14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
September 22, 2022
in Esai
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Manusia adalah makhluk naratif, dia memiliki kebutuhan bercerita dan mendengarkan cerita. Kebutuhan mendengar cerita adalah sebuah dorongan yang paling mendasar, sebab manusia memerlukan berita, informasi melalui cerita.

Cerita membuatnya bertumbuh, dan terus bertumbuh. Cerita menjadikan manusia lebih humanis, membuatnya lebih peka, menjadikannya manusia yang mendengar, dan sekaligusnya membuatnya belajar.

Sampai kapanpun, cerita dan bercerita menjadi relevan sepanjang manusia ada. Karena pertumbuhan manusia tak pernah selesai hingga akhir hayatnya.

Dongeng adalah sebentuk cerita yang mengandung pesan tertentu yang membuat manusia bercermin soal dirinya dan kemanusiaannya. Serupa cermin pula, dongeng bisa menunjukkan sisi kejujuran dari manusia yang kadang tak tampak oleh orang lain namun terasa hanya oleh diri sendiri.

Dengan sebuah kesadaran yang tinggi, dongeng bisa mengolah karakter manusia menjadi lebih peka dan lebih kontekstual, juga lebih kreatif dan produktif.

Relevansi dongeng dan mendongeng sejalan lurus dengan perkembangan jaman karena setiap detik, manusia memproduksi dongeng di kepalanya, sebab itulah caranya mengkonstruksi pengetahuan untuk dikonsumsi dirinya, lalu orang lain, lalu masyarakat.

Jadi dalam konteks masyarakat luas, dongeng-dongeng yang hidup di kepala masing-masing manusia menjadi sebuah pemantik untuk hidupnya dongeng di kepala manusia lainnya. Maka terciptalah jejaring dongeng yang massive dan gigantic yang kelak membuat pola dongeng bergerak dari satu pola budaya ke pola budaya lainnya.

Begitu unik dan rumitnya pola satu dengan lainnya dalam konteks budaya yang saling bersilangan atau yang saling mengadakan dan meniadakan, ada sebuah benang merah yang menyatukan kita sebagai manusia, bahwa kita semua butuh cerita, butuh dongeng di kepala.

Maka, Komunitas Mahima dalam Festival Mendongeng se-Indonesia ini menjadikan dongeng sebagai sebuah cara mengaktifkan kembali narasi-narasi yang pernah ada di kepala, yang pernah ada dan mengusik kita, atau yang pernah mengajari kita untuk menjadi manusia yang lebih sadar pada kemanusiaan kita.

Mahima secara kontinyu telah melakukan upaya untuk menyegarkan kembali narasi soal pentingnya cerita dalam hidup kita. Mahima Mendongeng awalnya diinisiasi pada awal pandemi covid-19 di tahun 2020 berhasil menghadirkan 100 dongeng dan pendongeng yang hadir secara virtual.

Dongeng hadir sebagai pelipur dan penawar cemas karena virus yang membuat kita percaya bahwa satu-satunya yang membuat kita waras adalah masih ada cerita soal mimpi dan harapan untuk keluar dari cengkeraman virus. Mimpi itu kita pelihara di kepala, dan kini kita pelan-pelan telah keluar dari masa-masa yang menakutkan itu.

“Storytelling continues to be relevant right now and will continue to be relevant for as long as humans feel the need to tell each other stories.” King Campbell-storyteller

Benarlah bahwa cerita menerbitkan mimpi dan harapan dan sebuah usaha untuk membuatnya nyata. Mahima kembali membuat Mahima Mendongeng jilid dua di tahun 2021 yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia.

Kini di tahun ketiga, 2022 Mahima kembali hadir dengan program mendongeng, dengan format baru yaitu festival mendongeng se-Indonesia yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia dan menghadirkan program beragam seperti pertunjukan mendongeng, baik online maupun offline, lomba mendongeng pelajar dan umum, bedah buku dongeng, workshop mendongeng dan tentunya juga bursa buku dongeng.

Kesadaran mendongeng adalah kesadaran yang terus menerus harus diupayakan hadir dalam kepala kita. Sebab di akhir hidupnya, yang ditinggalkan manusia kelak hanyalah cerita. Dalam konteks festival ini, saya bagikan beberapa pendongeng dan pengapresiasi dongeng yang akan tampil di Festival Mendongeng Mahima.

Pertama, Cok Sawitri. Cok adalah seorang novelis, penyair, actor dan sutradara teater. Cok telah menghasilkan banyak karya sastra dan karya pertunjukan. Dalam festival ini, Cok akan membawakan dongeng Sang Landean, yang membuat kita akan terkejut pada daya pikir dan daya kritis pembuat cerita ini di masa lalu. Betapa sebuah moment konyol, aneh, dan lucu dalam kisah cerita menjadi sebuah sentakan yang mengajak kita berpikir ulang tentang kemanusiaan kita.

Kedua, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., seorang dokter ahli penyakit dalam yang juga penulis produktif, yang akan membawakan dongeng bergenre science fiction Dinosaurus versus Virus.

Dongeng ini bercerita soal si kecil dan si besar, si “terlihat maha kuat” dan si “tak terlihat” berperang dan mengajarkan kita bahwa kesombongan makhluk besar dapat diakhiri dengan “ketiadaan” makhluk lemah. Plot twistnya adalah secara science, yang lemah bisa mengalahkan yang kuat hanya dengan struktur genetic dan selubungnya (kapsid).

Ketiga, Nova Ruth dan Filastine, pasangan inspiratif yang merupakan seniman musik, storyteller, dan pelayar antar benua yang secara heroic berlayar dari satu benua ke benua lainnya untuk berbagi pesan perdamaian melalui music dan cerita. Ia singgah di Bali Utara untuk membagikan cerita yang indah untuk dikenang.

Tini Wahyuni, seorang mantan dokter yang kini total sebagai penikmat seni dan budaya. Ia merespons dongeng dengan music gender dan penting, alat music Bali yang menghasilkan nada-nada magis dan membius.

Luh Wanda, pendongeng muda, seorang pendongeng ventriloquist yang membuat suara dengan teknik khusus  sebagai karakter cerita. Luh Wanda adalah ventriloquist yang kini telah dikenal banyak kalangan karena hadir di berbagai festival.

Dengan sebuah kesadaran bahwa dongeng dan mendongeng adalah kebutuhan manusia, maka sepanjang hayatnya manusia tak akan selesai mendongeng dan menciptakan dongeng. [T]

Pentingnya Dongeng bagi Pembentukan Karakter Anak
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan
Tags: dongengfestival mendongengKadek Sonia PiscayantiKomunitas Mahima
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Next Post

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co