3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Puji Retno Hardiningtyas by Puji Retno Hardiningtyas
March 23, 2022
in Khas
Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Komunitas Pondok Literasi Sabih Desa Pedawa, Kabupaten Buleleng

Kerja membangun literasi tidak dapat hanya dilakukan oleh lembaga pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, apalagi dibebankan kepada sekolah. Kehadiran dan keberadaan komunitas literasi di masyarakat menjadi penting dan menjadi ujung tombak kedua setelah praktik baik literasi di sekolah (Gerakan Literasi Sekolah). Sehubungan dengan hal tersebut, pada bulan Maret 2022, Balai Bahasa Provinsi Bali melaksanakan pendataan dan pemutakhiran komunitas literasi di Provinsi Bali.

Kegiatan penjaringan data komunitas literasi dilakukan dengan dua tahapan, yaitu tahap langsung dan tidak langsung. Tahap langsung ini dilaksanakan di dua kabupaten (Bangli dan Buleleng) dan satu Kota Denpasar. Arah dari kegiatan ini ke depan adalah untuk menyinergikan kerja sama bidang literasi antara Balai Bahasa Provinsi Bali dan komunitas literasi, baik di sekolah maupun di masyarakat. Langkah ini dilakukan bertujuan untuk membuat suatu sistem yang sinergi antara literasi di sekolah dan di masyarakat.

Kegitan ini bertujuan untuk (1) mendata komunitas literasi, baik di sekolah maupun di masyarakat, (2) memetakan jenis komunitas yang bergerak di Provinsi Bali, yaitu komunitas yang berupa pojok baca, perpustakan berjalan atau perpustakaan keliling, taman baca, rumah baca, dan komunitas independen lainnya yang memiliki visi dan misi sama untuk menumbuhkembangkan budaya literasi untuk masyarakat Bali yang literat.

Hasil penjaringan data komunitas literasi telah terkumpul sebanyak 42 komunitas literasi. Jumlah ini menunjukkan aktivitas literasi di Pulau Bali dapat dikatakan “cukup” aktif. Komunitas literasi ini terdiri atas berbagai jenis komunitas, baik literasi yang bergerak di sekolah maupun di masyarakat. Di Bali bermunculan titik lokasi di kabupaten dan kota yang bergerak dalam bidang literasi.

Di tempat tersebut, terlahir perpustakaan komunitas dengan berbagai nama sebutan. Komunitas literasi menamakan dirinya dengan sebutan komunitas literasi, rumah baca, desa belajar, perpustakaan, pondok baca, taman baca, sudut baca, dan pojok baca. Untuk nama-nama gubug baca, teras baca, museum baca, sanggar baca, langgar baca, pos baca, sudut baca, kedai baca, kafe baca, garasi baca, dan sebutan lainnya belum ditemukan penamaan tersebut di Bali.

Tantangan Guru sebagai “Generator” dan Penggerak Literasi pada Era Industri 4.0 | Catatan Hari Guru

Komunitas literasi jika dihubungkan dengan sekolah atau masyarakat atau lembaga atau perpustakaan memiliki peranan penting untuk keberlangsungan literasi di Bali. Salah satu cara membangun literasi di sekolah di Kabupaten Buleleng, misalnya SMA Bali Mandara dan SMK Bali Mandara, sejak Oktober 2016 telah mendeklarasikan Gerakan Literasi Sekolah.

Di samping itu, SMA Bali Mandara mendirikan Komunitas 9 Pohon SMA Bali Mandara yang sudah malang melintang mengikuti berbagai lomba tingkat daerah ataupun nasional. Kegiatan literasi yang dicanangkan di sekolah tersebut adalah silent reading yang berlangsung 15—30 menit sebelum pelajaran dimulai.

Bahan bacaan yang diwajibkan untuk dibaca oleh siswa dalam keadaan hening adalah bacaan selain buku pelajaran, seperti buku umum, koran, majalah, buletin, dan novel. Sumber bacaan ini dapat diperoleh di perpustakaan atau siswa membawa bahan bacaan koleksi pribadi. Kegiatan membaca ini telah dilakukan sejak pertama kali sekolah ini didirikan pada tahun 2012 dan diresmikan pada tahun 2015 untuk SMK Bali Mandara. Sementara itu, SMA Bali Mandara sudah berdiri sejak tahun 2011.

Penyerahan Buku Terbitan Balai Bahasa Provinsi Bali kepada Tim Literasi dan Petugas Perpustakaan SMA Bali Mandara

Sebagai penunjang dalam program silent reading, pihak sekolah tidak hanya menyediakan berbagai jenis buku di perpustakaan, tetapi juga mengakomodasi dibuatnya pojok baca di beberapa tempat yang dianggap strategis. Dengan demikian, diharapkan para peserta didik, terutama yang memiliki minat baca tinggi, terakomodasi untuk mendapatkan sumber bacaan.

Untuk menyukseskan Gerakan Literasi Sekolah, SMA dan SMK Bali Mandara membetuk tim literasi yang bertugas mengawal semua aktivitas kegiatan literasi di sekolah, yaitu menyelenggarakan kegiatan lomba literasi bertepatan perinagtan hari besar nasional, seperti HUT RI, Hari Pendidikan Nasional, dan Bulan Bahasa.

Pengenalan Perpustakaan SMK Bali Mandara

Secara umum, visi dari beberapa ketua komunitas dalam mendirikan komunitas literasi di Bali, tidak lain sebagai wahana melaksanakan kegiatan literasi di sekolah ataupun di lingkungan masyarakat.

Sebagai contoh, wawancara tim Balai Bahasa bertemu dengan Bapak I Wayan Artika mengatakan bahwa visinya mendirikan Komunitas Desa Belajar adalah sebagai tempat atau wahana inkubator pendidikan nonformal di luar pembelajaran sekolah dengan menerapkan nilai-nilai kealaman dan kearifan lokal menuju masyarakat yang literat.

Penyerahan Buku Kepada Komunitas Desa Belajar dan Pegiat Pojok Baca SMPN 1 Banjar, Buleleng

Tidak jauh berbeda dengan pendiri Komunitas Mahima, Kadek Sonia Piscayanti, dalam membangun komunitasnya bergerak dalam dua bidang sekaligus, yaitu literasi dan sastra. Komunitas Mahima mengombinasikan kegiatan berliterasi dan bersastra dalam watu wadah yang tepat.

Dalam kegiatan berliterasi, Sonia menyebutkan bahwa Komunitas Mahima melakukan beberapa kegiatan literasi, seperti mendogeng secara daring, menulis puisi dan cerpen, dan pertunjukan teater mulai anak-anak hingga usia dewasa (kuliah). Selain itu, Komunitas Mahima juga bergerak dalam bidang penerbitan dan publikasi: Mahima Institute Indonesia dan Tatkala.co.

Kunjungan ke Komunitas Mahima di Buleleng

Selain Komunitas Mahima yang aktif dan produktif berkarya, di Buleleng juga ada Rumah Baca Fortuna Management yang didirikan oleh I Gde Arysantika juga memberikan layanan perpustakaan dan bidang seni lain. Dalam peresmiannya hadir Ibu Putri Koster sejak Agustus 2021 dan keberadaan rumah baca ini sebagai upaya memperkenalkan dunia literasi kepada masyarakat.

Penyerahan Buku Balai Bahasa Provinsi Bali kepada Ketua Rumah Baca Fortuna Management

Para pegiat literasi di Bali ini hanya bermodalkan keprihatinan melihat kondisi minat baca di sekitar mereka. Ketua komunitas juga tidak larut dalam hasil kajian minat baca serta lainnya yang belum memuaskan. Mereka justru lebih fokus pada upaya serta pergerakan-pergerakan yang berkesinambungan dengan sukarela ikut berpartisipasi dalam memajukan literasi, minimal dimulai dari sekitar dirinya sendiri. Mereka berbuat dengan kemampuan yang dimiliki, dengan keahlian, kesenian, kebudayaan, keterampilan serta berbagai hal yang dirasa mampu mendorong geliat literasi.

Selain literasi baca tulis, ada pula komunitas yang memperkenalkan literasi lain, seperti literasi sains. Contohnya adalah komunitas literasi sains di Kabupaten Bangli, yaitu Komunitas Bali Gadang (sebelumnya bernama Komunitas Sulahan Bird Farm Literasi dan Penangkaran Burung). I Wayan Sandika Adi mengatakan bahwa komunitas ini memperkenalkan anak-anak pada kegiatan beternak burung.

Kunjungan dan Penyerahan Buku Terbitan Balai Bahasa Provinsi Bali kepada Komunitas Bali Gadang

Anak-anak dapat berkunjung, melihat, dan ikut belajar mengelola dan memelihara peternakan burung. Kegiatan komunitas ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dan menarik bagi anak-anak. Mereka dapat mengenal alam secara lebih nyata dan mendapatkan keterampilan baru selain dari keterampilan yang diajarkan oleh guru-guru di sekolah.

Selain itu, diskusi dengan pecinta burung tentang pakan ternak dan bagaimana menernakan burung. Komunitas lainnya yang bergerak dalam bidang film dan seni tardisional di Bangli pun mewarnai dunia literasi di tengah Gerakan Literasi Nasional, di antara Komunitas Pasraman Dukuh Suladri, Bangli Film Club, Komunitas Tanpa Laut, dan Komunitas Umah Bata.

Komunitas Pasraman Dukuh Suladri dan Bangli Film Club

Keberagaman kemampuan dan bakat yang mereka miliki memberikan berbagai warna dan karakter yang beragam ranah komunitas literasi di Bali. berikut data komunitas yang sudah didata oleh tim literasi Balai Bahasa Provinsi Bali yang saat ini masih pengisian kuesioner dan profil secara daring selama bulan Maret.

Komunitas-komunitas di Bali, yaitu Komunitas Tanpa Laut (di Bangli), Komunitas Pasraman Dukuh Suladri (Bangli, Komunitas Umah Bata (Bangli), Komunitas Lembah Siem (Bangli), Bangli Film Club (Bangli) Komunitas Pondok Literasi Sabih (Pedawa, Buleleng), Rumah Baca Fortuna Management (Buleleng), Pojok Baca SMPN 1 Banjar (Buleleng), Komunitas Literasi Bisabilitas (Denpasar), Taman Baca Kesiman (Denpasar), Pojok Baca, Perpustakaan Badan Arsip Kota Denpasar, Lingkar Studi Sastra Denpasar, Komunitas Jejak Literasi (JLB), GPAN Bali (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara Bali), Kambodja Rumah Belajar, TBM Yowana Tata (Denpasar), TBM Sant Egidio; Rumah Pelangi Sant’ Egidio, Bali Baca Buku, Bridge the Learn, Bright Circle Bali, Social Project Bali, Bali Mendongeng (Komunitas Dongeng di Bali), Kampung Dongeng Bali, TBM Mentari Fajar, TBM Kuncup Mekar SPNF SKB Badung, Pembina Komunitas Sastra Lentera, Komunitas Literasi Klungkung, Komunitas Literasi Karangasem, TBM Widya Santhi Mandiri, Bukit Baca Temawang, Komunitas Rumah Baca Loloan, Komunitas Anak Pecinta Literasi (Denpasar), Yayasan Mas (Gianyar), Komunitas Winapsari (Karangasem), Forum Teater Amlapura (Karangasem), Yayasan Literasi Anak Indonesia (Denpasar), Perpustakaan SMAN 7 Denpasar, Pojok Baca, Kanwil Kementeraian Agama Provinsi Bali, dan Perpustakaan Widya Parama Dharma SDN 14 Pemecutan, Denpasar.

Kunjungan dan Penyerahkan Buku Terbitan Balai Bahasa Provinsi kepada Ketua Komunitas Pondok Literasi Sabih Desa Pedawa, Kabupaten Buleleng

Antara pegiat literasi satu dan lainnya memang tidak memiliki kesamaan dalam menggerakan literasi. Ada yang berbasis kesenian, berbasis sastra, berbasis kepenulisan, berbasis mendongeng, berbasis sains, berbasis kelashitung, dan berbasis sadar lingkungan. Kegiatan berliterasi di Bali sejauh pemantauan dan isian kuesioner yang dibagikan tim literasi Balai Bahasa Provinsi Bali bergerak dengan metode masing-masing dan mengacu pada kecakapan literasi dasar.

Salah satu cara membangun literasi bersama masyarakat di Bali adalah dengan melakukan kerja sama dan membangun jejaring literasi dengan komunitas di delapan kabupaten dan satu kota. Sejak 2 Mei 2008 sesuai dengan Keputusan Desa Nomor 7 Tahun 2008 dengan jumlah anggota perpustakaan sebanyak 275 orang dan jumlah koleksi buku sebanyak 6.024 eksemplar. Perpustakaan Pelangi juga melakukan prorgam perpustakaan seru dengan melakukan kegiatan perpustakaan keliling ke sekolah dan masyarakat di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Dampak positif terhadap masyarakat Desa Patas dengan berdirinya Perpustakaan Pelangi, salah satunya adalah kegiatan pelatihan kursus bahasa Inggris.

Perputakaan Pelangi Desa Patas, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng
Kunjungan dan Penyerahan Buku Terbitan Balai Bahasa Provinsi Bali kepada Kepala Desa Patas dan Petugas Perpustakaan Pelangi Desa Patas

Dari gerakan literasi berawal dari perpustakaan menjadi peluang dan tantangan bagi pustakawan yang di daerahnya sepi dari kegiatan literasi. Pustakawan tersebut, khususnya yang berada dalam instansi Perpustakaan Umum hendaknya mampu menumbuhkan kesadaran literasi di daerahnya. Namun, contoh Perpustakaan Pelangi Desa Patas merupakan gerakan yang dapat mendukung masyarakat yang literat.

Pada masa pandemi ini, banyak komunitas yang melaksanakan kegiatan secara daring, misalnya Komunitas Kanaditya, Debby Lukito menyampaikan bahwa kegiatan literasi komunitasnya dilakukan secara daring, seperti Kelas Memasak RMH yang dilakukan beberapa hari lalu dan kelas menulis lainnya.

Penyerahan Buku Terbitan Balai Bahasa Provinsi Bali Kepada Komunitas Kanaditya Denpasar

Komunitas literasi di Provinsi Bali dapat diklasifikasi ke dalam tiga jenis komunitas, yaitu komunitas mandiri, komunitas yang tergabung dalam Taman Baca Masyarakat (TBM) dan komunitas yang didirikan oleh pemerintah. Komunitas mandiri yang didirikan secara perseorangan biasanya berlokasi di tempat tinggal pendiri komunitas. Secara umum, terbentuknya komunitas di masyarakat bermula dari adanya keresahan yang dirasakan oleh para pendiri, terutama akan kurangnya minat baca masyarakat. 

Kegiatan komunitas literasi di Bali ini bukannya terlaksana tanpa kendala, sejumlah persoalan muncul dan menjadi pembatas pergerakan komunitas. Salah satu persoalan yang paling banyak dihadapi oleh komunitas literasi adalah minimnya dana yang dimiliki. Hal tersebut menyebabkan kegiatan literasi hanya berfokus pada baca dan tulis.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan kemampuan pengelola dalam menguasai literasi dasar juga menjadi penyebab aktivitas komunitas literasi belum berkembang pada jenis literasi lainnya. Persoalan lainnya yang juga  sering kali muncul adalah kurang tersedianya bahan bacaan di beberapa komunitas. Dengan adanya data komunitas yang dicatat dan dimiliki, diharapkan kelak komunitas literasi masyarakat dan pemerintah dapat saling membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam upaya pembudayaan literasi di Indonesia.

Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Sebagian besar komunitas literasi yang dibentuk oleh beberapa ketua komunitas memiliki kesamaan tujuan, terutama dalam kegiatan membaca dan menulis. Komunitas literasi di Provinsi Bali memiliki bentuk yang berbeda-beda, yaitu pojok baca, taman, baca, perpustakaan desa, dan komunitas literasi yang ada di sekolah.

Komunitas tersebut berfungsi (1) berperan sebagai fasilitas umum atau publik, (2) berbagi dan bertukar informasi dari apa yang dibaca dan ditulis, (3) meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui membaca, menulis, berdiskusi, (4) menumbuhkembangkan budaya literasi di tengah masyarakat secara luas, dan (5) mendorong munculnya akses ilmu pengetahuan secara informal dan menjadi wahana tumbuhnya aktivitas pendukung literasi.

Pendataan data komunitas literasi juga dilakukan sebagai upaya dokumentasi pergerakan dan aktivitas literasi di Provinsi Bali. Melaluii kegiatan ini, diharapkan bahwa komunitas literasi yang awalnya bergerak secara mandiri, kelak dapat terintegrasi dengan lembaga pemerintah pengoordinasi Gerakan Literasi Nasional, yaitu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pencatatan data ini pun dilakukan agar nantinya komunitas literasi mandiri atau komunitas literasi kelompok dapat dilibatkan dan dibina dalam kegiatan literasi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai salah satu UPT Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Belum ada kajian pasti tentang pertumbuhan pegiat literasi dalam ikut serta mendorong literasi di Provinsi Bali. Ada beberapa kabupaten bermunculan banyak pegiat literasi, sebaliknya ada pula kabupaten yang sepi dari kegiatan literasi. Dari femonema ini, Balai Bahasa Provinsi Bali memiliki peluang mengajak pegiat literasi untuk berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan dan pembinaan komunitas literasi di tahun mendatang.

Komunitas literasi yang belum terdata tahun ini akan dilanjutkan tahun mendatang. Harapan tim kepada komunitas literasi bersedia mengisi dan melengkapi pemutakhiran profil komunitas penggerak literasi. Setelah terkumpulnya catatan komunitas literasi di Provinsi Bali, dapat disusun buku profil dan peta sebaran komunitas sebagai kesatuan sejarah pertumbuhan dan perkembangan komunitas literasi yang berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia. Tugas ke depan Balai Bahasa Provinsi Bali adalah merangkul dan membina komunitas literasi di Bali untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan berliterasi dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional [T][Tim Literasi, Puji Retno H. dan Elis S.M].

Menerawang Literasi Mengambang di Pohon Jamblang
Tags: Balai Bahasa BaliBalai Bahasa Provinsi BaliBukuLiterasisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Brand MotoGP: Mandalika Surga Balap Dunia (Plus Pawang Hujan), Sukses Strategi Marketing 4.0 Mix 4E

Next Post

“Destination Branding”, Potensi Buleleng Luar Biasa, dan Bla Bla Bla…

Puji Retno Hardiningtyas

Puji Retno Hardiningtyas

Penulis, peneliti sastra, bekerja di Balai Bahasa Bali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Destination Branding”, Potensi Buleleng Luar Biasa, dan Bla Bla Bla…

“Destination Branding”, Potensi Buleleng Luar Biasa, dan Bla Bla Bla…

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co