23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa Berguna itu Tak Harus “Wah”, Minimal Bisa Memberantas Hoax di Grup WA Keluarga

Made Agus Panji Sujaya by Made Agus Panji Sujaya
January 11, 2021
in Esai
“Kamu kan Anak TI. Plis, Benerin Laptop Pacarku Dong!” – Uh, Sakitnya…

Siapa yang nggak pernah ikut lomba?

Pasti semuanya pernah. Dari berlomba menjadi yang tercepat menggapai sel telur sebagai sel sperma yang bersaing melawan jutaan kompetitor dari pabrikan yang sama; hingga lomba makan kerupuk yang menjengkelkan karena talinya digoyang-goyangin panitia dan akhirnya gregetan terus kerupuknya dipegang dengan tangan.

Dari berlomba-lomba siapa yang menikah duluan, siapa yang isi duluan; hingga lomba akademik dengan tingkatan yang beragam seperti lomba akademik tingkat keluarga, keluarga besar, banjar, desa adat, tingkat galaksi melawan alien yang “wah”, “hebat”, “bergengsi” dan tingkatan yang terakhir “meningkatkan akreditasi” padahal fasilitasnya… ups. hehehe.

Hidup kita tidak pernah lepas dari yang namanya lomba dan gengsi, bahkan manusia yang paling bodoamat pun masih mempunyai harga diri…seperti saya “Masak anak seniman yang dari kecil liat bapaknya gondrong, sekarang malah nggak gondrong mumpung pandemi?” hehehe.

Saking tidak bisa lepasnya dari kedua kata tersebut, hingga pandemi pun masih banyak yang berlomba-lomba apalagi di kalangan mahasiswa dengan embel embel generasi muda yang bertugas merekonstruksi bangsa di kenormalan baru…udah ngantuk ketika kuliah daring, mobilitas terbatas, pusing mikirin skripsi yang standarnya setinggi harapan perempuan bisa menikah sama personil BTS, sekarang ditawari lomba ini itu yang meningkatkan kuantitas uban dan gugurnya rambut di kepala bagian depan hingga tengah…hareudangg hareudangg akhirnya kehidupan sehari-harinya seperti kamera dengan lensa bokeh yang menerima banyak objek dalam satu frame, alias gak fokus! Hihihi.

Padahal kita mahasiswa tidak harus berbuat yang “wah” “hebat” “keren” untuk memperbaiki negara, tidak harus menciptakan vaksin paling mutakhir, alat paling canggih yang bisa dipamerkan di sosial media…hati-hati kepala yang terus dipompa hingga terlalu besar bisa meletus jika dibiarkan! hihihi.

Karena semuanya sudah ada tugasnya dalam merekonstruksi negara, ilmuwan di bidang dan instansinya bertugas mengembangkan vaksin; insinyur, developer, teknisi kondang di bidang dan instansinya bertugas mengembangkan alat paling canggih sejagat raya untuk kenormalan baru, mereka yang dipilih saat pilkades, pileg, pilkada, dan pil pil lainnya (tidak termasuk Pria Idaman Lain ataupaun Perempuan Idaman Lain ya hehehe) sebagai pemangku kebijakan bertugas mengatur strategi menurunkan angka penyebaran virus di kenormalan baru ini, masyarakat juga bertugas mengawasi kinerja pemangku kebijakannya dan mengikuti strategi yang dicanangkan oleh pemangku kebijakan itu.

Lalu mahasiswa tugasnya apa? Buka e-learning pilih mata kuliah yang dituju lalu cek pengumuman tentang tugas kita, bingung mengenai penyelesaian tugasnya? Ya belajar, udah belajar tapi bingung juga? Ya minta penjelasan kepada teman yang lebih mampu, masih bingung juga? Tidur sebentar mungkin kamu lelah, sudah tidur sebentar tapi masih bingung juga? Ya sudah, minta jawaban teman dengan catatan belajar, nggak usah buka e-learning teman untuk mencuri jawaban hihihi.

Selain belajar, mahasiswa juga bertugas mengembangkan berpikir kritis, lalu bersedia terlibat (membantu) ilmuwan, insinyur dan profesi lainnya di masa kenormalan baru, dan menjadi jembatan tambahan antara masyarakat dengan semua yang diatasnya atau dengan kata lain mensosialiasikan dan mengedukasi masyarakat.

Mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat? Pentingkah itu? Bukankah masyarakat sudah bisa buka internet semua? Ya pentinglah, kita ambil saja contoh kasus hoax yang kuantitasnya berbanding lurus dengan pesan singkat “sayang aku kangen” …banyak! hal ini membuktikan bahwa masyarakat yang sudah mendapat akses internet belum tentu dapat mengedukasi dirinya sendiri, oleh karena itu diperlukan gerakan yang gratis, masif, sporadis, dan akurat untuk mengedukasi masyarakat…gerakan itu siapa yang bisa melakukan? Mahasiswa dong.

Mengedukasi masyarakat tidak usah jauh-jauh, minimal di grup whatsapp keluarga masing-masing bebas dari hoax saja udah cukup sebagai langkah awal…selanjutnya bergerak ke keluarga besar, teman-teman 1 circle, pacar / pasangan dan lebih luas lagi. Bayangkan jika hoax dibiarkan begitu saja, ada vaksin A yang benar-benar ampuh malah dituduh membawa penyakit baru lah cetik versi 2021 lah; ada alat B yang benar-benar canggih dituduh bisnis korporat lah…jeg megenep! Lebih baik menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hoax dahulu, nanti ketika saatnya tiba mulailah berinovasi…nyak sing asane to?

Pandemi ini memang memberatkan seluruh lapisan masyarakat. Setiap mahasiswa tidak harus memaksa diri dengan berlomba-lomba membuat alat, atau vaksin atau implementasi teori perkuliahan ini itu yang “wah” untuk membantu akreditasi lembaga dan kesulitan negara. Bagi yang memiliki ide, kemampuan dan kesempatan silahkan berkarya, bagi mahasiswa lain minimal tidak bolos saat perkuliahan daring, sadar untuk menerapkan protokol kesehatan dan memberantas hoax di grup whatsapp keluarga saja sudah cukup membuktikan bahwa kita ini mahasiswa. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pandemi, dan Petugas Parkir yang Kemudian Menjamur

Next Post

1,4 Juta Laklak Sudah Dimakan Artis, Pejabat dan Orang Biasa di Warung Djadja Laklak Pancasari

Made Agus Panji Sujaya

Made Agus Panji Sujaya

Tinggal di Singaraja. Sarjana Pendidikan Teknik Informatika Undiksha

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
1,4 Juta Laklak Sudah Dimakan Artis, Pejabat dan Orang Biasa di Warung Djadja Laklak Pancasari

1,4 Juta Laklak Sudah Dimakan Artis, Pejabat dan Orang Biasa di Warung Djadja Laklak Pancasari

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co