24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
March 22, 2022
in Esai
Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Bekerja pengarsipan tidaklah mudah sebab diperlukan kesabaran, ketelitian, dan pengelompokan data-data yang tepat. Entah mengapa pengarsipan menarik minat saya dan sejak kapan mulai tertarik saya juga kurang begitu ngeh, yang jelas pengarsipan atas dokumen-dokumen berupa foto, tulisan, wawancara, dan video saya masih kumpulkan dalam perangkat keras penyimpanan saya meskipun tentu tidak begitu rapi. Selain dokumentasi digital saya juga mengumpulkan dokumen fisik berupa katalog-katalog pameran seni rupa baik yang saya ambil dan beli pada waktu pameran berlangsung atau yang diberikan setelah acara oleh teman-teman yang berpameran.

Dari catatan waktu dalam arsip seni rupa digital saya tercatat dari tahun 2009 – hari ini berupa dokumentasi pameran dan video, beberapa kali juga sempat saya tuliskan dalam blog pribadi saya akan tetapi kegiatan itu juga tersendat-sendat. Secara personal yang saya rasakan dalam melakukan pendokumentasian seni rupa adalah ketika akan melakukan riset atau penelitian atau bahkan ketika ingin membuat tulisan singkat berupa warkat maka waktu dapat diefisiensikan karena data-data sudah tersedia meskipun data tersebut berupa data awal yang hanya berisi 5-10 foto dokumentasi akan tetapi tentu sangat membantu sekaligus memudahkan diri untuk mengingat pengalaman yang terjadi pada momen data tersebut didapat. Selain itu, untuk arsip berupa video dapat saya manfaatkan sebagai konten untuk diunggah pada platform digital Youtube.

Kegiatan Pengarsipan melalui wawancara oleh Gurat Institute

Pengalaman yang membuat saya ngeh dengan pentingnya pengarsipan adalah pada saat penulisan buku I Gusti Made Deblog bersama Komunitas Gurat Institute yang kini berada dalam divisi Komunitas Gurat Budaya Indonesia. Dokumen-dokumen wawancara dan foto pada tahun 2014-2015 sangat membantu ketika proses pengerjaan buku pada tahun 2020 meski kemudian banyak juga arsip-arsip yang baru kami temukan pada saat itu.

Beruntungnya, apa yang telah terdokumentasikan pada tahun 2014-2015 beberapa sudah tidak ditemukan lagi pada tahun 2020 tersebut, hal itu cukup mengejutkan akan tetapi beruntungnya pengarsipan sebelumnya telah kami dapatkan filenya. Hal yang sama terjadi saat wawancara, dengan narasumber kunci yang sudah semakin menua mengakibatkan daya ingatnya mulai menurun jadi data wawancara terdahulu sangat membantu untuk dilakukan studi perbandingan. Singkat kata, pengarsipan menjadi penting dalam konteks ini sebagai pembanding sekaligus penyelamat ketika objek berupa karya seni yang sebelumnya ada kini sudah tidak ada.

Dalang Banyuning # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [1]

Saya sangat berterimakasih kemudian dengan adanya IVAA (Indonesia Visual Art Archive) berdomisili di Yogyakarta fokus dengan pengarsipannya, melalui arsip digitalnya beberapa katalog pameran Pesta Kesenian Bali pada awal-awal berlangsungnya masih tersedia dan dapat diakses. Dari sini kemudian timbul pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia seni rupa dan pengarsipan di Bali.

Kesadaran akan mengarsipkan karya seni oleh seniman sendiri mungkin tidak begitu dianggap penting, meski demikian syukurnya beberapa seniman yang peduli dengan arsipnya menyimpan dengan apik, dibuatkan copy dan dihibahkan kepada Pro-Docs di Komunitas Budaya Gurat Indonesia, meski demikian kesadaran untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna tentu masih sangat kurang, mengingat data yang baru-baru ini terpublish mengenai tingkat kegemaran baca di Indonesia, Bali tidak termasuk ke dalam 10 besarnya. Hal itu menandakan kelemahan di Bali adalah membaca sekaligus efeknya adalah kesadaran untuk mengolah arsip, logikanya adalah untuk dapat menulis maka diperlukan membaca, untuk dapat membaca maka diperlukan sebuah ruang baca dengan ketersediaan bahan bacaan.

Kegiatan Pemilahan Arsip di Gurat Institut

Hal ini juga menjadi indikator mengenai penelitian-penelitian dan publikasi bacaan-bacaan mengenai seni rupa Bali yang tidak banyak tersentuh, mungkin juga akibat dogma bahwa “menjadi seniman ya berkarya seni, menjadi penulis ya menulis, kamu harus pilih salah satu!.” Statement tersebut sering saya dengar diucapkan oleh teman-teman seniman akan tetapi jangan lupa di masa yang dikata seni kontemporer adalah masa ketika lintas disiplin ilmu saling baur membentuk wujudnya kekinian, “artist are painter, photographer, actor, writer, producer,etc”.

Belum lagi persoalan arsip dalam dunia akademik rumpun ilmu seni rupa di Bali, arsip menjadi sesuatu yang dingin untuk di sentuh, apalagi kesadaran mengolahnya, saya teringat dengan salah satu teman semasa study magister tahun 2012, ia ingin mencari data-data baik berupa karya maupun tulisan mengenai gambar wayang Kamasan akan tetapi tidak banyak ia temukan di perpustakaan. Darinya juga saya berfikir tentang pentingnya pengolahan arsip, meski hanya berupa warkat jika itu banyak dan merinci objeknya akan sangat berguna.

Pameran Va(serious) Seni Rupa Undiksha mengapresiasi Ni Tanjung – Arsip Pribadi 2013

Hal lainnya tentu saja persoalan kemudahan mengakses data-data, kemudahan mengakses akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia pengarsipan di Bali yang berdampat pada dunia literasinya. Di Yogyakarta kita dapat menemukan kartu sakti perpustakaan yang hanya dibuat pada satu perpustakaan dan dapat dipergunakan di perpustakaan instansi lainnya sehingga apa yang kit acari di tempat A misalkan maka kita akan dirujuk ke tempat B yang sekiranya koleksinya lebih lengkap.

Sebenarnya masih banyak persoalan pengarsipan dan data-data dalam seni rupa Bali, singat kata untuk mengakhiri tulisan ini bahwa persoalan pengarsipan seni rupa di Bali tidak hanya persoalan mengenai pendokumentasian visual dan pencatatan tertulis akan tetapi menjadi perkara bagaimana menumbuhkan kesadaran guna menghidupkan arsip-arsip yang telah kita kumpulkan. ”Cetana pinaka dilah” – “kesadaran adalah api!!!” [T]

Pohmanis, 21 Maret 2021

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]
Tags: arsiparsip seni rupaSeniSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Hindu Jawa Kuno & Bali Tidak Mentuhankan Sri Krishna?

Next Post

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co