14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Movieland sebagai Destinasi Wisata: Mungkinkah?

Chusmeru by Chusmeru
January 29, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PRODUKSI film nasional Indonesia mengalami pasang surut sepanjang masa. Ada masanya Indonesia menghasilkan film berbobot yang mendapat penghargaan internasional, namun sepi penonton.

 Ada pula film nasional yang laris manis di pasaran, namun kualitasnya dipertanyakan. Alhasil, investasi di sektor perfilman hanya mengejar target keuntungan; ditonton banyak orang, soal kualitas belakangan.

Begitu pula dengan produksi sinema elektronik atau sinetron di televisi. Dunia sinetron maupun sandiwara televisi sempat mengalami kejayaan. Serial televisi berjudul Losmen yang tayang tahun 1980-an medapat apresiasi penonton yang luar biasa.

Memasuki tahun 1990 hingga 2005 kembali tampil sinetron Keluarga Cemara yang juga ditonton banyak pemirsa. Tahun 1994 muncul pula Si Doel Anak Sekolahan, sinetron yang berlatar budaya Betawi dan Jawa. Beberapa contoh sinetron tersebut bukan hanya sukses lantaran banyak ditonton, tetapi juga sarat dengan nilai edukasi, moral, dan budaya.

Menyikapi perkembangan perfilman dan pertelevisian Tanah Air, beberapa investor membangun movieland di Lido City Bogor, Jawa Barat dan di Jababeka Cikarang, Jawa Barat. Movieland adalah pusat industri film dan televisi terintegrasi yang menyediakan semua fasilitas studio dan taman film seperti layaknya Universal Studio di Amerika Serikat.

Movieland dapat menjadi pilihan industri perfilman, baik film layar lebar, sinetron maupun iklan. Movieland di Jababeka misalnya, dilengkapi bangunan dan fasilitas yang membantu kebutuhan syuting, baik berlatarbelakang perkotaan, perkantoran, rumah, hingga pedesaan. (Berita Satu.com, 10 Juli 2023)

Akankah movieland dapat menjadi destinasi wisata? Paling tidak, itulah harapan Menteri Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Saat meresmikan Jababeka Movieland, dia berharap akan menjadi pusat perfilman dan destinasi pariwisata baru dengan basis perfilman dan industri keratif.

Potensi

Persaingan para pengembang kawasan untuk membangun movieland di Indonesia perlu disambut positif. Kehadiran movieland di Tanah Air akan membawa dampak sosial ekonomi maupun budaya. Movieland dapat membuka peluang lapangan kerja di daerah tersebut maupun nasional.

Movieland dapat pula menjadi sumber pendapatan daerah maupun devisa negara dari sektor perfilman dan industri kreatif. Keberadaan movieland juga dapat memacu produktivitas film nasional serta memacu proses berkesenian insan film Indonesia.

Potensi pengembangan movieland sebagai industri kreatif sangat besar, mengingat SDM perfilman di Indonesia sangat banyak. Kita memiliki banyak artis nasional dan daerah, mulai dari usia anak, remaja, maupun artis senior.

 Indonesia memiliki sutradara-sutradara handal yang telah banyak menghasilkan film-film berkualitas dan  box office. Produser yang menganggap film sebagai industri bisnis yang menguntungkan juga banyak.

Terkait minat produser dan sutradara nasional sangat tergantung dari disain dan harga sewa movieland. Apakah secara arsitektural disain movieland bisa mendekati kondisi natural Indonesia? Jangan sampai movieland yang ada sangat kentara artfisialnya.

Misalkan saja, film yang bertematik Bali. Akan sulit dilakukan syuting film di movieland, karena bukan hanya menyangkut alam dan pemandangan fisik yang bisa direkayasa secara arsitektural. Perlu gambaran tentang kehidupan sosial, budaya, dan adat  seperti yang dilakukan masyarakat Bali sehari-hari.

Biaya sewa movieland juga akan berpengaruh pada demand sutradara dan produser. Semestinya biaya sewa movieland bisa kompetitif dibandingkan lokasi syuting di daerah aslinya. Oleh sebab itu pengembang perlu memberi insentif kepada para sineas terkait biaya.

Pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong movieland untuk menjadi destinasi wisata alternatif maupun wisata edukasi. Movieland bisa menjadi produk wisata yang bisa dijual ke pasar wisata domestik maupun mancanegara.

Politik Kebudayaan

Sesungguhnya yang diperlukan bukan hanya movieland. Indonesia membutuhkan politik kebudayaan yang mendukung perfilman sebagai ekosistem pariwisata dan industri kreatif. Politik kebudayaan diperlukan untuk melakukan counter culture terhadap beragam produk budaya asing.

Secara ideal, politik kebudayaan perfilman  diharapkan dapat menciptakan Indonesian Wave, sebagaimana Korea Selatan telah menghasilkan Korean Wave. Industri kreatif perfilman Korea telah sukses menghasilkan film dan drama Korea yang digemari masyarakat di berbagai negara.

Imbasnya, angka kunjungan wisata ke Korea Selatan melonjak, karena wisatawan ingin napak tilas mengunjungi lokasi syuting, menikmati kuliner, dan membeli busana Korea. Selain menjadi destinasi wisata alam, Korea Selatan juga menjadi destinasi wisata drama.

Banyak produksi film nasional yang mempromosikan alam dan budaya. Film Laskar Pelangi yang diproduksi tahun 2008 mampu menyedot banyak penonton, dan menjadikan Kepulauan Bangka Belitung menjadi destinasi wisata baru.

Begitu pun dengan film Denias, Senandung di Atas Awan. Film yang diproduksi tahun 2006 ini bercerita tentang anak-anak, pendidikan, alam, dan budaya di kaki pegunungan Jayawijaya, Papua. Film ini juga telah mengangkat citra pariwisata di Papua dan kabupaten lain.

Terbaru, serial web Gadis Kretek yang diproduksi tahun 2023 telah mampu menciptakan destinasi wisata baru di Indonesia. Drama seri yang tayang di Netflix ini dibintangi oleh artis papan atas seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Seloka, dan Putri Marino. Lokasi syuting Gadis Kretek menjadi sasaran wisatawan domestik.

Politik kebudayaan dan movieland Indonesia harus membuka peluang kepada para sineas luar negeri untuk melakukan pembuatan film di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai kementerian, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dikbudristek, Kementerian Dalam Negeri,  BUMN, pengembang  movieland serta para sineas.

Para pengembang sendiri diharapkan dapat memberi insentif kepada sineas soal biaya pemanfaatan movieland. Sinergi bersama ini didukung olek politik kebudayaan yang jelas arahnya akan dapat menghasilkan produksi film dan pariwisata sebagai satu paket.

Mungkinkah movieland dapat menjadi destinasi wisata Indonesia? Tidak ada yang tak mungkin dalam industri pariwisata.  Kuburan massal Holocaust di Jerman menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Mengapa movieland tidak? [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: filmfilm pariwisatamovielandPariwisatapariwisata film
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Metamorfosis Imajinasi: Sebuah Catatan Kreativitas Guru

Next Post

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Melihat Wajah Desa Baktiseraga di Tangan Ajik Armada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co