3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati by Ni Made Yuli Susilawati
October 10, 2023
in Cerpen
Terjebak  dalam Pabrik Kebahagiaan | Cerpen Ni Made Yuli Susilawati

Ilustrasi tatkala.co

PERJALANAN berlanjut untuk mencari bakatku dalam  akademi pengrajin, setelah aku keluar dari sebuah rumah penyihir.

Sempat aku kembali ke  akademi pengrajin. Beberapa bulan selama itu teman-temanku telah mulai menemukan bakatnya sebagai pengrajin, hingga satu persatu mulai meninggalkan aku.

Aku merasa sedih karena sampai sekarang aku belum menemukan bakatku, padahal waktuku di akademi sudah mulai habis.

Jika sampai waktu habis, dan aku belum bisa menunjukkan bakatku sebagai pengrajin, maka aku akan terpaksa  keluar tanpa pengakuan sebagai pengrajin.

Suatu hari, di akademi, aku dihampiri kupu-kupu ajaib yang membawa pesan dari temanku yang telah menjadi pengrajin pada sebuah pabrik kebahagiaan di rawa budak di pinggiran kota terbesar di negeri ini.

Pesan dari kupu-kupu itu adalah informasi penggalian bakat sebagai imajinasi pengrajin di pabrik kebahagiaannya yang ada di pulau damai. Hanya dibuka untuk satu orang saja.

Aku pun mulai tertarik untuk mencobanya. Segera di hari itu aku mengirim kupu-kupu ajaib ke pabrik bahagia itu. Tidak disangka keesokkan harinya kupu-kupu ajaib dari pabrik kebahagiaan datang membawa balasan dan menyampaikan undangan untuk datang, bicara langsung kepada kepala budak.

Aku bersemangat untuk menghadiri undangan itu.

Esok hari pun tiba. Aku berangkat lebih awal agar tidak tersesat mengingat di daerah itu terdapat sangat banyak pabrik kebahagiaan.

Sesampainya aku di pabrik kebahagiaan yang aku tuju, aku diarahkan untuk menuju ke markas budak untuk menemui kepala budak.

Di sana aku mulai diberi pertanyaan tentang seberapa aku mengenal dunia pengrajin, seberapa lihai aku bisa menjadi membaca imajinasi pengrajin.

Aku saat itu menjelaskan dengan sedikit rasa tegang, entah kenapa itu yang aku rasakan, meski tidak ada yang harus aku khawatirkan. 

Sepulangnya aku dari sana, aku merasa sangat lega. Namun ketika sore aku bingung kenapa tiba-tiba aku kedatangan kupu-kupu ajaib lagi yang menyampaikan pesan sebuah kelu yang harus aku buatkan imajinasinya. Aku diberi waktu dua hari untuk memecahkan tantangan, dan ternyata kupu-kupu ajaib datang dari kepala budak yang tadi aku temui. 

Dengan  kisi-kisi yang diberikan, itu membuatku kesulitan dalam memecahkannya karena sangat sedikit yang bisa aku bayangkan dan lebih banyak terdapat campur tangan imajinasi aku. Ini menjadi titik lemah aku karena selalu tidak percaya diri dengan apa yang aku imajinasikan sendiri.

Sempat aku tidak ingin menyelesaikannya tapi pada akhirnya aku  pasrahkan saja dan aku terbangkan kupu-kupu ajaib untuk kepala budak yang berisikan hasil imajinasi yang telah aku kerjakan.

Minggu-minggu berlalu aku tak pernah kedatangan kupu-kupu ajaib lagi. Aku di sini berpikir mungkin memang kemampuan imajinasi aku kurang memenuhi kriteria pengrajin.

Hingga tepat sebulan, kupu-kupu ajaib yang aku nantikan datang memberi pesan. Pesan itu, aku diberi kesempatan untuk menjadi imajinasi pengrajin.

Hingga di hari pertama aku memulai bergabung di pabrik kebahagiaan lotus, terlihat nantinya akan sungguh banyak adaptasi yang perlu dilakukan.

Pabrik kebahagiaan ini adalah tempat orang datang untuk mencari kebahagiaan yang disediakan di tempat ini. Orang-orang yang datang sangat beragam, bahkan lebih banyak dari negeri lain dengan cara bicara yang berbeda juga.

Di hari pertama kepala budak mengantar aku untuk berkeliling ke seluruh area pabrik kebahagiaan. Berkeliling di area istana kapuk tempat peristirahatan para kebahagiaan, yang sangat indah dan dibuat senyaman mungkin. 

Laguna damai sebuah danau mewah yang  terasa damai, tenang untuk bersantai dan berendam di kelilingi makanan,  hiburan dan tanaman yang indah. Selanjutnya aku berkeliling ke arah fantasi boneka di area ini, dan banyak sekali terdapat wahana bermain anak-anak dengan danau bermain penuh dengan boneka dan mainan.

Dan area yang terakhir terdapat area petualangan, terdapat tempat latihan berburu, berkebun, berternak dan permainan pukul bola.

Setelah mengelilingi semua area pabrik tiba-tiba aku diantarkan ke hadapan raja pabrik, si raja pabrik yang tidak mau siapa pun masuk dalam pabriknya tanpa sepengetahuan dia. Sang raja sangat selektif dalam memilih orang. Sang raja sangat perfeksionis. Ia tidak mau  satu orang pun membuat kesalahan, mengganggu kestabilan kerja pabrik dalam memberikan pelayanan kepada para kebahagiaan. 

Setelah sang raja melontarkan beberapa pertanyaan kepadaku, raja mempersilakan aku untuk keluar dari ruangan.

Kepala budak masih di dalam ruangan raja dan beberapa saat ia keluar dan menyampaikan bahwa raja menerima keberadaan aku di pabrik kebahagiaan ini.

Keputusan dari kepala budak memberikan waktu aku selama 3 bulan dalam penggalian bakat sebagai pencari imajinasi pengrajin dan setelah itu ia akan memberikan keputusan kembali setelah melihat kemampuanku.

Entah apa maksud bahwa ia akan memberikan keputusan kembali, tetapi waktu yang diberikan menurutku cukup untuk persiapan diri, untuk menunjukkan bakat di akademi.

Jika memang setelah ini aku belum menemukan bakatku, mungkin aku akan memulai dari awal di tempat lain dengan waktu yang lebih singkat.

Sekarang aku telah terjebak di sini memulai perjalanan di tempat ini sampai 3 bulan ke depan, entah apa yang akan terjadi aku akan coba.

Setelah termenung, sejenak setelah mendengarkan keputusan dari kepala budak, aku dikagetkan dengan sapa kepala budak memerintahkan aku untuk ikut dengannya menemui sang pengrajin yang sedang ada di area pabrik.

Terlihat dari kejauhan ia memperhatikan taman yang ada di sekitar pabrik. Dari sini aku tahu bahwa ia adalah pengrajin dengan bakat spesialis tanaman. Jadi aku mulai membayangkan apa yang akan aku kerjakan di sini.

Pengrajin tidak banyak bicara, ia hanya memberiku arahan untuk dibuatkan imajinasi. Sedikit sekali arahan diberikan, ia memberi tahu kalau nanti kepala budak akan memberikan arahan yang lebih lengkap. Sebagai orang baru aku hanya mengiyakan. Ketika kepala budak memberi tambahan arahan, aku mulai bingung menggabungkan arahan yang di mana saling bertolak belakang.

Hari ini terasa berat. Mereka berdua memberikan aku arahan. Memang benar-benar aku telah terjebak di pabrik ini. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil dari workshop penulisan kreatif di Singaraja Literary Festival 2023
Berbekal Nasi Kuning ke Kahyangan | Cerita Hari Kuningan Gde Aryantha Soethama
Fête De La Musique | Cerpen Santos Philipus
Undangan Pernikahan | Cerpen AA Ayu Rahatri Ningrat
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rabu, Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur Melasti ke Segara Watuklotok, 500-an Mobil Pengiring

Next Post

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Ni Made Yuli Susilawati

Ni Made Yuli Susilawati

Mahasiswa Universitas Udayana Jurusan Arsitektur Lansekap

Related Posts

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails
Next Post
“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

“Stroboscopic Effect”, Dramatisasi Objek Bergerak dalam Foto

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co