatkan kedua sepupunya, Sri Krishna tidak tinggal diam. Ia menjadi inisiator penengah dan juru damai diantara kedua belah pihak yang akan berperang.

Sri Krishna mendatangi kedua kubu, baik pihak Pandawa maupun Kurawa. Dari sinilah, Sri Krishna mengetahui bahwa, pihak Pandawa berkenan untuk tidak berperang jika hak-hak mereka setelah menjalani masa pengasingan dikembalikan. Sementara pihak Kurawa yang bersikeras tidak mau mengembalikan hak-hak Pandawa dan bersedia jika terjadi perang sekalipun. Hal itu terjadi tentu berkat kelicikan Sangkuni yang tetap mendesak pihak Kurawa untuk mempertahankan istana dan kekayaan yang semestinya milik Pandawa.

Jika dihubungkan dengan sikap Sri Krishna tersebut, sesungguhnya bisa menjadi suri tauladan untuk pemilih di masa Pemilu. Berusaha tetap menjadi pihak penengah, dan berusaha mendamaikan pihak yang bertikai sangat dibutuhkan di suasana panas seperti pesta demokrasi.

Sikap inilah yang akan membawa pesta demokrasi pada esensi utamanya yakni kemenangan bersama. Bukan pesta ambisi milik Sangkuni yang haus akan kekuasaan dan senang akan perselisihan.

Counter dari Segala Kelicikan Sangkuni

Perang Bharata adalah puncak dari kelicikan Sangkuni yang haus akan ambisi kekuasaan. Bahkan di masa-masa perang, kelicikan Sangkuni mengarah kepada tindakan-tindakan curang yang berusaha menghabisi dan mengalahkan pihak Pandawa. Mulai dari penyerangan di malam hari yang menyalahi aturan, menyembunyikan Jayadrata, serta tindakan licik lainnya.

Namun sebagai seorang kusir Arjuna yang berperan sebagai penasihat, semua ide licik Sangkuni dibantahkan oleh Sri Krishna. Untuk menghadapi pasukan Kurawa yang menyerang pada malam hari, Sri Krishna meminta Bima untuk memanggil anaknya yang berkekuatan raksasa yakni Gatot Kaca sebagai tambahan kekuatan.

Sri Krishna juga berperan dalam menutup matahari di saat senja menggunakan Cakra Sudarsana-Nya untuk mengelabui Sangkuni dan Jayadrata. Tidak ayal, segala usaha licik dari Sangkuni sebagai juru perang Kurawa menjadi sia-sia di tengah kecerdasan Sri Krishna.

Jika dihubungkan dengan situasi menjelang pesta demokrasi 2024, Sangkuni adalah sosok yang memiliki ide yang sangat jahat. Namun segala niat jahat tersebut, mampu tercounter oleh kecerdasan dan kebijaksanaan yang disimbolkan oleh Sri Krishna.

Hal ini tentu bisa menjadi pedoman bagi rakyat Indonesia yang akan menentukan pilihannya. Jangan sampai terbuai oleh ambisi kekuasaan dan kelicikan, namun tetap setia mengarahkan kecerdasan untuk kebenaran dan kebijaksanaan.

Melalui sepak terjang Sri Krishna di dalam kisah Mahabharata tersebut, dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi kontestasi politik di tahun 2024 ini. Sikap Sri Krishna yang berani, tenang, netral, dan bijaksana menghadapi persoalan menjadi obat mujarab dari bahayanya kelicikan Sangkuni.

Bahkan, sosok seagung Sangkuni dan Sisupala yang terkenal akan kelicikannya mampu ditepis oleh Sri Krishna dengan kecerdasan yang lebih licik. Jadi ini menjadi penegas, bahwa memang benar counter politik Sangkuni itu bernama Sri Krishna! [T]

Sumber Referensi:

Titib, I Made. 2008. Itihāsa Ramāyāna & Mahābhārata (Viracarita): Kajian Kritis Sumber Ajaran Hindu. Surabaya: Paramita.

Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024
Dari Nepotisme Hingga Dinasti: Catatan dari Asta Dasa Parwa dan Bayang-Bayangnya dalam Realita
Kisah Kehancuran Keluarga Sri Krishna dalam Kakawin Mausala Parwa
Tags: kisah pewayanganKresnapewayanganPolitikSangkuniSengkuniSri Krishna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tari Sakral Jejumputan di Pura Sekaa Juragan, Desa Pedawa: Tidak Boleh Difoto

Next Post

Kelingo Family, Keliling Indonesia dengan Mobil Tenda

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Kelingo Family, Keliling Indonesia dengan Mobil Tenda

Kelingo Family, Keliling Indonesia dengan Mobil Tenda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co