14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati by Ni Made Yuli Susilawati
October 10, 2023
in Cerpen
Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ilustrasi tatkala.co

PERJALANAN berlanjut untuk mencari bakatku dalam  akademi pengrajin, setelah aku keluar dari sebuah rumah penyihir.

Sempat aku kembali ke  akademi pengrajin. Beberapa bulan selama itu teman-temanku telah mulai menemukan bakatnya sebagai pengrajin, hingga satu persatu mulai meninggalkan aku.

Aku merasa sedih karena sampai sekarang aku belum menemukan bakatku, padahal waktuku di akademi sudah mulai habis.

Jika sampai waktu habis, dan aku belum bisa menunjukkan bakatku sebagai pengrajin, maka aku akan terpaksa  keluar tanpa pengakuan sebagai pengrajin.

Suatu hari, di akademi, aku dihampiri kupu-kupu ajaib yang membawa pesan dari temanku yang telah menjadi pengrajin pada sebuah pabrik kebahagiaan di rawa budak di pinggiran kota terbesar di negeri ini.

Pesan dari kupu-kupu itu adalah informasi penggalian bakat sebagai imajinasi pengrajin di pabrik kebahagiaannya yang ada di pulau damai. Hanya dibuka untuk satu orang saja.

Aku pun mulai tertarik untuk mencobanya. Segera di hari itu aku mengirim kupu-kupu ajaib ke pabrik bahagia itu. Tidak disangka keesokkan harinya kupu-kupu ajaib dari pabrik kebahagiaan datang membawa balasan dan menyampaikan undangan untuk datang, bicara langsung kepada kepala budak.

Aku bersemangat untuk menghadiri undangan itu.

Esok hari pun tiba. Aku berangkat lebih awal agar tidak tersesat mengingat di daerah itu terdapat sangat banyak pabrik kebahagiaan.

Sesampainya aku di pabrik kebahagiaan yang aku tuju, aku diarahkan untuk menuju ke markas budak untuk menemui kepala budak.

Di sana aku mulai diberi pertanyaan tentang seberapa aku mengenal dunia pengrajin, seberapa lihai aku bisa menjadi membaca imajinasi pengrajin.

Aku saat itu menjelaskan dengan sedikit rasa tegang, entah kenapa itu yang aku rasakan, meski tidak ada yang harus aku khawatirkan. 

Sepulangnya aku dari sana, aku merasa sangat lega. Namun ketika sore aku bingung kenapa tiba-tiba aku kedatangan kupu-kupu ajaib lagi yang menyampaikan pesan sebuah kelu yang harus aku buatkan imajinasinya. Aku diberi waktu dua hari untuk memecahkan tantangan, dan ternyata kupu-kupu ajaib datang dari kepala budak yang tadi aku temui. 

Dengan  kisi-kisi yang diberikan, itu membuatku kesulitan dalam memecahkannya karena sangat sedikit yang bisa aku bayangkan dan lebih banyak terdapat campur tangan imajinasi aku. Ini menjadi titik lemah aku karena selalu tidak percaya diri dengan apa yang aku imajinasikan sendiri.

Sempat aku tidak ingin menyelesaikannya tapi pada akhirnya aku  pasrahkan saja dan aku terbangkan kupu-kupu ajaib untuk kepala budak yang berisikan hasil imajinasi yang telah aku kerjakan.

Minggu-minggu berlalu aku tak pernah kedatangan kupu-kupu ajaib lagi. Aku di sini berpikir mungkin memang kemampuan imajinasi aku kurang memenuhi kriteria pengrajin.

Hingga tepat sebulan, kupu-kupu ajaib yang aku nantikan datang memberi pesan. Pesan itu, aku diberi kesempatan untuk menjadi imajinasi pengrajin.

Hingga di hari pertama aku memulai bergabung di pabrik kebahagiaan lotus, terlihat nantinya akan sungguh banyak adaptasi yang perlu dilakukan.

Pabrik kebahagiaan ini adalah tempat orang datang untuk mencari kebahagiaan yang disediakan di tempat ini. Orang-orang yang datang sangat beragam, bahkan lebih banyak dari negeri lain dengan cara bicara yang berbeda juga.

Di hari pertama kepala budak mengantar aku untuk berkeliling ke seluruh area pabrik kebahagiaan. Berkeliling di area istana kapuk tempat peristirahatan para kebahagiaan, yang sangat indah dan dibuat senyaman mungkin. 

Laguna damai sebuah danau mewah yang  terasa damai, tenang untuk bersantai dan berendam di kelilingi makanan,  hiburan dan tanaman yang indah. Selanjutnya aku berkeliling ke arah fantasi boneka di area ini, dan banyak sekali terdapat wahana bermain anak-anak dengan danau bermain penuh dengan boneka dan mainan.

Dan area yang terakhir terdapat area petualangan, terdapat tempat latihan berburu, berkebun, berternak dan permainan pukul bola.

Setelah mengelilingi semua area pabrik tiba-tiba aku diantarkan ke hadapan raja pabrik, si raja pabrik yang tidak mau siapa pun masuk dalam pabriknya tanpa sepengetahuan dia. Sang raja sangat selektif dalam memilih orang. Sang raja sangat perfeksionis. Ia tidak mau  satu orang pun membuat kesalahan, mengganggu kestabilan kerja pabrik dalam memberikan pelayanan kepada para kebahagiaan. 

Setelah sang raja melontarkan beberapa pertanyaan kepadaku, raja mempersilakan aku untuk keluar dari ruangan.

Kepala budak masih di dalam ruangan raja dan beberapa saat ia keluar dan menyampaikan bahwa raja menerima keberadaan aku di pabrik kebahagiaan ini.

Keputusan dari kepala budak memberikan waktu aku selama 3 bulan dalam penggalian bakat sebagai pencari imajinasi pengrajin dan setelah itu ia akan memberikan keputusan kembali setelah melihat kemampuanku.

Entah apa maksud bahwa ia akan memberikan keputusan kembali, tetapi waktu yang diberikan menurutku cukup untuk persiapan diri, untuk menunjukkan bakat di akademi.

Jika memang setelah ini aku belum menemukan bakatku, mungkin aku akan memulai dari awal di tempat lain dengan waktu yang lebih singkat.

Sekarang aku telah terjebak di sini memulai perjalanan di tempat ini sampai 3 bulan ke depan, entah apa yang akan terjadi aku akan coba.

Setelah termenung, sejenak setelah mendengarkan keputusan dari kepala budak, aku dikagetkan dengan sapa kepala budak memerintahkan aku untuk ikut dengannya menemui sang pengrajin yang sedang ada di area pabrik.

Terlihat dari kejauhan ia memperhatikan taman yang ada di sekitar pabrik. Dari sini aku tahu bahwa ia adalah pengrajin dengan bakat spesialis tanaman. Jadi aku mulai membayangkan apa yang akan aku kerjakan di sini.

Pengrajin tidak banyak bicara, ia hanya memberiku arahan untuk dibuatkan imajinasi. Sedikit sekali arahan diberikan, ia memberi tahu kalau nanti kepala budak akan memberikan arahan yang lebih lengkap. Sebagai orang baru aku hanya mengiyakan. Ketika kepala budak memberi tambahan arahan, aku mulai bingung menggabungkan arahan yang di mana saling bertolak belakang.

Hari ini terasa berat. Mereka berdua memberikan aku arahan. Memang benar-benar aku telah terjebak di pabrik ini. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil dari workshop penulisan kreatif di Singaraja Literary Festival 2023
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Fête De La Musique | Cerpen Santos Philipus
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rabu, Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur Melasti ke Segara Watuklotok, 500-an Mobil Pengiring

Next Post

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati

Mahasiswa Universitas Udayana Jurusan Arsitektur Lansekap

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails
Next Post
“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co