4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Brand MotoGP: Mandalika Surga Balap Dunia (Plus Pawang Hujan), Sukses Strategi Marketing 4.0 Mix 4E

Gede Suardana by Gede Suardana
March 22, 2022
in Esai
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

MotoGP di sirkuit Pertamina Mandalika 2022 mendulang sukses besar. Perpaduan antara kecepatan Marc Marquez  dkk serta magic si pawang hujan sukses membangun ikatan emosi yang kuat antara pembalap dengan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

Gelaran motoGP Mandalika membuat gegap gempita dunia. Dua peristiwa besar menjadi daya tarik gelaran motoGP Mandalika setelah 25 tahun lalu di sirkuit Sentul, Bogor.

Kecelakaan Marc Marquez yang parah menjadi highligt di sesi pemanasan pagi hari. Ia terpental tinggi ke udara kemudian jatuh hampir bersamaan dengan motor RC213V ke aspal akibat mengalami highside yang fatal.

Kecelakaan sang juara dunia delapan kali itu merupakan yang keempat kalinya di Mandalika, sirkuit baru bagi semua pembalap motoGP. Sontak kecelakaan itu menjadi perhatian seluruh pencinta motoGP dunia. Cemas keselamatan sang pembalap yang pernah mengalami cedera patah tulang lengan dan gangguan mata dilophia di tahun 2020 dan 2021.

Beruntung kali ini bagi Marc Marques. Kecelakaan terparah yang pernah dialaminya tak membuatnya cedera. Ia dinyatakan mengalami gegar otak dan dinyatakan tak fit untuk mengikuti balapan. Meskipun cedera, Marc Marquez tetap menjadi magnet gelaran balapan di Mandalika.

Drama tak berhenti di sana. Jelang balapan utama motoGP tiba-tiba hujan deras mengguyur sirkuit Mandalika. Petir menyambar sirkuit. Balapan pun ditunda satu jam dari jadwal semula.

Di tengah menunggu hujan reda, tiba-tiba si pawang hujan Rara Istiani Wulandari masuk ke area sirkuit. Ia berjalan memukul cawan emas sambil melafalkan mantra.

Sontak aksinya itu mendapat perhatian dari pihak penyelenggara motoGP. Beberapa aksinya menghalau hujan di area sirkuit disorot kamera. Ia muncul di layar TV gelaran motoGP. Disaksikan puluhan ribu penonton melalui layar lebar di sirkuit dan jutaan penggemar seluruh dunia.

Aksinya itu mencuri perhatian para pembalap yang tengah menanti balapan. Si juara dunia 2021, pebalap asal Francis Fabio Quartararo tertangkap kamera menirukan aksi pawang hujan Raya menggesek bibir cawan. Sementara pembalap lainnya terheran-heran melihat atraksi pawang hujan.

Akun Twitter resmi @MotoGP juga menggunggah sekaligus memuji aksi Rara saat berusaha memindahkan hujan. “The Master,” cuit @MotoGP.

Tak lama berselang aksinya itu, percaya atau tidak percaya, hujan berangsur reda. Akun @motoGP memuji aksi pawang hujan. “It worked,” cuitnya lagi.

Balapan pun berlangsung. Pembalap asal Portugel Miguel Oliveira mencatatkan sejarah sebagai juara pertama kali di sirkuit Mandalika. Disusul oleh Fabio Quartararo kedua dan Johan Zarco ketiga.

Atraksi MotoGP

Dua peristiwa besar tersebut menjadi highlight motoGP Mandalika. Kecelakaan Marq Marques dan aksi pawang hujan Rara berhasil mengaduk-aduk emosi masyarakat Indonesia dan dunia.

Sebelum dua peristiwa heboh itu, gelaran motoGP diatur sedemikian rupa oleh Dorna sebagai penyelenggara resmi dan pihak Indoensia serta pemerintah. Sebanyak 20 pembalap top  bertemu Presiden Joko Widodo, kemudian dilepas melakukan parade dari Istana Negara menuju Hotel Kempinski, di dekat Bundaran Hotel Indonesia.

Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Parade heboh. Sang bintang motoGP Marc Marquez melakukan aksi burnout di tengah ribuan masyarakat Jakarta yang menyambutnya. Diikuti pembalap Jack Miler dkk. 

Strategi marketing Dorna sebagai penyelenggara motoGP dan pemerintah rupanya berhasil mengaduk-aduk emosi masyarakat Indonesia dan dunia. Aksi kocak para pembalap di luar dan dalam lintasan, serta pawang hujan Rara berhasil membangun ikatan emosi kuat dengan penggemar seluruh dunia.

Sukses Strategi Marketing Mix 4E

Pihak penyelenggara Dorna MotoGP memahami bahwa Indonesia merupakan salah negara pemilik sirkuit motoGP yang unik. Selain memiliki keindahan alam, kehidupan masyarakat Lombok, juga kultur yang tiada dua di dunia.

Penyelengaraan motoGP di Indonesia tidak bisa boleh biasa-biasa saja dengan cita rasa yang sama dengan gelaran seri di Eropa. Sesuatu yang unik dan beda harus disajikan. Pilihannya adalah membuat balapan dengan memadukan kecepatan dan kultur Indonesia.

Salah Kaprah Membangun City Brand

Dorna dan pemerintah Indonesia rupanya berhasil menggunakan strategi marketing era 4.0 mix 4E. Strategi marketing di era disrupsi digital, milenial, dan pandemi.

Marketing 4.0 mix 4E adalah hasil dari evolusi strategi marketing 4.0 dari mix 4C (co-creation, currencies, community, dan coversation) ke marketing mix 4E (engagement, exitement, everywhere, dan evangelist).

Dalam marketing ini, engagement adalah mengubah produk motoGP yang bukan lagi sekadar adu kecepatan di lintasan  namun telah menjadi interaksi atraktif antara pembalap dengan penggemar. Mereka saling sapa di media sosial. Saling repost ungahan antara pembalap dan penggemar.

Tengok saja unggahan burnout di akun @Marc Marquez adalah hasil repost dari salah satu akun penggemarnya. Atau @Aleix Espagaro yang berjanji akan memberikan motor balap dan helmnya kepada penggemar jika followersnya tembus lima juta. Atau aksi interaksi pembalap Ducati Francesco Bagnaia usai parade di Jakarta yang menyapa satu per satu pengemarnya dari balik pagar pembatas. Hubungan emosi antara pembalap dengan penggemar menjadi semakin dekat.

Ditambah lagi aksi pawang hujan Rara telah berhasil membangun antusiasme yang kuat antara pembalap dan penggemar. Pembalap merasakan hal yang unik selama di Mandalika. Melihat langsung kultur Indonesia di tengah gemerlap teknologi balap yang modern. Sementara penggemar mendapatkan suguhan aksi balap dan kocak pembalap di dalam dan luar lintasan.

Kemudian, ikatan emosi yang kuat antara antara pembalap dan penggemar, menjadikan mereka sebagai suatu komunitas yang merasakan hubungan kuat dengan Mandalika, Lombok. Penggemar secara sukarela menjadi promoters dari aksi-aksi pembalap, suasana paddock, pernak-pernik balapan di dalam dan luar lintasan. Sementara pembalap dengan suka cita menggunggah keunikan kultur Indonesia (pawang hujan), kehidupan masyarakat dan penggemar, serta keindahan alam Mandalika. Mereka semua telah menjadi evangelist yang bersedia sukarela memviralkan konten dari serba serbi balapan dan pengalamannya selama berada di Mandalika.

Rupanya strategi marketing era 4.0 mix 4E ini berhasil nyaris 100 persen. Semua momen menjadi viral. Aksi pawang hujan Rara berhasil mencuri perhatian dunia dibandingkan dengan kecelakaan Marc Marquez dan sang juara seri kedua Miguel Oliviera.

“Keberhasilan” Rara menurunkan intensitas hujan hingga gelaran motoGP dapat dilaksanakan mendapat pujian dari penyelenggara MotoGP Dorna. Melalui unggahan foto aksi heroik Rara dan video pembalap Quartararo yang menirukan aksinya, berceloteh, “Thank you for stopping the rain!,” cuit akun @motoGP.

Seri kedua motoGP di Mandalika berhasil menyita perhatian dunia. Aksi pawang hujan Rara mendapat reaksi beragam di dunia. Lihat saja, seorang bule cantik yang pernah merasakan tinggal di Indonesia, menceritakan keunikan lain kultur Indonesia selain pawang hujan.

Para pembalap motoGP rupanya merasakan ikatan emosi yang kuat dengan Mandalika, Lombok. Misalnya saja, Fabio Quartararo sebelum terbang kembali ke negaranya, menyempatkan diri membelikan ice cream kepada anak-anak di Lombok. “My Kuta Friends,” cuit Fabio di insta storie-nya.

Pembalap Aprilia Aleix Espagaro pun tak kalah heboh menjalin ikatan emosi dengan penggemarnya. Ia memberikan helm usai balapan sebagai janji jika followersnya menembus angka juta juta.

Selain menjalin hubungan dengan penggemar, Aleix rupanya benar-benar jatuh cinta dengan Mandalika, Lombok. Ia masih menyisakan waktunya untuk menikmati keindahan alam Mandalika sebelum pulang ke negaranya.

Bagi para pembalap motoGP, gelaran seri kedua Mandalika memberikannya pengalaman yang sungguh berbeda dibandingkan sirkuit lainnya di dunia. Mereka seolah berada di surga saat mentas balapan. “Last night at paradise, pizza at the pool and off to airport, ready for 30h travel to Andora. Terima kasih love u Indonesia,” cuitnya.

Sungguh menakjubkan. Sirkuit Mandalika dalam sekejap telah menyita semua perhatian pembalap dan para penggemarnya di dunia. Sirkuit ini telah menjadi berhasil menjadi brand balap motoGP yang “the one and only” di dunia. MANDALIKA SURGA BALAP DUNIA.

Sampai jumpa tahun depan!

Tags: marketingMotoGP Mandalikaolahragaotomotif
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Next Post

Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Inilah Komunitas-Komunitas Literasi di Bali | Balai Bahasa Provinsi Bali: “Mari Budayakan Masyarakat Literat”

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co