24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelaah Jenis Pekerjaan dan Bentuk Organisasi Esok Hari

Made Dwi Pradnyana Putra by Made Dwi Pradnyana Putra
December 23, 2022
in Opini
Menelaah Jenis Pekerjaan dan Bentuk Organisasi Esok Hari

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

Isu Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) terus berdengung menjelang akhir tahun 2022. Berbagai perusahaan sudah diberitakan melakukan PHK kepada sejumlah karyawannya dengan berbagai macam alasan, salah satunya adalah untuk efisiensi perusahaan.

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait “dunia akan gelap” pada tahun 2023 terdengar layaknya sebuah tanda peringatan bahwa resesi akan segera datang. Kondisi dunia yang tidak stabil saat ini sebenarnya dapat menjadi pembelajaran bagi setiap orang bahwa di masa mendatang posisi kita di dalam suatu organisasi tidak dapat dikatakan tetap, meskipun status mereka secara harafiah disebut sebagai pekerja tetap.

Namun, meskipun isu resesi sudah mulai terdengar saat ini, pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, memperingatkan kepada setiap pengusaha untuk tidak menjadikan isu ini sebagai kesempatan dalam melakukan PHK kepada karyawan mereka. Pemerintah dalam menyikapi hal tersebut juga sudah mengantongi data-data perusahaan yang melakukan PHK dan nantinya akan ditindaklanjuti terkait latarbelakang yang mendorong setiap perusahaan melakukan PHK kepada karyawannya.

Isu semacam ini sebenarnya tidak hanya sekali terjadi pada suatu organisasi. Resesi dan kondisi global yang tidak stabil akan terus menghantui para pekerja dan organisasi di masa mendatang. Dari perspektif pekerja dan pencari kerja, kondisi ini perlu untuk dipahami dan dipersiapkan. Agar kita kedepannya akan semakin siap.

PHK Dari Kacamata Komunikasi Organisasi

Dikaitkan dengan Miller (2014) dalam buku Organizational Communication: Approaches and Processes, saya melihat terjadinya PHK di masa mendatang tidak bisa terlepas dari perubahan lanskap organisasi yang terjadi belakangan ini. Pada awal revolusi industri, sebagian besar organisasi menganggap menciptakan barang adalah tujuan utama dari suatu organisasi.

Namun, saat ini mulai adanya pergeseran dari kondisi tersebut yang lebih mengarah pada pembentukan organisasi penyedia layanan jasa atau ekonomi berbasis jasa. Banyak organisasi saat ini yang dapat kita lihat tujuan bisnisnya mengarah pada pelayanan jasa. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kebutuhan konsumen akan sebuah pelayanan semakin kompleks saat ini. Sebut saja pesan antar makanan dan e-commerce. Selain itu, revolusi industri juga mengambil bagian dalam hal ini karena sebagian besar organisasi yang bergerak pada jenis bisnis berbentuk produk sudah teratasi oleh kehadiran mesin sebagai alat produksinya.

Kehadiran jenis bisnis ini menjadi ramalan awal di masa mendatang bahwa bentuk organisasi ke depannya akan lebih terfokus pada pelayanan jasa. Dari perspektif organisasi dapat kita lihat bahwa ada beberapa sektor yang jenis bisnisnya sudah terpenuhi oleh kehadiran mesin dan teknologi. Sedangkan sektor yang membutuhkan pelayanan masih memerlukan peran manusia di dalamnya. Sehingga perusahaan dalam hal ini dapat dikatakan masih memerlukan karyawan dalam menjalankan bisnis semacam ini.

Namun, meskipun jenis pelayanan jasa semakin eksis saat ini, dengan kondisi global yang tidak menentu ke depannya saya melihat organisasi juga akan menyesuaikan jenis karyawan yang akan mereka gunakan ke depannya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menjawab ketidakpastian kondisi global di masa mendatang agar organisasi dapat tetap bertahan.  

Adanya tren penggunaan pekerja tidak tetap oleh organisasi saya lihat akan semakin terlihat di masa mendatang. Jenis pekerjaan seperti freelance akan sangat mudah kita jumpai. Bahkan tipe pekerja seperti outsourcing akan laku di bursa dunia kerja. Bukan tidak mungkin penggunaan istilah ‘pekerja tetap’ pada suatu organisasi tidak akan digunakan lagi di masa mendatang.

Keuntungan dari sisi organisasi yang menggunakan tipe pekerja jenis ini adalah mereka dapat mengorbankan para pekerja dalam kondisi tertentu. Sehingga penyesuaian dapat dilakukan dengan mudah dan cepat oleh organisasi. Contoh perubahan kecil yang dapat kita amati dalam konteks ini adalah adanya kebijakan dari pemerintah dalam mengalihkan beberapa bidang pekerjaan pada pemerintahan ke bentuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kembali, tujuan dari perubahan tersebut bermuara pada alasan efisiensi.

Terlepas dari keuntungan yang di dapat oleh organisasi dari penerapan jenis bisnis pelayanan jasa dan penggunaan pekerja tidak tetap ini, nantinya organisasi akan menghadapi tantangan dalam aspek komunikasi organisasi. Aktivitas yang bersinggungan dengan pelayanan jasa tentunya mewajibkan adanya kontak antara manusia dan berkomunikasi merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari pekerjaan jenis ini. Berkaca pada kondisi PHK yang menyatakan organisasi melakukan efisiensi sebenarnya dapat diperdebatkan.

Apakah benar jalannya organisasi akan menjadi lebih efisien dari sebelumnya? Adanya pengurangan tenaga kerja tentunya akan memunculkan potensi beban tanggung jawab yang harus dijalankan oleh pekerja yang tersisa akan meningkat. Hal tersebut berpotensi akan menimbulkan beban kerja berlebih sehingga akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang dilakukan oleh pekerja. Potensi pekerja menjadi stres dan burnout bisa saja terjadi sehingga pelayanan tanpa senyuman dan emosi negatif akan dirasakan oleh konsumen. Hal semacam ini nantinya yang perlu diperhatikan oleh organisasi.

Selain itu, dengan menggunakan pekerja tidak tetap, menjadikan para pekerja tidak terikat seutuhnya dengan organisasi. Hal inilah yang menjadi tantangan organisasi dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan mereka ke depannya. 

Frauenheim (2012) menyebut konsep untuk situasi tersebut dengan istilah “pelukan erat” di mana organisasi menghormati kemandirian para pekerja tidak tetap, namun harus tetap menunjukkan lebih banyak perhatian kepada mereka—dalam bentuk undangan ke pertemuan sosial, komunikasi yang lebih baik, pengakuan yang lebih besar, dan sejenisnya.

Dari sudut pandang pekerja, revolusi teknologi dan informasi saat ini juga harus dianggap sebagai peringatan. Adanya alasan efisiensi ke depannya oleh organisasi tidak menutup kemungkinan revolusi ‘industri jilid dua’ akan terjadi. Beberapa pekerjaan yang berbentuk pelayanan jasa akan tergantikan oleh teknologi layaknya yang menjadi cikal bakal revolusi industri.

Saat ini kita sudah dapat melihat contoh kecil bagaimana e-commerce menyediakan pesan otomatis untuk menjawab pertanyaan dari konsumen mereka. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan optimal organisasi untuk mencegah respon terlambat yang biasa terjadi ketika manusia yang melakukan pelayanan. [T]

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Mengejar Ilmu Menulis ke Samarinda: Cita-cita Naik Pesawat, Kini Ingin Jadi Penulis Profesional
“Gamefication” dalam Komunikasi dengan Anak
Tags: komunikasikomunikasi informasiorganisasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerminan Sejarah Bali Pada Novel “Kota Kabut Walli Jing-Kang” Karya Manik Sukadana

Next Post

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Made Dwi Pradnyana Putra

Made Dwi Pradnyana Putra

Saat ini aktif sebagai mahasiswa magister ilmu komunikasi UNS

Related Posts

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

by I Made Pria Dharsana
April 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Kepercayaan publik terhadap notaris tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, ia retak perlahan, dari satu kompromi kecil ke kompromi berikutnya....

Read moreDetails

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

by I Made Pria Dharsana
April 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik,...

Read moreDetails

Bunga, Denda, dan Moralitas Kreditur: Ketika Kontrak Menjadi Alat Tekanan

by I Made Pria Dharsana
March 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan...

Read moreDetails

Bali: Destinasi Wisata Dunia atau Simpul Energi Nasional? —Sebuah Persimpangan Peradaban

by I Made Pria Dharsana
March 25, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PULAU Bali hari ini tidak sekadar berdiri sebagai ruang geografis, tetapi sebagai simbol. Ia adalah representasi wajah Indonesia di mata...

Read moreDetails
Next Post
Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co