23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Made Agus Panji Sujaya by Made Agus Panji Sujaya
September 21, 2022
in Esai
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

“Semeng megae, mulih sanje awak kenyel lantas turu (bahasa jawa: tidur), peteng ne rehat main game kenape kaden adi kene2 dogen rutinitas ne!”

Begitulah keluh kesahku kepada temanku, kami sepakat sekamar kala sedang ada acara di sebuah hotel di denpasar saat itu

“Iyaaa!”

Itu jawaban temanku dengan singkat. Aku pun melanjutkan keluhanku tanpa melirik teman di belakangku, sembari menonton berita yang itu itu saja.

“Dot gati waktu di petengne to keanggo melajah ane len, diluar kuliah lah…kuale sing nyak menek mood ne kle kenape seh uripe ne!”

“Iyaaa!”

Jawaban singkat itu kembali dilontarkan temanku.

“Kengken carane menekang mood kira2 ah? Pang ade lah value ibane, kle awak sube mepingit di Singaraja, sing baange merantau, timpal-timpale pragat merantau, mekabakan nu mengkeb2 adehhh! Kenape ne kira-kira, Da?”

“Iyaaa sayang…”

Dengan cepat aku menatap temanku yang berada di belakangku. Temanku cengar-cengir sambil video-call dengan pacarnya, huh bikin kangen ayang hehehe.

Yasudah, aku putuskan merenungkan keluhanku sendiri. Setelah dilelahkan dengan badai skripsi selama satu setengah tahun terakhir, mengikuti program kampus dengan iming iming meramaikan isi CV, aku sampai pada fase “sekarang apa?”

Bukan dalam konteks profesi apa yang akan menjadi mata pencaharianku, tapi seperti “apa langkahku selanjutnya ya?”

Kebingungan ini menghabiskan sebagian besar waktuku dengan bengong setiap mengendarai notor di jalan, rebahan, baca komik, memantau media sosial berharap agar aku menemukan jawabannya. Tak kunjung menemukan jawabannya, aku bertanya kepada teman-temanku.

“Ake kudu ngengken jani?”

“Nganten muh!”

“Beh sing ngelah pis”

“Mai melali ke Jogja aminggu!”

“Beh masak mare masuk sube cuti!”

“Ngoding-lah, atasan menantikan keringat peluhmu menjadi sebuah perangkat lunak yang membantu kinerja civitas akademika, Panji!” 

“Itu sudah menjadi rutinitas di hari kerja, Ferguso!”

“Kenape sing lanjutang nulis ne ringan2 buin ci?”

Aku terdiam, mendengar sugesti dari temanku yang satu ini. Kenapa ya? Aku tidak terlalu lelah untuk bercerita, aku tidak terlalu lelah untuk sedikit bengong dan berpikir akan mengeluhkan apa atau bercerita apa, hanya saja ya apa yang harus aku keluhkan dan aku ceritakan ya?

Setiap hari seperti ini saja, bahkan tidak kumpul-kumpul dengan teman-temanku lagi, karena teman-teman satu gengku pada zaman baheula kini bekerja rata-rata semua di luar kota atau di luar Bali, ada yang lanjut pendidikan dan itu di luar negeri, tinggal aku dan satu orang temanku yang tersisa tapi ia sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran.

Sedangkan aku di sini, lahir di sini, TK-SD-SMP-SMA-Sarjana-Pascasarjana di sini, di Singaraja. Boring ajan!

Sebenarnya tidak hanya boring, banyak hal pelik yang terbungkus di tengahnya. Ini juga sebenarnya masuk beberapa draft di catatan ponselku, tapi bahasanya mungkin terlalu tajam dan menyakitkan, kuurungkan niatku melanjutkannya.

Lalu kenapa ya? Apa ini yang namanya quarter life crisis seperti yang sering dibahas di artikel-artikel dan media sosial itu ya?

Tapi krisisnya dimana? (Selain krisis duit sama krisis BBM tentunya hehehe…). Atau apakah ini yang namanya “writer’s block?” Hmm… writer’s artinya penulis, block artinya blokir, blokir penulis? Penulis di blokir? Penulis blokir?

Hehehehe, tapi aku bukanlah penulis serius, ini kan hanya untuk selingan saja. Kalau begitu kenapa aku harus serius memikirkannya? “Kenapa ya?”

Lebih lanjut aku mencari jawabannya, aku teringat membeli 3 paket seri buku dari seri fantasi yang sangat aku gemari. Ayahanda, Ibunda dan Adinda sampai geleng-geleng karena aku belum membacanya hingga kini (bahkan masih tersegel) tapi aku penasaran dengan ceritanya!

Tapi kenapa aku tidak mulai membacanya? Seperti merasa lapar tapi tidak sedikitpun ada niat untuk makan. Padahal tujuanku membeli buku itu bukan hanya memenuhi rasa penasaranku yang menghiburku, namun juga sembari mencari inspirasi manakala aku terpikirkan plot untuk mengembangkan video game seperti skripsi ku dulu, kali aja mimpi yang sudah aku kubur bisa terwujud ya kan, hehehe.

Begitu banyak kata “kenapa?” yang aku pun tidak tahu kenapa, mungkin renungan ini tidak ada ujungnya jika aku hanya terus bertanya namun tidak pernah menjawabnya.

Lalu siapa yang bisa menjawabnya? Ya diri sendiri pastinya. Kok diri sendiri? Memangnya orang lain tidak boleh menjawab? Kuis di Who Wants to Be a Millionaire saja boleh minta pendapat penonton atau telfon teman, “Kenapa ya?”

Ternyata aku tidak sendiri, teman-teman yang seumuran denganku ternyata mengalami “Kenapa ya?” yang sering dipikirkan di kepalanya, tidak aku hitung satu-satu, yang di kepala ku sendiri saja tidak aku hitung apalagi menghitung milik orang lain, hehehe.

Mungkin “Kenapa ya?” di kepalaku lebih sedikit dari milik teman-teman atau mungkin “Kenapa ya?” yang ada di kepalaku ini juga dipikirkan oleh teman-temanku yang lain, hanya saja mereka sudah menjawabnya, tapi itu malah menimbulkan “Kenapa ya?” yang lain.

Ah, seperti level dalam video game yang aku mainkan saja…semakin bertambah progressnya semakin susah tingkat kesulitannya!

Lalu kalau seperti itu, “Kenapa ya?” sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya? Atau mungkin sebenarnya aku sudah tahu alasannya, hanya saja tidak dilontarkan oleh orang lain? Atau aku kurang puas dengan jawabannya? “Kenapa ya?” ini harus dijawab? “Kenapa ya?” aku memikirkan ini?

Sepertinya setiap manusia memiliki pertanyaan di kepalanya sendiri yang tak kunjung mendapatkan jawabannya. “Kenapa ya?” tidak diberikan saja jawabannya, setidaknya alam mikro (Bhuana Alit) sepertinya akan sedikit lebih tenang dari gejolak yang dihadapi sekarang. “Kenapa ya?” aku terlalu jauh memikirkan hal ini? “Kenapa ya?” keluh kesah ini bisa lahir?

“Kenapa adeeennnn… “ [T]

Mahasiswa itu Pekerjaan Tanpa Gaji – Maka, Anggap Saja Sedang “Ngayah”…
Sejak Mulai Kuliah hingga Kelar Wisuda, Tugas Utama Mahasiswa itu Menunggu …
Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga
Tags: filosofimahasiswarenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Next Post

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Made Agus Panji Sujaya

Made Agus Panji Sujaya

Tinggal di Singaraja. Sarjana Pendidikan Teknik Informatika Undiksha

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co