23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
March 16, 2022
in Khas
Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Kegiatan pengambilan sampah di Desa Tembok, Tejakula, Buleleng | Foto-foto: Don Raree

Pemerintah Desa Tembok di Kecamatan Tejakula, Buleleng, punya cara sendiri agar warga rajin mengumpulkan sampah dan menabungnya di bank sampah. Siswa SMP yang menjadi nasabah di bank sampah mendapatkan pelayanan gratis antar jemput ke sekolah dengan angkutan milik desa. Nasabah yang sakit bisa berobat secara gratis di pos kesehatan desa (poskesdes).

Apakah angkutan gratis untuk anak SMP itu penting? Ya, penting sekali. Anak-anak SMP di Desa Tembok bersekolah di SMPN 2 Tejakula. Jaraknya cukup jauh.

Karena jarak sekolah yang jauh, anak-anak SMP di Desa Tembok pun bersekolah dengan mengendarai sepeda motor. Padahal anak seusia SMP belum diizinkan mengendarai sepeda motor karena belum bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Tapi, mau bagaimana lagi. Mereka terpaksa naik motor sendiri karena orang tua mereka sibuk bekerja sehingga tak bisa mengantarkannya. Memang ada angkutan umum, namun anak-anak biasanya tak mau naik angkutan umum, salah satu alasannya malu karena teman-teman mereka sebagian besar mengendarai motor.

Selain biaya yang tinggi, misalnya untuk beli motor, beli bensin setiap hari dan perawatan, naik motor bagi anak SMP di jalan raya Singaraja-Amlapura cukup berbahaya. Apalagi jalur itu merupakan jalur umum yang banyak dilewati truk pengangkut pasir.  Nah, dengan adanya angkutan sekolah yang dikelola pemerintah desa, maka biaya yang dikeluarkan orang tua bisa ditekan.

“Tak perlu membeli atau mencicil sepeda motor baru dan tak perlu membeli bensin setiap hari,” kata Perbekel/Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Sampai hari ini total siswa yang menjadi peserta angkutan gratis sebanyak 74 siswa .

Bonus lain bagi nasabah bank sampah di Desa Tembok adalah pengobatan gratis di poskesdes bagi nasabah yang sakit. Poskesdes itu sendiri merupakan hasil dari inovasi yang dilakukan Perbekel/Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Dengan bonus seperti itu, kesadaran warga untuk mengumpulkan dan menabung sampah menjadi makin tumbuh, dan terus tumbuh di Desa Tembok.

***

Selasa, 15 Maret saya sempat “berwisata sampah” ke Desa Tembok. Ya berwisata, karena salah satu ciri orang berwisata adalah riang gembira. Dan, saya sungguh merasa riang dan gembira di Desa Tembok.

Tepat siang pukul; 13.00 saya lewat di Dusun Bulakang, salah satu dusun di Desa Tembok. Kebetulan di Dusn Bulakan waktu itu adalah jadwal pengambilan sampah dari bank sampah.

Kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah di Dusun Bulakan Desa Tembok

Tampak warga seperti berwisata. Duduk manis di tepi jalan, menunggu sampahnya ditimbang, di angkut, dan tentunya masuk dalam buku tabungan. Tabungan bank sampah ini bisa dicairkan kapan saja.

Kegiatan persampahan ini diinisiasi oleh Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ( TPST) Desa Tembok Kedas Mesari di bawah unit pengelolaan sampah Bumdesa  Giri Arta Desa Tembok.

“Nama Kedas Mesari pun sangat diharapkan menjadi penyemangat dalam pengelolaan sampah di desa itu. Dimana ‘kedas’ dalam bahasa Indonesia artinya bersih dan ‘mesari’ bisa diartikan mendapatkan rejeki.” Begitu kata Ketua Bumdesa Tembok Dewa Willy Asmawan.

Menurut Willy Asmawan, TPST ini dibentuk tahun 2015 dengan berbagai tantangan. Bank sampah “Kedas mesari” sendiri dibuat tahun 2020. “Semenjak berdirinya, aplikasi digital dari bank sampah ini disupport penuh oleh Griya Luhu,”  kata Dewa Willy, lelaki 33 tahun itu.

Berbagai inovasi

Sampai saat ini jumlah nasabah bank sampah sudah 936 KK. Ini tersebar di 6 banjar dinas di Desa Tembok. Jumlah itu bisa disebut lumayan dibandingkan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan di Desa Tembok, yakni 2335 KK.  Apalagi, dalam satu rumah banyak yang memiliki KK berbeda, tetapi masuk satu KK di data bank sampah.

Dewa Willy Asmawan, kepala Bumdesa Tembok, di antara tumpukan sampah

Manfaat menjadi anggota bank sampah juga sangat menarik dan mencakup banyak hal. Ya, itu tadi. anggota bank sampah punya akses kesehatan gratis di poskesdes, anak-anak SMP gratis angkutan ke sekolah, dan manfaat lainnya.

“Banyak program desa dikolaborasikan dengan bank sampah,” kata Dewa Willy.

Sektor bisnis pun sudah dijalani. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Rezycology, sebuah perusahaan pengepresan botol plastik di Jakarta.

Hebatnya lagi dari desa tembok, mampu menginisiasi kolaborasi pembentukan bank sampah di dua desa di wilayah Kabupaten Karangasem. Yaitu Desa Ban  dan Desa Dukuh. Dua desa itu berada di Kecamatan Kubu, Karangasem.

Dewa Willy berharap kolaborasi kebaikan lewat pengelolaan sampah ini bisa dilakukan antardesa, baik desa di Buleleng maupun desa di kabupaten lain yang jaraknya berdekatan. “Sampah memang tak bisa dikelola sendiri, sangat perlu kolaborasi dengan berbagai pihak dan lembaga, di Buleleng, maupun di luar Buleleng, di Bali maupoun di luar Bali,” kata Dewa Willy.

***

Warga bekerjasama mengumpulkan sampah di Desa Tembok

Berwisata sampah di Bamk Sampah Desa Tembok membuka mata saya bahwa bank sampah sejatinya tempat menabung nilai-nilai baik. Ada nilai ekonomi, nilai sosial dan budaya.

Juga menumbuhkan kesadaran, bagaimana kita melihat dan menganggap sampah adalah kita. Karena kita yang membuat dan menghasilkan sampah. Karena sampah adalah kita mari berdamai dan saling bersinergi.

Jangan sampai sampah lebih mulia dari pada kita. Dia memiliki nilai guna, kita kalah guna. [T]

BACA JUGA:

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Tags: Bank Sampahbulelengdaur ulang sampah plastikDesa TembokSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Next Post

Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co