24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati by Ni Made Yuli Susilawati
October 10, 2023
in Cerpen
Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ilustrasi tatkala.co

PERJALANAN berlanjut untuk mencari bakatku dalam  akademi pengrajin, setelah aku keluar dari sebuah rumah penyihir.

Sempat aku kembali ke  akademi pengrajin. Beberapa bulan selama itu teman-temanku telah mulai menemukan bakatnya sebagai pengrajin, hingga satu persatu mulai meninggalkan aku.

Aku merasa sedih karena sampai sekarang aku belum menemukan bakatku, padahal waktuku di akademi sudah mulai habis.

Jika sampai waktu habis, dan aku belum bisa menunjukkan bakatku sebagai pengrajin, maka aku akan terpaksa  keluar tanpa pengakuan sebagai pengrajin.

Suatu hari, di akademi, aku dihampiri kupu-kupu ajaib yang membawa pesan dari temanku yang telah menjadi pengrajin pada sebuah pabrik kebahagiaan di rawa budak di pinggiran kota terbesar di negeri ini.

Pesan dari kupu-kupu itu adalah informasi penggalian bakat sebagai imajinasi pengrajin di pabrik kebahagiaannya yang ada di pulau damai. Hanya dibuka untuk satu orang saja.

Aku pun mulai tertarik untuk mencobanya. Segera di hari itu aku mengirim kupu-kupu ajaib ke pabrik bahagia itu. Tidak disangka keesokkan harinya kupu-kupu ajaib dari pabrik kebahagiaan datang membawa balasan dan menyampaikan undangan untuk datang, bicara langsung kepada kepala budak.

Aku bersemangat untuk menghadiri undangan itu.

Esok hari pun tiba. Aku berangkat lebih awal agar tidak tersesat mengingat di daerah itu terdapat sangat banyak pabrik kebahagiaan.

Sesampainya aku di pabrik kebahagiaan yang aku tuju, aku diarahkan untuk menuju ke markas budak untuk menemui kepala budak.

Di sana aku mulai diberi pertanyaan tentang seberapa aku mengenal dunia pengrajin, seberapa lihai aku bisa menjadi membaca imajinasi pengrajin.

Aku saat itu menjelaskan dengan sedikit rasa tegang, entah kenapa itu yang aku rasakan, meski tidak ada yang harus aku khawatirkan. 

Sepulangnya aku dari sana, aku merasa sangat lega. Namun ketika sore aku bingung kenapa tiba-tiba aku kedatangan kupu-kupu ajaib lagi yang menyampaikan pesan sebuah kelu yang harus aku buatkan imajinasinya. Aku diberi waktu dua hari untuk memecahkan tantangan, dan ternyata kupu-kupu ajaib datang dari kepala budak yang tadi aku temui. 

Dengan  kisi-kisi yang diberikan, itu membuatku kesulitan dalam memecahkannya karena sangat sedikit yang bisa aku bayangkan dan lebih banyak terdapat campur tangan imajinasi aku. Ini menjadi titik lemah aku karena selalu tidak percaya diri dengan apa yang aku imajinasikan sendiri.

Sempat aku tidak ingin menyelesaikannya tapi pada akhirnya aku  pasrahkan saja dan aku terbangkan kupu-kupu ajaib untuk kepala budak yang berisikan hasil imajinasi yang telah aku kerjakan.

Minggu-minggu berlalu aku tak pernah kedatangan kupu-kupu ajaib lagi. Aku di sini berpikir mungkin memang kemampuan imajinasi aku kurang memenuhi kriteria pengrajin.

Hingga tepat sebulan, kupu-kupu ajaib yang aku nantikan datang memberi pesan. Pesan itu, aku diberi kesempatan untuk menjadi imajinasi pengrajin.

Hingga di hari pertama aku memulai bergabung di pabrik kebahagiaan lotus, terlihat nantinya akan sungguh banyak adaptasi yang perlu dilakukan.

Pabrik kebahagiaan ini adalah tempat orang datang untuk mencari kebahagiaan yang disediakan di tempat ini. Orang-orang yang datang sangat beragam, bahkan lebih banyak dari negeri lain dengan cara bicara yang berbeda juga.

Di hari pertama kepala budak mengantar aku untuk berkeliling ke seluruh area pabrik kebahagiaan. Berkeliling di area istana kapuk tempat peristirahatan para kebahagiaan, yang sangat indah dan dibuat senyaman mungkin. 

Laguna damai sebuah danau mewah yang  terasa damai, tenang untuk bersantai dan berendam di kelilingi makanan,  hiburan dan tanaman yang indah. Selanjutnya aku berkeliling ke arah fantasi boneka di area ini, dan banyak sekali terdapat wahana bermain anak-anak dengan danau bermain penuh dengan boneka dan mainan.

Dan area yang terakhir terdapat area petualangan, terdapat tempat latihan berburu, berkebun, berternak dan permainan pukul bola.

Setelah mengelilingi semua area pabrik tiba-tiba aku diantarkan ke hadapan raja pabrik, si raja pabrik yang tidak mau siapa pun masuk dalam pabriknya tanpa sepengetahuan dia. Sang raja sangat selektif dalam memilih orang. Sang raja sangat perfeksionis. Ia tidak mau  satu orang pun membuat kesalahan, mengganggu kestabilan kerja pabrik dalam memberikan pelayanan kepada para kebahagiaan. 

Setelah sang raja melontarkan beberapa pertanyaan kepadaku, raja mempersilakan aku untuk keluar dari ruangan.

Kepala budak masih di dalam ruangan raja dan beberapa saat ia keluar dan menyampaikan bahwa raja menerima keberadaan aku di pabrik kebahagiaan ini.

Keputusan dari kepala budak memberikan waktu aku selama 3 bulan dalam penggalian bakat sebagai pencari imajinasi pengrajin dan setelah itu ia akan memberikan keputusan kembali setelah melihat kemampuanku.

Entah apa maksud bahwa ia akan memberikan keputusan kembali, tetapi waktu yang diberikan menurutku cukup untuk persiapan diri, untuk menunjukkan bakat di akademi.

Jika memang setelah ini aku belum menemukan bakatku, mungkin aku akan memulai dari awal di tempat lain dengan waktu yang lebih singkat.

Sekarang aku telah terjebak di sini memulai perjalanan di tempat ini sampai 3 bulan ke depan, entah apa yang akan terjadi aku akan coba.

Setelah termenung, sejenak setelah mendengarkan keputusan dari kepala budak, aku dikagetkan dengan sapa kepala budak memerintahkan aku untuk ikut dengannya menemui sang pengrajin yang sedang ada di area pabrik.

Terlihat dari kejauhan ia memperhatikan taman yang ada di sekitar pabrik. Dari sini aku tahu bahwa ia adalah pengrajin dengan bakat spesialis tanaman. Jadi aku mulai membayangkan apa yang akan aku kerjakan di sini.

Pengrajin tidak banyak bicara, ia hanya memberiku arahan untuk dibuatkan imajinasi. Sedikit sekali arahan diberikan, ia memberi tahu kalau nanti kepala budak akan memberikan arahan yang lebih lengkap. Sebagai orang baru aku hanya mengiyakan. Ketika kepala budak memberi tambahan arahan, aku mulai bingung menggabungkan arahan yang di mana saling bertolak belakang.

Hari ini terasa berat. Mereka berdua memberikan aku arahan. Memang benar-benar aku telah terjebak di pabrik ini. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil dari workshop penulisan kreatif di Singaraja Literary Festival 2023
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Fête De La Musique | Cerpen Santos Philipus
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rabu, Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur Melasti ke Segara Watuklotok, 500-an Mobil Pengiring

Next Post

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati

Mahasiswa Universitas Udayana Jurusan Arsitektur Lansekap

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co