14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 16, 2022
in Esai
Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Foto Maguru Panggul. Dokuemtasi: I Wayan Diana Putra

Gamelan atau Seni Karawitan adalah salah satu kebudayaan yang memiliki peranan penting dalam kehidupan di Bali. Gamelan Bali tumbuh berkembang dalam nafas dan ritme kehidupan masyarakatnya.

Gamelan Bali hadir dalam konteks agama, adat ataupun dalam penyajian musikalnya secara murni. Gamelan Bali secara tematis bahkan menarik perhatian Colin McPhee, musikolog berkebangsaan Kanada. Dari gerak panggul (piranti pemukul gamelan) menghasilkan sajian gending-gending yang menggugah rasa estetisnya untuk lebih jauh menyelami Gamelan Bali. Alhasil dari gerak panggul yang menawan berhasil menggerakkan penanya dalam bentuk pencatan notasi ataupun score komposisi musiknya.

Selain Colin McPhee masih banyak lagi para musikolog dan composer barat mengunjungi serta menyelami gamelan dengan mengolah panggul dan pena sehingga terwujud buku Angkloeng Gamelan in Bali (1937), Music in Bali: a study in form and instrumental organization in Balinese orchestral music (1966/1976), A House in Bali (1944) dan komposisi baru terinspirasi dari Gamelan Bali yaitu Tabuh-Tabuhan for 2 pianos & orchestra.

Michael Tenzer adalah salah satu nama tenar dalam percaturan musik dunia yang berhasil melahirkan karya-karya gamelan melalu piranti panggul dan pena. Situ Banda, Banyuari, Puser Belah dan Buk Katah adalah karyanya dari mengolah panggul. Buku Balinese Music dan Gamelan Gong Kebyar: The Art of 20th Century Balinese Music (University of Chicago Press 2000) merupakan karya dari mengolah pena.

Foto 1. Foto Pencatatan Dengan Pena. Dokumen: https://images.search.yahoo.com/search/images;

Memang sejauh ini dalam pengolahan pena, seniman Gamelan Bali tidak selihai teman-teman barat. Hal ini disebabkan oleh kebudayaan Gamelan Bali lebih erat dengan konsep praktikal daripada menulisnya dalam bentuk pencatatan/pendokumentasian lagu dan teorinya. I Wayan Rai, S mengatakan: “Seniman Bali lebih senang mempraktikan terlebih dahulu, setelah paham dengan teknis praktikalnya baru kemudian ditarik filosofi-filosofi yang terkandung di dalamnya”.

Pernyataan dari I Wayan Rai, S ini sebenarnya memberikan pandangan bahwa seniman Bali juga mampu mendeskripsikan lagu atau teorinya namun terlebih dahulu harus menguasai teknik praktikal terlebih dahulu (Dalam FGD Lontar Prakempa tanggal 9 September 2021). Namun faktanya literasi secara tertulis mengenai Gamelan Bali masih sangat minim keberadaannya. Terdapat ketimpangan antara bentuk karya dari olahan panggul dengan olahan dari pena.

Foto 2. Foto Maguru Panggul. Dokuemtasi: I Wayan Diana Putra

Dewasa ini dengan keterbukaan arus komunikasi menyebabkan seniman Gamelan Bali harus mampu mengguratkan penanya untuk mendokumentasikan teori-teori mengenai Gamelan Bali yang tersedia teba tak terbatas. Melalui lembaga pendidikan formal khususnya Program Studi Seni Karawitan dan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, seniman Gamelan Bali diasah untuk terampil dalam mengguratkan penanya berkolaborasi dengan kemahiran mengolah panggul.

Pena digunakan untuk mencatat mengenai teknik, nilai dan formulasi dari olahan panggul. I Nyoman Rembang, I Wayan Madra Aryasa, Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Dr. I Wayan Dibia,  Prof, Dr. I Wayan Rai, S, Prof. Dr. Pande Made Sukerta, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha,  Prof. Dr. I Komang Sudirga, Dr. I Gede Yudarta, I Wayan Gde Yudane, I Wayan Sudirana, P.hD,  I Gde Made Indra Sadguna adalah deretan nama seniman sekaligus akademisi putra Bali yang berhasilkan melahirkan buku mengenai teori Gamelan Bali secara an-sich.

Dari tulisan para akademisi dan seniman Gamelan Bali tersebut sedikit demi sedikit pengetahuan terkait gamelan dapat terkuak dan dipelajarai lebih mendalam.

Sinergi antara panggul dan pena penting untuk menjaga gaung dari Gamelan Bali. Dalam konteks penciptaan gending baru untuk Gamelan Bali, dewasa ini sudah dimulai dengan menggurat pena dalam bentuk notasi yang kemudian disublimasi oleh gerak panggul sehingga melahirkan gending yang utuh.

Pena juga digunakan mencatat gerak panggul untuk menghasilkan dokumentasi pencatatan gending-gending sehingga dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Setelah itu pena berperan untuk menggurat teori, formulasi, filosofi dan metodologi mengenai Gamelan Bali sehingga dapat bermanfaat pemajuan ilmu pengetahuan.

Panggul dan pena harus bersinergi untuk merekam peristiwa Gamelan Bali. Panggul sebagai perpanjangan abstraksi ide musikal yang memantik lahirnya bunyi serta gending. Pena sebagai perpanjangan peristiwa bunyi gamelan yang abstrak ke dalam eksplanasi yang dapat dibaca sebagai jembatan untuk menelusuri maksud dibalik pengolahan bunyi dari gending Gamelan Bali tersebut.

Dalam pembelajaran Gamelan Bali juga dikelan dengan dengan Maguru Panggul. Meguru Panggul adalah metodologi belajar Gamelan Bali melalui membaca arah gerakan panggul dari pelatih. Sedangkan melalui pena, Gamelan Bali dapat dipelajari melalui membaca eksplanasi tata cara memainkan Gamelan Bali yang kemudian dapat disebut dengan Maguru Tulis. Gerakan panggul dan pena memang harus dikembangkan secara proporsional untuk mewujudkan esksistensi Gamelan Bali dimasa yang akan datang.

Tags: gamelangamelan balikarawitanseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Next Post

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co