15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Destination Branding”, Potensi Buleleng Luar Biasa, dan Bla Bla Bla…

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 23, 2022
in Esai
“Destination Branding”, Potensi Buleleng Luar Biasa, dan Bla Bla Bla…

Pelabuhan Tua Buleleng | Foto Mursal Buyung

Dalam tulisan sebelumnya, saya lebih banyak mengulas soal brand dan branding sebagai awalan sebelum lebih jauh melangkah ke persoalan destination branding.

Sebenarnya ada beragam benefit jika strategi ini diterapkan di tiap destinasi, diantaranya adalah awareness, reputasi, serta persepsi yang baik mengenai sebuah destinasi wisata. Dalam aplikasinya pula, ini dilakukan tidak hanya untuk peningkatan kunjungan wisatawan. Namun akan ikut berperan besar dalam mendorong iklim investasi.

Konsep branding dalam dunia bisnis, sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan mengalokasikan anggaran yang sangat besar dalam membangun brand-nya hingga bisa dikenal oleh masyarakat luas dan memiliki banyak penggemarnya.

Begitupun dengan konsep brand pariwisata, dengan potensi penerapan otonomi daerah serta meluasnya tren globalisasi saat ini, daerah pun harus saling berupaya untuk merebut pasar, khususnya para wisatawan dan investor ke daerah masing-masing.

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Ketika bicara hal itu, Buleleng kurang lebih sudah memiliki semuanya. Sebagai daerah yang masih mengandalkan pariwisata untuk menggerakkan perekonomian di Buleleng, tentu butuh strategi spesifik dalam melakukan perubahan yang signifikan.

Tapi cukup sudah kita bicara Buleleng memiliki potensi luar biasa dan bla bla bla. Potensi itu sudah kita ketahui bersama. Namun tidak akan menjadi sebuah output yang keren jika kita sibuk melakukan retorika dan tidak mengeksekusinya bersama.

Harus segera terjalin kolaborasi pentahelix dalam pengembangan potensi pariwisata maupun ekonomi kreatifnya. Pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media harus bersatu padu berkoordinasi untuk merumuskan program kerja yang holistik. Komitmen dan sinergi dari semua unsur ini yang akan menjadi kunci utama dalam kemajuan perekonomian ke depan di Buleleng.

Nah, sebelum lanjut bicara mengkhusus ke Destination Branding, maka kita tarik dulu ke atas, ke payungnya dulu, ke induknya, yaitu Nation Branding sebagai acuan kita sebelum bicara hal spesifik terkait destinasi atau obyek wisata.

Nation Branding : Wonderful Indonesia

Dulu dari 2008 hingga 2015, kita mendeklarasikan “Visit Indonesia” sebagai Nation Branding. Kemudian di era kepemimpinan Menteri Arief Yahya, tepatnya di tahun 2015-2016, Kemenpar bersama team agency Ogilvy mengkonsepkan secara detail akan branding ‘Wonderful Indonesia’. Ogilvy ini merupakan perusahaan multinasional yang berpusat di New York dan memiliki kantor cabang di lebih dari 60 kota di dunia, termasuk di Indonesia.

Jadilah wajah Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia yang kita kenal sekarang. Ini adalah janji pariwisata Indonesia kepada dunia. Kata Wonderful atau pesona mengandung janji bahwa Indonesia kaya dengan ketakjuban dari segala aspek manusia, budaya maupun alamnya yang akan diberikannya untuk wisatawan di seluruh dunia.

Table of Content dari branding Wonderful Indonesia

Di dalam dokumen Brand Guideline – Wonderful Indonesia juga disebutkan bahwa kepribadian dari sebuah brand sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan audiensnya, diekspresikan melalui komponen visual, penulisan dan tone of voice brand tersebut. Saat brand menjadi relevan, kepribadiannya menjadi dikenal di alam bawah sadar para audiens.

Dikatakan pula bahwa Indonesia adalah negara dengan beragam pengalaman, dan demi mencapai pengertian sempurna kepada potensi dari Indonesia, semua kepribadian Indonesia harus dipecah secara lugas namun detil, diantaranya ;

  • Enchanting Spirit ; Kita luar biasa mempesona, berkarisma, penuh kehidupan dan rendah hati. Setiap bagian dari kita membuat orang tersihir, dan sangat mudah bagi kita untuk berteman.
  • Exciting ; Kita menyenangkan dengan sepenuh hati; kita menyentuh emosi orang-orang dan membangunkan rasa penasaran mereka. Tidak hanya itu, kita juga membakar semangat mereka untuk bersenang-senang dengan kita.
  • Magnifcent ; Kita mempunyai keindahan yang sangat unik, agung dalam semua kategori. keunikan dan kekayaan gaya, tata krama dan sifat elegan kita diapresiasi dan dihormati.
  • Expressive ; Kita adalah penyaji ekspresi, kita sangat jujur dan menunjukkan emosi kita secara spontan, kita sangat ahli dalam bersosial dan melakukannya dengan cara paling efektif dibanding yang lainnya.

Dalam membangun brand yang mempunyai banyak variasi produk, harus diberikan suatu konsep petunjuk yang dapat memisahkan produk-produk ini dan membuat wawasan yang berbeda-beda dari setiap wonders, sehingga orang-orang dapat merasakan cerita dibalik keberadaan mereka.

The Thematic Wonders Experience adalah 5 pilar komunikasi tematik yang dibuat sesuai destinasi dan/atau pengalaman di Indonesia, di mana masing-masing pilar akan mengangkat warna dari logo utama. Setiap pilar ini mempunyai elemen pengalaman yang berkesinambungan dengan tema pilar tersebut.

  • Natural Wonders experience menggambarkan hal seperti bahari & kelautan, pegunungan dan daerah yang hijau. Ini hanya dapat digunakan saat mengkomunikasikan kehebatan alam Indonesia.
  • Sensory Wonders experience menggambarkan hal seperti makanan & minuman, kesehatan, dan hiburan. Ini hanya dapat digunakan saat mengkomunikasikan kegiatan di Indonesia yang bisa dirasakan oleh 5 panca indera dari tubuh manusia.
  • Cultural Wonders experience menggambarkan hal seperti kesenian, kebudayaan, dan warisan. Ini hanya dapat digunakan saat mengkomunikasikan kehebatan tradisi dan kegiatan budaya di indonesia.
  • Modern Wonders experience menggambarkan hal seperti kehidupan perkotaan, teknologi, dan transportasi. Ini hanya dapat digunakan saat mengkomunikasikan kehebatan, kemodernan dan kemajuan peradaban Indonesia
  • Adventurous Wonders experience menggambarkan hal seperti olahraga, petualangan, dan eksplorasi. Ini hanya dapat digunakan saat mengkomunikasikan kehebatan, jiwa bertualang, dan keunikan kegiatan olahraga di Indonesia
Sumber : Brand Guideline Wonderful Indonesia

Destination Branding Support

Ketika Indonesia yang telah memiliki master brand Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata kemudian meluncurkan sepuluh branding baru untuk menyelaraskan value dengan brand master tersebut. Ini dimaksudkan agar positioning masterbrand Wonderful Indonesia bisa semakin kuat dan menciptakan sinergi antara pusat dan daerah untuk mempromosikan destinasi wisata indonesia dengan kancah internasional.

Bakwan Pak Kardi di Singaraja, Berdiri Sejak 1965, Enaknya Bertahan Hingga Kini

Pada saat itu, Ida Pandita Mpu Jaya Brahmananda atau yang pada saat walaka, dikenal sebagai Prof I Gede Pitana, saat itu menjabat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, mengatakan bahwa The 10 Destination Brandings ini diharapkan memperkuat positioning dari master-brand Wonderful Indonesia sekaligus tercipta sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.

Sepuluh destinasi pariwisata dengan branding baru yang di-launching pada 14 juni 2017 oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, antara lain adalah Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi,

What’s Next?

Begitu solidnya alur proses branding pariwisata yang dilakukan selama ini, maka sudah seharusnya pula Buleleng mulai memikirkan konsepnya tersendiri, yang bisa menjadi pembeda dari daerah lainnya agar tidak ketinggalan dengan daerah lainnya.

Dalam tulisan selanjutnya sebagai artikel penutup, kita akan bicara lebih dalam lagi ke eksekusi destination branding itu sendiri. Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru. [T]

Tags: brandingbulelengdestination brandingEkonomi dan BisnisPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Next Post

Biar Kumiliki Segala Kenangan Itu, Bapak | Membincangkan Buku Puisi “Prihentemen”

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Biar Kumiliki Segala Kenangan Itu, Bapak | Membincangkan Buku Puisi “Prihentemen”

Biar Kumiliki Segala Kenangan Itu, Bapak | Membincangkan Buku Puisi “Prihentemen”

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co