4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
September 22, 2022
in Esai
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Manusia adalah makhluk naratif, dia memiliki kebutuhan bercerita dan mendengarkan cerita. Kebutuhan mendengar cerita adalah sebuah dorongan yang paling mendasar, sebab manusia memerlukan berita, informasi melalui cerita.

Cerita membuatnya bertumbuh, dan terus bertumbuh. Cerita menjadikan manusia lebih humanis, membuatnya lebih peka, menjadikannya manusia yang mendengar, dan sekaligusnya membuatnya belajar.

Sampai kapanpun, cerita dan bercerita menjadi relevan sepanjang manusia ada. Karena pertumbuhan manusia tak pernah selesai hingga akhir hayatnya.

Dongeng adalah sebentuk cerita yang mengandung pesan tertentu yang membuat manusia bercermin soal dirinya dan kemanusiaannya. Serupa cermin pula, dongeng bisa menunjukkan sisi kejujuran dari manusia yang kadang tak tampak oleh orang lain namun terasa hanya oleh diri sendiri.

Dengan sebuah kesadaran yang tinggi, dongeng bisa mengolah karakter manusia menjadi lebih peka dan lebih kontekstual, juga lebih kreatif dan produktif.

Relevansi dongeng dan mendongeng sejalan lurus dengan perkembangan jaman karena setiap detik, manusia memproduksi dongeng di kepalanya, sebab itulah caranya mengkonstruksi pengetahuan untuk dikonsumsi dirinya, lalu orang lain, lalu masyarakat.

Jadi dalam konteks masyarakat luas, dongeng-dongeng yang hidup di kepala masing-masing manusia menjadi sebuah pemantik untuk hidupnya dongeng di kepala manusia lainnya. Maka terciptalah jejaring dongeng yang massive dan gigantic yang kelak membuat pola dongeng bergerak dari satu pola budaya ke pola budaya lainnya.

Begitu unik dan rumitnya pola satu dengan lainnya dalam konteks budaya yang saling bersilangan atau yang saling mengadakan dan meniadakan, ada sebuah benang merah yang menyatukan kita sebagai manusia, bahwa kita semua butuh cerita, butuh dongeng di kepala.

Maka, Komunitas Mahima dalam Festival Mendongeng se-Indonesia ini menjadikan dongeng sebagai sebuah cara mengaktifkan kembali narasi-narasi yang pernah ada di kepala, yang pernah ada dan mengusik kita, atau yang pernah mengajari kita untuk menjadi manusia yang lebih sadar pada kemanusiaan kita.

Mahima secara kontinyu telah melakukan upaya untuk menyegarkan kembali narasi soal pentingnya cerita dalam hidup kita. Mahima Mendongeng awalnya diinisiasi pada awal pandemi covid-19 di tahun 2020 berhasil menghadirkan 100 dongeng dan pendongeng yang hadir secara virtual.

Dongeng hadir sebagai pelipur dan penawar cemas karena virus yang membuat kita percaya bahwa satu-satunya yang membuat kita waras adalah masih ada cerita soal mimpi dan harapan untuk keluar dari cengkeraman virus. Mimpi itu kita pelihara di kepala, dan kini kita pelan-pelan telah keluar dari masa-masa yang menakutkan itu.

“Storytelling continues to be relevant right now and will continue to be relevant for as long as humans feel the need to tell each other stories.” King Campbell-storyteller

Benarlah bahwa cerita menerbitkan mimpi dan harapan dan sebuah usaha untuk membuatnya nyata. Mahima kembali membuat Mahima Mendongeng jilid dua di tahun 2021 yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia.

Kini di tahun ketiga, 2022 Mahima kembali hadir dengan program mendongeng, dengan format baru yaitu festival mendongeng se-Indonesia yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia dan menghadirkan program beragam seperti pertunjukan mendongeng, baik online maupun offline, lomba mendongeng pelajar dan umum, bedah buku dongeng, workshop mendongeng dan tentunya juga bursa buku dongeng.

Kesadaran mendongeng adalah kesadaran yang terus menerus harus diupayakan hadir dalam kepala kita. Sebab di akhir hidupnya, yang ditinggalkan manusia kelak hanyalah cerita. Dalam konteks festival ini, saya bagikan beberapa pendongeng dan pengapresiasi dongeng yang akan tampil di Festival Mendongeng Mahima.

Pertama, Cok Sawitri. Cok adalah seorang novelis, penyair, actor dan sutradara teater. Cok telah menghasilkan banyak karya sastra dan karya pertunjukan. Dalam festival ini, Cok akan membawakan dongeng Sang Landean, yang membuat kita akan terkejut pada daya pikir dan daya kritis pembuat cerita ini di masa lalu. Betapa sebuah moment konyol, aneh, dan lucu dalam kisah cerita menjadi sebuah sentakan yang mengajak kita berpikir ulang tentang kemanusiaan kita.

Kedua, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., seorang dokter ahli penyakit dalam yang juga penulis produktif, yang akan membawakan dongeng bergenre science fiction Dinosaurus versus Virus.

Dongeng ini bercerita soal si kecil dan si besar, si “terlihat maha kuat” dan si “tak terlihat” berperang dan mengajarkan kita bahwa kesombongan makhluk besar dapat diakhiri dengan “ketiadaan” makhluk lemah. Plot twistnya adalah secara science, yang lemah bisa mengalahkan yang kuat hanya dengan struktur genetic dan selubungnya (kapsid).

Ketiga, Nova Ruth dan Filastine, pasangan inspiratif yang merupakan seniman musik, storyteller, dan pelayar antar benua yang secara heroic berlayar dari satu benua ke benua lainnya untuk berbagi pesan perdamaian melalui music dan cerita. Ia singgah di Bali Utara untuk membagikan cerita yang indah untuk dikenang.

Tini Wahyuni, seorang mantan dokter yang kini total sebagai penikmat seni dan budaya. Ia merespons dongeng dengan music gender dan penting, alat music Bali yang menghasilkan nada-nada magis dan membius.

Luh Wanda, pendongeng muda, seorang pendongeng ventriloquist yang membuat suara dengan teknik khusus  sebagai karakter cerita. Luh Wanda adalah ventriloquist yang kini telah dikenal banyak kalangan karena hadir di berbagai festival.

Dengan sebuah kesadaran bahwa dongeng dan mendongeng adalah kebutuhan manusia, maka sepanjang hayatnya manusia tak akan selesai mendongeng dan menciptakan dongeng. [T]

Pentingnya Dongeng bagi Pembentukan Karakter Anak
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan
Tags: dongengfestival mendongengKadek Sonia PiscayantiKomunitas Mahima
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Next Post

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co