24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
September 22, 2022
in Esai
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Manusia adalah makhluk naratif, dia memiliki kebutuhan bercerita dan mendengarkan cerita. Kebutuhan mendengar cerita adalah sebuah dorongan yang paling mendasar, sebab manusia memerlukan berita, informasi melalui cerita.

Cerita membuatnya bertumbuh, dan terus bertumbuh. Cerita menjadikan manusia lebih humanis, membuatnya lebih peka, menjadikannya manusia yang mendengar, dan sekaligusnya membuatnya belajar.

Sampai kapanpun, cerita dan bercerita menjadi relevan sepanjang manusia ada. Karena pertumbuhan manusia tak pernah selesai hingga akhir hayatnya.

Dongeng adalah sebentuk cerita yang mengandung pesan tertentu yang membuat manusia bercermin soal dirinya dan kemanusiaannya. Serupa cermin pula, dongeng bisa menunjukkan sisi kejujuran dari manusia yang kadang tak tampak oleh orang lain namun terasa hanya oleh diri sendiri.

Dengan sebuah kesadaran yang tinggi, dongeng bisa mengolah karakter manusia menjadi lebih peka dan lebih kontekstual, juga lebih kreatif dan produktif.

Relevansi dongeng dan mendongeng sejalan lurus dengan perkembangan jaman karena setiap detik, manusia memproduksi dongeng di kepalanya, sebab itulah caranya mengkonstruksi pengetahuan untuk dikonsumsi dirinya, lalu orang lain, lalu masyarakat.

Jadi dalam konteks masyarakat luas, dongeng-dongeng yang hidup di kepala masing-masing manusia menjadi sebuah pemantik untuk hidupnya dongeng di kepala manusia lainnya. Maka terciptalah jejaring dongeng yang massive dan gigantic yang kelak membuat pola dongeng bergerak dari satu pola budaya ke pola budaya lainnya.

Begitu unik dan rumitnya pola satu dengan lainnya dalam konteks budaya yang saling bersilangan atau yang saling mengadakan dan meniadakan, ada sebuah benang merah yang menyatukan kita sebagai manusia, bahwa kita semua butuh cerita, butuh dongeng di kepala.

Maka, Komunitas Mahima dalam Festival Mendongeng se-Indonesia ini menjadikan dongeng sebagai sebuah cara mengaktifkan kembali narasi-narasi yang pernah ada di kepala, yang pernah ada dan mengusik kita, atau yang pernah mengajari kita untuk menjadi manusia yang lebih sadar pada kemanusiaan kita.

Mahima secara kontinyu telah melakukan upaya untuk menyegarkan kembali narasi soal pentingnya cerita dalam hidup kita. Mahima Mendongeng awalnya diinisiasi pada awal pandemi covid-19 di tahun 2020 berhasil menghadirkan 100 dongeng dan pendongeng yang hadir secara virtual.

Dongeng hadir sebagai pelipur dan penawar cemas karena virus yang membuat kita percaya bahwa satu-satunya yang membuat kita waras adalah masih ada cerita soal mimpi dan harapan untuk keluar dari cengkeraman virus. Mimpi itu kita pelihara di kepala, dan kini kita pelan-pelan telah keluar dari masa-masa yang menakutkan itu.

“Storytelling continues to be relevant right now and will continue to be relevant for as long as humans feel the need to tell each other stories.” King Campbell-storyteller

Benarlah bahwa cerita menerbitkan mimpi dan harapan dan sebuah usaha untuk membuatnya nyata. Mahima kembali membuat Mahima Mendongeng jilid dua di tahun 2021 yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia.

Kini di tahun ketiga, 2022 Mahima kembali hadir dengan program mendongeng, dengan format baru yaitu festival mendongeng se-Indonesia yang melibatkan pendongeng dari seluruh Indonesia dan menghadirkan program beragam seperti pertunjukan mendongeng, baik online maupun offline, lomba mendongeng pelajar dan umum, bedah buku dongeng, workshop mendongeng dan tentunya juga bursa buku dongeng.

Kesadaran mendongeng adalah kesadaran yang terus menerus harus diupayakan hadir dalam kepala kita. Sebab di akhir hidupnya, yang ditinggalkan manusia kelak hanyalah cerita. Dalam konteks festival ini, saya bagikan beberapa pendongeng dan pengapresiasi dongeng yang akan tampil di Festival Mendongeng Mahima.

Pertama, Cok Sawitri. Cok adalah seorang novelis, penyair, actor dan sutradara teater. Cok telah menghasilkan banyak karya sastra dan karya pertunjukan. Dalam festival ini, Cok akan membawakan dongeng Sang Landean, yang membuat kita akan terkejut pada daya pikir dan daya kritis pembuat cerita ini di masa lalu. Betapa sebuah moment konyol, aneh, dan lucu dalam kisah cerita menjadi sebuah sentakan yang mengajak kita berpikir ulang tentang kemanusiaan kita.

Kedua, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., seorang dokter ahli penyakit dalam yang juga penulis produktif, yang akan membawakan dongeng bergenre science fiction Dinosaurus versus Virus.

Dongeng ini bercerita soal si kecil dan si besar, si “terlihat maha kuat” dan si “tak terlihat” berperang dan mengajarkan kita bahwa kesombongan makhluk besar dapat diakhiri dengan “ketiadaan” makhluk lemah. Plot twistnya adalah secara science, yang lemah bisa mengalahkan yang kuat hanya dengan struktur genetic dan selubungnya (kapsid).

Ketiga, Nova Ruth dan Filastine, pasangan inspiratif yang merupakan seniman musik, storyteller, dan pelayar antar benua yang secara heroic berlayar dari satu benua ke benua lainnya untuk berbagi pesan perdamaian melalui music dan cerita. Ia singgah di Bali Utara untuk membagikan cerita yang indah untuk dikenang.

Tini Wahyuni, seorang mantan dokter yang kini total sebagai penikmat seni dan budaya. Ia merespons dongeng dengan music gender dan penting, alat music Bali yang menghasilkan nada-nada magis dan membius.

Luh Wanda, pendongeng muda, seorang pendongeng ventriloquist yang membuat suara dengan teknik khusus  sebagai karakter cerita. Luh Wanda adalah ventriloquist yang kini telah dikenal banyak kalangan karena hadir di berbagai festival.

Dengan sebuah kesadaran bahwa dongeng dan mendongeng adalah kebutuhan manusia, maka sepanjang hayatnya manusia tak akan selesai mendongeng dan menciptakan dongeng. [T]

Pentingnya Dongeng bagi Pembentukan Karakter Anak
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia
Kelinci Rupawan | Dongeng Pendidikan
Tags: dongengfestival mendongengKadek Sonia PiscayantiKomunitas Mahima
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Next Post

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Atlet Yongmoodo Buleleng dan Jembrana Latih Tanding | Apa itu Yongmoodo?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co