2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

tatkala by tatkala
September 5, 2025
in Ekonomi
Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

Hairudin

HAIRUDIN, lelaki 57 tahun itu, tetap setia pada tempe. Setia juga membuatnya secara tradisional, meski alat-alat modern kini begitu mudah didapat.

“Saya sudah dari sejak muda ikut bantu orang tua bikin tempe. Sampai sekarang tetap  saya lanjutkan,” ujar Hairudin, Jumat, 5 September 2025.

Hairudin membuat tempe di rumahnya, di pesisir Pantai Taman Sari, tepatnya di Jalan Pulau Sugara Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Kabupaten Buleleng-Bali.

Di tempat itulah ia menjalani proses panjang-pendek membuat tempe, satu jenis makanan yang sungguh asli Indonesia.

Jika hendak berkunjung ke tempat itu, siap-siap menghirup aroma khas kedelai, atau terasa sudah menghirup aroma tempe yang ditopong-potong di atas talenan.

Hairundin bisa ditemui sedang melakukan kegiatan yang berurusan dengan kedelai. Kedelai yang dibersihkan, kedelai yang difermentasi. Atau kita bisa temui dia sedang mengemas tempe yang siap dipasarkan ke para pelangan.

Usaha pembuatan tempe itu memang sudah dikelola sejak tahun 1970. Awalnya dibuat oleh ayahnya, kini sudah menjadi  warisan usaha untuk dirinya.

Semangatnya untuk menjaga cita rasa tempe tradisional tak pernah surut. Bahkan, ia melibatkan enam tetangganya sebagai karyawan. Tiga untuk membantu proses produksi tempe, tiga lainnya untuk tahu, produk sampingan berbahan dasar kedelai yang juga ia produksi.

Kabupaten Buleleng sendiri dikenal sebagai wilayah yang mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Berdasarkan data klasifikasi usaha yang bersumber pada satu data Pemkab Buleleng, jumlah usaha kecil di Buleleng meningkat dari sekitar 9.576 pada tahun 2020 menjadi 12.107 pada tahun 2024. Lingkungan yang mendukung ini turut memberikan ruang bagi usaha-usaha rumahan seperti milik Hairudin untuk bertahan dan berkembang.

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) aktif memfasilitasi pelatihan dan pendampingan agar UMKM lebih berdaya saing.

Dulu, tempe buatan Hairudin dibungkus dengan daun pisang yang memberi aroma khas dan kesan alami. Kini, bungkus plastik menjadi pilihan utama karena lebih praktis dan mudah  didapatkan.

Namun demikian, proses pembuatan tempe masih mempertahankan unsur manual yang diwariskan secara turun-temurun. Mesin hanya digunakan untuk beberapa tahap, seperti menggiling kedelai atau mengaduk adonan.

“Kita tetap pakai cara lama. Tapi untuk efisiensi waktu, beberapa proses dibantu mesin,” jelasnya.

Proses pembuatan tempe dimulai dari merendam dan merebus kedelai, mengupas kulitnya, lalu dikeringkan sebelum dicampur dengan ragi.

Menariknya, Hairudin menggunakan dua jenis ragi sekaligus, ialah ragi instan dan ragi alami yang berasal dari pohon waru. Campuran tersebut kemudian dibungkus dan disimpan untuk fermentasi selama empat hari.

“Kalau cuaca cerah, tempe jadi lebih cepat. Tapi kalau mendung, fermentasinya lambat, jadi raginya saya tambah,” ujarnya.

Hairudin memproduksi sekitar 100 kilogram tempe setiap harinya. Penjualannya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga sekitar yang membeli langsung ke rumah produksi hingga pedagang pasar yang datang membeli dalam jumlah besar.

Selain itu, ia juga menerima pesanan secara online. Beberapa kali ia bahkan mengirim pesanan dalam jumlah besar ke luar wilayah pusat kota, seperti Lovina dan Bebetin.

 “Itu yang paling jauh saya pernah antar,” ucapnya. 

Harga jualnya pun bervariasi sesuai ukuran, untuk tempe berukuran kecil dihargai sebesar Rp4.000, ukuran sedang Rp7.000, dan ukuran besar seharga Rp9.000 per potong sehingga dapat dijangkau oleh konsumen dari berbagai kalangan. 

Salah satu pelanggan tetapnya, Ketut Eti mengaku telah membeli tempe dari Hairudin selama bertahun-tahun.

“Tempe Pak Hairudin itu beda rasanya, lebih gurih dan awet. Saya sudah coba beli dari tempat lain, tapi tetap balik lagi ke sini,” ujarnya.

Meski proses pembuatan tempe belum bisa sepenuhnya dimodernisasi, terutama karena belum ada alat yang dapat mempercepat fermentasi Hairudin tetap optimis.

Ia berharap kelak anak cucunya mau melanjutkan usaha keluarga ini. “Saya ingin usaha ini tetap jalan, jangan sampai berhenti di saya. Ini warisan keluarga,” kata Hairudin.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Hairudin membuktikan bahwa tradisi bisa tetap hidup jika diiringi semangat menjaga kualitas, kesederhanaan, dan ketulusan. Tempe Hairudin adalah hasil dari kerja keras dan dari pewarisan nilai-nilai dari generasi ke generasi. [T]

Reporter/Penulis: Son/Rilis Kominfosanti Buleleng
Editor: Budarsana

Tags: bulelengtempe
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Next Post

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

by tatkala
August 24, 2026
0
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

Read moreDetails

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

by tatkala
August 20, 2026
0
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

Read moreDetails

UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

by Deanda Dewindaru
August 17, 2026
0
UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM...

Read moreDetails

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
0
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

Read moreDetails

Bupati Nyoman Sutjidra Harapkan Pengusaha Muda Terus Bersinergi dengan Pemerintah Agar Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

by tatkala
March 28, 2026
0
Bupati Nyoman Sutjidra Harapkan Pengusaha Muda Terus Bersinergi dengan Pemerintah Agar Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra memuji Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kabupaten Buleleng yang diisi anak-anak muda penuh inovasi dan...

Read moreDetails

Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

by tatkala
October 22, 2025
0
Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa risiko disrupsi bagi industri media, namun juga membuka peluang bisnis dan inovasi...

Read moreDetails

Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

SUBAK di Bali bukan hanya soal air. Ia adalah filosofi hidup. Air mengalir dari hulu ke hilir, melintasi sawah, membawa...

Read moreDetails

Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

BULDE Wine, dengan memanfaatkan anggur dari petani Buleleng, perlahan menjadi jenis minuman yang berkelas. Minuman ini tak bisa disebut sebagai...

Read moreDetails

Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

by Rusdy Ulu
August 10, 2025
0
Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

PAGI di kawasan pantai, di Buleleng bagian timur, sinar matahari menghangatkan orang-orang yang pergi untuk bekerja di pantai. Aroma laut...

Read moreDetails

Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

by tatkala
June 23, 2025
0
Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

SEIRING meningkatnya antusiasme warga membuka tabungan haji di beberapa cabang Bank Syariah Indonesia Tbk yang ada di Bali, khususnya Buleleng, ...

Read moreDetails
Next Post
Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co