14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

tatkala by tatkala
September 5, 2025
in Ekonomi
Hairudin dari Pesisir Buleleng, Lestarikan Cara Tradisional Membuat Tempe di Era Modern

Hairudin

HAIRUDIN, lelaki 57 tahun itu, tetap setia pada tempe. Setia juga membuatnya secara tradisional, meski alat-alat modern kini begitu mudah didapat.

“Saya sudah dari sejak muda ikut bantu orang tua bikin tempe. Sampai sekarang tetap  saya lanjutkan,” ujar Hairudin, Jumat, 5 September 2025.

Hairudin membuat tempe di rumahnya, di pesisir Pantai Taman Sari, tepatnya di Jalan Pulau Sugara Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Kabupaten Buleleng-Bali.

Di tempat itulah ia menjalani proses panjang-pendek membuat tempe, satu jenis makanan yang sungguh asli Indonesia.

Jika hendak berkunjung ke tempat itu, siap-siap menghirup aroma khas kedelai, atau terasa sudah menghirup aroma tempe yang ditopong-potong di atas talenan.

Hairundin bisa ditemui sedang melakukan kegiatan yang berurusan dengan kedelai. Kedelai yang dibersihkan, kedelai yang difermentasi. Atau kita bisa temui dia sedang mengemas tempe yang siap dipasarkan ke para pelangan.

Usaha pembuatan tempe itu memang sudah dikelola sejak tahun 1970. Awalnya dibuat oleh ayahnya, kini sudah menjadi  warisan usaha untuk dirinya.

Semangatnya untuk menjaga cita rasa tempe tradisional tak pernah surut. Bahkan, ia melibatkan enam tetangganya sebagai karyawan. Tiga untuk membantu proses produksi tempe, tiga lainnya untuk tahu, produk sampingan berbahan dasar kedelai yang juga ia produksi.

Kabupaten Buleleng sendiri dikenal sebagai wilayah yang mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Berdasarkan data klasifikasi usaha yang bersumber pada satu data Pemkab Buleleng, jumlah usaha kecil di Buleleng meningkat dari sekitar 9.576 pada tahun 2020 menjadi 12.107 pada tahun 2024. Lingkungan yang mendukung ini turut memberikan ruang bagi usaha-usaha rumahan seperti milik Hairudin untuk bertahan dan berkembang.

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) aktif memfasilitasi pelatihan dan pendampingan agar UMKM lebih berdaya saing.

Dulu, tempe buatan Hairudin dibungkus dengan daun pisang yang memberi aroma khas dan kesan alami. Kini, bungkus plastik menjadi pilihan utama karena lebih praktis dan mudah  didapatkan.

Namun demikian, proses pembuatan tempe masih mempertahankan unsur manual yang diwariskan secara turun-temurun. Mesin hanya digunakan untuk beberapa tahap, seperti menggiling kedelai atau mengaduk adonan.

“Kita tetap pakai cara lama. Tapi untuk efisiensi waktu, beberapa proses dibantu mesin,” jelasnya.

Proses pembuatan tempe dimulai dari merendam dan merebus kedelai, mengupas kulitnya, lalu dikeringkan sebelum dicampur dengan ragi.

Menariknya, Hairudin menggunakan dua jenis ragi sekaligus, ialah ragi instan dan ragi alami yang berasal dari pohon waru. Campuran tersebut kemudian dibungkus dan disimpan untuk fermentasi selama empat hari.

“Kalau cuaca cerah, tempe jadi lebih cepat. Tapi kalau mendung, fermentasinya lambat, jadi raginya saya tambah,” ujarnya.

Hairudin memproduksi sekitar 100 kilogram tempe setiap harinya. Penjualannya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga sekitar yang membeli langsung ke rumah produksi hingga pedagang pasar yang datang membeli dalam jumlah besar.

Selain itu, ia juga menerima pesanan secara online. Beberapa kali ia bahkan mengirim pesanan dalam jumlah besar ke luar wilayah pusat kota, seperti Lovina dan Bebetin.

 “Itu yang paling jauh saya pernah antar,” ucapnya. 

Harga jualnya pun bervariasi sesuai ukuran, untuk tempe berukuran kecil dihargai sebesar Rp4.000, ukuran sedang Rp7.000, dan ukuran besar seharga Rp9.000 per potong sehingga dapat dijangkau oleh konsumen dari berbagai kalangan. 

Salah satu pelanggan tetapnya, Ketut Eti mengaku telah membeli tempe dari Hairudin selama bertahun-tahun.

“Tempe Pak Hairudin itu beda rasanya, lebih gurih dan awet. Saya sudah coba beli dari tempat lain, tapi tetap balik lagi ke sini,” ujarnya.

Meski proses pembuatan tempe belum bisa sepenuhnya dimodernisasi, terutama karena belum ada alat yang dapat mempercepat fermentasi Hairudin tetap optimis.

Ia berharap kelak anak cucunya mau melanjutkan usaha keluarga ini. “Saya ingin usaha ini tetap jalan, jangan sampai berhenti di saya. Ini warisan keluarga,” kata Hairudin.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Hairudin membuktikan bahwa tradisi bisa tetap hidup jika diiringi semangat menjaga kualitas, kesederhanaan, dan ketulusan. Tempe Hairudin adalah hasil dari kerja keras dan dari pewarisan nilai-nilai dari generasi ke generasi. [T]

Reporter/Penulis: Son/Rilis Kominfosanti Buleleng
Editor: Budarsana

Tags: bulelengtempe
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanzer Dance Company, Ide Terbaik dalam Kompetisi Seni Pertunjukan dengan Inovasi Teknologi dari Yayasan Puri Kauhan Ubud

Next Post

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Bupati Nyoman Sutjidra Harapkan Pengusaha Muda Terus Bersinergi dengan Pemerintah Agar Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

by tatkala
March 28, 2026
0
Bupati Nyoman Sutjidra Harapkan Pengusaha Muda Terus Bersinergi dengan Pemerintah Agar Mampu Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra memuji Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kabupaten Buleleng yang diisi anak-anak muda penuh inovasi dan...

Read moreDetails

Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

by tatkala
October 22, 2025
0
Lima Media Buka Rahasia Bisnisnya di IDC AMSI 2025

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya membawa risiko disrupsi bagi industri media, namun juga membuka peluang bisnis dan inovasi...

Read moreDetails

Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Dari Subak ke Super-App Digitalisasi yang Mengalir di Bali

SUBAK di Bali bukan hanya soal air. Ia adalah filosofi hidup. Air mengalir dari hulu ke hilir, melintasi sawah, membawa...

Read moreDetails

Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

by Son Lomri
August 31, 2025
0
Bulde Wine, Manfaatkan Anggur Buleleng, Juara di Bali

BULDE Wine, dengan memanfaatkan anggur dari petani Buleleng, perlahan menjadi jenis minuman yang berkelas. Minuman ini tak bisa disebut sebagai...

Read moreDetails

Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

by Rusdy Ulu
August 10, 2025
0
Garam Palungan, Masa Depan, dan Sentuhan Digital

PAGI di kawasan pantai, di Buleleng bagian timur, sinar matahari menghangatkan orang-orang yang pergi untuk bekerja di pantai. Aroma laut...

Read moreDetails

Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

by tatkala
June 23, 2025
0
Wujudkan Impian Berhaji dengan Program MAXI, ABATANA dan Tabungan Emas BSI

SEIRING meningkatnya antusiasme warga membuka tabungan haji di beberapa cabang Bank Syariah Indonesia Tbk yang ada di Bali, khususnya Buleleng, ...

Read moreDetails

Meningkat, Antusiasme Warga Muslim Bali Membuka Tabungan Haji di BSI Kantor Cabang Buleleng

by tatkala
May 16, 2025
0
Meningkat, Antusiasme Warga Muslim Bali Membuka Tabungan Haji di BSI Kantor Cabang Buleleng

ANTUSIASME masyarakat  Muslim Bali untuk merencanakan ibadah haji sejak dini terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari rata-rata pembukaan rekening...

Read moreDetails

1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

by Ananta Kurnia
April 29, 2024
0
1000 UMKM di Kabupaten Jembrana Mendapat Fasilitasi Pendampingan Sertifikat Halal Gratis

JEMBRANA | TATKALA.CO -- Langkah monumental terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan penyerahan Sertifikat Halal kepada 1000 pelaku Usaha Mikro,...

Read moreDetails

Bulde Wine dari Buah Anggur Asli Buleleng, Sehat dan Menggairahkan

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 15, 2024
0
Bulde Wine dari Buah Anggur Asli Buleleng, Sehat dan Menggairahkan

ADA wine yang diproduksi dari bahan anggur Buleleng. Nama merk-nya, Bulde Wine. Bulde artinya Buleleng Dessert. Yang menarik, minuman ini...

Read moreDetails

Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

by Rusdy Ulu
February 19, 2024
0
Pasar Intaran, Pasar Minggu, Pasar Ekonomi Kreatif di Bali Utara

PASAR itu tak harus bangunan megah, bertingkat dan luas. Pasar bisa diciptakan dengan inisiatif yang sederhana, namun dibuka dengan konsep...

Read moreDetails
Next Post
Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Aiptu I Kadek Asoi: Dari Bhayangkara ke Bendesa Adat, Mengabdi untuk Desa Tista

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co