3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
May 12, 2021
in Esai
“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Anne Frank

Pada tanggal 12 Mei 1944, tepat 76 tahun yang lalu, di sebuah tempat persembunyian, seorang anak menuliskan harapan dan cita-citanya, menjadi jurnalis, dan penulis besar.

76 tahun kemudian, di bulan Mei 2021, suaranya masih terdengar, dan tentu cita-cita itu telah terjadi dan bahkan melampaui niat anak kecil itu.

 Pagi ini saya sarapan, bukan dengan roti atau nasi, tapi dengan surat-surat Anne Frank. Di rak buku khusus di ruang kerja saya, memang saya letakkan spesial buku-buku yang menggugah nurani menulis saya. Salah satunya adalah Anne Frank.

Dia lahir dengan nama Annelies Marie Frank di Frankfurt, Jerman  pada tanggal 12 Juni 1929, dari sepasang orang tua bernama Otto Frank dan Edith Frank. Namun saat Nazi berkuasa di Jerman di mana keturunan Yahudi dihabisi, dia sekeluarga pindah ke Belanda, pada tahun 1933, ketika Anne berusia 4 tahun.

Ayahnya mengelola usaha di Belanda tepatnya di Amsterdam. Ternyata Jerman kemudian menguasai Belanda, tepatnya pada tahun 1942, dan penyiksaan terhadap keturunan Yahudi semakin menjadi-jadi sehingga mereka pun bersembunyi di balik sebuah lemari buku.

Surat pertama dia tulis pada hari Minggu, 14 Juni, 1942. Ia menulis tentang ulang tahunnya yang jatuh dua hari sebelum ia menulis surat itu, yaitu 12 Juni 1942, tepat ketika ia berusia 13 tahun. Ia mendapatkan hadiah sebuah diary, yang tentu saja menjadi tempat curhatnya yang kelak kita baca dan mengubah dunia.

Dari suratnya kita tahu bahwa sebagai seorang yang masih sangat muda, ia sangat cemas terlahir sebagai Yahudi, karena saat itu Hitler memiliki ‘kebijakan’ membasmi Yahudi dan keturunannya, sehingga keluarga Anne pun bergerak dalam semua keterbatasan. Semua dilarang bagi Yahudi, mereka harus memakai pakaian khusus dengan bintang kuning, mereka tak boleh menyetir, tak boleh naik kereta, tak boleh berbelanja dengan bebas, waktu dibatasi hanya dua jam yaitu antara jam 3-5, dilarang menonton film, dan juga dilarang berenang, bermain tenis, bermain hoki, dan banyak larangan lainnya lagi.

Pada tahun 1934, ketika usianya 5 tahun, Anne bersekolah di TK Montessori. Lalu ketika usianya 12 tahun, ia dan kakaknya, Margot, bersekolah di sekolah khusus Yahudi.

Semua terasa baik-baik saja, hingga akhirnya tibalah masa ketika semua tak baik-baik saja.

Saya akan jeda sebentar saja, sebab bagi saya tetap memilukan hati membaca surat seorang anak yang usianya sebaya usia anak saya, Putik Padi, yang berada di dalam persembunyian di mana kehidupan dan kematian hanya setipis kulit ari. Dan dia bisa menulis dengan gemilang!

Saya sering menyodorkan buku ini kepada Putik agar dia paham bagaimana beruntungnya kita hidup di sebuah masa di mana kita bisa masih bebas bersekolah, berenang, jalan-jalan, dan bermain main dengan nyaman (meskipun terbatas juga karena pandemi). Juga tak ada kecemasan bahwa sewaktu-waktu kita akan diterkam dan dijebloskan ke penjara yang kesangarannya tak terbantahkan dan yang masuk ke sana tak pernah lagi bisa keluar sebagai manusia utuh. Kebanyakan tinggal nama.

Saya menata hati dan melanjutkan membaca lagi surat Anne terutama yang bertanggal 8 Mei, 1944. Kurang lebih 76 tahun yang lalu. Mengapa saya tertarik di tanggal ini, sebab disinilah saya tahu bagaimana Anne Frank bercerita sesungguhnya ia lahir dari keluarga kaya, ayahnya kaya, ibunya kaya, dan mereka seharusnya bisa makan enak namun kenyataannya dia hanya makan dua sendok makan bubur dan wortel setengah matang untuk sarapan, kadang kentang busuk, lalu lettuce, dan bayam yang membuat Anne merasa dirinya kuat seperti Popeye.

Di tanggal 12 Mei, 1944, Anne mengatakan cita-cita terbesarnya adalah menjadi jurnalis dan penulis terkenal. Dia menulis “In any case, I want to publish a book entitled Het Achterbuis after the war. Whether I shall succeed or not, I cannot say, but my diary will be a great help.”

Dari tulisan ini kita tahu, Anne Frank telah mengubah dunia, ia telah menjadi seseorang yang melampaui cita-citanya, untuk menjadi jurnalis dan penulis terkenal. Ia telah menjadi pahlawan bahkan di usia mudanya. Suara yang ia sampaikan lantang melampaui jaman.

Surat terakhir Anne Frank tertanggal 1 Agustus 1944. Bagaimana nasibnya. Pada tanggal 4 Agustus 1944, 3 hari setelah ia menulis suratnya yang terakhir, seorang mata-mata Belanda masuk ke persembunyian Anne dan keluarganya. Mereka dibawa ke pusat Gestapo (polisi Nazi Jerman) di Amsterdam.  Lalu pada 3 September 1944, mereka dibawa keluar dari Belanda.

Tiga hari kemudian, mereka tiba di Auschwitz di Polandia di mana Anne terpisah dari keluarganya. Dalam buku berjudul “Anne Frank, A Portrait in Courage” oleh Ernst Schnabel, diceritakan bahwa Anne Frank menyaksikan penyiksaan tawanan di Auschwitz dan ketika sekelompok gadis Hungaria mengantri ke ruang gas untuk ‘dikremasi’, dia menatap mereka, sambil berkata, lihat mata mereka, mata mereka…

Bulan Oktober, Anne, Margot, dan Mrs. Van Daan dipindahkan ke Belsen di Jerman. Sementara Ibu Anne, tetap di Auschwitz. Ia meninggal disana bulan Januari, 1945 karena tak mau makan. Sementara itu Otto Frank, di kamp laki-laki pada Februari 1945 bertahan dan dibebaskan oleh orang Rusia. 

Sementara itu nasib Anne dan Margot di Belsen tak lebih baik. Mereka sangat lemah dan diserang wabah tifus.

Margot meninggal pada akhir Februari 1945. Dan menyusul beberapa hari kemudian Anne Frank.

Usianya belum genap 16 tahun.

Di bulan Mei 1945 perang mereda. Otto frank kembali ke Amsterdam.  Sekretarisnya, Miep, berhasil menyelamatkan catatan Anne Frank yang kemudian diterbitkan Ayahnya dengan judul dalam bahasa Belanda “Het Achterhuis”, seperti keinginan yang ditulis Anne di tanggal 12 Mei, 1944.

Ayahnya, Otto Frank mewujudkan buku Anne di bulan Juni tahun 1947 dengan penerbit Contact Publishers. Hingga kini buku ini telah diterjemahkan ke 70 bahasa. Dan telah menjadi sumber inspirasi bagi dunia sastra, teater dan film hingga sejarah. Seorang Anne Frank telah mengubah wajah dunia, dan namanya tentu tak akan pernah hilang dalam sejarah. [T]

Tags: Anne FrankKadek Sonia PiscayantiLiterasisastrasejarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kendang Ajaib | Cerita Rakyat Afrika Selatan

Next Post

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
“Ranupura” |  Wajah Bangli sebagai Hulu

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co