13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
March 22, 2022
in Esai
Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip

Bekerja pengarsipan tidaklah mudah sebab diperlukan kesabaran, ketelitian, dan pengelompokan data-data yang tepat. Entah mengapa pengarsipan menarik minat saya dan sejak kapan mulai tertarik saya juga kurang begitu ngeh, yang jelas pengarsipan atas dokumen-dokumen berupa foto, tulisan, wawancara, dan video saya masih kumpulkan dalam perangkat keras penyimpanan saya meskipun tentu tidak begitu rapi. Selain dokumentasi digital saya juga mengumpulkan dokumen fisik berupa katalog-katalog pameran seni rupa baik yang saya ambil dan beli pada waktu pameran berlangsung atau yang diberikan setelah acara oleh teman-teman yang berpameran.

Dari catatan waktu dalam arsip seni rupa digital saya tercatat dari tahun 2009 – hari ini berupa dokumentasi pameran dan video, beberapa kali juga sempat saya tuliskan dalam blog pribadi saya akan tetapi kegiatan itu juga tersendat-sendat. Secara personal yang saya rasakan dalam melakukan pendokumentasian seni rupa adalah ketika akan melakukan riset atau penelitian atau bahkan ketika ingin membuat tulisan singkat berupa warkat maka waktu dapat diefisiensikan karena data-data sudah tersedia meskipun data tersebut berupa data awal yang hanya berisi 5-10 foto dokumentasi akan tetapi tentu sangat membantu sekaligus memudahkan diri untuk mengingat pengalaman yang terjadi pada momen data tersebut didapat. Selain itu, untuk arsip berupa video dapat saya manfaatkan sebagai konten untuk diunggah pada platform digital Youtube.

Kegiatan Pengarsipan melalui wawancara oleh Gurat Institute

Pengalaman yang membuat saya ngeh dengan pentingnya pengarsipan adalah pada saat penulisan buku I Gusti Made Deblog bersama Komunitas Gurat Institute yang kini berada dalam divisi Komunitas Gurat Budaya Indonesia. Dokumen-dokumen wawancara dan foto pada tahun 2014-2015 sangat membantu ketika proses pengerjaan buku pada tahun 2020 meski kemudian banyak juga arsip-arsip yang baru kami temukan pada saat itu.

Beruntungnya, apa yang telah terdokumentasikan pada tahun 2014-2015 beberapa sudah tidak ditemukan lagi pada tahun 2020 tersebut, hal itu cukup mengejutkan akan tetapi beruntungnya pengarsipan sebelumnya telah kami dapatkan filenya. Hal yang sama terjadi saat wawancara, dengan narasumber kunci yang sudah semakin menua mengakibatkan daya ingatnya mulai menurun jadi data wawancara terdahulu sangat membantu untuk dilakukan studi perbandingan. Singkat kata, pengarsipan menjadi penting dalam konteks ini sebagai pembanding sekaligus penyelamat ketika objek berupa karya seni yang sebelumnya ada kini sudah tidak ada.

Dalang Banyuning # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [1]

Saya sangat berterimakasih kemudian dengan adanya IVAA (Indonesia Visual Art Archive) berdomisili di Yogyakarta fokus dengan pengarsipannya, melalui arsip digitalnya beberapa katalog pameran Pesta Kesenian Bali pada awal-awal berlangsungnya masih tersedia dan dapat diakses. Dari sini kemudian timbul pertanyaan-pertanyaan mengenai dunia seni rupa dan pengarsipan di Bali.

Kesadaran akan mengarsipkan karya seni oleh seniman sendiri mungkin tidak begitu dianggap penting, meski demikian syukurnya beberapa seniman yang peduli dengan arsipnya menyimpan dengan apik, dibuatkan copy dan dihibahkan kepada Pro-Docs di Komunitas Budaya Gurat Indonesia, meski demikian kesadaran untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna tentu masih sangat kurang, mengingat data yang baru-baru ini terpublish mengenai tingkat kegemaran baca di Indonesia, Bali tidak termasuk ke dalam 10 besarnya. Hal itu menandakan kelemahan di Bali adalah membaca sekaligus efeknya adalah kesadaran untuk mengolah arsip, logikanya adalah untuk dapat menulis maka diperlukan membaca, untuk dapat membaca maka diperlukan sebuah ruang baca dengan ketersediaan bahan bacaan.

Kegiatan Pemilahan Arsip di Gurat Institut

Hal ini juga menjadi indikator mengenai penelitian-penelitian dan publikasi bacaan-bacaan mengenai seni rupa Bali yang tidak banyak tersentuh, mungkin juga akibat dogma bahwa “menjadi seniman ya berkarya seni, menjadi penulis ya menulis, kamu harus pilih salah satu!.” Statement tersebut sering saya dengar diucapkan oleh teman-teman seniman akan tetapi jangan lupa di masa yang dikata seni kontemporer adalah masa ketika lintas disiplin ilmu saling baur membentuk wujudnya kekinian, “artist are painter, photographer, actor, writer, producer,etc”.

Belum lagi persoalan arsip dalam dunia akademik rumpun ilmu seni rupa di Bali, arsip menjadi sesuatu yang dingin untuk di sentuh, apalagi kesadaran mengolahnya, saya teringat dengan salah satu teman semasa study magister tahun 2012, ia ingin mencari data-data baik berupa karya maupun tulisan mengenai gambar wayang Kamasan akan tetapi tidak banyak ia temukan di perpustakaan. Darinya juga saya berfikir tentang pentingnya pengolahan arsip, meski hanya berupa warkat jika itu banyak dan merinci objeknya akan sangat berguna.

Pameran Va(serious) Seni Rupa Undiksha mengapresiasi Ni Tanjung – Arsip Pribadi 2013

Hal lainnya tentu saja persoalan kemudahan mengakses data-data, kemudahan mengakses akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia pengarsipan di Bali yang berdampat pada dunia literasinya. Di Yogyakarta kita dapat menemukan kartu sakti perpustakaan yang hanya dibuat pada satu perpustakaan dan dapat dipergunakan di perpustakaan instansi lainnya sehingga apa yang kit acari di tempat A misalkan maka kita akan dirujuk ke tempat B yang sekiranya koleksinya lebih lengkap.

Sebenarnya masih banyak persoalan pengarsipan dan data-data dalam seni rupa Bali, singat kata untuk mengakhiri tulisan ini bahwa persoalan pengarsipan seni rupa di Bali tidak hanya persoalan mengenai pendokumentasian visual dan pencatatan tertulis akan tetapi menjadi perkara bagaimana menumbuhkan kesadaran guna menghidupkan arsip-arsip yang telah kita kumpulkan. ”Cetana pinaka dilah” – “kesadaran adalah api!!!” [T]

Pohmanis, 21 Maret 2021

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]
Tags: arsiparsip seni rupaSeniSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Hindu Jawa Kuno & Bali Tidak Mentuhankan Sri Krishna?

Next Post

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

I Dewa Putu Serong | Kisah Sang Pemain Kendang Lanang Pagambuhan Gaya Batuan Gianyar

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co