3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 16, 2022
in Esai
“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Jembatan kolonial di Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Mursal Buyung

Seberapa urgen tulisan ini untuk Buleleng? Haruskah membuat destination branding? Kalau harus, lalu bagaimana caranya?

Itulah pertanyaan-pertanyaan awal yang melintas di pikiran saya saat saya mulai menulis artikel ini.

Sebagai pengusaha yang erat berkomunikasi dengan publik dalam menawarkan produk atau jasa, tentu saja saya selalu bersinggungan dengan aktivitas membangun brand, mulai dari proses penciptaan nama usaha, logo, value, visi misi dan hal-hal lain sebagai proses awal membangun usaha dan brand, hingga akhirnya bisa menjadi brand yang dipercaya customer.

Acap kali publik mengartikan bahwa merk atau brand itu dalam bentuk sebuah logo semata. Padahal logo itu sendiri hanya sebagian kecil dalam proses branding itu sendiri. Banyak sekali printilan yang terkandung dalam brand. Tidak hanya logo.

Di dalam brand, ada yang namanya visual identity, positioning, target market, value, marketing, distribution, dan beragam lainnya.

BACA JUGA:

Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis
Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis

Menurut Braderkay, seorang Brand Developer, terdapat 6 komponen dalam visual identity, yakni  Brand Name, Logo, Shape, Colour, Photography, Font dan Typhography. Jadi logo itu hanya sebagian kecil dalam proses branding itu sendiri.

Namun kenapa orang lebih gampang mengingat logo sebagai perwakilan dari sebuah brand? Tentu karena logo merupakan salah satu identitas yang paling sering muncul dalam ragam media komunikasi. Logo adalah garda terdepan dalam pengenalan brand. Dengan melihat logo, orang akan lebih mudah mengasosiasikan brand. Sampai di sini, sudah bisa dipahami yah? Okey lanjuuuuttt…

Apa Itu Brand?

Dalam buku “Logo, Visual Asset Transitions” dikatakan bahwa brand adalah konsep ideal bersama yang dianut oleh masyarakat untuk mengidentifikasi hal tertentu secara spesifik. Setiap kali kita mendengar kata tertentu, kita akan menvisualisasikannya, mengasosiasikan dengan kesan tertentu dan menghubungkan dengan segala pengetahuan tentangnya.

Perlu diketahui bersama bahwa brand itu tidak melulu berkaitan dengan bisnis. Brand adalah sebuah entitas.

Soebiakto atau dikenal sebagai Pak Bi, seorang pakar branding, secara gamblang mengatakan bahwa “Brand = Nama + Makna”.  Selama sebuah entitas itu memiliki nama dan makna/persepsi, maka itulah Brand.

  • Undiksha adalah sebuah brand
  • Belayag Muntagi adalah sebuah brand
  • Pemuteran adalah sebuah brand
  • Buleleng adalah sebuah brand
  • Putu Agus Suradnyana adalah sebuah brand
  • Pantai Penimbangan adalah sebuah brand

Ragam entitas itu adalah sebuah brand yang semuanya memiliki nama dan juga makna/persepsinya  masing-masing. Meskipun dalam benak setiap individu mungkin saja berbeda, namun dalam pikiran kita, pasti terdapat kesamaan konsep yang diakui bersama. Hal inilah yang kemudian menjadi pembeda, karakter khas, yang harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin menjadi keunggulan ketika dibandingkan dengan brand lainnya.

Ketika kita bicara Pantai Penimbangan misalnya, akan muncul beragam persepsi di masyarakat umum semisal pantai berpasir hitam, tempat nongkrong anak muda, dagang jagung bakar, tempat pacaran, ataupun persepsi lainnya. Dari ragam persepsi itu, akan muncul persepsi dominannya bisa disepakati bersama, misalnya saja Pantai Penimbangan adalah tempat nongkrongnya anak muda Singaraja.

  • Ketika bicara individu, maka disebut Personal Branding.
  • Ketika bicara produk, maka disebut Product Branding
  • Ketika bicara perusahaan, maka disebut Coorporate Branding
  • Ketika bicara destinasi, maka disebut Destination Branding

Haruskah Melakukan Branding?

Ketika pemahaman tentang brand bisa kita samakan dulu persepsinya, baru kita bisa melangkah lebih jauh lagi dalam proses membangun brand. Jika sebuah brand adalah pandangan dan perasaan pelanggan, maka Branding adalah proses dalam membangun persepsi di benak customer.

Menurut Dodi Zulkifli, seorang pakar branding, mengatakan kesalahan yang terus berulang terjadi dalam hal membangun brand, umumnya dikarenakan 4 hal, yaitu ;

  1. Tidak memiliki Brand Blueprint, tidak jelas konsep dasarnya
  2. Memahami brand delivery sebatas logo dan iklan
  3. Tidak kontinyu dan konsisten dalam melakukan Brand Communication
  4. Tidak pernah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Brand Equity

Kesalahan ini terjadi karena tidak adanya pemahaman akan pentingnya Branding ataupun baru memahami sekelumit saja. Padahal sejatinya, bisnis dan brand itu harus seiring sejalan di bangun. Segala aktifitas yang dilakukan itu harus runut dan dikomunikasikan sesuai dengan persepsi yang diinginkan.

Ketika aktifitas yang dilakukan tidak runut, tidak berkonsep, hanya memikirkan jangka pendek, maka hasilnya pun sudah pasti bisa ditebak. Tidak akan mudah dari sisi publik untuk mengingat brand itu dengan cepat dan baik.

BACA JUGA:

“Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha
“Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Braderkay, seorang pakar Branding, juga menambahkan ketika tidak ada Brand Blueprint, maka sering terjadi pergantian strategi tanpa dasar yang kuat. Ini juga menyebabkan brand itu kehilangan maknanya. Braderkay pun mencontohkan seperti Ayana Resort yang konsisten melakukan design iklan yang sama selama 2 tahun di semua media komunikasinya. Tujuannya jelas agar konsumen bisa secara perlahan mengenal dan mengingat brandnya.

Bagi pelaku branding, kepala manusia itu hanya mampu mengingat sedikit merek dari beragam merek yang ada di luar sana. Kepala manusia itu kurang lebih seperti filing cabinet yang isinya terbatas untuk benar-benar mengingat sebuah brand. Oleh karena itu, tidak semua brand bisa terekam baik di kepala.

Hal ini bisa kita uji kepada diri sendiri. Sebutkan dengan cepat, 5 merek air mineral dalam kemasan yang anda ingat? Hayooo.. Coba disebutkan dengan cepat. Saya meyakini merek Aqua pasti tersebut karena memang merk ini sebagai Top of Mind di kategori bisnis ini. Diikuti oleh brand-brand lainnya. Umumnya hanya mampu mengingat merk dalam hitungan jari saja. 

Dari test di atas, khususnya kepada orang asli Buleleng yang sudah mencoba self-test, apakah ada yang menyebutkan brand ‘Yeh Buleleng’? Kalaupun anda, di urutan nomer berapa merek itu disebutkan? Atau malahan tidak ada yang menyebutkannya sama sekali.

Dari percobaan ini, kita bisa tahu kira-kira sudah seberapa kuat brand kita di masyarakat. Memang sudah sampai di benak customer ataukah jangan-jangan tidak ada diingat sama sekali. Cilaka bener kalo ga ada yang tau brand kita.

Apa itu Destination Branding?

Sebelum mengulas detail soal Destination Branding, maka kita perlu pecahkan dulu pemahaman akan apa itu Destination dan apa itu Branding.

Destinasi, tepatnya Destinasi Pariwisata, menurut UNWTO atau United Nation World Tourism Organization, adalah ruang fisik yang memiliki batas-batas fisik dan administrasi yang mencakup campuran dari layanan, produk serta daya tarik. Jadi suatu tempat bisa dikatakan sebagai destinasi ketika menyediakan atraksi pariwisata (tourism attraction) atau tourism site yang bisa dijadikan sebagai salah satu daya tarik dari suatu destinasi, selain komponen produk wisata lainnya, seperti fasilitas, aksesbilitas, dan lainnya. 

Branding berasal dari kata brand atau merek. Fungsi dari brand atau merek sendiri adalah sebagai pembeda atau pembanding dengan merek-merek lainnya. Kegiatan komunikasi perusahaan dalam rangka proses membangun, membesarkan, dan menguatkan brand itulah yang disebut dengan branding. Tanpa adanya kegiatan komunikasi atau publikasi tersebut maka sebuah brand atau merek tidak akan berarti apa-apa pada calon konsumen. Tidak ada value yang terdeliver di benak customer.

BACA JUGA:

Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu

Jadi secara umum bisa kita katakana bahwa Destination Branding itu adalah proses membangun persepsi pada suatu destinasi pariwisata. Goalnya jelas, agar destinasi tersebut bisa dikenal dengan ciri khasnya sesuai dengan value yang ingin dicitrakan.

Sekarang kita kembali ke pertanyaan dasar, apakah Buleleng perlu dibangun strategi Destination Brandingnya? Saya akan ulas lebih dalam lagi di tulisan selanjutnya. Cheers. [T]

BACA JUGA:

Wei Ji, Bahaya & Peluang – [Catatan Kecil Pengusaha Muda]
Wei Ji, Bahaya & Peluang – [Catatan Kecil Pengusaha Muda]

Tags: bisnisbrandingbulelengdestination brandingEkonomi dan Bisnis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Next Post

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Sinergi "Panggul" dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co