23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 16, 2022
in Esai
“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Jembatan kolonial di Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Mursal Buyung

Seberapa urgen tulisan ini untuk Buleleng? Haruskah membuat destination branding? Kalau harus, lalu bagaimana caranya?

Itulah pertanyaan-pertanyaan awal yang melintas di pikiran saya saat saya mulai menulis artikel ini.

Sebagai pengusaha yang erat berkomunikasi dengan publik dalam menawarkan produk atau jasa, tentu saja saya selalu bersinggungan dengan aktivitas membangun brand, mulai dari proses penciptaan nama usaha, logo, value, visi misi dan hal-hal lain sebagai proses awal membangun usaha dan brand, hingga akhirnya bisa menjadi brand yang dipercaya customer.

Acap kali publik mengartikan bahwa merk atau brand itu dalam bentuk sebuah logo semata. Padahal logo itu sendiri hanya sebagian kecil dalam proses branding itu sendiri. Banyak sekali printilan yang terkandung dalam brand. Tidak hanya logo.

Di dalam brand, ada yang namanya visual identity, positioning, target market, value, marketing, distribution, dan beragam lainnya.

BACA JUGA:

Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis
Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis

Menurut Braderkay, seorang Brand Developer, terdapat 6 komponen dalam visual identity, yakni  Brand Name, Logo, Shape, Colour, Photography, Font dan Typhography. Jadi logo itu hanya sebagian kecil dalam proses branding itu sendiri.

Namun kenapa orang lebih gampang mengingat logo sebagai perwakilan dari sebuah brand? Tentu karena logo merupakan salah satu identitas yang paling sering muncul dalam ragam media komunikasi. Logo adalah garda terdepan dalam pengenalan brand. Dengan melihat logo, orang akan lebih mudah mengasosiasikan brand. Sampai di sini, sudah bisa dipahami yah? Okey lanjuuuuttt…

Apa Itu Brand?

Dalam buku “Logo, Visual Asset Transitions” dikatakan bahwa brand adalah konsep ideal bersama yang dianut oleh masyarakat untuk mengidentifikasi hal tertentu secara spesifik. Setiap kali kita mendengar kata tertentu, kita akan menvisualisasikannya, mengasosiasikan dengan kesan tertentu dan menghubungkan dengan segala pengetahuan tentangnya.

Perlu diketahui bersama bahwa brand itu tidak melulu berkaitan dengan bisnis. Brand adalah sebuah entitas.

Soebiakto atau dikenal sebagai Pak Bi, seorang pakar branding, secara gamblang mengatakan bahwa “Brand = Nama + Makna”.  Selama sebuah entitas itu memiliki nama dan makna/persepsi, maka itulah Brand.

  • Undiksha adalah sebuah brand
  • Belayag Muntagi adalah sebuah brand
  • Pemuteran adalah sebuah brand
  • Buleleng adalah sebuah brand
  • Putu Agus Suradnyana adalah sebuah brand
  • Pantai Penimbangan adalah sebuah brand

Ragam entitas itu adalah sebuah brand yang semuanya memiliki nama dan juga makna/persepsinya  masing-masing. Meskipun dalam benak setiap individu mungkin saja berbeda, namun dalam pikiran kita, pasti terdapat kesamaan konsep yang diakui bersama. Hal inilah yang kemudian menjadi pembeda, karakter khas, yang harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin menjadi keunggulan ketika dibandingkan dengan brand lainnya.

Ketika kita bicara Pantai Penimbangan misalnya, akan muncul beragam persepsi di masyarakat umum semisal pantai berpasir hitam, tempat nongkrong anak muda, dagang jagung bakar, tempat pacaran, ataupun persepsi lainnya. Dari ragam persepsi itu, akan muncul persepsi dominannya bisa disepakati bersama, misalnya saja Pantai Penimbangan adalah tempat nongkrongnya anak muda Singaraja.

  • Ketika bicara individu, maka disebut Personal Branding.
  • Ketika bicara produk, maka disebut Product Branding
  • Ketika bicara perusahaan, maka disebut Coorporate Branding
  • Ketika bicara destinasi, maka disebut Destination Branding

Haruskah Melakukan Branding?

Ketika pemahaman tentang brand bisa kita samakan dulu persepsinya, baru kita bisa melangkah lebih jauh lagi dalam proses membangun brand. Jika sebuah brand adalah pandangan dan perasaan pelanggan, maka Branding adalah proses dalam membangun persepsi di benak customer.

Menurut Dodi Zulkifli, seorang pakar branding, mengatakan kesalahan yang terus berulang terjadi dalam hal membangun brand, umumnya dikarenakan 4 hal, yaitu ;

  1. Tidak memiliki Brand Blueprint, tidak jelas konsep dasarnya
  2. Memahami brand delivery sebatas logo dan iklan
  3. Tidak kontinyu dan konsisten dalam melakukan Brand Communication
  4. Tidak pernah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Brand Equity

Kesalahan ini terjadi karena tidak adanya pemahaman akan pentingnya Branding ataupun baru memahami sekelumit saja. Padahal sejatinya, bisnis dan brand itu harus seiring sejalan di bangun. Segala aktifitas yang dilakukan itu harus runut dan dikomunikasikan sesuai dengan persepsi yang diinginkan.

Ketika aktifitas yang dilakukan tidak runut, tidak berkonsep, hanya memikirkan jangka pendek, maka hasilnya pun sudah pasti bisa ditebak. Tidak akan mudah dari sisi publik untuk mengingat brand itu dengan cepat dan baik.

BACA JUGA:

“Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha
“Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Braderkay, seorang pakar Branding, juga menambahkan ketika tidak ada Brand Blueprint, maka sering terjadi pergantian strategi tanpa dasar yang kuat. Ini juga menyebabkan brand itu kehilangan maknanya. Braderkay pun mencontohkan seperti Ayana Resort yang konsisten melakukan design iklan yang sama selama 2 tahun di semua media komunikasinya. Tujuannya jelas agar konsumen bisa secara perlahan mengenal dan mengingat brandnya.

Bagi pelaku branding, kepala manusia itu hanya mampu mengingat sedikit merek dari beragam merek yang ada di luar sana. Kepala manusia itu kurang lebih seperti filing cabinet yang isinya terbatas untuk benar-benar mengingat sebuah brand. Oleh karena itu, tidak semua brand bisa terekam baik di kepala.

Hal ini bisa kita uji kepada diri sendiri. Sebutkan dengan cepat, 5 merek air mineral dalam kemasan yang anda ingat? Hayooo.. Coba disebutkan dengan cepat. Saya meyakini merek Aqua pasti tersebut karena memang merk ini sebagai Top of Mind di kategori bisnis ini. Diikuti oleh brand-brand lainnya. Umumnya hanya mampu mengingat merk dalam hitungan jari saja. 

Dari test di atas, khususnya kepada orang asli Buleleng yang sudah mencoba self-test, apakah ada yang menyebutkan brand ‘Yeh Buleleng’? Kalaupun anda, di urutan nomer berapa merek itu disebutkan? Atau malahan tidak ada yang menyebutkannya sama sekali.

Dari percobaan ini, kita bisa tahu kira-kira sudah seberapa kuat brand kita di masyarakat. Memang sudah sampai di benak customer ataukah jangan-jangan tidak ada diingat sama sekali. Cilaka bener kalo ga ada yang tau brand kita.

Apa itu Destination Branding?

Sebelum mengulas detail soal Destination Branding, maka kita perlu pecahkan dulu pemahaman akan apa itu Destination dan apa itu Branding.

Destinasi, tepatnya Destinasi Pariwisata, menurut UNWTO atau United Nation World Tourism Organization, adalah ruang fisik yang memiliki batas-batas fisik dan administrasi yang mencakup campuran dari layanan, produk serta daya tarik. Jadi suatu tempat bisa dikatakan sebagai destinasi ketika menyediakan atraksi pariwisata (tourism attraction) atau tourism site yang bisa dijadikan sebagai salah satu daya tarik dari suatu destinasi, selain komponen produk wisata lainnya, seperti fasilitas, aksesbilitas, dan lainnya. 

Branding berasal dari kata brand atau merek. Fungsi dari brand atau merek sendiri adalah sebagai pembeda atau pembanding dengan merek-merek lainnya. Kegiatan komunikasi perusahaan dalam rangka proses membangun, membesarkan, dan menguatkan brand itulah yang disebut dengan branding. Tanpa adanya kegiatan komunikasi atau publikasi tersebut maka sebuah brand atau merek tidak akan berarti apa-apa pada calon konsumen. Tidak ada value yang terdeliver di benak customer.

BACA JUGA:

Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu

Jadi secara umum bisa kita katakana bahwa Destination Branding itu adalah proses membangun persepsi pada suatu destinasi pariwisata. Goalnya jelas, agar destinasi tersebut bisa dikenal dengan ciri khasnya sesuai dengan value yang ingin dicitrakan.

Sekarang kita kembali ke pertanyaan dasar, apakah Buleleng perlu dibangun strategi Destination Brandingnya? Saya akan ulas lebih dalam lagi di tulisan selanjutnya. Cheers. [T]

BACA JUGA:

Wei Ji, Bahaya & Peluang – [Catatan Kecil Pengusaha Muda]
Wei Ji, Bahaya & Peluang – [Catatan Kecil Pengusaha Muda]

Tags: bisnisbrandingbulelengdestination brandingEkonomi dan Bisnis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Next Post

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Sinergi "Panggul" dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co