2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?

Chusmeru by Chusmeru
January 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRODUKSI film nasional Indonesia mengalami pasang surut sepanjang masa. Ada masanya Indonesia menghasilkan film berbobot yang mendapat penghargaan internasional, namun sepi penonton.

 Ada pula film nasional yang laris manis di pasaran, namun kualitasnya dipertanyakan. Alhasil, investasi di sektor perfilman hanya mengejar target keuntungan; ditonton banyak orang, soal kualitas belakangan.

Begitu pula dengan produksi sinema elektronik atau sinetron di televisi. Dunia sinetron maupun sandiwara televisi sempat mengalami kejayaan. Serial televisi berjudul Losmen yang tayang tahun 1980-an medapat apresiasi penonton yang luar biasa.

Memasuki tahun 1990 hingga 2005 kembali tampil sinetron Keluarga Cemara yang juga ditonton banyak pemirsa. Tahun 1994 muncul pula Si Doel Anak Sekolahan, sinetron yang berlatar budaya Betawi dan Jawa. Beberapa contoh sinetron tersebut bukan hanya sukses lantaran banyak ditonton, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi, moral, dan budaya.

Menyikapi perkembangan perfilman dan pertelevisian Tanah Air, beberapa investor membangun movieland di Lido City Bogor, Jawa Barat dan di Jababeka Cikarang, Jawa Barat. Movieland adalah pusat industri film dan televisi terintegrasi yang menyediakan semua fasilitas studio dan taman film seperti layaknya Universal Studio di Amerika Serikat.

Movieland dapat menjadi pilihan industri perfilman, baik film layar lebar, sinetron maupun iklan. Movieland di Jababeka misalnya, dilengkapi bangunan dan fasilitas yang membantu kebutuhan syuting, baik berlatarbelakang perkotaan, perkantoran, rumah, hingga pedesaan. (Berita Satu.com, 10 Juli 2023)

Akankah movieland dapat menjadi destinasi wisata? Paling tidak, itulah harapan Menteri Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Saat meresmikan Jababeka Movieland, dia berharap akan menjadi pusat perfilman dan destinasi pariwisata baru dengan basis perfilman dan industri keratif.

Potensi

Persaingan para pengembang kawasan untuk membangun movieland di Indonesia perlu disambut positif. Kehadiran movieland di Tanah Air akan membawa dampak sosial ekonomi maupun budaya. Movieland dapat membuka peluang lapangan kerja di daerah tersebut maupun nasional.

Movieland dapat pula menjadi sumber pendapatan daerah maupun devisa negara dari sektor perfilman dan industri kreatif. Keberadaan movieland juga dapat memacu produktivitas film nasional serta memacu proses berkesenian insan film Indonesia.

Potensi pengembangan movieland sebagai industri kreatif sangat besar, mengingat SDM perfilman di Indonesia sangat banyak. Kita memiliki banyak artis nasional dan daerah, mulai dari usia anak, remaja, maupun artis senior.

 Indonesia memiliki sutradara-sutradara handal yang telah banyak menghasilkan film-film berkualitas dan  box office. Produser yang menganggap film sebagai industri bisnis yang menguntungkan juga banyak.

Terkait minat produser dan sutradara nasional sangat tergantung dari disain dan harga sewa movieland. Apakah secara arsitektural disain movieland bisa mendekati kondisi natural Indonesia? Jangan sampai movieland yang ada sangat kentara artfisialnya.

Misalkan saja, film yang bertematik Bali. Akan sulit dilakukan syuting film di movieland, karena bukan hanya menyangkut alam dan pemandangan fisik yang bisa direkayasa secara arsitektural. Perlu gambaran tentang kehidupan sosial, budaya, dan adat  seperti yang dilakukan masyarakat Bali sehari-hari.

Biaya sewa movieland juga akan berpengaruh pada demand sutradara dan produser. Semestinya biaya sewa movieland bisa kompetitif dibandingkan lokasi syuting di daerah aslinya. Oleh sebab itu pengembang perlu memberi insentif kepada para sineas terkait biaya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong movieland untuk menjadi destinasi wisata alternatif maupun wisata edukasi. Movieland bisa menjadi produk wisata yang bisa dijual ke pasar wisata domestik maupun mancanegara.

Politik Kebudayaan

Sesungguhnya yang diperlukan bukan hanya movieland. Indonesia membutuhkan politik kebudayaan yang mendukung perfilman sebagai ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Politik kebudayaan diperlukan untuk melakukan counter culture terhadap beragam produk budaya asing.

Secara ideal, politik kebudayaan perfilman  diharapkan dapat menciptakan Indonesian Wave, sebagaimana Korea Selatan telah menghasilkan Korean Wave. Industri kreatif perfilman Korea telah sukses menghasilkan film dan drama Korea yang digemari masyarakat di berbagai negara.

Imbasnya, angka kunjungan wisata ke Korea Selatan melonjak, karena wisatawan ingin napak tilas mengunjungi lokasi syuting, menikmati kuliner, dan membeli busana Korea. Selain menjadi destinasi wisata alam, Korea Selatan juga menjadi destinasi wisata drama.

Banyak produksi film nasional yang mempromosikan alam dan budaya. Film Laskar Pelangi yang diproduksi tahun 2008 mampu menyedot banyak penonton, dan menjadikan Kepulauan Bangka Belitung menjadi destinasi wisata baru.

Begitu pun dengan film Denias, Senandung di Atas Awan. Film yang diproduksi tahun 2006 ini bercerita tentang anak-anak, pendidikan, alam, dan budaya di kaki pegunungan Jayawijaya, Papua. Film ini juga telah mengangkat citra pariwisata di Papua dan kabupaten lain.

Terbaru, serial web Gadis Kretek yang diproduksi tahun 2023 telah mampu menciptakan destinasi wisata baru di Indonesia. Drama seri yang tayang di Netflix ini dibintangi oleh artis papan atas seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Seloka, dan Putri Marino. Lokasi syuting Gadis Kretek menjadi sasaran wisatawan domestik.

Politik kebudayaan dan movieland Indonesia harus membuka peluang kepada para sineas luar negeri untuk melakukan pembuatan film di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai kementerian, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dikbudristek, Kementerian Dalam Negeri,  BUMN, pengembang  movieland serta para sineas.

Para pengembang sendiri diharapkan dapat memberi insentif kepada sineas soal biaya pemanfaatan movieland. Sinergi bersama ini didukung olek politik kebudayaan yang jelas arahnya akan dapat menghasilkan produksi film dan pariwisata sebagai satu paket.

Mungkinkah movieland dapat menjadi destinasi wisata Indonesia? Tidak ada yang tak mungkin dalam industri pariwisata.  Kuburan massal Holocaust di Jerman menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Mengapa movieland tidak? [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: filmfilm pariwisatamovielandPariwisatapariwisata film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Metamorfosis Imajinasi: Sebuah Catatan Kreativitas Guru

Next Post

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co