6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Metamorfosis Imajinasi: Sebuah Catatan Kreativitas Guru

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
January 28, 2024
in Ulas Buku
Metamorfosis Imajinasi: Sebuah Catatan Kreativitas Guru

SEBUAH karya sastra tercipta dari akumulasi beragam gagasan, ide, keinginan, hasrat yang berkecamuk di dalam diri seorang penulis. Gemuruh hati seorang penulis terwujud berupa karya sastra akan terus membara sepanjang ia menggeluti dunia kreatif. Ruang kreatif dalam cipta sastra bisa berbentuk puisi, cerpen, novel maupun drama. Ruang-ruang kreatif ini perlu diberdayakan bagi seorang pejalan sunyi. Pejalan sunyi untuk menemukan hakikat sebuah kata. Penemuan-penemuuan hakikat kata ini dicari oleh seorang pencipta puisi. Siapa yang mampu memenangkan sebuah hakikat kata itulah layak disebut sebagai pencipta karya kreatif.

Proses perjalanan seorang pencipta kreatif tidak sert-merta menjadi. Ia akan banyak mengalami tantangan baik itu tantangan dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Pengolahan emosi ini perlu dikendalikan oleh seorang penulis karya kreatif. Pemilihan kata, merunutkan alur pikiran menciptakan metafora-metofora baru adalah jalan panjang bagi seorang penulis puisi.

Proses panjang yang terkadang melelahkan ini perlu dipelajari hingga menjadi pemenang sebuah perjalanan meraih hakikat sebuah kata. I Komang Warsa dan  Natalino Muni Nepa Rassi telah berupaya menemukan hakikat  sebuah kata hingga tercipta sebuah kumpulan puisi Metamorfosis Imajinasi. Buku ini diterbitkan oleh Bukukatta,2023 di Solo.

Jika ditelisik metamorfosis imajinasi bermakna’perubahan bentuk dari sebuah imajinasi’. Perubahan imajinasi menjadi wujud sebuah puisi salah satunya. Beragam imajinasi beragam juga puisi yang tercipta. Kumpulan puisi karya guru kreatif ini agak unik karena satupun tidak ada judul puisi Metamorfosis Imajinasi. Tersirat ingin disampaikan bahwa puisi itu adalah metamorfosis dari imajinasi penulisnya.

Pencarian Diri Komang Warsa

Puisi-puisi Komang Warsa masih mencari bentuk yang bisa dikembangkan nantinya menjadi sebuah karya pusi yang lebih menantang. Dalam Metaforfosis Imajinasi Komang Warsa masih terpaut pada impresionisme atau kesan sesaat yang muncul dalam dirinya. Setelah mengalami pergumulan batin diciptakan menjadi sebuah puisi. Hampir setiap ada momen peringatan atau perjalanan diabadikan menjadi subuah puisi. Puisinya mencatatkan perjalanan yang dilakoninya.

Sentuhan rasa Komang Warsa dengan situasi sosial, alam, maupun suatu peristiwa membangkitkan imajinasinya. Catatan-catatan ini amat penting, paling tidak akan tercatat bahwa pada saat puisi itu tercipta ada momen ataupun peristiwa yang perlu diabadikan menjadi sebuah puisi. Alam ini puisi, untuk itulah, Komang Warsa memuisikan alam, misalnya Jembatan Tua di Tengah Kota, Kabut Rohani Pasar Agung, Kota Tua (Jakarta hari ini sebuah catatan rasa) Lembah Gunung Agung, Malam di Kuta, Menggurat Kecemasan Ibukota, Pelabuhan di Sunda Kecil, Senja di Toyabungkah, Mengenang Sudut Kampung nan Sepi.  Nada-nada impresionis tampak dalam puisi-puisi di atas.

Untuk mengabadikan seorang tokoh, Komang Warsa menjadikannya menjadi sebuah puisi. Kemulian, keagungan dan semangat nasionalisme seorang tokoh diabadikannya menjadi karya kreatif, misalnya dalam puisi  Chairil Anwar, R.A. Kartini maupun Sang Penyambung Lidah Rakyat. Termasuk sebuah peringatan atau perisitiwa, misalnya puisi 28 Oktober 1928 termasuk hari Ibu yang biasa diperingati setiap 22 Desember melahirkan sebuah puisi Ibu Sang Pelukis Jiwa (hlm.29).

Ada satu puisi yang membuat penulis tersentak saat membacanya, puisi Demokrasi Puisi (Lukisan Kata buat Sang Politisi). Puisi ini terasa mengalir, seperti tanpa beban saat menuliskannya.

Komang Warsa rasanya berada di dunia ini dalam penulisan puisi: Demokrasi berbalut konstitusi/Bukan untuk pasang aksi/demokrasi adalah organisasi/tempat berinovasi// Demokrasi bukan penampilan dasi/untuk menggapai ambisi/demokrasi rumah diskusi/untuk mencari solusi// Demokrasi bukan santap nasi/yang sudah basi di tangan politisi/demokrasi bukan transaksi/sebagai pasar gelap politisi// Demokrasi bukan lomba orasi/tiada pernah ada isi/demokrasi jangan emosi/karena merebut posisi// Negeri kami negeri demokrasi/ inspirasi motivasi membangun negeri nan serasi/yang bukan demokrasi puisi/yang penuh ilusi mimpi halusinasi// Demokrasi penuh imajinasi/lahir demokrasi puisi/beribu kata indah, beribu tafsir/lahir dari bermain diksi// Demokrasi rumah aspirasi/untuk diapresiasi/sang politikus/jangan sampai dimakan tikus-tikus//

Kerinduan Hati Natalino Muni Nepa Rassi

Ungkapan rasa syukur perlu terus tumbuh di hati setiap makhluk. Seorang Natalino mengungkapkan rasa syukurnya dalam puisi Jeritan-jeritan Ucapan Syukur. Ungkapan syukur kepada kebesasaran Tuhan atas karunia yang diberikan kepada aku lirik walau tantangan selalu datang yang diungkapkan dengan larik /terkadang angin timur, barat, utara dan selatan mengoyakanku/…// seorang Natalino selalu merasa bersyukur. Tantangan dijadikannya sebuah guru kehidupan hingga Natalino sampai pada,…/Namun, gada dan tongkatMu mengangkatku jauh lebih indah dari pelangi//

Ada dua sisi kehidupan yang diungkapkan Natalino dalam puisi ini, kesedihan, kedukaan yang dialami menjadikan lebih matang dan lebih kuat. Tantangan dijadikan cambuk untuk maju untuk meraih mimpi dan harapan yang lebih baik. Ungkapan syukur atas karunia yang diberikan Tuhan menjadikan hidup lebih bermakna dan lebih punya arti.

Rasa syukur itu akan menumbuhkan kecintaan dan kebahagiaan pada Tuhan (Juru Selamat). Puisi Dia Datang mewakili ungkapan hati Natalino. Tuhan akan selalu datang menyelamatkan umatnya selama ia selalu merundukkan hati dan egonya hingga benih-benih kemuliaan selalu tumbuh di hati umatnya…./kutakarkan semua rasa menjadi padu/menyongsong Sang Juru Selamat/robohkanlah gubuk kekhawatiran dan kegelisan/gantikan dengan menara kemenangan dan kedamaian//

Puisi Dia Datang seirama dengan puisi Desember Hitam Putih. Desember identik dengan Natal. Memuji Kebesaran Kristus sebagai Juru Selamat umat manusia. Sebagai manusia selalu ingin dekat dengan Tuhan. Kedamaian, cinta kasih Tuhan agar bisa menguatkan hatinya:…//Nantikanlah aku,teguhkanlah aku, kuatkan aku/pada janji-janji yang pernah terucap/aku berseru pada Tuhan/terseret dalam ruang dan waktu/aku ingin pulang//

Kerinduan pada tanah kelahiran adalah sesuatu yang umum dirasakan oleh setiap manusia. Cerita di tanah kelahiran akan terus membekas dalam memori kenangan di hati dan pikiran manusia. Kerinduan-kerinduan itu akan terus hidup begitu juga halnya Natalino yang rindu pada tanah kelahirannya. Akan tetapi, kerinduan Natalino diwujudkan dalam doa-doa. Doa-doa pada sahabat, doa pada orang tua, doa pada alam semesta….//kuisi bejana rindu ini dengan doa/getir hatiku berbalut tawa ria/berharap fajar satukan embun dan daun/bersua, hangat pelukmu kunantikan/sejuta cerita kususun rapi//

Pencarian dan penggalian perlu terus diupayakan bagi seorang pejalan di ranah pusi hingga menemukan hakikat dan jati dirinya dalam penulisan puisi. Pencarian ini perlu proses yang terus-menerus hingga pergumulan itu melahirkan puisi yang membuat pembaca menjadi tersentak.

Komang Warsa maupun Natalino tampaknya masih mencari daya ungkap yang bisa mewakili dirinya hingga gelora, hasrat, kerinduan, maupun cinta yang ingin diungkapkan dalam bentuk puisi bisa lebih intens. Metafora sebagai pembangun puisinya sudah memberikan ruang imajinasi bagi pembaca. Pembaca bisa menemukan ungkapan hati seorang Warsa maupun Natalino dalam kumpulan Metamorfosis Imajinasi. Selamat menikmati ruang batin Metamorfosis Imajinasi. [T]   

BACA artikel tentang ULAS BUKU lainnya di tatkala.co  

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis
Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan
Potret Ikonis Singaraja dalam Cerpen
Tags: buku puisigurukumpulan puisiPuisipuisi gurusastraSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tukang Sulap dan Bocah Pemain Biola | Cerpen Hasan Aspahani

Next Post

Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails

Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

by Luqi Aditya Wahyu Ramadan
February 11, 2026
0
Catatan Seorang Pembaca atas ‘Epigram 60’ Karya Joko Pinurbo

SUDAH setahun lebih maestro puisi Indonesia, Joko Pinurbo, berpulang ke rumah yang sesungguhnya, meninggalkan jejak yang sunyi namun abadi dalam...

Read moreDetails

“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

by Dede Putra Wiguna
January 31, 2026
0
“Jangan Mati Dulu, Mie Ayam Masih Enak” – Membaca Keputusasaan dan Harapan dalam ‘Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati’ Karya Brian Khrisna

“Aku belajar bahwa kunci untuk bertahan hidup bukanlah selalu berpikir positif, tetapi mempunyai kemampuan untuk menerima.” Demikian salah satu penggalan...

Read moreDetails

Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

by Radha Dwi Pradnyani
January 29, 2026
0
Belajar Menerima Konsekuensi –Catatan Setelah Membaca Buku 23;59

Judul Buku: 23:59 Penulis Buku: Brian Khrisna Penerbit: Media Kita Tahun Terbit: 2023 Halaman: 232 hlm “Tidak ada yang lebih...

Read moreDetails

Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

by Yahya Umar
January 26, 2026
0
Terapi Bagi Dokter yang Normal –Catatan Buku Cerpen ‘Dokter Gila’ karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 DOKTER seperti apa...

Read moreDetails

Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

by I Nengah Juliawan
January 20, 2026
0
Risalah Rindu dan Ranting — Membaca Buku Puisi ‘Memilih Pohon Sebelum Pinangan’ karya Made Adnyana Ole

Aksamayang atas kedangkalan yang saya miliki. Saya mencoba menantang diri dengan membaca dan memberikan pandangan pada buku kumpulan puisi "Memilih...

Read moreDetails

Mengepak di Tengah Badai 

by Ahmad Fatoni
January 19, 2026
0
Mengepak di Tengah Badai 

Judul : Kepak Sayap Bunda: “Anak Merah Putih Tak Takut Masalah!” Penulis : A. Kusairi, dkk. Editor : Dyah Nkusuma...

Read moreDetails

Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

by Luh Putu Anggreny
January 13, 2026
0
Dentang yang Tak Pernah Sepenuhnya Hilang: Membaca ‘Broken Strings’ dalam Cermin Feminisme Perempuan Bali

ADA jenis luka yang tidak berdarah, tetapi bergaung lebih lama dari suara jeritan. Ia hidup dalam ingatan, dalam rasa bersalah...

Read moreDetails

Jeda di Secangkir Kopi

by Angga Wijaya
January 2, 2026
0
Jeda di Secangkir Kopi

SIANG di Dalung, Badung, Bali, di penghujung 2025, bergerak pelan. Jalanan tidak benar-benar lengang, tapi cukup memberi ruang bagi pikiran...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co