4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Jero Penyarikan Duuran Batur by Jero Penyarikan Duuran Batur
May 12, 2021
in Esai
“Ranupura” |  Wajah Bangli sebagai Hulu

Foto ilustrasi: Pura Pasar Agung Batur.

HUT ke-817 Kota Bangli, Senin 10 Mei 2021, ramai dengan wacana. Jauh sebelum Hari H, wacana tentang nama ibukota Bangli muncul di berbagai media massa.

Bangli pun kembali menjadi pusat perbincangan. Jika menjelang HUT ke-815 Bangli, Mei 2019 silam kabupaten yang sejatinya beriklim sejuk ini dibuat hangat oleh wacana munculnya maskot bunga gumitir yang seakan “jatuh dari langit”, kini pemantik wacananya adalah pengusulan nama ibukota bagi Bangli.

Wacana mengganti nama ibukota pertama kali muncul ke publik lewat pemberitaan media pada purnama Sasih Jyestha, 27 April 2021 lalu. Kala itu, saat bersembahyang di Pura Kehen, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan ada tiga usulan nama ibukota untuk Bangli. Ketiganya, yakni Arumpura, Prameswarapura, dan Sukhapura diusulkan oleh Puri Agung Bangli, yang diharapkan dapat menjadi spirit baru mengembangkan Bangli ke depan.

Tidak perlu waktu lama setelah wacana itu diumpan ke publik, perbicangan pun menghangat—utamanya di forum media sosial, meski baru sekadar usulan. Tambahan usulan nama kemudian mengemuka, di antaranya Singamandawa serta Mandarapura.

Menanggapi wacana yang semakin meluas, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli dan Majelis Desa Adat (MDA) Bangli mengambil langkah sigap. Ketua PHDI Bangli, I Nyoman Sukra dan Ketua MDA Bangli, I Ketut Kayana, bahkan “turun gunung” mengundang sejumlah tokoh masyarakat Bangli merumuskan calon nama ibukota. Usai sowan ke tokoh-tokoh itu, pertemuan yang lebih serius digelar di Kantor PHDI Bangli, tepat pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021.

Pertemuan itu memunculkan setidaknya sembilan usulan calon nama ibukota Bangli. Kesembilan nama itu adalah Ranupura, Mahamretapura, Singamandawa, Chintamani, Wijaya Nagari, Sukhapura, Prameswarapura, Arumpura, dan Raktakarapura atau Raktakayamalapura. Dari sembilan nama yang muncul, forum itu kemudian mengunggulkan tiga nama yakni Ranupura, Wijaya Nagari, dan Raktakarapura. Meski demikian, sembilan nama yang masuk sebagai usulan tidak dihapus, melainkan juga akan dilampirkan dalam naskah yang nantinya akan disampaikan ke Bupati Bangli, sembari menunggu jika ada usulan nama yang lain.

Momentum

Ketika wacana pergantian nama ibukota Bangli mengemuka ke permukaan, saya mendapat banyak pertanyaan esensial yang amat penting: apa urgensi mengubah nama ibukota Bangli sekarang?

Saya sebagai masyarakat awam tentu tidak tahu motif “sesungguhnya” dari wacana itu. Namun, setidaknya setelah googling dan mengamati pemberitaan di media massa, penggantian nama ibukota dianggap sebagai pondasi membangun Bangli yang kuat dan sejahtera. Melalui nama yang baru, Bangli diharap jengah, dan dapat mengelola lebih serius sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat. Jika lebih dalam lagi menganalisa, bukan tidak mungkin wacana itu merupakan salah satu langkah “memuluskan” branding “Bangli Era Baru” yang dikibarkan Sedana Arta-Wayan Diar sejak masa kampanye.

Secara politis, “pembangunan” monumen-monumen yang dapat dilihat dengan mata telanjang oleh seluruh masyarakat Bangli sangat diperlukan pasangan bupati-wakil bupati ini. Terlebih, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menunjukkan kerja ke masyarakat yang selama ini menilai pembangunan Bangli “jalan di tempat”. Mereka hanya punya tiga tahun lagi untuk kemudian mengamankan periode kedua pada 2024, menurut rencana Pemilu Serentak. Maka, pilihannya memang hanya menunjukkan karya yang setampak-tampaknya bagi masyarakat.

Namun, bagi saya yang seorang awam, terlepas dari berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, wacana ini penting untuk dikelola. Pemerintah yang membuka diri menerima usulan dari masyarakat patut diapresiasi sebagai bentuk nyata menjalankan demokrasi. Hal-hal esensial semacam ini memang perlu peran masyarakat, tidak sekonyong-konyong ada, seperti jatuh dari langit.

Wacana ini juga dapat menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan energi membangun Bangli, mulai dari konsep ke program. Perumusan nama ibukota tentu sebuah merupakan perumusan konsep tentang tata kelola Bangli ke depan. Jika konsep berhasil dirumuskan, PR selanjutnya adalah mengaktualisasi konsep-konsep itu.

Ranupura: Wajah Bangli sebagai Hulu

Dari sejumlah nama yang muncul dalam bursa usulan nama ibukota Bangli, saya secara pribadi mengunggulkan Ranupura. Ranupura muncul dari pembacaan dan perenungan Jero Gede Batur Makalihan. Ranupura berasal dari kata ranu dan pura. Ranu atau danu berarti ‘danau’, sedangkan pura merujuk arti ‘kota’. Maka, secara harfiah Ranupura berarti ‘kota danau’. Lebih jauh, ranu juga merujuk pada salah satu unsur dalam Sadkreti ‘enam elemen alam yang harus dimuliakan’.

Ketika mayoritas nama yang muncul dalam bursa memijakkan kakinya pada kesejarahan Bangli, Ranupura lahir dari proses pengamatan tanda-tanda alam. Ranupura didasarkan pada keberadaan Bangli yang memiliki danau terbesar di Bali: Danau Batur.

Danau Batur yang bentang alamnya menyatu dengan Gunung Batur dan Kaldera Batur secara keseluruhan dapat dikatakan sebagai anugerah semesta yang maha agung bagi Bangli. Evolusi geologi Kaldera Batur yang panjang telah membuat dunia takjub, sehingga kaldera seluas 16 km2 ini ditetapkan sebagai Taman Bumi pertama di Indonesia dan satu-satunya di Bali.

Bagi masyarakat Bali, Danau Batur menyandang dua fungsi strategis, yakni secara ekologis dan kultural. Secara ekologis, Danau Batur diyakini sebagai salah satu kawasan yang sangat penting bagi Bali. Air Danau Batur diyakini sebagai sumber dari sejumlah mata air dan sungai di Bali. Air danau itulah yang menyusui Bali, sehingga Bali bisa hidup dan berlari sebagai destinasi wisata tersohor di dunia.

Secara kultural, air Danau Batur juga telah membangun jejaring budaya yang kompleks di Balidwipa. Entitas Bhatari Dewi Danuh yang berstana di Gunung Batur dengan yoninya Danau Batur diyakini sebagai dewata utama pemegang unsur pradhana atau kebendaan Bali. Melalui berkat dan kasih Bhatari Dewi Danuhlah kesejahteraan dialirkan dari hulu ke hilir. Kepercayaan masyarakat terhadap Dewi Danuh dengan airnya telah membangun sistem pasihan, yakni jejaring desa/subak yang mengorbitkan diri pada Batur sebagai hulunya. Para anggota pasihan Bhatari Batur hingga saat ini pun masih melakoni tanggung jawabnya untuk mempersembahkan sawinih atau sarin tahun saban pujawali di pura tersebut setiap Purnama Kadasa sebagaimana yang tersurat dalam Raja Purana Pura Ulun Danu Batur.

Atas konstruksi konsep tersebutlah, usulan Ranupura sebagai nama ibukota Bangli dapat mewakili entitas Bangli sebagai kabupaten penting yang penopang ekosistem Bali. Bangli adalah kepala Bali. Kepala adalah pusat tubuh, tempat ketenangan maupun kekacauan diciptakan oleh pikiran itu sendiri.

Ingatan-ingatan ini pada akhirnya juga akan menjadi cemeti melihat kekayaan sumber daya alam yang telah dianugerahkan pada Bangli. Berlatar kekayaan inilah, kesejahteraan bagi masyarakatnya dapat terwujud. Bangli Bhukti Mukti Bhakti! [T]

  • Esai ini dimuat pertama kali pada kolom “Carikan”, Media Bali, 3 Mei 2021 dengan judul Ranupura dan Pesan-pesan Kesejahteraan.

___

Baca esai lain tentang usulan nama ibukota Bangli

Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Wijaya Pura

Tags: baliBangliBaturHUT Kota Bangli
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Next Post

Kenapa Namanya “Rumah Sakit”, Bukan “Rumah Sehat”?

Jero Penyarikan Duuran Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Memiliki nama lahir I Ketut Eriadi Ariana. Pemuda Batur yang saat ini dosen di Prodi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Senang berkegiatan di alam bebas.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kenapa Namanya “Rumah Sakit”, Bukan “Rumah Sehat”?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co