2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 16, 2022
in Esai
“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Jembatan kolonial di Pelabuhan Tua Buleleng | Foto: Mursal Buyung

Seberapa urgen tulisan ini untuk Buleleng? Haruskah membuat destination branding? Kalau harus, lalu bagaimana caranya?

Itulah pertanyaan-pertanyaan awal yang melintas di pikiran saya saat saya mulai menulis artikel ini.

Sebagai pengusaha yang erat berkomunikasi dengan publik dalam menawarkan produk atau jasa, tentu saja saya selalu bersinggungan dengan aktivitas membangun brand, mulai dari proses penciptaan nama usaha, logo, value, visi misi dan hal-hal lain sebagai proses awal membangun usaha dan brand, hingga akhirnya bisa menjadi brand yang dipercaya customer.

Acap kali publik mengartikan bahwa merk atau brand itu dalam bentuk sebuah logo semata. Padahal logo itu sendiri hanya sebagian kecil dalam proses branding itu sendiri. Banyak sekali printilan yang terkandung dalam brand. Tidak hanya logo.

Di dalam brand, ada yang namanya visual identity, positioning, target market, value, marketing, distribution, dan beragam lainnya.

BACA JUGA:

Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis
Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis

Menurut Braderkay, seorang Brand Developer, terdapat 6 komponen dalam visual identity, yakni  Brand Name, Logo, Shape, Colour, Photography, Font dan Typhography. Jadi logo itu hanya sebagian kecil dalam proses branding itu sendiri.

Namun kenapa orang lebih gampang mengingat logo sebagai perwakilan dari sebuah brand? Tentu karena logo merupakan salah satu identitas yang paling sering muncul dalam ragam media komunikasi. Logo adalah garda terdepan dalam pengenalan brand. Dengan melihat logo, orang akan lebih mudah mengasosiasikan brand. Sampai di sini, sudah bisa dipahami yah? Okey lanjuuuuttt…

Apa Itu Brand?

Dalam buku “Logo, Visual Asset Transitions” dikatakan bahwa brand adalah konsep ideal bersama yang dianut oleh masyarakat untuk mengidentifikasi hal tertentu secara spesifik. Setiap kali kita mendengar kata tertentu, kita akan menvisualisasikannya, mengasosiasikan dengan kesan tertentu dan menghubungkan dengan segala pengetahuan tentangnya.

Perlu diketahui bersama bahwa brand itu tidak melulu berkaitan dengan bisnis. Brand adalah sebuah entitas.

Soebiakto atau dikenal sebagai Pak Bi, seorang pakar branding, secara gamblang mengatakan bahwa “Brand = Nama + Makna”.  Selama sebuah entitas itu memiliki nama dan makna/persepsi, maka itulah Brand.

  • Undiksha adalah sebuah brand
  • Belayag Muntagi adalah sebuah brand
  • Pemuteran adalah sebuah brand
  • Buleleng adalah sebuah brand
  • Putu Agus Suradnyana adalah sebuah brand
  • Pantai Penimbangan adalah sebuah brand

Ragam entitas itu adalah sebuah brand yang semuanya memiliki nama dan juga makna/persepsinya  masing-masing. Meskipun dalam benak setiap individu mungkin saja berbeda, namun dalam pikiran kita, pasti terdapat kesamaan konsep yang diakui bersama. Hal inilah yang kemudian menjadi pembeda, karakter khas, yang harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin menjadi keunggulan ketika dibandingkan dengan brand lainnya.

Ketika kita bicara Pantai Penimbangan misalnya, akan muncul beragam persepsi di masyarakat umum semisal pantai berpasir hitam, tempat nongkrong anak muda, dagang jagung bakar, tempat pacaran, ataupun persepsi lainnya. Dari ragam persepsi itu, akan muncul persepsi dominannya bisa disepakati bersama, misalnya saja Pantai Penimbangan adalah tempat nongkrongnya anak muda Singaraja.

  • Ketika bicara individu, maka disebut Personal Branding.
  • Ketika bicara produk, maka disebut Product Branding
  • Ketika bicara perusahaan, maka disebut Coorporate Branding
  • Ketika bicara destinasi, maka disebut Destination Branding

Haruskah Melakukan Branding?

Ketika pemahaman tentang brand bisa kita samakan dulu persepsinya, baru kita bisa melangkah lebih jauh lagi dalam proses membangun brand. Jika sebuah brand adalah pandangan dan perasaan pelanggan, maka Branding adalah proses dalam membangun persepsi di benak customer.

Menurut Dodi Zulkifli, seorang pakar branding, mengatakan kesalahan yang terus berulang terjadi dalam hal membangun brand, umumnya dikarenakan 4 hal, yaitu ;

  1. Tidak memiliki Brand Blueprint, tidak jelas konsep dasarnya
  2. Memahami brand delivery sebatas logo dan iklan
  3. Tidak kontinyu dan konsisten dalam melakukan Brand Communication
  4. Tidak pernah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Brand Equity

Kesalahan ini terjadi karena tidak adanya pemahaman akan pentingnya Branding ataupun baru memahami sekelumit saja. Padahal sejatinya, bisnis dan brand itu harus seiring sejalan di bangun. Segala aktifitas yang dilakukan itu harus runut dan dikomunikasikan sesuai dengan persepsi yang diinginkan.

Ketika aktifitas yang dilakukan tidak runut, tidak berkonsep, hanya memikirkan jangka pendek, maka hasilnya pun sudah pasti bisa ditebak. Tidak akan mudah dari sisi publik untuk mengingat brand itu dengan cepat dan baik.

BACA JUGA:

“Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha
“Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Braderkay, seorang pakar Branding, juga menambahkan ketika tidak ada Brand Blueprint, maka sering terjadi pergantian strategi tanpa dasar yang kuat. Ini juga menyebabkan brand itu kehilangan maknanya. Braderkay pun mencontohkan seperti Ayana Resort yang konsisten melakukan design iklan yang sama selama 2 tahun di semua media komunikasinya. Tujuannya jelas agar konsumen bisa secara perlahan mengenal dan mengingat brandnya.

Bagi pelaku branding, kepala manusia itu hanya mampu mengingat sedikit merek dari beragam merek yang ada di luar sana. Kepala manusia itu kurang lebih seperti filing cabinet yang isinya terbatas untuk benar-benar mengingat sebuah brand. Oleh karena itu, tidak semua brand bisa terekam baik di kepala.

Hal ini bisa kita uji kepada diri sendiri. Sebutkan dengan cepat, 5 merek air mineral dalam kemasan yang anda ingat? Hayooo.. Coba disebutkan dengan cepat. Saya meyakini merek Aqua pasti tersebut karena memang merk ini sebagai Top of Mind di kategori bisnis ini. Diikuti oleh brand-brand lainnya. Umumnya hanya mampu mengingat merk dalam hitungan jari saja. 

Dari test di atas, khususnya kepada orang asli Buleleng yang sudah mencoba self-test, apakah ada yang menyebutkan brand ‘Yeh Buleleng’? Kalaupun anda, di urutan nomer berapa merek itu disebutkan? Atau malahan tidak ada yang menyebutkannya sama sekali.

Dari percobaan ini, kita bisa tahu kira-kira sudah seberapa kuat brand kita di masyarakat. Memang sudah sampai di benak customer ataukah jangan-jangan tidak ada diingat sama sekali. Cilaka bener kalo ga ada yang tau brand kita.

Apa itu Destination Branding?

Sebelum mengulas detail soal Destination Branding, maka kita perlu pecahkan dulu pemahaman akan apa itu Destination dan apa itu Branding.

Destinasi, tepatnya Destinasi Pariwisata, menurut UNWTO atau United Nation World Tourism Organization, adalah ruang fisik yang memiliki batas-batas fisik dan administrasi yang mencakup campuran dari layanan, produk serta daya tarik. Jadi suatu tempat bisa dikatakan sebagai destinasi ketika menyediakan atraksi pariwisata (tourism attraction) atau tourism site yang bisa dijadikan sebagai salah satu daya tarik dari suatu destinasi, selain komponen produk wisata lainnya, seperti fasilitas, aksesbilitas, dan lainnya. 

Branding berasal dari kata brand atau merek. Fungsi dari brand atau merek sendiri adalah sebagai pembeda atau pembanding dengan merek-merek lainnya. Kegiatan komunikasi perusahaan dalam rangka proses membangun, membesarkan, dan menguatkan brand itulah yang disebut dengan branding. Tanpa adanya kegiatan komunikasi atau publikasi tersebut maka sebuah brand atau merek tidak akan berarti apa-apa pada calon konsumen. Tidak ada value yang terdeliver di benak customer.

BACA JUGA:

Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu

Jadi secara umum bisa kita katakana bahwa Destination Branding itu adalah proses membangun persepsi pada suatu destinasi pariwisata. Goalnya jelas, agar destinasi tersebut bisa dikenal dengan ciri khasnya sesuai dengan value yang ingin dicitrakan.

Sekarang kita kembali ke pertanyaan dasar, apakah Buleleng perlu dibangun strategi Destination Brandingnya? Saya akan ulas lebih dalam lagi di tulisan selanjutnya. Cheers. [T]

BACA JUGA:

Wei Ji, Bahaya & Peluang – [Catatan Kecil Pengusaha Muda]
Wei Ji, Bahaya & Peluang – [Catatan Kecil Pengusaha Muda]

Tags: bisnisbrandingbulelengdestination brandingEkonomi dan Bisnis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia yang Abu-Abu dari Cindhil

Next Post

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Sinergi "Panggul" dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co