2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati by Ni Made Yuli Susilawati
October 10, 2023
in Cerpen
Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ilustrasi tatkala.co

PERJALANAN berlanjut untuk mencari bakatku dalam  akademi pengrajin, setelah aku keluar dari sebuah rumah penyihir.

Sempat aku kembali ke  akademi pengrajin. Beberapa bulan selama itu teman-temanku telah mulai menemukan bakatnya sebagai pengrajin, hingga satu persatu mulai meninggalkan aku.

Aku merasa sedih karena sampai sekarang aku belum menemukan bakatku, padahal waktuku di akademi sudah mulai habis.

Jika sampai waktu habis, dan aku belum bisa menunjukkan bakatku sebagai pengrajin, maka aku akan terpaksa  keluar tanpa pengakuan sebagai pengrajin.

Suatu hari, di akademi, aku dihampiri kupu-kupu ajaib yang membawa pesan dari temanku yang telah menjadi pengrajin pada sebuah pabrik kebahagiaan di rawa budak di pinggiran kota terbesar di negeri ini.

Pesan dari kupu-kupu itu adalah informasi penggalian bakat sebagai imajinasi pengrajin di pabrik kebahagiaannya yang ada di pulau damai. Hanya dibuka untuk satu orang saja.

Aku pun mulai tertarik untuk mencobanya. Segera di hari itu aku mengirim kupu-kupu ajaib ke pabrik bahagia itu. Tidak disangka keesokkan harinya kupu-kupu ajaib dari pabrik kebahagiaan datang membawa balasan dan menyampaikan undangan untuk datang, bicara langsung kepada kepala budak.

Aku bersemangat untuk menghadiri undangan itu.

Esok hari pun tiba. Aku berangkat lebih awal agar tidak tersesat mengingat di daerah itu terdapat sangat banyak pabrik kebahagiaan.

Sesampainya aku di pabrik kebahagiaan yang aku tuju, aku diarahkan untuk menuju ke markas budak untuk menemui kepala budak.

Di sana aku mulai diberi pertanyaan tentang seberapa aku mengenal dunia pengrajin, seberapa lihai aku bisa menjadi membaca imajinasi pengrajin.

Aku saat itu menjelaskan dengan sedikit rasa tegang, entah kenapa itu yang aku rasakan, meski tidak ada yang harus aku khawatirkan. 

Sepulangnya aku dari sana, aku merasa sangat lega. Namun ketika sore aku bingung kenapa tiba-tiba aku kedatangan kupu-kupu ajaib lagi yang menyampaikan pesan sebuah kelu yang harus aku buatkan imajinasinya. Aku diberi waktu dua hari untuk memecahkan tantangan, dan ternyata kupu-kupu ajaib datang dari kepala budak yang tadi aku temui. 

Dengan  kisi-kisi yang diberikan, itu membuatku kesulitan dalam memecahkannya karena sangat sedikit yang bisa aku bayangkan dan lebih banyak terdapat campur tangan imajinasi aku. Ini menjadi titik lemah aku karena selalu tidak percaya diri dengan apa yang aku imajinasikan sendiri.

Sempat aku tidak ingin menyelesaikannya tapi pada akhirnya aku  pasrahkan saja dan aku terbangkan kupu-kupu ajaib untuk kepala budak yang berisikan hasil imajinasi yang telah aku kerjakan.

Minggu-minggu berlalu aku tak pernah kedatangan kupu-kupu ajaib lagi. Aku di sini berpikir mungkin memang kemampuan imajinasi aku kurang memenuhi kriteria pengrajin.

Hingga tepat sebulan, kupu-kupu ajaib yang aku nantikan datang memberi pesan. Pesan itu, aku diberi kesempatan untuk menjadi imajinasi pengrajin.

Hingga di hari pertama aku memulai bergabung di pabrik kebahagiaan lotus, terlihat nantinya akan sungguh banyak adaptasi yang perlu dilakukan.

Pabrik kebahagiaan ini adalah tempat orang datang untuk mencari kebahagiaan yang disediakan di tempat ini. Orang-orang yang datang sangat beragam, bahkan lebih banyak dari negeri lain dengan cara bicara yang berbeda juga.

Di hari pertama kepala budak mengantar aku untuk berkeliling ke seluruh area pabrik kebahagiaan. Berkeliling di area istana kapuk tempat peristirahatan para kebahagiaan, yang sangat indah dan dibuat senyaman mungkin. 

Laguna damai sebuah danau mewah yang  terasa damai, tenang untuk bersantai dan berendam di kelilingi makanan,  hiburan dan tanaman yang indah. Selanjutnya aku berkeliling ke arah fantasi boneka di area ini, dan banyak sekali terdapat wahana bermain anak-anak dengan danau bermain penuh dengan boneka dan mainan.

Dan area yang terakhir terdapat area petualangan, terdapat tempat latihan berburu, berkebun, berternak dan permainan pukul bola.

Setelah mengelilingi semua area pabrik tiba-tiba aku diantarkan ke hadapan raja pabrik, si raja pabrik yang tidak mau siapa pun masuk dalam pabriknya tanpa sepengetahuan dia. Sang raja sangat selektif dalam memilih orang. Sang raja sangat perfeksionis. Ia tidak mau  satu orang pun membuat kesalahan, mengganggu kestabilan kerja pabrik dalam memberikan pelayanan kepada para kebahagiaan. 

Setelah sang raja melontarkan beberapa pertanyaan kepadaku, raja mempersilakan aku untuk keluar dari ruangan.

Kepala budak masih di dalam ruangan raja dan beberapa saat ia keluar dan menyampaikan bahwa raja menerima keberadaan aku di pabrik kebahagiaan ini.

Keputusan dari kepala budak memberikan waktu aku selama 3 bulan dalam penggalian bakat sebagai pencari imajinasi pengrajin dan setelah itu ia akan memberikan keputusan kembali setelah melihat kemampuanku.

Entah apa maksud bahwa ia akan memberikan keputusan kembali, tetapi waktu yang diberikan menurutku cukup untuk persiapan diri, untuk menunjukkan bakat di akademi.

Jika memang setelah ini aku belum menemukan bakatku, mungkin aku akan memulai dari awal di tempat lain dengan waktu yang lebih singkat.

Sekarang aku telah terjebak di sini memulai perjalanan di tempat ini sampai 3 bulan ke depan, entah apa yang akan terjadi aku akan coba.

Setelah termenung, sejenak setelah mendengarkan keputusan dari kepala budak, aku dikagetkan dengan sapa kepala budak memerintahkan aku untuk ikut dengannya menemui sang pengrajin yang sedang ada di area pabrik.

Terlihat dari kejauhan ia memperhatikan taman yang ada di sekitar pabrik. Dari sini aku tahu bahwa ia adalah pengrajin dengan bakat spesialis tanaman. Jadi aku mulai membayangkan apa yang akan aku kerjakan di sini.

Pengrajin tidak banyak bicara, ia hanya memberiku arahan untuk dibuatkan imajinasi. Sedikit sekali arahan diberikan, ia memberi tahu kalau nanti kepala budak akan memberikan arahan yang lebih lengkap. Sebagai orang baru aku hanya mengiyakan. Ketika kepala budak memberi tambahan arahan, aku mulai bingung menggabungkan arahan yang di mana saling bertolak belakang.

Hari ini terasa berat. Mereka berdua memberikan aku arahan. Memang benar-benar aku telah terjebak di pabrik ini. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil dari workshop penulisan kreatif di Singaraja Literary Festival 2023
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Fête De La Musique | Cerpen Santos Philipus
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rabu, Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur Melasti ke Segara Watuklotok, 500-an Mobil Pengiring

Next Post

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati

Mahasiswa Universitas Udayana Jurusan Arsitektur Lansekap

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co