4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
May 12, 2021
in Esai
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Anne Frank

Pada tanggal 12 Mei 1944, tepat 76 tahun yang lalu, di sebuah tempat persembunyian, seorang anak menuliskan harapan dan cita-citanya, menjadi jurnalis, dan penulis besar.

76 tahun kemudian, di bulan Mei 2021, suaranya masih terdengar, dan tentu cita-cita itu telah terjadi dan bahkan melampaui niat anak kecil itu.

 Pagi ini saya sarapan, bukan dengan roti atau nasi, tapi dengan surat-surat Anne Frank. Di rak buku khusus di ruang kerja saya, memang saya letakkan spesial buku-buku yang menggugah nurani menulis saya. Salah satunya adalah Anne Frank.

Dia lahir dengan nama Annelies Marie Frank di Frankfurt, Jerman  pada tanggal 12 Juni 1929, dari sepasang orang tua bernama Otto Frank dan Edith Frank. Namun saat Nazi berkuasa di Jerman di mana keturunan Yahudi dihabisi, dia sekeluarga pindah ke Belanda, pada tahun 1933, ketika Anne berusia 4 tahun.

Ayahnya mengelola usaha di Belanda tepatnya di Amsterdam. Ternyata Jerman kemudian menguasai Belanda, tepatnya pada tahun 1942, dan penyiksaan terhadap keturunan Yahudi semakin menjadi-jadi sehingga mereka pun bersembunyi di balik sebuah lemari buku.

Surat pertama dia tulis pada hari Minggu, 14 Juni, 1942. Ia menulis tentang ulang tahunnya yang jatuh dua hari sebelum ia menulis surat itu, yaitu 12 Juni 1942, tepat ketika ia berusia 13 tahun. Ia mendapatkan hadiah sebuah diary, yang tentu saja menjadi tempat curhatnya yang kelak kita baca dan mengubah dunia.

Dari suratnya kita tahu bahwa sebagai seorang yang masih sangat muda, ia sangat cemas terlahir sebagai Yahudi, karena saat itu Hitler memiliki ‘kebijakan’ membasmi Yahudi dan keturunannya, sehingga keluarga Anne pun bergerak dalam semua keterbatasan. Semua dilarang bagi Yahudi, mereka harus memakai pakaian khusus dengan bintang kuning, mereka tak boleh menyetir, tak boleh naik kereta, tak boleh berbelanja dengan bebas, waktu dibatasi hanya dua jam yaitu antara jam 3-5, dilarang menonton film, dan juga dilarang berenang, bermain tenis, bermain hoki, dan banyak larangan lainnya lagi.

Pada tahun 1934, ketika usianya 5 tahun, Anne bersekolah di TK Montessori. Lalu ketika usianya 12 tahun, ia dan kakaknya, Margot, bersekolah di sekolah khusus Yahudi.

Semua terasa baik-baik saja, hingga akhirnya tibalah masa ketika semua tak baik-baik saja.

Saya akan jeda sebentar saja, sebab bagi saya tetap memilukan hati membaca surat seorang anak yang usianya sebaya usia anak saya, Putik Padi, yang berada di dalam persembunyian di mana kehidupan dan kematian hanya setipis kulit ari. Dan dia bisa menulis dengan gemilang!

Saya sering menyodorkan buku ini kepada Putik agar dia paham bagaimana beruntungnya kita hidup di sebuah masa di mana kita bisa masih bebas bersekolah, berenang, jalan-jalan, dan bermain main dengan nyaman (meskipun terbatas juga karena pandemi). Juga tak ada kecemasan bahwa sewaktu-waktu kita akan diterkam dan dijebloskan ke penjara yang kesangarannya tak terbantahkan dan yang masuk ke sana tak pernah lagi bisa keluar sebagai manusia utuh. Kebanyakan tinggal nama.

Saya menata hati dan melanjutkan membaca lagi surat Anne terutama yang bertanggal 8 Mei, 1944. Kurang lebih 76 tahun yang lalu. Mengapa saya tertarik di tanggal ini, sebab disinilah saya tahu bagaimana Anne Frank bercerita sesungguhnya ia lahir dari keluarga kaya, ayahnya kaya, ibunya kaya, dan mereka seharusnya bisa makan enak namun kenyataannya dia hanya makan dua sendok makan bubur dan wortel setengah matang untuk sarapan, kadang kentang busuk, lalu lettuce, dan bayam yang membuat Anne merasa dirinya kuat seperti Popeye.

Di tanggal 12 Mei, 1944, Anne mengatakan cita-cita terbesarnya adalah menjadi jurnalis dan penulis terkenal. Dia menulis “In any case, I want to publish a book entitled Het Achterbuis after the war. Whether I shall succeed or not, I cannot say, but my diary will be a great help.”

Dari tulisan ini kita tahu, Anne Frank telah mengubah dunia, ia telah menjadi seseorang yang melampaui cita-citanya, untuk menjadi jurnalis dan penulis terkenal. Ia telah menjadi pahlawan bahkan di usia mudanya. Suara yang ia sampaikan lantang melampaui jaman.

Surat terakhir Anne Frank tertanggal 1 Agustus 1944. Bagaimana nasibnya. Pada tanggal 4 Agustus 1944, 3 hari setelah ia menulis suratnya yang terakhir, seorang mata-mata Belanda masuk ke persembunyian Anne dan keluarganya. Mereka dibawa ke pusat Gestapo (polisi Nazi Jerman) di Amsterdam.  Lalu pada 3 September 1944, mereka dibawa keluar dari Belanda.

Tiga hari kemudian, mereka tiba di Auschwitz di Polandia di mana Anne terpisah dari keluarganya. Dalam buku berjudul “Anne Frank, A Portrait in Courage” oleh Ernst Schnabel, diceritakan bahwa Anne Frank menyaksikan penyiksaan tawanan di Auschwitz dan ketika sekelompok gadis Hungaria mengantri ke ruang gas untuk ‘dikremasi’, dia menatap mereka, sambil berkata, lihat mata mereka, mata mereka…

Bulan Oktober, Anne, Margot, dan Mrs. Van Daan dipindahkan ke Belsen di Jerman. Sementara Ibu Anne, tetap di Auschwitz. Ia meninggal disana bulan Januari, 1945 karena tak mau makan. Sementara itu Otto Frank, di kamp laki-laki pada Februari 1945 bertahan dan dibebaskan oleh orang Rusia. 

Sementara itu nasib Anne dan Margot di Belsen tak lebih baik. Mereka sangat lemah dan diserang wabah tifus.

Margot meninggal pada akhir Februari 1945. Dan menyusul beberapa hari kemudian Anne Frank.

Usianya belum genap 16 tahun.

Di bulan Mei 1945 perang mereda. Otto frank kembali ke Amsterdam.  Sekretarisnya, Miep, berhasil menyelamatkan catatan Anne Frank yang kemudian diterbitkan Ayahnya dengan judul dalam bahasa Belanda “Het Achterhuis”, seperti keinginan yang ditulis Anne di tanggal 12 Mei, 1944.

Ayahnya, Otto Frank mewujudkan buku Anne di bulan Juni tahun 1947 dengan penerbit Contact Publishers. Hingga kini buku ini telah diterjemahkan ke 70 bahasa. Dan telah menjadi sumber inspirasi bagi dunia sastra, teater dan film hingga sejarah. Seorang Anne Frank telah mengubah wajah dunia, dan namanya tentu tak akan pernah hilang dalam sejarah. [T]

Tags: Anne FrankKadek Sonia PiscayantiLiterasisastrasejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kendang Ajaib | Cerita Rakyat Afrika Selatan

Next Post

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
“Ranupura” |  Wajah Bangli sebagai Hulu

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co