25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
March 16, 2022
in Khas
Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Kegiatan pengambilan sampah di Desa Tembok, Tejakula, Buleleng | Foto-foto: Don Raree

Pemerintah Desa Tembok di Kecamatan Tejakula, Buleleng, punya cara sendiri agar warga rajin mengumpulkan sampah dan menabungnya di bank sampah. Siswa SMP yang menjadi nasabah di bank sampah mendapatkan pelayanan gratis antar jemput ke sekolah dengan angkutan milik desa. Nasabah yang sakit bisa berobat secara gratis di pos kesehatan desa (poskesdes).

Apakah angkutan gratis untuk anak SMP itu penting? Ya, penting sekali. Anak-anak SMP di Desa Tembok bersekolah di SMPN 2 Tejakula. Jaraknya cukup jauh.

Karena jarak sekolah yang jauh, anak-anak SMP di Desa Tembok pun bersekolah dengan mengendarai sepeda motor. Padahal anak seusia SMP belum diizinkan mengendarai sepeda motor karena belum bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Tapi, mau bagaimana lagi. Mereka terpaksa naik motor sendiri karena orang tua mereka sibuk bekerja sehingga tak bisa mengantarkannya. Memang ada angkutan umum, namun anak-anak biasanya tak mau naik angkutan umum, salah satu alasannya malu karena teman-teman mereka sebagian besar mengendarai motor.

Selain biaya yang tinggi, misalnya untuk beli motor, beli bensin setiap hari dan perawatan, naik motor bagi anak SMP di jalan raya Singaraja-Amlapura cukup berbahaya. Apalagi jalur itu merupakan jalur umum yang banyak dilewati truk pengangkut pasir.  Nah, dengan adanya angkutan sekolah yang dikelola pemerintah desa, maka biaya yang dikeluarkan orang tua bisa ditekan.

“Tak perlu membeli atau mencicil sepeda motor baru dan tak perlu membeli bensin setiap hari,” kata Perbekel/Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Sampai hari ini total siswa yang menjadi peserta angkutan gratis sebanyak 74 siswa .

Bonus lain bagi nasabah bank sampah di Desa Tembok adalah pengobatan gratis di poskesdes bagi nasabah yang sakit. Poskesdes itu sendiri merupakan hasil dari inovasi yang dilakukan Perbekel/Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Dengan bonus seperti itu, kesadaran warga untuk mengumpulkan dan menabung sampah menjadi makin tumbuh, dan terus tumbuh di Desa Tembok.

***

Selasa, 15 Maret saya sempat “berwisata sampah” ke Desa Tembok. Ya berwisata, karena salah satu ciri orang berwisata adalah riang gembira. Dan, saya sungguh merasa riang dan gembira di Desa Tembok.

Tepat siang pukul; 13.00 saya lewat di Dusun Bulakang, salah satu dusun di Desa Tembok. Kebetulan di Dusn Bulakan waktu itu adalah jadwal pengambilan sampah dari bank sampah.

Kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah di Dusun Bulakan Desa Tembok

Tampak warga seperti berwisata. Duduk manis di tepi jalan, menunggu sampahnya ditimbang, di angkut, dan tentunya masuk dalam buku tabungan. Tabungan bank sampah ini bisa dicairkan kapan saja.

Kegiatan persampahan ini diinisiasi oleh Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ( TPST) Desa Tembok Kedas Mesari di bawah unit pengelolaan sampah Bumdesa  Giri Arta Desa Tembok.

“Nama Kedas Mesari pun sangat diharapkan menjadi penyemangat dalam pengelolaan sampah di desa itu. Dimana ‘kedas’ dalam bahasa Indonesia artinya bersih dan ‘mesari’ bisa diartikan mendapatkan rejeki.” Begitu kata Ketua Bumdesa Tembok Dewa Willy Asmawan.

Menurut Willy Asmawan, TPST ini dibentuk tahun 2015 dengan berbagai tantangan. Bank sampah “Kedas mesari” sendiri dibuat tahun 2020. “Semenjak berdirinya, aplikasi digital dari bank sampah ini disupport penuh oleh Griya Luhu,”  kata Dewa Willy, lelaki 33 tahun itu.

Berbagai inovasi

Sampai saat ini jumlah nasabah bank sampah sudah 936 KK. Ini tersebar di 6 banjar dinas di Desa Tembok. Jumlah itu bisa disebut lumayan dibandingkan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan di Desa Tembok, yakni 2335 KK.  Apalagi, dalam satu rumah banyak yang memiliki KK berbeda, tetapi masuk satu KK di data bank sampah.

Dewa Willy Asmawan, kepala Bumdesa Tembok, di antara tumpukan sampah

Manfaat menjadi anggota bank sampah juga sangat menarik dan mencakup banyak hal. Ya, itu tadi. anggota bank sampah punya akses kesehatan gratis di poskesdes, anak-anak SMP gratis angkutan ke sekolah, dan manfaat lainnya.

“Banyak program desa dikolaborasikan dengan bank sampah,” kata Dewa Willy.

Sektor bisnis pun sudah dijalani. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Rezycology, sebuah perusahaan pengepresan botol plastik di Jakarta.

Hebatnya lagi dari desa tembok, mampu menginisiasi kolaborasi pembentukan bank sampah di dua desa di wilayah Kabupaten Karangasem. Yaitu Desa Ban  dan Desa Dukuh. Dua desa itu berada di Kecamatan Kubu, Karangasem.

Dewa Willy berharap kolaborasi kebaikan lewat pengelolaan sampah ini bisa dilakukan antardesa, baik desa di Buleleng maupun desa di kabupaten lain yang jaraknya berdekatan. “Sampah memang tak bisa dikelola sendiri, sangat perlu kolaborasi dengan berbagai pihak dan lembaga, di Buleleng, maupun di luar Buleleng, di Bali maupoun di luar Bali,” kata Dewa Willy.

***

Warga bekerjasama mengumpulkan sampah di Desa Tembok

Berwisata sampah di Bamk Sampah Desa Tembok membuka mata saya bahwa bank sampah sejatinya tempat menabung nilai-nilai baik. Ada nilai ekonomi, nilai sosial dan budaya.

Juga menumbuhkan kesadaran, bagaimana kita melihat dan menganggap sampah adalah kita. Karena kita yang membuat dan menghasilkan sampah. Karena sampah adalah kita mari berdamai dan saling bersinergi.

Jangan sampai sampah lebih mulia dari pada kita. Dia memiliki nilai guna, kita kalah guna. [T]

BACA JUGA:

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Tags: Bank Sampahbulelengdaur ulang sampah plastikDesa TembokSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Next Post

Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co