24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Buku Ala Kadar – Catatan Kecil untuk Denpasar Festival 2016

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 2, 2018
in Opini

Sumber ilustrasi: facebook

MOBIL Pusling (perpustakaan keliling) Perpustakaan Kota Denpasar tampak parkir di bawah tenda putih. Sejumlah buku tampak bersusun kurang rapi di dalam mobil tersebut. Dari buku anak-anak hingga filsafat ada di sana, tapi tempatnya acakadul, jadi cukup sulit untuk mencari buku yang diinginkan.

Tenda sebelahnya sejumlah meja panjang berbungkus kain putih, satu di antaranya berbaris buku fotokopian, bersampul plastik, koleksi Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar.  Buku yang dipamerkan seluruhnya berbahasa Belanda dan Inggris (merupakan hasil riset orang Belanda saat tiba di Bali).

Di pojok meja  satu spanduk berukuran kecil berisi keterangan tentang perpustakaan terpasang sekenanya. Juga tampak sejumlah origami burung warna-warni tergantung di atas atap tenda.

“Kok buku yang dipajang tidak ada terjemahannya, Pak?” tanya saya kepada petugas stan yang saat itu mengenakan jas endek berwarna merah marun.

“Iya, terjemahannya ada di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Kalau mau ke sana saja lihatnya,” jawabnya sambil tertawa.

“Lalu buat apa buku ini dipamerkan, kan pengunjung tidak mengerti bahasanya, Bapak memang bisa bahasa Belanda, bisa terjemahin ini?” tanya saya sambil menyodorkan satu halaman buku yang menampilkan gambar acara ngaben di Denpasar.

“Susah bahasa Belanda, kayak guten tag, guten morgen, susah, Dik,” jawab petugas sejurus tertawa lebar (maksudnya agar lucu)

“Itu bahasa Jerman, Pak, saya belajar sedikit dulu saat kuliah,” sambar saya dengan ketus.

Heniiiiing……

Sederhana dan kurang persiapan begitulah kesan  saat saya berkunjung ke stand yang berada di depan Pura Jagatnatha tersebut. Sepertinya stand  (sekali lagi)  Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Denpasar memilih  menyunyi sendiri dari kemeriahan Denpasar Festival (Denfest) ke-9, pada 28-31 Desember 2016 itu.

***

Sementara di pameran kuliner, beberapa stan benar-benar mempersiapkan segalanya dengan matang,  Kuliner nasi tekor contohnya  begitu memukau dengan  pernak-pernik kelampauannya. Saat memesan makanan di sana, saya jamin pengunjung langsung merasakan atmosfer masa lalu yang pekat. Dindingnya bedeg bambu warna coklat, tempat duduknya kayu berumur, gelas bercorak hijau putih, ceret air tanah liat,  dan sejumlah tumpukan kayu ditata sedemikan rupa menguatkan kesan dapur tempo dulu. Ciamik.

Ada pula stan fashion yang berlomba menyusun produknya sedemikian cermat, tidak tanggung-tanggung lemari display berlampu LED digotong pemiliknya, agar terlihat menarik di mata calon pembeli. Warna-warni produk endek, baju, kamen, keben, kerajinan perak, serta sejumlah produk lainnya menambah suasana festival menjadi kian semarak.

Belum lagi segala hiburan yang disajikan panitia, mulai dari pementasan musik, operet, hingga tarian tradisional pun turut andil dalam rangka meriuhkan suasana beberapa hari sebelum pergantian tahun.

Tanda tanya besar nyangket di kepala saya, kok stan Perputakaan Kota Denpasar terkesan ala kadarnya? Kok tidak ditempatkan di area utama? Kok begitu saja? Kok tidak megah? Kok tidak aeng? Dan pertanyaan kok lainnya.

Padahal keberadaan perpustakaan yang menghadirkan koleksi buku terlebih lagi buku yang berkaitan langsung dengan sejarah kota Denpasar sangat penting. Agar masyarakat tahu hakikat, asal-muasal, seluk-beluk kotanya sendiri. Apalagi jika penyajiannya keratif, menarik dan inovatif tentu pengunjung jadi senang,  Pulangnya tak hanya bawa oleh-oleh manusiawi tapi juga asupan gizi untuk ilmu pengetahuan otaknya.

Saya sudah bertanya kepada petugas yang menjaga stand saat itu, kenapa display-nya tidak ditata meriah dan wah. Tapi petugas hanya menjawab sekedarnya bahwa jika ingin melihat koleksi yang lebih lengkap, langsung saja datang ke kantor arsip.

Kenapa ya sang penjabat tidak melihat kesempatan ini sebagai ajang promosi untuk meningkatkan minat baca  dan mencerdaskan. Juga  bentuk penyeimbang dari kegiatan hura-hura tahun baru yang menyeret manusia ke budaya hedonisme. Ingat sekali lagi..! Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara yang di-survey terkait budaya membaca dan menulis lho. Miris nok. Nyakit keneh ..!

Saya berandai beberapa hal menjadi pejabat di institusi tersebut, tentu stan yang saya tampilkan tidak sembarangan, berkonsep, matang, dengan konten yang sesuai.

  1. Sejumlah buku koleksi terkait sejarah kota Denpasar akan hadir di rak-rak etalase pameran
  2. Buku berbahasa Belanda berikut terjemahannya akan saya usahakan, bagaimana pun caranya, kendati harus ke Perpustakaan Nasional, sebab ini untuk kepentingan bersama.
  3. Film-film dokumenter Bali Tempo Dulu akan diputar secara beruntun dengan menggunakan TV atau LCD proyektor.
  4. Foto Denpasar/Bali Tempo Dulu tentu juga ambil andil, lumayan untuk mempercantik dinding ruang pameran.
  5. Salah satu peninggalan Kota Denpasar yang dianggap paling mewakili kota ini, semisal keris saat perang puputan, akan saya hidupkan lewat teknologi video mapping.
  6. Akan saya display pula buku/lontar tua yang asli, tentu display ini menggunakan kotak khusus, agar tak mudah dijangkau pengunjung.
  7. Akun Sejarah Bali yang terkenal di dunia Instagram itu, saya  ikut sertakan dalam pameran ini, untuk membuat konten sejarah Denpasar dengan konsep kekinian.
  8. Seluruh ruang pameran disulap menjadi rumah orang Denpasar zaman dahulu, beralas tanah, berdinding bedeg, beratap jerami atau duk, serta kelengkapan lainnya.
  9. Terakhir ada photobooth untuk berswafoto yang kemudian di-uploud dengan hastag #denfest #sejarahdenpasar #perpusdenpasar (ini dilombakan, yang paling menarik dan kreatif dapat bingkisan)
  10. Saya buat desain pamflet yang jenaka, kreatif serta menarik, misalnya pamflet bentuk bunga Jempiring, agar pengunjung tak bosan membaca pamflet yang biasanya berisi tulisan dan warna-warna paduan yang tak karuan.
  11. Pameran stan ini saya usulkan untuk berada di pusat keramaian, di Jalan Gajah Mada atau di area Patung Catur Muka. Ini penting lho, tempat menentukan keberhasilan promosi.

Saya tidak muluk-muluk, konsep pameran yang matang, kreatif dan menarik  akan mendatangkan pengunjung yang banyak serta mencerdaskan. Usulan-usulan di atas bisa diwujudkan dengan mudah, apabila orang yang menjabat di instansi terkait memiliki cara pandang yang luas dan fleksibel.

Saya berani berkata seperti ini sebab sebelum pindah ke Bali saya sempat menjadi tim Museum Etnografi, Departemen Antropologi, FISIP, Unair. Setiap pameran kami akan selalu mendebat konsep dan konten hingga matang, sebab itu adalah harga mati untuk diperdebatkan.

Kendati ada acara lain yang menonjolkan pameran buku dalam pelaksanaannya, tapi apa salahnya menggunakan kesempatan yang ada sebagai ajang mencerdaskan warga Denpasar.

Nah, anggoang monto gen neh, yen be jadi walikota mare cang ngidang ngae kene asane!? Hahahaha. Minta dukungannya, nggih… (T)

Tags: Bukudenpasardenpasar festivalPameran
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Cara Sejumlah Orang Bali Menyingkir dari Keriuhan Tahun Baru

Next Post

Bakar-Bakar Uang: Perspektif Klise Pesta Kembang Api

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails
Next Post

Bakar-Bakar Uang: Perspektif Klise Pesta Kembang Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co