2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Made Agus Panji Sujaya by Made Agus Panji Sujaya
September 21, 2022
in Esai
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

“Semeng megae, mulih sanje awak kenyel lantas turu (bahasa jawa: tidur), peteng ne rehat main game kenape kaden adi kene2 dogen rutinitas ne!”

Begitulah keluh kesahku kepada temanku, kami sepakat sekamar kala sedang ada acara di sebuah hotel di denpasar saat itu

“Iyaaa!”

Itu jawaban temanku dengan singkat. Aku pun melanjutkan keluhanku tanpa melirik teman di belakangku, sembari menonton berita yang itu itu saja.

“Dot gati waktu di petengne to keanggo melajah ane len, diluar kuliah lah…kuale sing nyak menek mood ne kle kenape seh uripe ne!”

“Iyaaa!”

Jawaban singkat itu kembali dilontarkan temanku.

“Kengken carane menekang mood kira2 ah? Pang ade lah value ibane, kle awak sube mepingit di Singaraja, sing baange merantau, timpal-timpale pragat merantau, mekabakan nu mengkeb2 adehhh! Kenape ne kira-kira, Da?”

“Iyaaa sayang…”

Dengan cepat aku menatap temanku yang berada di belakangku. Temanku cengar-cengir sambil video-call dengan pacarnya, huh bikin kangen ayang hehehe.

Yasudah, aku putuskan merenungkan keluhanku sendiri. Setelah dilelahkan dengan badai skripsi selama satu setengah tahun terakhir, mengikuti program kampus dengan iming iming meramaikan isi CV, aku sampai pada fase “sekarang apa?”

Bukan dalam konteks profesi apa yang akan menjadi mata pencaharianku, tapi seperti “apa langkahku selanjutnya ya?”

Kebingungan ini menghabiskan sebagian besar waktuku dengan bengong setiap mengendarai notor di jalan, rebahan, baca komik, memantau media sosial berharap agar aku menemukan jawabannya. Tak kunjung menemukan jawabannya, aku bertanya kepada teman-temanku.

“Ake kudu ngengken jani?”

“Nganten muh!”

“Beh sing ngelah pis”

“Mai melali ke Jogja aminggu!”

“Beh masak mare masuk sube cuti!”

“Ngoding-lah, atasan menantikan keringat peluhmu menjadi sebuah perangkat lunak yang membantu kinerja civitas akademika, Panji!” 

“Itu sudah menjadi rutinitas di hari kerja, Ferguso!”

“Kenape sing lanjutang nulis ne ringan2 buin ci?”

Aku terdiam, mendengar sugesti dari temanku yang satu ini. Kenapa ya? Aku tidak terlalu lelah untuk bercerita, aku tidak terlalu lelah untuk sedikit bengong dan berpikir akan mengeluhkan apa atau bercerita apa, hanya saja ya apa yang harus aku keluhkan dan aku ceritakan ya?

Setiap hari seperti ini saja, bahkan tidak kumpul-kumpul dengan teman-temanku lagi, karena teman-teman satu gengku pada zaman baheula kini bekerja rata-rata semua di luar kota atau di luar Bali, ada yang lanjut pendidikan dan itu di luar negeri, tinggal aku dan satu orang temanku yang tersisa tapi ia sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran.

Sedangkan aku di sini, lahir di sini, TK-SD-SMP-SMA-Sarjana-Pascasarjana di sini, di Singaraja. Boring ajan!

Sebenarnya tidak hanya boring, banyak hal pelik yang terbungkus di tengahnya. Ini juga sebenarnya masuk beberapa draft di catatan ponselku, tapi bahasanya mungkin terlalu tajam dan menyakitkan, kuurungkan niatku melanjutkannya.

Lalu kenapa ya? Apa ini yang namanya quarter life crisis seperti yang sering dibahas di artikel-artikel dan media sosial itu ya?

Tapi krisisnya dimana? (Selain krisis duit sama krisis BBM tentunya hehehe…). Atau apakah ini yang namanya “writer’s block?” Hmm… writer’s artinya penulis, block artinya blokir, blokir penulis? Penulis di blokir? Penulis blokir?

Hehehehe, tapi aku bukanlah penulis serius, ini kan hanya untuk selingan saja. Kalau begitu kenapa aku harus serius memikirkannya? “Kenapa ya?”

Lebih lanjut aku mencari jawabannya, aku teringat membeli 3 paket seri buku dari seri fantasi yang sangat aku gemari. Ayahanda, Ibunda dan Adinda sampai geleng-geleng karena aku belum membacanya hingga kini (bahkan masih tersegel) tapi aku penasaran dengan ceritanya!

Tapi kenapa aku tidak mulai membacanya? Seperti merasa lapar tapi tidak sedikitpun ada niat untuk makan. Padahal tujuanku membeli buku itu bukan hanya memenuhi rasa penasaranku yang menghiburku, namun juga sembari mencari inspirasi manakala aku terpikirkan plot untuk mengembangkan video game seperti skripsi ku dulu, kali aja mimpi yang sudah aku kubur bisa terwujud ya kan, hehehe.

Begitu banyak kata “kenapa?” yang aku pun tidak tahu kenapa, mungkin renungan ini tidak ada ujungnya jika aku hanya terus bertanya namun tidak pernah menjawabnya.

Lalu siapa yang bisa menjawabnya? Ya diri sendiri pastinya. Kok diri sendiri? Memangnya orang lain tidak boleh menjawab? Kuis di Who Wants to Be a Millionaire saja boleh minta pendapat penonton atau telfon teman, “Kenapa ya?”

Ternyata aku tidak sendiri, teman-teman yang seumuran denganku ternyata mengalami “Kenapa ya?” yang sering dipikirkan di kepalanya, tidak aku hitung satu-satu, yang di kepala ku sendiri saja tidak aku hitung apalagi menghitung milik orang lain, hehehe.

Mungkin “Kenapa ya?” di kepalaku lebih sedikit dari milik teman-teman atau mungkin “Kenapa ya?” yang ada di kepalaku ini juga dipikirkan oleh teman-temanku yang lain, hanya saja mereka sudah menjawabnya, tapi itu malah menimbulkan “Kenapa ya?” yang lain.

Ah, seperti level dalam video game yang aku mainkan saja…semakin bertambah progressnya semakin susah tingkat kesulitannya!

Lalu kalau seperti itu, “Kenapa ya?” sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya? Atau mungkin sebenarnya aku sudah tahu alasannya, hanya saja tidak dilontarkan oleh orang lain? Atau aku kurang puas dengan jawabannya? “Kenapa ya?” ini harus dijawab? “Kenapa ya?” aku memikirkan ini?

Sepertinya setiap manusia memiliki pertanyaan di kepalanya sendiri yang tak kunjung mendapatkan jawabannya. “Kenapa ya?” tidak diberikan saja jawabannya, setidaknya alam mikro (Bhuana Alit) sepertinya akan sedikit lebih tenang dari gejolak yang dihadapi sekarang. “Kenapa ya?” aku terlalu jauh memikirkan hal ini? “Kenapa ya?” keluh kesah ini bisa lahir?

“Kenapa adeeennnn… “ [T]

Mahasiswa itu Pekerjaan Tanpa Gaji – Maka, Anggap Saja Sedang “Ngayah”…
Sejak Mulai Kuliah hingga Kelar Wisuda, Tugas Utama Mahasiswa itu Menunggu …
Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga
Tags: filosofimahasiswarenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Next Post

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Made Agus Panji Sujaya

Made Agus Panji Sujaya

Tinggal di Singaraja. Sarjana Pendidikan Teknik Informatika Undiksha

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co