3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang I Bintit, Seniman Tari Condong Gambuh dari Batuan

I Wayan Budiarsa by I Wayan Budiarsa
February 24, 2022
in Esai
Mengenang I Bintit, Seniman Tari Condong Gambuh dari Batuan

I Bintit, seniman tari gambuh dari Desa Batuan, Gianyar, Bali [Foto: dok keluarga]

Seniman Bali pada umumnya menguasai berbagai keahlian seni, dan dalam proses penguasaannya dapat dilakukan melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal. Pendidikan formal dapat dilihat dari Sekolah Menegah Kejuruan seni seperti; Kokar/ SMKN 3 Sukawati, SMKKN 5 Denpasar, dan perguruan tinggi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Pendidikan informal dapat dilakukan melalui sanggar, sekaa, komunitas seni, pasraman, dan lain sebagainya.

Dari kedua ranah pembelajaran tersebut, tidak jarang mampu menghasilkan seniman handal, ciptaan karya seni, dan memiliki gaya sendiri sehingga dapat dibedakan dengan karya/ seniman lainnya. Media utama tari yakni gerak yang di dalamnya mencakup unsur agem, tandang, tangkis, dan tangkep, sekaligus adalah sebagai unsur pembedaan antara seniman/ karya seni yang satu dengan yang lainnya.   

Terkenang saat era 1970-80-an, kaki Bintit oleh masyarakat Batuan sampai cucu-cucunya memanggil beliau Kaki Nggong. Alm. I Bintit lahir di Banjar Pekandelan Desa Batuan Gianyar 1910-an merupakan salah satu penari Condong Gambuh yang pernah dimiliki oleh Desa Batuan.

 Walaupun I Bintit tidak mengenyam pendidikan formal namun niat belajar untuk dapat menguasai bidang tari terus mengalir, di samping karena seringnya  mengikuti (nututtin) penari-penari seniornya. sehingga saking seringnya nututtin dan menonton Gambuh akhirnya seiring waktu salah satu tarian tersebut dapat dikuasai berkat bakat seninya.

Ini menandakan peran puri/Griya dalam perkembangan Gambuh di Batuan tidak menutup para seniman lainnya untuk mengembangkan bakatnya dalam berolah seni tari Gambuh khususnya. Bagi I Bintit, tidak ada niat pamrih setelah menguasai tokoh tersebut, karena tujuannya hanya untuk kepentingan upacara yakni “ngayah’, persembahan terkait  odalan pada sebuah pura di lingkungan Desa Batuan atau Kahyangan  Tiga Desa  setempat.

Sebagai bagian dari generasi se-eranya, I Bintit  memiliki kemampuan dan ciri khas tayung ngotesnya yangg lincah, dan tegas. Sebaya dengan seniman Gambuh lainnya, saat era peran perempuan masih dibawakan oleh kaum laki-laki menjadikan kaki Bintit terpilih sebagai penari condong, ini karena memang postur tubuhnya yang ideal untuk memerankann tokoh Condong Gambuh; tubuh  kecil pendek dengan nada suara yang nyaring tinggi, sebagaimana kriteria tokoh tersebut.

Diiringi dengan gending Subandar dengan tetekep selisir, Condong berperan sebagai abdi raja putri menggunakan dialog bahasa Bali, sedangkan tokoh utama menggunakan dialog bahasa Kawi dalam penyajian dramatari Gambuh.

Beberapa dialog/ antawacana yang biasa diucapkan oleh tokoh Condong (gaya Batuan) dengan bahasa Bali pada bagian papeson, seperti:

Dong dewa ratu,,, wehh nyen nto masliuran di jaba tengah.
Sampingan-sampingan,,
Ida anakke dwagung pacang medal,,
Oohhh,, to keto ingettang munyin mbok
(basa Sor)

Nahh.. to adin-adin mbok ajak makejang
Dadabbang-dabbang
Ida anakke dwagung pacang medal
Nahh to keto ingettang munyin mbok
(Basa Sor)

Dong dewa ratu,
Mas betaran tityang palungguh cokor i dewa.
Ainggih mungguing mangkin, sapunapi pikayun palungguh cokor i dewa?
Durus-durus nikain tityang,
Mangda tityang tatas uning
(Basa Alus Singgih)

Yan nirgamayang tityang palungguh cokor i dewa
Waluya sang hyang ratih nyalantara tonnin tityang
Mapelemahan ring mercepada
Sami angaton mulat,
Dong dewa ratu
(Basa Alus Singgih).

Antawacana diatas diucapkan oleh tokoh Condong saat berdialog dengan tokoh Kakan-kakan dalam tingkatan bahasa (basa) Bali Sor, dan dengan tokoh raja putri menggunakan bahasa (basa) Bali alus Singgih. Dari penggolongan penggunaan bahasa dialog masing-masing tokoh, memberikan makna nilai pendidikan agar semua manusia mampu saling menghargai, menghormati, selaras agar mencapai keharmonisan hidup tanpa membedakan kedudukan  status sosialnya.

Karena dalam konsep Hindu tersurat petikan sastra: wasita nimitanta manemu laksmi (dari perkataan akan menemukan bahagia), wasita nemitanta pati kapangguh (dari perkataan menemukan bahaya atau mati), wasita nemitanta manemu dukha (dari perkataan akan menemukan kesusahan), dan wasita nemitanta manemu mitra (dari perkataan akan mendapatkan teman).

Menurut penuturan ayah penulis, dan masyarakat sekitar lingkungan banjar, kaki Nggong memang spesial sebagai tokoh Condong dalam pertunjukan Gambuh, dan darah seni juga telah diwariskan ke cucunya yakni Ni Ketut Warsithi (Raja Putri)  yang melanjutkan pendidikan di sekolah Kokar Bali,  almh. Ni Wayan Murthi (Condong), Ni Made Nyarni sebagai Kakan-kakan, I Nyoman Astawa  (pemilik Awak Spirit) dan mengawali sebagai penari baris, serta cicitnya  I Made Aryadi Putra belajar tari di Sanggar Seni Satriya Lelana Batuan atas binaan Alm. I Made Bukel dan penulis.

I Nyoman Astawa merupakan pasangan penulis sebagai penari Baris Kembar di era tahun 1980-an, dan pertama kali pentas di Pura Ulun Banjar Pekandelan Batuan atas binaan Alm. I Made Bukel. Mengenai kaki Bintit, semasih hidupnya sering penulis lihat jalan-jalan degan tongkatnya sembari menyapa anak2 seusia penulis sembari di ingatkan untuk tekun belajar menari.

I Bintit, sering pula mengabdikan dirinya dalam bermasyarakat seperti ngayah/ menari Rejang Sutri saat tarian ini mesolah tedun  menjelang  sasih kelima sampai kesanga (kira2 bulan Oktober/Nopember sampai bulan -Maret/April tahun berikutnya). Diperkirakan penyajiannya setiap malam hari selama kurang lebih 5 bulan kalender, terkait pula dengan Gocekan (sabung ayam). 

Tari Rejang Sutri sangat disakralkan oleh masyarakat Batuan, karena di yakini sebagai sarana penolak bala yang disajikan setiap hari, pukul. 19.00-Selesai, di wantilan jaba sisi Pura Desa-Puseh Batuan. Kemunculan rejang Sutri sangat terkait dengan keberadaan dua tokoh masa lampau di Desa Baturan (Batuan) yakni I Dewa Babi dan I Gede Mecaling, serta seorang raja trah/ keturunan raja Klungkung yaitu yang bernama Sri Maha Sirikan yang bersinggasana di Sukawati sekitar abad ke 17.

Tari Rejang Sutri Batuan-Gianyar [ Dokumentasi: Budiarsa, 2021 ]

Kaki Bintit dan seniman lainnya cukup merasa bersyukur karena kesenian Gambuh masih ajeg lestari di Desa Batuan walau dalam gerusan jaman globalisasi. Bagiamanpun juga tanggungjawab generasi penerus Gambuh Batuan harus tetap menjaga kearifan lokalnya demi pemajuan bangsa dan negara Indonesia. Semoga seniman-seniman terdahulu masih dapat sebagai motivasi bagi generasi milenial seperti sekarang untuk tetap mampu mengajegkan seni budaya Bali khususnya. [T]

Tags: Desa BatuanGianyarseniman tariTari Gambuh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Google Maps dengan Aksara Bali, Mungkinkah?

Next Post

Workshop Bisnis | Hari Terakhir Berhadapan dengan Singa Bernama Abi Darwis

I Wayan Budiarsa

I Wayan Budiarsa

Prodi PSP FSP ISI Denpasar

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Workshop Bisnis | Hari Terakhir Berhadapan dengan Singa Bernama Abi Darwis

Workshop Bisnis | Hari Terakhir Berhadapan dengan Singa Bernama Abi Darwis

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co