23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mindfulness dalam The Society of Minds: Menerjemahkan Pikiran Dokter Arya

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
October 1, 2022
in Pilihan Editor, Ulas Buku
Mindfulness dalam The Society of Minds: Menerjemahkan Pikiran Dokter Arya

Buku "Dinosaurus Punah Virus Tidak"

DATA BUKU
Penulis dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD
ISBN: 978-623-5435-00-8
Tebal xiv + 300 halaman, 13X20 cm
Editor Made Adnyana Ole
Penerbit Mahima Institute Indonesia + Yayasan SeSama
Cetakan pertama, Mei 2022

[][][][][][]

Everything should be made as simple as possible,
but not simpler

– Albert Einstein

Sangat sederhana ketika kita membaca pikiran seorang dokter yang juga penulis, Putu Arya Nugraha—akrab dipanggil Dokter Arya–dalam buku terbarunya yang berjudul “Dinosaurus Punah Virus Tidak” (Mahima, 2022). Kalimatnya sederhana, pendek, bernas dan lugas. Tidak ada kalimat yang menggebu, semua terkesan ringan, namun sesungguhnya tidak.

Ada sebuah kesadaran mendalam yang ditawarkan oleh Dokter Arya. Sebuah perspektif. Sebuah pandangan yang mindful. Mindful dapat disederhanakan menjadi sebuah konsep hidup berkesadaran tinggi, meskipun tidak sesederhana itu.

Ellen J Langer (1989) dalam konsep mindfulness yang sangat terkenal itu mengatakan bahwa menjadi mindful adalah sebuah pilihan belajar yang sangat urgent dalam konteks kemanusiaan kita. Manusia seharusnya terus memperbaiki hidupnya dengan belajar.

Dan menjadi mindful adalah pilihannya. Mindfulness adalah sebuah kondisi dimana pikiran kita terkondisikan untuk mengamati, menemukan, menyelidiki, dan akhirnya membuahkan pandangan baru.

Ada 4 ciri khas seseorang yang memiliki mindfulness itu menurut Langer.

Pertama, memiliki kemampuan memandang sesuatu dari perspektif berbeda. Dalam konteks Dokter Arya sebagai dokter yang menjadi penjaga gerbang Covid-19, kita memahami bahwa setiap harinya Dokter Arya telah menyerahkan kehidupannya pada garis tipis yang bisa membawanya ke gerbang dunia lain.

Setiap hari dia membentengi diri dengan peralatan ‘tempur’ yang tak sederhana, setiap hari pula dia berhadapan dengan rasa takut, tentu saja. Tapi yang membawanya mindful, adalah kemampuan melihat sesuatu dari perspektif berbeda. Harapan misalnya. Tentu selalu ada harapan di balik semua musibah kan. Apakah yang menyelamatkan manusia dari perasaan penuh kesia-siaan? Salah satunya pasti harapan.

Dengan perspektif berbeda, seorang Dokter Arya telah menjadi manusia yang melengkapi dirinya setiap hari dengan kenyataan yang tak sederhana, menghadapi pasien yang meninggal, keluarga pasien yang tak siap. Dan seterusnya. Jika dia bukan seorang yang mindful, tentulah dia telah terkubur bersama semua kesedihan.

Jika dia seorang seniman murni yang lebih bergerak dengan intuisi dan emosi, mungkin dia sudah pergi bersama semua imajinasinya. Tapi dia seorang dokter. Yang harus berjaga di gerbang. Antara kehidupan dan kematian. Mindfulness telah menyelamatkannya.

Kedua, ciri mindfulness berikutnya adalah mampu menggali informasi baru. Setiap detiknya dalam hidup kita, tak ada yang persis sama. Tak ada yang betul-betul sama. Hanya orang yang lemah dalam jiwa yang tak tahu bahwa setiap detik kita berbeda dengan rasa dan pengalaman yang berbeda. Seseorang yang mindful adalah mereka yang belajar menemukan hal-hal baru setiap harinya. Dengan demikian ia terus menemukan celah belajar.

Dokter Arya adalah cermin sifat kedua ini. Suatu tulisan memperlihatkan sisinya sebagai seorang ayah, sedang mendengar anak bungsunya memberikan tebak-tebakan sederhana. Yang tak dapat dijawabnya. Sebuah momen langka, karena di balik semua kesibukannya menjadi dokter, ia kerap mengabaikan waktu bersama anak-anaknya.

Tiba-tiba ada hal baru yang ia sadari, anaknya telah bertumbuh, rumahnya seperti mengecil, dan pusara anjing kesayangan istrinya membuat dia tersentuh. Hal-hal baru yang direkam seperti ini, adalah sebuah momentum mindfulness. Sebuah kesadaran sederhana namun mendalam. Dari Dokter Arya kita belajar, kembalilah ke rumah, kembalilah menemukan diri. Yang mungkin lama ditinggalkan.

Yang ketiga, menemukan konteks. Seorang dokter yang sibuk pastilah ahli memilah-milah konteks. Konteks mana harus menjadi dokter, konteks mana harus menjadi teman, konteks mana harus menjadi ayah. Dalam tulisan ini kita menyadari kemanusiaan Dokter Arya. Dia hadir hampir di segala konteks. Di segala lini. Di segala penyertaan. Dan di segala kemungkinan.

Contoh nyata adalah ketika saya mencoba mengirim pesan whatsapp perihal kesehatan anak saya. Kecemasan seorang ibu, dalam konteks tertentu telah ditangkapnya, dan solusi yang diberikan Dokter Arya sesuai konteks. Kapan harus dirawat jalan, kapan harus dirawat di RS, dia telah menempatkan konteks pada waktu yang tepat. Dan penyertaan itu tentu bagi dia terasa sederhana saja, tapi bagi saya, itu adalah sebuah tindakan mindfulness yang bermakna.

Yang keempat, membuat kategori baru. Seseorang yang mindful bukanlah orang yang suka mengikuti pola lama. Namun selalu hadir dengan kebaruan. Tulisan Dokter Arya adalah lintasan pikiran-pikiran yang telah diperbaharuinya dengan sengaja atau tak sengaja tapi kami merasakannya.

Tulisan-tulisan Dokter Arya telah bertumbuh dari waktu ke waktu telah menjadi baru dan selalu diperbaharuinya. Tak mungkin tidak dapat dikatakan bahwa kemampuan adalah hasil latihan yang diasah terus menerus. Dan bukan hanya dilatih terus menerus namun juga diperbaharui terus menerus. Inilah ciri mindfulness yang keempat.

Pemikiran yang terus menerus dilatihkan dengan hati-hati ini mengingatkan saya pada buku menarik karya Marvin Minsky berjudul The Society of Mind (1985). Di dalam buku ini saya memahami bahwa sebuah pikiran tidaklah datang sendiri. Dia datang dari pikiran-pikiran lain, dari waktu yang lain lain pula, dari masa lalu, masa kini, dan masa depan. Pikiran juga datang dari budaya yang mendasari pikiran awal, yang juga dipengaruhi dari konteks-konteks yang memperkayanya.

Jadi pemikiran seorang Dokter Arya logikanya hadir dari pikiran-pikiran yang membentuk masyarakat pikiran dalam pikirannya. Inilah yang kemudian diperkenalkan menjadi pikiran-pikiran yang mewakili suaranya. Kemudian inilah yang bisa membentuk pikiran masyarakat.

Sederhananya kumpulan pikiran di dalam pikiran ini kemudian dituliskan dan membentuk pikiran baru yang diteruskan ke masyarakat. Ketika masyarakat memikirkan pikiran itu, maka akan lahir kumpulan pemikiran baru yang terus menjadi pikiran baru yang terbarukan terus menerus.

Dalam konteks itu sesederhana apapun pemikiran yang kita dapatkan dari Dokter Arya, maka bila kita berada dalam mindfulness, kita akan selalu menemukan hal baru, perspektif baru, konteks baru, dan potensi kebaruan pikiran.

Lalu sebelum tulisan ini menjadi panjang dan berlarut-larut, saya ingin mengakhirinya dengan membahas pikiran Albert Einstein yang membuka tulisan ini “Everything should be made as simple as possible, but not simpler”.

Bagi siapapun yang mencoba meyakini hal-hal sederhana, sebagaimana ia meyakini hidup ini sederhana, itulah manusia yang sederhana. Ia menyikapi dengan sederhana, meski tahu bahwa kesederhaan itu sangat subjektif, sangat personal, sangat konteksual, dan sangat multiperspektif.

Dalam konteks itu rupanya saya sedang mengupayakan menjadikan diri menjadi lebih mindful, menjadi lebih terbuka, lebih mudah belajar dan lebih bertumbuh. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis Kadek Sonia Piscayanti
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?
Trilogi Jirah: Perspektif Mindfulness dan Reader Response Theory
Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali
Tags: BukuDokter Arya NugrahaKadek Sonia Piscayantikesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Next Post

Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis — ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails
Next Post
Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis — ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis -- ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co