25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Brand MotoGP: Mandalika Surga Balap Dunia (Plus Pawang Hujan), Sukses Strategi Marketing 4.0 Mix 4E

Gede Suardana by Gede Suardana
March 22, 2022
in Esai
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

MotoGP di sirkuit Pertamina Mandalika 2022 mendulang sukses besar. Perpaduan antara kecepatan Marc Marquez  dkk serta magic si pawang hujan sukses membangun ikatan emosi yang kuat antara pembalap dengan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

Gelaran motoGP Mandalika membuat gegap gempita dunia. Dua peristiwa besar menjadi daya tarik gelaran motoGP Mandalika setelah 25 tahun lalu di sirkuit Sentul, Bogor.

Kecelakaan Marc Marquez yang parah menjadi highligt di sesi pemanasan pagi hari. Ia terpental tinggi ke udara kemudian jatuh hampir bersamaan dengan motor RC213V ke aspal akibat mengalami highside yang fatal.

Kecelakaan sang juara dunia delapan kali itu merupakan yang keempat kalinya di Mandalika, sirkuit baru bagi semua pembalap motoGP. Sontak kecelakaan itu menjadi perhatian seluruh pencinta motoGP dunia. Cemas keselamatan sang pembalap yang pernah mengalami cedera patah tulang lengan dan gangguan mata dilophia di tahun 2020 dan 2021.

Beruntung kali ini bagi Marc Marques. Kecelakaan terparah yang pernah dialaminya tak membuatnya cedera. Ia dinyatakan mengalami gegar otak dan dinyatakan tak fit untuk mengikuti balapan. Meskipun cedera, Marc Marquez tetap menjadi magnet gelaran balapan di Mandalika.

Drama tak berhenti di sana. Jelang balapan utama motoGP tiba-tiba hujan deras mengguyur sirkuit Mandalika. Petir menyambar sirkuit. Balapan pun ditunda satu jam dari jadwal semula.

Di tengah menunggu hujan reda, tiba-tiba si pawang hujan Rara Istiani Wulandari masuk ke area sirkuit. Ia berjalan memukul cawan emas sambil melafalkan mantra.

Sontak aksinya itu mendapat perhatian dari pihak penyelenggara motoGP. Beberapa aksinya menghalau hujan di area sirkuit disorot kamera. Ia muncul di layar TV gelaran motoGP. Disaksikan puluhan ribu penonton melalui layar lebar di sirkuit dan jutaan penggemar seluruh dunia.

Aksinya itu mencuri perhatian para pembalap yang tengah menanti balapan. Si juara dunia 2021, pebalap asal Francis Fabio Quartararo tertangkap kamera menirukan aksi pawang hujan Raya menggesek bibir cawan. Sementara pembalap lainnya terheran-heran melihat atraksi pawang hujan.

Akun Twitter resmi @MotoGP juga menggunggah sekaligus memuji aksi Rara saat berusaha memindahkan hujan. “The Master,” cuit @MotoGP.

Tak lama berselang aksinya itu, percaya atau tidak percaya, hujan berangsur reda. Akun @motoGP memuji aksi pawang hujan. “It worked,” cuitnya lagi.

Balapan pun berlangsung. Pembalap asal Portugel Miguel Oliveira mencatatkan sejarah sebagai juara pertama kali di sirkuit Mandalika. Disusul oleh Fabio Quartararo kedua dan Johan Zarco ketiga.

Atraksi MotoGP

Dua peristiwa besar tersebut menjadi highlight motoGP Mandalika. Kecelakaan Marq Marques dan aksi pawang hujan Rara berhasil mengaduk-aduk emosi masyarakat Indonesia dan dunia.

Sebelum dua peristiwa heboh itu, gelaran motoGP diatur sedemikian rupa oleh Dorna sebagai penyelenggara resmi dan pihak Indoensia serta pemerintah. Sebanyak 20 pembalap top  bertemu Presiden Joko Widodo, kemudian dilepas melakukan parade dari Istana Negara menuju Hotel Kempinski, di dekat Bundaran Hotel Indonesia.

Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Parade heboh. Sang bintang motoGP Marc Marquez melakukan aksi burnout di tengah ribuan masyarakat Jakarta yang menyambutnya. Diikuti pembalap Jack Miler dkk. 

Strategi marketing Dorna sebagai penyelenggara motoGP dan pemerintah rupanya berhasil mengaduk-aduk emosi masyarakat Indonesia dan dunia. Aksi kocak para pembalap di luar dan dalam lintasan, serta pawang hujan Rara berhasil membangun ikatan emosi kuat dengan penggemar seluruh dunia.

Sukses Strategi Marketing Mix 4E

Pihak penyelenggara Dorna MotoGP memahami bahwa Indonesia merupakan salah negara pemilik sirkuit motoGP yang unik. Selain memiliki keindahan alam, kehidupan masyarakat Lombok, juga kultur yang tiada dua di dunia.

Penyelengaraan motoGP di Indonesia tidak bisa boleh biasa-biasa saja dengan cita rasa yang sama dengan gelaran seri di Eropa. Sesuatu yang unik dan beda harus disajikan. Pilihannya adalah membuat balapan dengan memadukan kecepatan dan kultur Indonesia.

Salah Kaprah Membangun City Brand

Dorna dan pemerintah Indonesia rupanya berhasil menggunakan strategi marketing era 4.0 mix 4E. Strategi marketing di era disrupsi digital, milenial, dan pandemi.

Marketing 4.0 mix 4E adalah hasil dari evolusi strategi marketing 4.0 dari mix 4C (co-creation, currencies, community, dan coversation) ke marketing mix 4E (engagement, exitement, everywhere, dan evangelist).

Dalam marketing ini, engagement adalah mengubah produk motoGP yang bukan lagi sekadar adu kecepatan di lintasan  namun telah menjadi interaksi atraktif antara pembalap dengan penggemar. Mereka saling sapa di media sosial. Saling repost ungahan antara pembalap dan penggemar.

Tengok saja unggahan burnout di akun @Marc Marquez adalah hasil repost dari salah satu akun penggemarnya. Atau @Aleix Espagaro yang berjanji akan memberikan motor balap dan helmnya kepada penggemar jika followersnya tembus lima juta. Atau aksi interaksi pembalap Ducati Francesco Bagnaia usai parade di Jakarta yang menyapa satu per satu pengemarnya dari balik pagar pembatas. Hubungan emosi antara pembalap dengan penggemar menjadi semakin dekat.

Ditambah lagi aksi pawang hujan Rara telah berhasil membangun antusiasme yang kuat antara pembalap dan penggemar. Pembalap merasakan hal yang unik selama di Mandalika. Melihat langsung kultur Indonesia di tengah gemerlap teknologi balap yang modern. Sementara penggemar mendapatkan suguhan aksi balap dan kocak pembalap di dalam dan luar lintasan.

Kemudian, ikatan emosi yang kuat antara antara pembalap dan penggemar, menjadikan mereka sebagai suatu komunitas yang merasakan hubungan kuat dengan Mandalika, Lombok. Penggemar secara sukarela menjadi promoters dari aksi-aksi pembalap, suasana paddock, pernak-pernik balapan di dalam dan luar lintasan. Sementara pembalap dengan suka cita menggunggah keunikan kultur Indonesia (pawang hujan), kehidupan masyarakat dan penggemar, serta keindahan alam Mandalika. Mereka semua telah menjadi evangelist yang bersedia sukarela memviralkan konten dari serba serbi balapan dan pengalamannya selama berada di Mandalika.

Rupanya strategi marketing era 4.0 mix 4E ini berhasil nyaris 100 persen. Semua momen menjadi viral. Aksi pawang hujan Rara berhasil mencuri perhatian dunia dibandingkan dengan kecelakaan Marc Marquez dan sang juara seri kedua Miguel Oliviera.

“Keberhasilan” Rara menurunkan intensitas hujan hingga gelaran motoGP dapat dilaksanakan mendapat pujian dari penyelenggara MotoGP Dorna. Melalui unggahan foto aksi heroik Rara dan video pembalap Quartararo yang menirukan aksinya, berceloteh, “Thank you for stopping the rain!,” cuit akun @motoGP.

Seri kedua motoGP di Mandalika berhasil menyita perhatian dunia. Aksi pawang hujan Rara mendapat reaksi beragam di dunia. Lihat saja, seorang bule cantik yang pernah merasakan tinggal di Indonesia, menceritakan keunikan lain kultur Indonesia selain pawang hujan.

Para pembalap motoGP rupanya merasakan ikatan emosi yang kuat dengan Mandalika, Lombok. Misalnya saja, Fabio Quartararo sebelum terbang kembali ke negaranya, menyempatkan diri membelikan ice cream kepada anak-anak di Lombok. “My Kuta Friends,” cuit Fabio di insta storie-nya.

Pembalap Aprilia Aleix Espagaro pun tak kalah heboh menjalin ikatan emosi dengan penggemarnya. Ia memberikan helm usai balapan sebagai janji jika followersnya menembus angka juta juta.

Selain menjalin hubungan dengan penggemar, Aleix rupanya benar-benar jatuh cinta dengan Mandalika, Lombok. Ia masih menyisakan waktunya untuk menikmati keindahan alam Mandalika sebelum pulang ke negaranya.

Bagi para pembalap motoGP, gelaran seri kedua Mandalika memberikannya pengalaman yang sungguh berbeda dibandingkan sirkuit lainnya di dunia. Mereka seolah berada di surga saat mentas balapan. “Last night at paradise, pizza at the pool and off to airport, ready for 30h travel to Andora. Terima kasih love u Indonesia,” cuitnya.

Sungguh menakjubkan. Sirkuit Mandalika dalam sekejap telah menyita semua perhatian pembalap dan para penggemarnya di dunia. Sirkuit ini telah menjadi berhasil menjadi brand balap motoGP yang “the one and only” di dunia. MANDALIKA SURGA BALAP DUNIA.

Sampai jumpa tahun depan!

Tags: marketingMotoGP Mandalikaolahragaotomotif
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Next Post

Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co