26 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis — ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Redaksi Tatkala Tabanan by Redaksi Tatkala Tabanan
September 26, 2022
in Ekonomi
Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis — ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Perbekel Desa Kukuh Kerambitan Widhi Adnyana memegang kripik gedebong bersama dosen dan mahasiswa ISI Denpasar dalam kegiatan PKM di desa itu

TABANAN | TATKALA.CO — Dari Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, terciptakan kripik dari gedebong (pelepah pisang). Produknya disukai, dan sudah dijual di warung-warung di Desa Kukuh dan sekitarnya. Enak dan gurih.

Produksi kripik pelepah pisang itu sudah dimulai sejak Maret 2022. Produk ini adalah hasil dari pelatihan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Kukuh yang difasilitasi oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tabanan.

Selama ini kripik pelepah pisang itu dikemas dengan sahaja. Tujuan pengemasannya juga sederhana: agar tetap renyah dan enak. Artinya, kemasannya belum digarap secara maksimal, misalnya dengan memasang merk dan belum di-branding secara sempurna untuk meningkatkan nilai jual.  

Rebranding

Untuk itulah, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2022 oleh dosen dan mahasiswa datang ke Desa Kukuh untuk membantu UP2K PKK Desa Kukuh Kerambitan berkitan dengan upaya-upaya branding terhadap produk kripik pelepah pisang itu. Antara lain membuat merk dan mempercantik kemasan kripik itu..

Dosen dan mahasiswa itu melakukan pelatihan yang diikuti pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam kepada Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Kukuh Kerambitan. Para pelaku itu mengikuti pelatihan dengan serius, antara lain bagaimana cara mendesain kemasan produk dengan indah dan menarik.

Kegiatan PKM ISI Denpasar di Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan

Karena pelaku UMKM itu, khususnya penghasil kripik gedebong, tak hanya dituntut menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu mengkemas serta memasarkan produk usahanya melalui media sosial, dunia digital. Dengan demikian, produksi mereka bisa lebih dikenal masyarakat luas.

Kegiatan PKM focus pada peningkatan kualitas desain kemasan dan strategi pemasaran produk kelompok UP2K PKK Desa Kukuh Kerambitan.

“Ibu-ibu PKK Kelompok UP2K PKK Desa Kukuh Kerambitan yang membuat olahan pelepah pisang menjadi usaha kripik ini, kami latih untuk meningkatan kualitas desain kemasan dan strategi pemasaran produknya,” kata I Nyoman Larry Julianto, Dosen Desain ISI Denpasar selaku ketua Tim PKM disela-sela kegiatan tersebut, Selasa 13 September 2022.

Melalui pelatihan itu, diharapkan keripik pisang pelepah pisang, mampu menghasilkan produk unggul yang mampu “go nasional” dan “go internasional”. Pelatihan ini diikuti 16 orang yang terdiri dari 1 orang ketua dan 15 anggota.

Namun, saat workshop tersebut tidak semua bisa hadir karena kesibukan, maka yang hadir diwakili kader digital di Desa Kukuh, Kacamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. “Kualitas produk kripik mereka cukup baik, tetapi kemasan belum dimaksimalkan agar produk kelihatan menarik, kemudian memasarkan dengan baik,” ucapnya.

Jika kedua hal tersebut sudah dikuasai, maka kripik pelepah pisang yang merupakan jenis kuliner baru akan mampu menembus pasar yang lebih luas. Sementara ini, produk kripik tersebut hanya mampu menembus pasar di desa tersebut, sehingga dirasa perlu menyebarluaskan ke pasar nasional, hingga internasional.

Kripik pelepah pisang juga sangat menarik untuk dijadikan oleh-oleh para wisatawan, jika dikemas dengan baik. “Kegiatan ini bertujuan untuk re-branding kripik pelepah pisang,” ungkap Larry Julianto.

Kripik gedebong dalam kemasan

Kegiatan workshop terkait Program Kemitraan Masyarakat dengan Judul Peningkatan Kualitas Desain Kemasan dan Strategi Pemasaran Produk Kelompok UP2K PKK Desa Kukuh Kerambitan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana, perwakilan Kelompok UP2K PKK Desa Kukuh Kerambitan, Ni Ketut Sekartini, Kader Digital Desa Kukuh Kerambitan (Kadek Aprilia Pradnyamika), dan Ketua TP PKK Desa Kukuh Kerambitan, Ni Putu Yulia Ratih.

Menutrut Larry Julianto, kegiatan yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu meliputi dua aspek permasalahan, yakni Peningkatan Kualitas Desain Kemasan dan Strategi Pemasaran Produk Kelompok UP2K PKK Desa Kukuh Kerambitan. “Kami merlakukan kegiatan perngabdian kepada masyarakat ini melalui tahapan, sehingga mendapatkan hasilkan yang tepat guna,” imbuhnya.

Tahapan awal, dilakukan FGD bertempat di ruang pertemuan Kantor Desa, terkait pembahasan mengenai nama (merek) dari produk tersebut. Hal itu, melalui diskusi yang panjang akhirnya disepakati nama (merek) dari produk kripik pelepah pisang adalah DèBong (kegiatan dilakukan tanggal 13 September 2022.

Kemudian dilanjutkan workshop mendesain ulang kemasan sebelumnya dan melatih cara membuat desain poster digital sebagai media promosi pada instagram (kegiatan di hari yg sama).

“Tahap selanjutnya adalah lounching rebranding produk dan sekaligus lounching iklan DèBong yang dalam pengerjaannya bersinergi dengan Mahasiswa MBKM, dan saya selaku pembimbing utama,” kata Larry Julianto.

Gurih Higienis

Bagaimana riwayat kripik gedebong di Desa Kukuh Kerambitan, tabanan, ini?

Perbekel/Kepala Desa Kukuh Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana mengatakan di di Desa Kukuh Kerambitan banyak ada pohon pisang batu (biu batu). Pisang itu biasanya hanya dicari daunnya saja, sementara gedebongnya (batang/pohonyanya) biasanya tidak dimanfaatkan. 

“Oleh karena itu, kita olah gedebong dari biu batu itu agar bernilai ekonomis dan higienis menjadi kripik gedebong,” kata Widhi Adnyana.

Bagian gedebong yang digunakan untuk kripik adalah bagian dalam dari kelopak gedebong atau kelpok batang pisang itu. Pelepah pisang bagian dalam itu diiris, lalu diproses sedemikian rupa, lalu digoreng, sehingga tercipta kripik yang unik dan enak.

Saat ini kripik itu baru dipasarkan secara lokal saja dan sudah mulai dipasarkan di warung-warung sekitar desa, dan sempat mengikuti pameran Bali Bangkit Provinsi Bali.

Bedanya kripik gedebong dengan kripik lain adalah dari segi tekstur dan rasa. Tekstur serat gedebong itu khas sekali, dan rasanya juga sangat gurih dan bisa diisi dengan varian rasa balado dan lainnya.

Bagaimana dengan harganya? Per 150 gram kripik itu dijual Rp. 10.000. “Setiap hari order masuk sekitar 6 kilogram,” kata Widhi Adnyana.

Widhi Adnyana berterima karena ISI Denpasar sudah membantu dalam hal rebranding kemasan kripik ini. “Tujuannya adalah untuk menambah nilai jual,” katanya. [T][Pan/Mao]

Tags: Desa KukuhDesa Kukuh KerambitanISI Denpasarkripik gedebongUMKM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mindfulness dalam The Society of Minds: Menerjemahkan Pikiran Dokter Arya

Next Post

Kabar Sanggar Santhi Budaya dari Korea: Adu Koreografi, Jalan-jalan, Menghibur Lansia

Redaksi Tatkala Tabanan

Redaksi Tatkala Tabanan

Related Posts

Bupati Nyoman Sutjidra Harapkan Pengusaha Muda Terus Bersinergi dengan Pemerintah Agar Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

by tatkala
March 28, 2026
0
Bupati Nyoman Sutjidra Harapkan Pengusaha Muda Terus Bersinergi dengan Pemerintah Agar Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra memuji Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kabupaten Buleleng yang diisi anak-anak muda penuh inovasi dan...

Read moreDetails

Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

by tatkala
October 22, 2025
0
Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa risiko disrupsi bagi industri media, namun juga membuka peluang bisnis dan inovasi...

Read moreDetails

Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

by tatkala
September 5, 2025
0
Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

HAIRUDIN, lelaki 57 tahun itu, tetap setia pada tempe. Setia juga membuatnya secara tradisional, meski alat-alat modern kini begitu mudah...

Read moreDetails

Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

SUBAK di Bali bukan hanya soal air. Ia adalah filosofi hidup. Air mengalir dari hulu ke hilir, melintasi sawah, membawa...

Read moreDetails

Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

BULDE Wine, dengan memanfaatkan anggur dari petani Buleleng, perlahan menjadi jenis minuman yang berkelas. Minuman ini tak bisa disebut sebagai...

Read moreDetails

Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

by Rusdy Ulu
August 10, 2025
0
Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

PAGI di kawasan pantai, di Buleleng bagian timur, sinar matahari menghangatkan orang-orang yang pergi untuk bekerja di pantai. Aroma laut...

Read moreDetails

Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

by tatkala
June 23, 2025
0
Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

SEIRING meningkatnya antusiasme warga membuka tabungan haji di beberapa cabang Bank Syariah Indonesia Tbk yang ada di Bali, khususnya Buleleng, ...

Read moreDetails

Meningkat, Antusiasme Warga Muslim Bali Membuka Tabungan Haji di BSI Kantor Cabang Buleleng

by tatkala
May 16, 2025
0
Meningkat, Antusiasme Warga Muslim Bali Membuka Tabungan Haji di BSI Kantor Cabang Buleleng

ANTUSIASME masyarakat  Muslim Bali untuk merencanakan ibadah haji sejak dini terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari rata-rata pembukaan rekening...

Read moreDetails

1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

by Ananta Kurnia
April 29, 2024
0
1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

JEMBRANA | TATKALA.CO -- Langkah monumental terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan penyerahan Sertifikat Halal kepada 1000 pelaku Usaha Mikro,...

Read moreDetails

Bulde Wine dari Buah Anggur Asli Buleleng, Sehat dan Menggairahkan

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 15, 2024
0
Bulde Wine dari Buah Anggur Asli Buleleng, Sehat dan Menggairahkan

ADA wine yang diproduksi dari bahan anggur Buleleng. Nama merk-nya, Bulde Wine. Bulde artinya Buleleng Dessert. Yang menarik, minuman ini...

Read moreDetails
Next Post
Kabar Sanggar Santhi Budaya dari Korea: Adu Koreografi, Jalan-jalan, Menghibur Lansia

Kabar Sanggar Santhi Budaya dari Korea: Adu Koreografi, Jalan-jalan, Menghibur Lansia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co