2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?

Chusmeru by Chusmeru
January 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRODUKSI film nasional Indonesia mengalami pasang surut sepanjang masa. Ada masanya Indonesia menghasilkan film berbobot yang mendapat penghargaan internasional, namun sepi penonton.

 Ada pula film nasional yang laris manis di pasaran, namun kualitasnya dipertanyakan. Alhasil, investasi di sektor perfilman hanya mengejar target keuntungan; ditonton banyak orang, soal kualitas belakangan.

Begitu pula dengan produksi sinema elektronik atau sinetron di televisi. Dunia sinetron maupun sandiwara televisi sempat mengalami kejayaan. Serial televisi berjudul Losmen yang tayang tahun 1980-an medapat apresiasi penonton yang luar biasa.

Memasuki tahun 1990 hingga 2005 kembali tampil sinetron Keluarga Cemara yang juga ditonton banyak pemirsa. Tahun 1994 muncul pula Si Doel Anak Sekolahan, sinetron yang berlatar budaya Betawi dan Jawa. Beberapa contoh sinetron tersebut bukan hanya sukses lantaran banyak ditonton, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi, moral, dan budaya.

Menyikapi perkembangan perfilman dan pertelevisian Tanah Air, beberapa investor membangun movieland di Lido City Bogor, Jawa Barat dan di Jababeka Cikarang, Jawa Barat. Movieland adalah pusat industri film dan televisi terintegrasi yang menyediakan semua fasilitas studio dan taman film seperti layaknya Universal Studio di Amerika Serikat.

Movieland dapat menjadi pilihan industri perfilman, baik film layar lebar, sinetron maupun iklan. Movieland di Jababeka misalnya, dilengkapi bangunan dan fasilitas yang membantu kebutuhan syuting, baik berlatarbelakang perkotaan, perkantoran, rumah, hingga pedesaan. (Berita Satu.com, 10 Juli 2023)

Akankah movieland dapat menjadi destinasi wisata? Paling tidak, itulah harapan Menteri Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Saat meresmikan Jababeka Movieland, dia berharap akan menjadi pusat perfilman dan destinasi pariwisata baru dengan basis perfilman dan industri keratif.

Potensi

Persaingan para pengembang kawasan untuk membangun movieland di Indonesia perlu disambut positif. Kehadiran movieland di Tanah Air akan membawa dampak sosial ekonomi maupun budaya. Movieland dapat membuka peluang lapangan kerja di daerah tersebut maupun nasional.

Movieland dapat pula menjadi sumber pendapatan daerah maupun devisa negara dari sektor perfilman dan industri kreatif. Keberadaan movieland juga dapat memacu produktivitas film nasional serta memacu proses berkesenian insan film Indonesia.

Potensi pengembangan movieland sebagai industri kreatif sangat besar, mengingat SDM perfilman di Indonesia sangat banyak. Kita memiliki banyak artis nasional dan daerah, mulai dari usia anak, remaja, maupun artis senior.

 Indonesia memiliki sutradara-sutradara handal yang telah banyak menghasilkan film-film berkualitas dan  box office. Produser yang menganggap film sebagai industri bisnis yang menguntungkan juga banyak.

Terkait minat produser dan sutradara nasional sangat tergantung dari disain dan harga sewa movieland. Apakah secara arsitektural disain movieland bisa mendekati kondisi natural Indonesia? Jangan sampai movieland yang ada sangat kentara artfisialnya.

Misalkan saja, film yang bertematik Bali. Akan sulit dilakukan syuting film di movieland, karena bukan hanya menyangkut alam dan pemandangan fisik yang bisa direkayasa secara arsitektural. Perlu gambaran tentang kehidupan sosial, budaya, dan adat  seperti yang dilakukan masyarakat Bali sehari-hari.

Biaya sewa movieland juga akan berpengaruh pada demand sutradara dan produser. Semestinya biaya sewa movieland bisa kompetitif dibandingkan lokasi syuting di daerah aslinya. Oleh sebab itu pengembang perlu memberi insentif kepada para sineas terkait biaya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong movieland untuk menjadi destinasi wisata alternatif maupun wisata edukasi. Movieland bisa menjadi produk wisata yang bisa dijual ke pasar wisata domestik maupun mancanegara.

Politik Kebudayaan

Sesungguhnya yang diperlukan bukan hanya movieland. Indonesia membutuhkan politik kebudayaan yang mendukung perfilman sebagai ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Politik kebudayaan diperlukan untuk melakukan counter culture terhadap beragam produk budaya asing.

Secara ideal, politik kebudayaan perfilman  diharapkan dapat menciptakan Indonesian Wave, sebagaimana Korea Selatan telah menghasilkan Korean Wave. Industri kreatif perfilman Korea telah sukses menghasilkan film dan drama Korea yang digemari masyarakat di berbagai negara.

Imbasnya, angka kunjungan wisata ke Korea Selatan melonjak, karena wisatawan ingin napak tilas mengunjungi lokasi syuting, menikmati kuliner, dan membeli busana Korea. Selain menjadi destinasi wisata alam, Korea Selatan juga menjadi destinasi wisata drama.

Banyak produksi film nasional yang mempromosikan alam dan budaya. Film Laskar Pelangi yang diproduksi tahun 2008 mampu menyedot banyak penonton, dan menjadikan Kepulauan Bangka Belitung menjadi destinasi wisata baru.

Begitu pun dengan film Denias, Senandung di Atas Awan. Film yang diproduksi tahun 2006 ini bercerita tentang anak-anak, pendidikan, alam, dan budaya di kaki pegunungan Jayawijaya, Papua. Film ini juga telah mengangkat citra pariwisata di Papua dan kabupaten lain.

Terbaru, serial web Gadis Kretek yang diproduksi tahun 2023 telah mampu menciptakan destinasi wisata baru di Indonesia. Drama seri yang tayang di Netflix ini dibintangi oleh artis papan atas seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Seloka, dan Putri Marino. Lokasi syuting Gadis Kretek menjadi sasaran wisatawan domestik.

Politik kebudayaan dan movieland Indonesia harus membuka peluang kepada para sineas luar negeri untuk melakukan pembuatan film di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai kementerian, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dikbudristek, Kementerian Dalam Negeri,  BUMN, pengembang  movieland serta para sineas.

Para pengembang sendiri diharapkan dapat memberi insentif kepada sineas soal biaya pemanfaatan movieland. Sinergi bersama ini didukung olek politik kebudayaan yang jelas arahnya akan dapat menghasilkan produksi film dan pariwisata sebagai satu paket.

Mungkinkah movieland dapat menjadi destinasi wisata Indonesia? Tidak ada yang tak mungkin dalam industri pariwisata.  Kuburan massal Holocaust di Jerman menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Mengapa movieland tidak? [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: filmfilm pariwisatamovielandPariwisatapariwisata film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Metamorfosis Imajinasi: Sebuah Catatan Kreativitas Guru

Next Post

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co