24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ranupura” | Wajah Bangli sebagai Hulu

Jero Penyarikan Duuran Batur by Jero Penyarikan Duuran Batur
May 12, 2021
in Esai
“Ranupura” |  Wajah Bangli sebagai Hulu

Foto ilustrasi: Pura Pasar Agung Batur.

HUT ke-817 Kota Bangli, Senin 10 Mei 2021, ramai dengan wacana. Jauh sebelum Hari H, wacana tentang nama ibukota Bangli muncul di berbagai media massa.

Bangli pun kembali menjadi pusat perbincangan. Jika menjelang HUT ke-815 Bangli, Mei 2019 silam kabupaten yang sejatinya beriklim sejuk ini dibuat hangat oleh wacana munculnya maskot bunga gumitir yang seakan “jatuh dari langit”, kini pemantik wacananya adalah pengusulan nama ibukota bagi Bangli.

Wacana mengganti nama ibukota pertama kali muncul ke publik lewat pemberitaan media pada purnama Sasih Jyestha, 27 April 2021 lalu. Kala itu, saat bersembahyang di Pura Kehen, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan ada tiga usulan nama ibukota untuk Bangli. Ketiganya, yakni Arumpura, Prameswarapura, dan Sukhapura diusulkan oleh Puri Agung Bangli, yang diharapkan dapat menjadi spirit baru mengembangkan Bangli ke depan.

Tidak perlu waktu lama setelah wacana itu diumpan ke publik, perbicangan pun menghangat—utamanya di forum media sosial, meski baru sekadar usulan. Tambahan usulan nama kemudian mengemuka, di antaranya Singamandawa serta Mandarapura.

Menanggapi wacana yang semakin meluas, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli dan Majelis Desa Adat (MDA) Bangli mengambil langkah sigap. Ketua PHDI Bangli, I Nyoman Sukra dan Ketua MDA Bangli, I Ketut Kayana, bahkan “turun gunung” mengundang sejumlah tokoh masyarakat Bangli merumuskan calon nama ibukota. Usai sowan ke tokoh-tokoh itu, pertemuan yang lebih serius digelar di Kantor PHDI Bangli, tepat pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021.

Pertemuan itu memunculkan setidaknya sembilan usulan calon nama ibukota Bangli. Kesembilan nama itu adalah Ranupura, Mahamretapura, Singamandawa, Chintamani, Wijaya Nagari, Sukhapura, Prameswarapura, Arumpura, dan Raktakarapura atau Raktakayamalapura. Dari sembilan nama yang muncul, forum itu kemudian mengunggulkan tiga nama yakni Ranupura, Wijaya Nagari, dan Raktakarapura. Meski demikian, sembilan nama yang masuk sebagai usulan tidak dihapus, melainkan juga akan dilampirkan dalam naskah yang nantinya akan disampaikan ke Bupati Bangli, sembari menunggu jika ada usulan nama yang lain.

Momentum

Ketika wacana pergantian nama ibukota Bangli mengemuka ke permukaan, saya mendapat banyak pertanyaan esensial yang amat penting: apa urgensi mengubah nama ibukota Bangli sekarang?

Saya sebagai masyarakat awam tentu tidak tahu motif “sesungguhnya” dari wacana itu. Namun, setidaknya setelah googling dan mengamati pemberitaan di media massa, penggantian nama ibukota dianggap sebagai pondasi membangun Bangli yang kuat dan sejahtera. Melalui nama yang baru, Bangli diharap jengah, dan dapat mengelola lebih serius sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat. Jika lebih dalam lagi menganalisa, bukan tidak mungkin wacana itu merupakan salah satu langkah “memuluskan” branding “Bangli Era Baru” yang dikibarkan Sedana Arta-Wayan Diar sejak masa kampanye.

Secara politis, “pembangunan” monumen-monumen yang dapat dilihat dengan mata telanjang oleh seluruh masyarakat Bangli sangat diperlukan pasangan bupati-wakil bupati ini. Terlebih, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menunjukkan kerja ke masyarakat yang selama ini menilai pembangunan Bangli “jalan di tempat”. Mereka hanya punya tiga tahun lagi untuk kemudian mengamankan periode kedua pada 2024, menurut rencana Pemilu Serentak. Maka, pilihannya memang hanya menunjukkan karya yang setampak-tampaknya bagi masyarakat.

Namun, bagi saya yang seorang awam, terlepas dari berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, wacana ini penting untuk dikelola. Pemerintah yang membuka diri menerima usulan dari masyarakat patut diapresiasi sebagai bentuk nyata menjalankan demokrasi. Hal-hal esensial semacam ini memang perlu peran masyarakat, tidak sekonyong-konyong ada, seperti jatuh dari langit.

Wacana ini juga dapat menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan energi membangun Bangli, mulai dari konsep ke program. Perumusan nama ibukota tentu sebuah merupakan perumusan konsep tentang tata kelola Bangli ke depan. Jika konsep berhasil dirumuskan, PR selanjutnya adalah mengaktualisasi konsep-konsep itu.

Ranupura: Wajah Bangli sebagai Hulu

Dari sejumlah nama yang muncul dalam bursa usulan nama ibukota Bangli, saya secara pribadi mengunggulkan Ranupura. Ranupura muncul dari pembacaan dan perenungan Jero Gede Batur Makalihan. Ranupura berasal dari kata ranu dan pura. Ranu atau danu berarti ‘danau’, sedangkan pura merujuk arti ‘kota’. Maka, secara harfiah Ranupura berarti ‘kota danau’. Lebih jauh, ranu juga merujuk pada salah satu unsur dalam Sadkreti ‘enam elemen alam yang harus dimuliakan’.

Ketika mayoritas nama yang muncul dalam bursa memijakkan kakinya pada kesejarahan Bangli, Ranupura lahir dari proses pengamatan tanda-tanda alam. Ranupura didasarkan pada keberadaan Bangli yang memiliki danau terbesar di Bali: Danau Batur.

Danau Batur yang bentang alamnya menyatu dengan Gunung Batur dan Kaldera Batur secara keseluruhan dapat dikatakan sebagai anugerah semesta yang maha agung bagi Bangli. Evolusi geologi Kaldera Batur yang panjang telah membuat dunia takjub, sehingga kaldera seluas 16 km2 ini ditetapkan sebagai Taman Bumi pertama di Indonesia dan satu-satunya di Bali.

Bagi masyarakat Bali, Danau Batur menyandang dua fungsi strategis, yakni secara ekologis dan kultural. Secara ekologis, Danau Batur diyakini sebagai salah satu kawasan yang sangat penting bagi Bali. Air Danau Batur diyakini sebagai sumber dari sejumlah mata air dan sungai di Bali. Air danau itulah yang menyusui Bali, sehingga Bali bisa hidup dan berlari sebagai destinasi wisata tersohor di dunia.

Secara kultural, air Danau Batur juga telah membangun jejaring budaya yang kompleks di Balidwipa. Entitas Bhatari Dewi Danuh yang berstana di Gunung Batur dengan yoninya Danau Batur diyakini sebagai dewata utama pemegang unsur pradhana atau kebendaan Bali. Melalui berkat dan kasih Bhatari Dewi Danuhlah kesejahteraan dialirkan dari hulu ke hilir. Kepercayaan masyarakat terhadap Dewi Danuh dengan airnya telah membangun sistem pasihan, yakni jejaring desa/subak yang mengorbitkan diri pada Batur sebagai hulunya. Para anggota pasihan Bhatari Batur hingga saat ini pun masih melakoni tanggung jawabnya untuk mempersembahkan sawinih atau sarin tahun saban pujawali di pura tersebut setiap Purnama Kadasa sebagaimana yang tersurat dalam Raja Purana Pura Ulun Danu Batur.

Atas konstruksi konsep tersebutlah, usulan Ranupura sebagai nama ibukota Bangli dapat mewakili entitas Bangli sebagai kabupaten penting yang penopang ekosistem Bali. Bangli adalah kepala Bali. Kepala adalah pusat tubuh, tempat ketenangan maupun kekacauan diciptakan oleh pikiran itu sendiri.

Ingatan-ingatan ini pada akhirnya juga akan menjadi cemeti melihat kekayaan sumber daya alam yang telah dianugerahkan pada Bangli. Berlatar kekayaan inilah, kesejahteraan bagi masyarakatnya dapat terwujud. Bangli Bhukti Mukti Bhakti! [T]

  • Esai ini dimuat pertama kali pada kolom “Carikan”, Media Bali, 3 Mei 2021 dengan judul Ranupura dan Pesan-pesan Kesejahteraan.

___

Baca esai lain tentang usulan nama ibukota Bangli

Membaca Raja Purana Pura Ulun Danu Batur

Wijaya Pura

Tags: baliBangliBaturHUT Kota Bangli
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Het Achterhuis” | Catatan Anne Frank 12 Mei yang Menggetarkan Hati Dunia

Next Post

Kenapa Namanya “Rumah Sakit”, Bukan “Rumah Sehat”?

Jero Penyarikan Duuran Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Memiliki nama lahir I Ketut Eriadi Ariana. Pemuda Batur yang saat ini dosen di Prodi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Senang berkegiatan di alam bebas.

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kenapa Namanya “Rumah Sakit”, Bukan “Rumah Sehat”?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co