13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masa-masa “Kenapa Ya?” Dalam Hidupku

Made Agus Panji Sujaya by Made Agus Panji Sujaya
September 21, 2022
in Esai
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

“Semeng megae, mulih sanje awak kenyel lantas turu (bahasa jawa: tidur), peteng ne rehat main game kenape kaden adi kene2 dogen rutinitas ne!”

Begitulah keluh kesahku kepada temanku, kami sepakat sekamar kala sedang ada acara di sebuah hotel di denpasar saat itu

“Iyaaa!”

Itu jawaban temanku dengan singkat. Aku pun melanjutkan keluhanku tanpa melirik teman di belakangku, sembari menonton berita yang itu itu saja.

“Dot gati waktu di petengne to keanggo melajah ane len, diluar kuliah lah…kuale sing nyak menek mood ne kle kenape seh uripe ne!”

“Iyaaa!”

Jawaban singkat itu kembali dilontarkan temanku.

“Kengken carane menekang mood kira2 ah? Pang ade lah value ibane, kle awak sube mepingit di Singaraja, sing baange merantau, timpal-timpale pragat merantau, mekabakan nu mengkeb2 adehhh! Kenape ne kira-kira, Da?”

“Iyaaa sayang…”

Dengan cepat aku menatap temanku yang berada di belakangku. Temanku cengar-cengir sambil video-call dengan pacarnya, huh bikin kangen ayang hehehe.

Yasudah, aku putuskan merenungkan keluhanku sendiri. Setelah dilelahkan dengan badai skripsi selama satu setengah tahun terakhir, mengikuti program kampus dengan iming iming meramaikan isi CV, aku sampai pada fase “sekarang apa?”

Bukan dalam konteks profesi apa yang akan menjadi mata pencaharianku, tapi seperti “apa langkahku selanjutnya ya?”

Kebingungan ini menghabiskan sebagian besar waktuku dengan bengong setiap mengendarai notor di jalan, rebahan, baca komik, memantau media sosial berharap agar aku menemukan jawabannya. Tak kunjung menemukan jawabannya, aku bertanya kepada teman-temanku.

“Ake kudu ngengken jani?”

“Nganten muh!”

“Beh sing ngelah pis”

“Mai melali ke Jogja aminggu!”

“Beh masak mare masuk sube cuti!”

“Ngoding-lah, atasan menantikan keringat peluhmu menjadi sebuah perangkat lunak yang membantu kinerja civitas akademika, Panji!” 

“Itu sudah menjadi rutinitas di hari kerja, Ferguso!”

“Kenape sing lanjutang nulis ne ringan2 buin ci?”

Aku terdiam, mendengar sugesti dari temanku yang satu ini. Kenapa ya? Aku tidak terlalu lelah untuk bercerita, aku tidak terlalu lelah untuk sedikit bengong dan berpikir akan mengeluhkan apa atau bercerita apa, hanya saja ya apa yang harus aku keluhkan dan aku ceritakan ya?

Setiap hari seperti ini saja, bahkan tidak kumpul-kumpul dengan teman-temanku lagi, karena teman-teman satu gengku pada zaman baheula kini bekerja rata-rata semua di luar kota atau di luar Bali, ada yang lanjut pendidikan dan itu di luar negeri, tinggal aku dan satu orang temanku yang tersisa tapi ia sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran.

Sedangkan aku di sini, lahir di sini, TK-SD-SMP-SMA-Sarjana-Pascasarjana di sini, di Singaraja. Boring ajan!

Sebenarnya tidak hanya boring, banyak hal pelik yang terbungkus di tengahnya. Ini juga sebenarnya masuk beberapa draft di catatan ponselku, tapi bahasanya mungkin terlalu tajam dan menyakitkan, kuurungkan niatku melanjutkannya.

Lalu kenapa ya? Apa ini yang namanya quarter life crisis seperti yang sering dibahas di artikel-artikel dan media sosial itu ya?

Tapi krisisnya dimana? (Selain krisis duit sama krisis BBM tentunya hehehe…). Atau apakah ini yang namanya “writer’s block?” Hmm… writer’s artinya penulis, block artinya blokir, blokir penulis? Penulis di blokir? Penulis blokir?

Hehehehe, tapi aku bukanlah penulis serius, ini kan hanya untuk selingan saja. Kalau begitu kenapa aku harus serius memikirkannya? “Kenapa ya?”

Lebih lanjut aku mencari jawabannya, aku teringat membeli 3 paket seri buku dari seri fantasi yang sangat aku gemari. Ayahanda, Ibunda dan Adinda sampai geleng-geleng karena aku belum membacanya hingga kini (bahkan masih tersegel) tapi aku penasaran dengan ceritanya!

Tapi kenapa aku tidak mulai membacanya? Seperti merasa lapar tapi tidak sedikitpun ada niat untuk makan. Padahal tujuanku membeli buku itu bukan hanya memenuhi rasa penasaranku yang menghiburku, namun juga sembari mencari inspirasi manakala aku terpikirkan plot untuk mengembangkan video game seperti skripsi ku dulu, kali aja mimpi yang sudah aku kubur bisa terwujud ya kan, hehehe.

Begitu banyak kata “kenapa?” yang aku pun tidak tahu kenapa, mungkin renungan ini tidak ada ujungnya jika aku hanya terus bertanya namun tidak pernah menjawabnya.

Lalu siapa yang bisa menjawabnya? Ya diri sendiri pastinya. Kok diri sendiri? Memangnya orang lain tidak boleh menjawab? Kuis di Who Wants to Be a Millionaire saja boleh minta pendapat penonton atau telfon teman, “Kenapa ya?”

Ternyata aku tidak sendiri, teman-teman yang seumuran denganku ternyata mengalami “Kenapa ya?” yang sering dipikirkan di kepalanya, tidak aku hitung satu-satu, yang di kepala ku sendiri saja tidak aku hitung apalagi menghitung milik orang lain, hehehe.

Mungkin “Kenapa ya?” di kepalaku lebih sedikit dari milik teman-teman atau mungkin “Kenapa ya?” yang ada di kepalaku ini juga dipikirkan oleh teman-temanku yang lain, hanya saja mereka sudah menjawabnya, tapi itu malah menimbulkan “Kenapa ya?” yang lain.

Ah, seperti level dalam video game yang aku mainkan saja…semakin bertambah progressnya semakin susah tingkat kesulitannya!

Lalu kalau seperti itu, “Kenapa ya?” sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya? Atau mungkin sebenarnya aku sudah tahu alasannya, hanya saja tidak dilontarkan oleh orang lain? Atau aku kurang puas dengan jawabannya? “Kenapa ya?” ini harus dijawab? “Kenapa ya?” aku memikirkan ini?

Sepertinya setiap manusia memiliki pertanyaan di kepalanya sendiri yang tak kunjung mendapatkan jawabannya. “Kenapa ya?” tidak diberikan saja jawabannya, setidaknya alam mikro (Bhuana Alit) sepertinya akan sedikit lebih tenang dari gejolak yang dihadapi sekarang. “Kenapa ya?” aku terlalu jauh memikirkan hal ini? “Kenapa ya?” keluh kesah ini bisa lahir?

“Kenapa adeeennnn… “ [T]

Mahasiswa itu Pekerjaan Tanpa Gaji – Maka, Anggap Saja Sedang “Ngayah”…
Sejak Mulai Kuliah hingga Kelar Wisuda, Tugas Utama Mahasiswa itu Menunggu …
Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga
Tags: filosofimahasiswarenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Next Post

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Made Agus Panji Sujaya

Made Agus Panji Sujaya

Tinggal di Singaraja. Sarjana Pendidikan Teknik Informatika Undiksha

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co