2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mindfulness dalam The Society of Minds: Menerjemahkan Pikiran Dokter Arya

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
October 1, 2022
in Pilihan Editor, Ulas Buku
Mindfulness dalam The Society of Minds: Menerjemahkan Pikiran Dokter Arya

Buku "Dinosaurus Punah Virus Tidak"

DATA BUKU
Penulis dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD
ISBN: 978-623-5435-00-8
Tebal xiv + 300 halaman, 13X20 cm
Editor Made Adnyana Ole
Penerbit Mahima Institute Indonesia + Yayasan SeSama
Cetakan pertama, Mei 2022

[][][][][][]

Everything should be made as simple as possible,
but not simpler

– Albert Einstein

Sangat sederhana ketika kita membaca pikiran seorang dokter yang juga penulis, Putu Arya Nugraha—akrab dipanggil Dokter Arya–dalam buku terbarunya yang berjudul “Dinosaurus Punah Virus Tidak” (Mahima, 2022). Kalimatnya sederhana, pendek, bernas dan lugas. Tidak ada kalimat yang menggebu, semua terkesan ringan, namun sesungguhnya tidak.

Ada sebuah kesadaran mendalam yang ditawarkan oleh Dokter Arya. Sebuah perspektif. Sebuah pandangan yang mindful. Mindful dapat disederhanakan menjadi sebuah konsep hidup berkesadaran tinggi, meskipun tidak sesederhana itu.

Ellen J Langer (1989) dalam konsep mindfulness yang sangat terkenal itu mengatakan bahwa menjadi mindful adalah sebuah pilihan belajar yang sangat urgent dalam konteks kemanusiaan kita. Manusia seharusnya terus memperbaiki hidupnya dengan belajar.

Dan menjadi mindful adalah pilihannya. Mindfulness adalah sebuah kondisi dimana pikiran kita terkondisikan untuk mengamati, menemukan, menyelidiki, dan akhirnya membuahkan pandangan baru.

Ada 4 ciri khas seseorang yang memiliki mindfulness itu menurut Langer.

Pertama, memiliki kemampuan memandang sesuatu dari perspektif berbeda. Dalam konteks Dokter Arya sebagai dokter yang menjadi penjaga gerbang Covid-19, kita memahami bahwa setiap harinya Dokter Arya telah menyerahkan kehidupannya pada garis tipis yang bisa membawanya ke gerbang dunia lain.

Setiap hari dia membentengi diri dengan peralatan ‘tempur’ yang tak sederhana, setiap hari pula dia berhadapan dengan rasa takut, tentu saja. Tapi yang membawanya mindful, adalah kemampuan melihat sesuatu dari perspektif berbeda. Harapan misalnya. Tentu selalu ada harapan di balik semua musibah kan. Apakah yang menyelamatkan manusia dari perasaan penuh kesia-siaan? Salah satunya pasti harapan.

Dengan perspektif berbeda, seorang Dokter Arya telah menjadi manusia yang melengkapi dirinya setiap hari dengan kenyataan yang tak sederhana, menghadapi pasien yang meninggal, keluarga pasien yang tak siap. Dan seterusnya. Jika dia bukan seorang yang mindful, tentulah dia telah terkubur bersama semua kesedihan.

Jika dia seorang seniman murni yang lebih bergerak dengan intuisi dan emosi, mungkin dia sudah pergi bersama semua imajinasinya. Tapi dia seorang dokter. Yang harus berjaga di gerbang. Antara kehidupan dan kematian. Mindfulness telah menyelamatkannya.

Kedua, ciri mindfulness berikutnya adalah mampu menggali informasi baru. Setiap detiknya dalam hidup kita, tak ada yang persis sama. Tak ada yang betul-betul sama. Hanya orang yang lemah dalam jiwa yang tak tahu bahwa setiap detik kita berbeda dengan rasa dan pengalaman yang berbeda. Seseorang yang mindful adalah mereka yang belajar menemukan hal-hal baru setiap harinya. Dengan demikian ia terus menemukan celah belajar.

Dokter Arya adalah cermin sifat kedua ini. Suatu tulisan memperlihatkan sisinya sebagai seorang ayah, sedang mendengar anak bungsunya memberikan tebak-tebakan sederhana. Yang tak dapat dijawabnya. Sebuah momen langka, karena di balik semua kesibukannya menjadi dokter, ia kerap mengabaikan waktu bersama anak-anaknya.

Tiba-tiba ada hal baru yang ia sadari, anaknya telah bertumbuh, rumahnya seperti mengecil, dan pusara anjing kesayangan istrinya membuat dia tersentuh. Hal-hal baru yang direkam seperti ini, adalah sebuah momentum mindfulness. Sebuah kesadaran sederhana namun mendalam. Dari Dokter Arya kita belajar, kembalilah ke rumah, kembalilah menemukan diri. Yang mungkin lama ditinggalkan.

Yang ketiga, menemukan konteks. Seorang dokter yang sibuk pastilah ahli memilah-milah konteks. Konteks mana harus menjadi dokter, konteks mana harus menjadi teman, konteks mana harus menjadi ayah. Dalam tulisan ini kita menyadari kemanusiaan Dokter Arya. Dia hadir hampir di segala konteks. Di segala lini. Di segala penyertaan. Dan di segala kemungkinan.

Contoh nyata adalah ketika saya mencoba mengirim pesan whatsapp perihal kesehatan anak saya. Kecemasan seorang ibu, dalam konteks tertentu telah ditangkapnya, dan solusi yang diberikan Dokter Arya sesuai konteks. Kapan harus dirawat jalan, kapan harus dirawat di RS, dia telah menempatkan konteks pada waktu yang tepat. Dan penyertaan itu tentu bagi dia terasa sederhana saja, tapi bagi saya, itu adalah sebuah tindakan mindfulness yang bermakna.

Yang keempat, membuat kategori baru. Seseorang yang mindful bukanlah orang yang suka mengikuti pola lama. Namun selalu hadir dengan kebaruan. Tulisan Dokter Arya adalah lintasan pikiran-pikiran yang telah diperbaharuinya dengan sengaja atau tak sengaja tapi kami merasakannya.

Tulisan-tulisan Dokter Arya telah bertumbuh dari waktu ke waktu telah menjadi baru dan selalu diperbaharuinya. Tak mungkin tidak dapat dikatakan bahwa kemampuan adalah hasil latihan yang diasah terus menerus. Dan bukan hanya dilatih terus menerus namun juga diperbaharui terus menerus. Inilah ciri mindfulness yang keempat.

Pemikiran yang terus menerus dilatihkan dengan hati-hati ini mengingatkan saya pada buku menarik karya Marvin Minsky berjudul The Society of Mind (1985). Di dalam buku ini saya memahami bahwa sebuah pikiran tidaklah datang sendiri. Dia datang dari pikiran-pikiran lain, dari waktu yang lain lain pula, dari masa lalu, masa kini, dan masa depan. Pikiran juga datang dari budaya yang mendasari pikiran awal, yang juga dipengaruhi dari konteks-konteks yang memperkayanya.

Jadi pemikiran seorang Dokter Arya logikanya hadir dari pikiran-pikiran yang membentuk masyarakat pikiran dalam pikirannya. Inilah yang kemudian diperkenalkan menjadi pikiran-pikiran yang mewakili suaranya. Kemudian inilah yang bisa membentuk pikiran masyarakat.

Sederhananya kumpulan pikiran di dalam pikiran ini kemudian dituliskan dan membentuk pikiran baru yang diteruskan ke masyarakat. Ketika masyarakat memikirkan pikiran itu, maka akan lahir kumpulan pemikiran baru yang terus menjadi pikiran baru yang terbarukan terus menerus.

Dalam konteks itu sesederhana apapun pemikiran yang kita dapatkan dari Dokter Arya, maka bila kita berada dalam mindfulness, kita akan selalu menemukan hal baru, perspektif baru, konteks baru, dan potensi kebaruan pikiran.

Lalu sebelum tulisan ini menjadi panjang dan berlarut-larut, saya ingin mengakhirinya dengan membahas pikiran Albert Einstein yang membuka tulisan ini “Everything should be made as simple as possible, but not simpler”.

Bagi siapapun yang mencoba meyakini hal-hal sederhana, sebagaimana ia meyakini hidup ini sederhana, itulah manusia yang sederhana. Ia menyikapi dengan sederhana, meski tahu bahwa kesederhaan itu sangat subjektif, sangat personal, sangat konteksual, dan sangat multiperspektif.

Dalam konteks itu rupanya saya sedang mengupayakan menjadikan diri menjadi lebih mindful, menjadi lebih terbuka, lebih mudah belajar dan lebih bertumbuh. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis Kadek Sonia Piscayanti
Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?
Trilogi Jirah: Perspektif Mindfulness dan Reader Response Theory
Memasuki Museum Masa Kecil Avianti Armand | Hidup dan Hidup Lagi Berkali Kali
Tags: BukuDokter Arya NugrahaKadek Sonia Piscayantikesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Model Revitalisasi Bahasa Daerah

Next Post

Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis — ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis — ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Kripik Gedebong dari Kukuh Kerambitan, Gurih Higienis -- ISI Denpasar Percantik Kemasannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co