22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 16, 2022
in Esai
Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Foto Maguru Panggul. Dokuemtasi: I Wayan Diana Putra

Gamelan atau Seni Karawitan adalah salah satu kebudayaan yang memiliki peranan penting dalam kehidupan di Bali. Gamelan Bali tumbuh berkembang dalam nafas dan ritme kehidupan masyarakatnya.

Gamelan Bali hadir dalam konteks agama, adat ataupun dalam penyajian musikalnya secara murni. Gamelan Bali secara tematis bahkan menarik perhatian Colin McPhee, musikolog berkebangsaan Kanada. Dari gerak panggul (piranti pemukul gamelan) menghasilkan sajian gending-gending yang menggugah rasa estetisnya untuk lebih jauh menyelami Gamelan Bali. Alhasil dari gerak panggul yang menawan berhasil menggerakkan penanya dalam bentuk pencatan notasi ataupun score komposisi musiknya.

Selain Colin McPhee masih banyak lagi para musikolog dan composer barat mengunjungi serta menyelami gamelan dengan mengolah panggul dan pena sehingga terwujud buku Angkloeng Gamelan in Bali (1937), Music in Bali: a study in form and instrumental organization in Balinese orchestral music (1966/1976), A House in Bali (1944) dan komposisi baru terinspirasi dari Gamelan Bali yaitu Tabuh-Tabuhan for 2 pianos & orchestra.

Michael Tenzer adalah salah satu nama tenar dalam percaturan musik dunia yang berhasil melahirkan karya-karya gamelan melalu piranti panggul dan pena. Situ Banda, Banyuari, Puser Belah dan Buk Katah adalah karyanya dari mengolah panggul. Buku Balinese Music dan Gamelan Gong Kebyar: The Art of 20th Century Balinese Music (University of Chicago Press 2000) merupakan karya dari mengolah pena.

Foto 1. Foto Pencatatan Dengan Pena. Dokumen: https://images.search.yahoo.com/search/images;

Memang sejauh ini dalam pengolahan pena, seniman Gamelan Bali tidak selihai teman-teman barat. Hal ini disebabkan oleh kebudayaan Gamelan Bali lebih erat dengan konsep praktikal daripada menulisnya dalam bentuk pencatatan/pendokumentasian lagu dan teorinya. I Wayan Rai, S mengatakan: “Seniman Bali lebih senang mempraktikan terlebih dahulu, setelah paham dengan teknis praktikalnya baru kemudian ditarik filosofi-filosofi yang terkandung di dalamnya”.

Pernyataan dari I Wayan Rai, S ini sebenarnya memberikan pandangan bahwa seniman Bali juga mampu mendeskripsikan lagu atau teorinya namun terlebih dahulu harus menguasai teknik praktikal terlebih dahulu (Dalam FGD Lontar Prakempa tanggal 9 September 2021). Namun faktanya literasi secara tertulis mengenai Gamelan Bali masih sangat minim keberadaannya. Terdapat ketimpangan antara bentuk karya dari olahan panggul dengan olahan dari pena.

Foto 2. Foto Maguru Panggul. Dokuemtasi: I Wayan Diana Putra

Dewasa ini dengan keterbukaan arus komunikasi menyebabkan seniman Gamelan Bali harus mampu mengguratkan penanya untuk mendokumentasikan teori-teori mengenai Gamelan Bali yang tersedia teba tak terbatas. Melalui lembaga pendidikan formal khususnya Program Studi Seni Karawitan dan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, seniman Gamelan Bali diasah untuk terampil dalam mengguratkan penanya berkolaborasi dengan kemahiran mengolah panggul.

Pena digunakan untuk mencatat mengenai teknik, nilai dan formulasi dari olahan panggul. I Nyoman Rembang, I Wayan Madra Aryasa, Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Dr. I Wayan Dibia,  Prof, Dr. I Wayan Rai, S, Prof. Dr. Pande Made Sukerta, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha,  Prof. Dr. I Komang Sudirga, Dr. I Gede Yudarta, I Wayan Gde Yudane, I Wayan Sudirana, P.hD,  I Gde Made Indra Sadguna adalah deretan nama seniman sekaligus akademisi putra Bali yang berhasilkan melahirkan buku mengenai teori Gamelan Bali secara an-sich.

Dari tulisan para akademisi dan seniman Gamelan Bali tersebut sedikit demi sedikit pengetahuan terkait gamelan dapat terkuak dan dipelajarai lebih mendalam.

Sinergi antara panggul dan pena penting untuk menjaga gaung dari Gamelan Bali. Dalam konteks penciptaan gending baru untuk Gamelan Bali, dewasa ini sudah dimulai dengan menggurat pena dalam bentuk notasi yang kemudian disublimasi oleh gerak panggul sehingga melahirkan gending yang utuh.

Pena juga digunakan mencatat gerak panggul untuk menghasilkan dokumentasi pencatatan gending-gending sehingga dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Setelah itu pena berperan untuk menggurat teori, formulasi, filosofi dan metodologi mengenai Gamelan Bali sehingga dapat bermanfaat pemajuan ilmu pengetahuan.

Panggul dan pena harus bersinergi untuk merekam peristiwa Gamelan Bali. Panggul sebagai perpanjangan abstraksi ide musikal yang memantik lahirnya bunyi serta gending. Pena sebagai perpanjangan peristiwa bunyi gamelan yang abstrak ke dalam eksplanasi yang dapat dibaca sebagai jembatan untuk menelusuri maksud dibalik pengolahan bunyi dari gending Gamelan Bali tersebut.

Dalam pembelajaran Gamelan Bali juga dikelan dengan dengan Maguru Panggul. Meguru Panggul adalah metodologi belajar Gamelan Bali melalui membaca arah gerakan panggul dari pelatih. Sedangkan melalui pena, Gamelan Bali dapat dipelajari melalui membaca eksplanasi tata cara memainkan Gamelan Bali yang kemudian dapat disebut dengan Maguru Tulis. Gerakan panggul dan pena memang harus dikembangkan secara proporsional untuk mewujudkan esksistensi Gamelan Bali dimasa yang akan datang.

Tags: gamelangamelan balikarawitanseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Next Post

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co