4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

I Wayan Budiarsa by I Wayan Budiarsa
March 22, 2022
in Esai
I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

I Dewa Putu Serong | Dokumen: Dirga Pacung

Bagi beberapa generasi seniman era sekarang tentu tidak banyak yang mengenal I Dewa Putu Serong. Kehidupan seniman ini dalam kesehariannya adalah sebagai petani dengan penampilannya yang sederhana.

Ia dilahirkan di lingkungan Banjar Tengah Desa Batuan Gianyar pada tanggal 31 Desember 1925, beristrikan anak dari seniman Pande Timtim yang bernama Jro Nami, dari Banjar Pekandelan Desa Batuan Gianyar.

Ia belajar secara otodidak dari seniman gambuh di Batuan kala itu untuk dapat menguasai teknik permainan gamelan gambuh gaya Batuan. Keinginan untuk menempa diri dan  pergaulannya dengan beberapa seniman senior di desa seni ini membuat beliau cepat menguasai ilmu teknik bermain kendang, sehingga  teknik pukulannya memiliki ciri khas yang kental (agol). 

Di setiap penyajian kesenian gambuh yang tergolong bebali ini Dewa Putu Serong khusus sebagai pemain Kendang lanang. Berkat kemampuannya banyak yang berguru kepada beliau, dan telah banyak memiliki murid baik dari tingkat lokal maupun mancanegara.

Mengenang I Bintit, Seniman Tari Condong Gambuh dari Batuan

Darah kesenimanannya sekarang dilanjutkan oleh keponakan dan cucu-cucunya. Salah satu warih ida Dokak Silungan adalah Dewa Dirga Pacung, yang era 1990-an pernah belajar menari pada I Made Bukel.

Perkembangan Bali yang semakin pesat di bidang seni yang ditandai dengan berdirinya perguruan tinggi seni yakni Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bali,  keahliannya Dewa Putu Serong sebagai seniman gambuh sangat dihargai dan diperhitungkan.

Terbukti diangkatnya ia sebagai Dosen/Asisten Tidak Tetap pada lembaga seni  ASTI Denpasar. Bukti otentiknya terdapat di arsip penulis yang tertera tahun 1975 saat pimpinan ASTI (ISI) Denpasar  Mertha Sutedja.

Tentunya membagi ilmu di lembaga pendidikan tinggi seni suatu kebanggan buat beliau, dan sebagai pengajar secara tidak langsung  memiliki tanggung jawab besar bagi kelestarian gambuh gaya Batuan yang saat itu sebagai salah satu mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa ASTI Denpasar.

Proses perkuliahan secara akademik selain gambuh gaya Desa Batuan, mata kuliah yang mesti ditempuh oleh mahasiswa ASTI Denpasar yakni; gambuh gaya Pedungan, Legong Saba, Binoh, Legong Peliatan, dan lain sebagainya. Walaupun  sebagai asisten dosen, beliau selalu rendah diri dan tidak segan-segan untuk selalu berbagi ilmu pada insan seni sekalipun sudah di luar kampus. 

Jong Pari, Sebuah Kreativitas Mudra Suara

Pengalaman berharga misi kesenian dari Dewa Putu Serong di antaranya adalah ikut serta dalam rombongan Darma Kanti yang merupakan gabungan ASTI Denpasar dengan Sekaa Gambuh Mayasari Batuan.

Misi kesenian tersebut bertandang ke negeri Sakura/Jepang pada tahun 1982 selama kurang lebih satu bulan, dengan pimpinan rombongannya oleh Bapak Prof. I Made Bandem.

Di tahun  1993 melawat ke negara  Eropa; Swis, Austria, Francis, dan Jerman selama kurang lebih tiga minggu bersama Sanggar Tari Bali Nyoman Kakul dengan pimpinan rombongan I Ketut Kantor. Pada kedua misi itu ia tetap sebagai pemain kendang lanang pagambuhan.

Seniman Batuan-Bali ini, karena terkait dengan administratif kewilayahan, akhirnya ia berdomisili di Banjar Silungan Ubud Gianyar. Saking lamanya bertempat tinggal di wilayah itu, kami memanggil ia dengan sebutan Dokak Silungan.

Ia adalah salah satu guru penulis dalam bidang gamelan pagambuhan gaya Batuan, khususnya teknik permainan Kendang Lanang. Saat menuntut ilmu, jika tidak ada waktu untuk bertandang ke rumahnya (Jero), sewaktu-waktu ia yang datang ke rumah penulis dengan penampilan gayanya yang kental yakni selalu berpakaian adat dengan udeng (destar) batiknya.

Saat datang ke rumah penulis, ia akan berceloteh; “apang maan dokak mesliahan mulih, sambillang ngorte ajak bapak wake e (agar dapat saya refresing pulang, sambil berbincang-bincang dengan ayahmu). Semasih ia aktif, sekaa Gambuh Mayasari, Sekaa/ Sanggar Tari Bali I Nyoman Kakul (Kakul Mas) adalah tempat Sang Maestro mendedikasikan ilmunya.

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Patut disyukuri, karena sebelum berpulang (2019) kepada-Nya,  salah satu struktur lagu pagambuhan telah beliau berikan kepada penulis walau masih sangat sukar dipahami. Struktur gending Tembung lengkap seperti struktur lagu iringan tokoh Arya/Kade-kadean yang jarang digunakan sampai pada bagian pangawak, pangecet, dan pakaad.  

Memiliki andil besar dalam mewujudkan  pelestarian kesenian Bali, ia telah mewarisi kesenian nan adi luhung ini kepada generasi seniman Bali, khususnya bagi Desa Batuan, dan  patut berbagga  atas sosok ketauladannya.

Kini sosoknya telah tiada, namun spiritnya selalu menjadi  motivasi kami dalam mengemban, memikul berat ringan bagi ajeg lestarinya kesenian dramatari gambuh gaya Batuan Gianyar.[T]

Tags: Desa BatuanGianyarISI Denpasarseni pertunjukanseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Next Post

Brand MotoGP: Mandalika Surga Balap Dunia (Plus Pawang Hujan), Sukses Strategi Marketing 4.0 Mix 4E

I Wayan Budiarsa

I Wayan Budiarsa

Prodi PSP FSP ISI Denpasar

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Brand MotoGP: Mandalika Surga Balap Dunia (Plus Pawang Hujan), Sukses Strategi Marketing 4.0 Mix 4E

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co