2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Wayan Diana Putra by Wayan Diana Putra
March 16, 2022
in Esai
Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Foto Maguru Panggul. Dokuemtasi: I Wayan Diana Putra

Gamelan atau Seni Karawitan adalah salah satu kebudayaan yang memiliki peranan penting dalam kehidupan di Bali. Gamelan Bali tumbuh berkembang dalam nafas dan ritme kehidupan masyarakatnya.

Gamelan Bali hadir dalam konteks agama, adat ataupun dalam penyajian musikalnya secara murni. Gamelan Bali secara tematis bahkan menarik perhatian Colin McPhee, musikolog berkebangsaan Kanada. Dari gerak panggul (piranti pemukul gamelan) menghasilkan sajian gending-gending yang menggugah rasa estetisnya untuk lebih jauh menyelami Gamelan Bali. Alhasil dari gerak panggul yang menawan berhasil menggerakkan penanya dalam bentuk pencatan notasi ataupun score komposisi musiknya.

Selain Colin McPhee masih banyak lagi para musikolog dan composer barat mengunjungi serta menyelami gamelan dengan mengolah panggul dan pena sehingga terwujud buku Angkloeng Gamelan in Bali (1937), Music in Bali: a study in form and instrumental organization in Balinese orchestral music (1966/1976), A House in Bali (1944) dan komposisi baru terinspirasi dari Gamelan Bali yaitu Tabuh-Tabuhan for 2 pianos & orchestra.

Michael Tenzer adalah salah satu nama tenar dalam percaturan musik dunia yang berhasil melahirkan karya-karya gamelan melalu piranti panggul dan pena. Situ Banda, Banyuari, Puser Belah dan Buk Katah adalah karyanya dari mengolah panggul. Buku Balinese Music dan Gamelan Gong Kebyar: The Art of 20th Century Balinese Music (University of Chicago Press 2000) merupakan karya dari mengolah pena.

Foto 1. Foto Pencatatan Dengan Pena. Dokumen: https://images.search.yahoo.com/search/images;

Memang sejauh ini dalam pengolahan pena, seniman Gamelan Bali tidak selihai teman-teman barat. Hal ini disebabkan oleh kebudayaan Gamelan Bali lebih erat dengan konsep praktikal daripada menulisnya dalam bentuk pencatatan/pendokumentasian lagu dan teorinya. I Wayan Rai, S mengatakan: “Seniman Bali lebih senang mempraktikan terlebih dahulu, setelah paham dengan teknis praktikalnya baru kemudian ditarik filosofi-filosofi yang terkandung di dalamnya”.

Pernyataan dari I Wayan Rai, S ini sebenarnya memberikan pandangan bahwa seniman Bali juga mampu mendeskripsikan lagu atau teorinya namun terlebih dahulu harus menguasai teknik praktikal terlebih dahulu (Dalam FGD Lontar Prakempa tanggal 9 September 2021). Namun faktanya literasi secara tertulis mengenai Gamelan Bali masih sangat minim keberadaannya. Terdapat ketimpangan antara bentuk karya dari olahan panggul dengan olahan dari pena.

Foto 2. Foto Maguru Panggul. Dokuemtasi: I Wayan Diana Putra

Dewasa ini dengan keterbukaan arus komunikasi menyebabkan seniman Gamelan Bali harus mampu mengguratkan penanya untuk mendokumentasikan teori-teori mengenai Gamelan Bali yang tersedia teba tak terbatas. Melalui lembaga pendidikan formal khususnya Program Studi Seni Karawitan dan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, seniman Gamelan Bali diasah untuk terampil dalam mengguratkan penanya berkolaborasi dengan kemahiran mengolah panggul.

Pena digunakan untuk mencatat mengenai teknik, nilai dan formulasi dari olahan panggul. I Nyoman Rembang, I Wayan Madra Aryasa, Prof. Dr. I Made Bandem, Prof. Dr. I Wayan Dibia,  Prof, Dr. I Wayan Rai, S, Prof. Dr. Pande Made Sukerta, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha,  Prof. Dr. I Komang Sudirga, Dr. I Gede Yudarta, I Wayan Gde Yudane, I Wayan Sudirana, P.hD,  I Gde Made Indra Sadguna adalah deretan nama seniman sekaligus akademisi putra Bali yang berhasilkan melahirkan buku mengenai teori Gamelan Bali secara an-sich.

Dari tulisan para akademisi dan seniman Gamelan Bali tersebut sedikit demi sedikit pengetahuan terkait gamelan dapat terkuak dan dipelajarai lebih mendalam.

Sinergi antara panggul dan pena penting untuk menjaga gaung dari Gamelan Bali. Dalam konteks penciptaan gending baru untuk Gamelan Bali, dewasa ini sudah dimulai dengan menggurat pena dalam bentuk notasi yang kemudian disublimasi oleh gerak panggul sehingga melahirkan gending yang utuh.

Pena juga digunakan mencatat gerak panggul untuk menghasilkan dokumentasi pencatatan gending-gending sehingga dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Setelah itu pena berperan untuk menggurat teori, formulasi, filosofi dan metodologi mengenai Gamelan Bali sehingga dapat bermanfaat pemajuan ilmu pengetahuan.

Panggul dan pena harus bersinergi untuk merekam peristiwa Gamelan Bali. Panggul sebagai perpanjangan abstraksi ide musikal yang memantik lahirnya bunyi serta gending. Pena sebagai perpanjangan peristiwa bunyi gamelan yang abstrak ke dalam eksplanasi yang dapat dibaca sebagai jembatan untuk menelusuri maksud dibalik pengolahan bunyi dari gending Gamelan Bali tersebut.

Dalam pembelajaran Gamelan Bali juga dikelan dengan dengan Maguru Panggul. Meguru Panggul adalah metodologi belajar Gamelan Bali melalui membaca arah gerakan panggul dari pelatih. Sedangkan melalui pena, Gamelan Bali dapat dipelajari melalui membaca eksplanasi tata cara memainkan Gamelan Bali yang kemudian dapat disebut dengan Maguru Tulis. Gerakan panggul dan pena memang harus dikembangkan secara proporsional untuk mewujudkan esksistensi Gamelan Bali dimasa yang akan datang.

Tags: gamelangamelan balikarawitanseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Destination Branding”, Apa Pentingnya Untuk Buleleng?

Next Post

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Wayan Diana Putra

Wayan Diana Putra

I Wayan Diana Putra, S.Sn., M.Sn. Dosen Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Komposer Gamelan Bali.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co