2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 12, 2022
in Esai
Hal-hal Sepele yang Sesungguhnya Hal-hal Penting dalam Berbisnis

Selama masa pandemi yang cukup lama ini, saya melihat banyak pengusaha baru  bermunculan di dunia bisnis. Satu sisi, saya berbahagia karena pertarungan bisnis akan semakin seru dan itu sungguh menantang. Namun di sisi lainnya, saya merasa ngeri melihat bisnis-bisnis itu muncul begitu saja, terlihat seramppangan, tanpa landasan kuat dalam membuka bisnis, baik itu dari pemilihan produknya, lokasinya berjualan, pricing-nya, caranya berjualan dan lainnya.

Saya paham bahwa orang yang berniat membuka bisnis itu sebenarnya berusaha sekuat tenaga untuk bisa survive. Namun akan sangat disayangkan jika bisnis tu tidak bertahan lama. Masuk ke dunia bisnis itu gampang. Tinggal siapkan modal uang, trus beli hal-hal yang dbutuhkan, besok sudah bisa buka usahanya. Namun pertanyaan besarnya kemudian, mampukah bisnisnya bertahan? Itulah yang bikin uring-uringan. Terlebih lagi di situasi pandemi yang berkepanjangan ini.

Membuka bisnis dan mempertahankan bisnis itu beda soal. Kalo buka bisnis itu secara finansial, fokus kita akan banyak di hitungan Capital Expenditure (capex) alias belanja modal di fase awal perusahaan sebelum beroperasi. Ini gampang dihitungnya karena pasti sudah dipikirkan secara budgeting-nya sesuai dengan kemampuan. Tinggal mencocokan antara niatan mau buka bisnis apa dan berapa kemampuan kita, 

Selepas itu, ketika usaha mulai beroperasi, kita akan banyak berurusan dengan hitungan Operating Expenditure (opex) alias pengeluaran rutin dalam menunjang operasional perusahaan. Bagian dari Opex itu misalnya gaji pegawai, listrik, air, maintenance, dan kebutuhan lainnya yang secara regular dikeluarkan oleh perusahaan.

Nah semua angka ini harus dengan cermat dihitung dan akan tercermin dalam laporan laba rugi. Secara umum di dalam laporan itu akan mengulas angka demi angka dari pendapatan keseluruhan, harga pokok penjualan, beban operasional dan laba bersih. Dari laporan inilah, kita bisa mendapatkan data penting yang tentunya sangat berpengaruh dalam keputusan strategis bisnis kita.

Permasalahannya, ketika para pemula di bisnis itu terkadang awam dengan hal-hal yang detail begini. Memang terlihat sepele, namun sebenarnya baik itu kepada para pebisnis mau pemula atau tidak, harus paham seluk beluk bisnisnya. Kemana arus uang itu harus paham dan cermat dalam aplikasinya. Kalau tidak, ya ambyar. Jalan menuju kebangkrutan sudah terbuka lebar.

Saya dulu bangkrut di bisnis fashion karena tidak paham betul soal ini. Literasi keuangan saya sangat rendah di jaman itu. Bagaimana bisa mau menghitung jika saya sendiri agak ‘meboya’ dengan keuangan yang njelimet ini. Lihat saja sudah pening dan berpikir apa untungnya juga menghitung yang rumit-rumit begini. Toh juga uang sudah masuk rekening sendiri. Tidak saya pakai foya-foya. Uang masih kebanyakan diputar di dalam bisnis. Rasa-rasanya secara keuangan itu aman.

Nyatanya tidak. Tanpa pemahaman keuangan, saya bergerak tanpa arah. Tak ada dashboard yang bisa men-supply data-data sebagai acuan saya untuk mengambil keputusan penting dalam bisnis saya. Akhirnya pun, saya bergerak sepenuhnya dengan insting, layaknya balian. Bergeraknya penuh tebak-tebakan. Dan dengan ilmu yang masih cetek, tentunya semuanya jadi amburadul dan akhirnya bisnis pun ditutup dengan sukses.

Kembali ke soal literasi keuangan, soal Capex dan Opex, tiap bisnis punya rasio yang berbeda-beda hitungannya. Kebetulan saya di bisnis kuliner, saya kebetulan sedikit tidaknya memahami alur keuangan yang seharusnya terjadi di bisnis kuliner. Data-data itu sangat menarik dan teramat penting untuk kita, sebagai pebisnis. Misalnya saja seperti sikon terkini yang mana harga minyak goring naik tinggi, tentu ini akan sangat berdampak di HPP, Harga Pokok Penjualan yang akan naik pula. Jadi ketika sector ini naik, strategi apa yang harus dilakukan agar HPP tidak naik, setidaknya naik tapi tidak tinggi-tinggi amat.

Itulah penting semua pebisnis, terutamanya yang baru memulai bisnis, untuk perlahan tapi pasti untuk belajar soal keuangan. Suka tidak suka, mau tidak mau, anda harus paham perputaran uangnya kemana aja. Ibarat sepakbola, jangan bisanya cuma menyerang terus. Kejar omzet agar naik terus menerus. Karena tanpa pertahanan yang kokoh, sekali diserang, pondasi bisnis langsung runtuh tak berbekas. Buyar semua kerja keras kita. Apa mau begitu?

Kami di BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Buleleng sangat memahami situasi ini. Saya dan kawan-kawan pun terus berpikir dan berdiskusi akan hal apa yang bisa kami lakukan untuk membantu teman-teman diluar sana. Kami mencoba melakukan kegiatan demi kegiatan, dari diskusi bisnis baik offline maupun online, kunjungan bisnis, hingga workshop bisnis.

Kini, kami mencoba pendekatan baru yang lebih komprehensif. Kami ingin membuat kegiatan mentoring khusus untuk teman-teman pengusaha yang baru memulai bisnisnya. Tidak hanya bicara permukaan, tapi akan membahas dari beragam sisi baik itu soal produk, market, keuangan, team, branding dan lainnya. Tidak hanya sekali pertemuan, tapi ada 10 x pertemuan diikuti dengan pendampingan khusus selama 3 bulan lamanya.

Program itu kami namakan “HIPMI Business Mentoring”, sebuah program pendampingan bisnis dengan framework ‘Smart Business Map’ yang mencakup area Playing Field, Market Lanscape dan Operational Profitability. Semuanya kami sepakati untuk diikuti secara gratis. Namun ada persyaratan tertentu sebagai wujud komitmen kita bersama. Pesertanya pun kami batasi agar impact-nya lebih powerful.

Tertarik mau ikutan? Nantikan saja infonya di media social kami. Terbuka untuk semua pelaku usaha di Kabupaten Buleleng. Semoga perlahan tapi pasti, perekonomian di Buleleng bisa semakin membaik. Ganbatte. [T]

Tags: bisnisEkonomi dan Bisnis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mereka Menenun Zaman | Tentang Tenun Desa Jinengdalem dan Hal-hal yang Membuat Bimbang

Next Post

Perang Malam | Cerpen Supartika

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Perang Malam | Cerpen Supartika

Perang Malam | Cerpen Supartika

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co