26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Satu Keluarga Telah Lengkap | Cerpen Bulan Nurguna

Bulan Nurguna by Bulan Nurguna
October 2, 2021
in Cerpen
Satu Keluarga Telah Lengkap | Cerpen Bulan Nurguna

Ilustrasi tatkala.co | Satia Guna

Saya sudah bilang kepadanya bahwa Ganis tak ada di rumah, tapi dia tetap memaksa masuk. Dia bilang ingin menunggu di dalam. Tempat tinggalnya jauh dan dia merasa  tidak masuk akal kalau harus kembali, dan nanti kembali lagi ketika orang yang dicarinya itu sudah datang.

Dengan sedikit berat hati saya izinkan dia masuk. Saya tawari dia teh atau kopi selayaknya tuan rumah kepada tamunya, tapi dia bilang dia tidak minum minuman yang berwarna. Lalu diambilnya botol berwarna hitam dari dalam tas; botol yang sewarna dengan kaos bergambar Che Guevara yang dikenakannya. Diteguknya air itu seperti bintang iklan minuman di televisi. Sungguh berlebihan gayanya, dan saya bayangkan kalau saya lebih ramah lagi padanya, misalnya menawarkan kue sarang semut—spesial dari toko roti saya—yang ada di dapur, mungkin dia akan merasa bahwa rumah ini benar-benar miliknya.

Tetapi setelah dia mereguk hampir setengah botol minumannya, dia bertanya, “Ada asbak?” Sungguh mengesalkan. Pernahkah Ganis memberitahu bahwa di rumah ini bebas asap rokok dan bukan bebas berasap rokok?

“Ada, tapi tolong merokoknya di teras ya.” Dia spontan melihat ke luar. Rumah yang menghadap ke timur ini jelas maksimal menangkap cahaya dan panas matahari, sehingga jam dua belas siang bukanlah waktu yang baik untuk bersantai-santai di teras.

Saya duduk di ruang tamu bersamanya; tidak enak membiarkan tamu seorang diri. Tetapi itu bukan berarti saya bisa ramah padanya. Dia pun seperti tak ambil pusing, dan sesekali bersiul-siul seperti burung jinak, sambil memerhatikan sekeliling ruang tamu, “Tumben ke sini lagi,” ujar saya membuka pembicaraan setelah jeda yang agak lama.

“Ada bisnis dengan Ganis,” jawabnya. Jawaban itu mengantar saya pada bayangan seseorang yang mengenakan jas resmi, serta berdasi, yang kerjanya keliling kampung menawarkan mainan edukasi anak. Saya mau tertawa terpingkal-pingkal, tapi tawa itu hanya naik sebatas tenggorokan, dan saya telan kembali. Tidak enak menertawakan tamu, apa lagi tamu berwajah sedih. Ya, dia orang paling berwajah sedih yang pernah saya temui. Matanya lebih sering merah, sayu, dan tua, seperti korban dari suatu pergaulan, atau mungkin justru pelaku? Mata-mata yang kerap ada di tempat party. Mata dini hari yang seolah bisa lebih terang melihat pada saat temaram. Kulitnya, lalu bibirnya, alisnya, pipinya, dan tulang pipi itu…aih, mengingatkan saya pada punuk unta. Dan tubuh itu, kurus, kering, yang bisa kita perkirakan disebabkan karena jarang berada atau bahkan tidak pernah sama sekali berada di lahan basah. Apakah saya menjelaskan ciri-cirinya seperti hendak mengejeknya? Begini, saya tak hendak membela diri, tapi sungguh, siapa pun yang bertemu dengannya tidak akan bisa menjelaskan ciri-cirinya tanpa nada ejekan.

“Bisnis apa? Berdagang maksudnya?” Cara saya bertanya mungkin akan terlihat datar sekali seperti bagian HRD yang menyeleksi calon office boy.

“Ha ha ha,” tiba-tiba dia yang tertawa. Sungguh saya merasa terhina, sudah capek-capek saya mengedepankan sopan-santun ketimuran tapi dia malah menyemburnya dengan muntahan tawa.

Saya diam. Dia ikut diam. Kami saling diam, dan suara motor yang melintas di luar seperti mengejek kami. Mungkin motor itu hendak berkata, “Ha ha ha…bukan perkara siapa yang lebih pintar di antara kalian berdua, melainkan siapa yang paling tidak bodoh!”

Diam saya adalah diam yang menunggu, dan dia sadar itu. “Bisnis itu bukan berarti jualan, berdagang, atau ingin mendapatkan uang.” Kata “uang” yang ditekan membuat saya agak tersinggung, tapi sebagai orang yang lebih tua saya redam perasaan itu, saya tekan, meski hati saya lah yang harus menanggung sakit.

“Lalu?” Saya berusaha bijaksana.

Tiba-tiba hujan deras. Udara menjadi lebih panas di dalam. Sepertinya hawa panas di luar mencari jalan agar tak punah sama sekali. Mungkin juga hawa panas itu masuk ke sarang-sarang binatang. Tetapi adakah binatang yang saling membenci? Bukan sekadar marah, tetapi benci; perasaan awet tanpa kadaluwarsa, walau peristiwa yang memantiknya telah berlalu lama dan tak menyisakan bekas pada tubuh.

“Apapun yang kamu bisniskan dengan Ganis, semoga sukses.”

“Terima kasih,” Ia tersenyum. Senyum yang naik di kanan. Seperti menyimpan pitam pada ujungnya.

Ah, mungkin sejak tadi saya yang melebih-lebihkan. Mungkin itu memang gesturnya yang otentik, yang memang akan diperlihatkannya sekalipun pada orang yang paling dicintainya. Ada memang orang-orang yang tak berbakat secara sosial. Tetapi, buat apa saya berprasangka baik pada landasan yang tidak kuat?

“Ganis pernah bilang pada saya, kamu perlu uang untuk membayar indekos.”

“Ya, memang, tapi saya bilang padanya kalau tak ada uang tidak apa-apa.”

“Kamu tahu kan Ganis akan mengusahakannya?”

“Maksudmu? Saya yang harus tahu diri, dan tidak minta tolong padanya?”

“Tinggallah di sini, lagi pula Ibu sudah lama tidak ada.”

Hening. Hujan deras seperti turut membasuh ruangan ini, dan lama-kelamaan menenggelamkan kami dalam pikiran masing-masing. Sejak dulu saya tidak pernah tahu bagaimana jalan pikirannya.

Pernah suatu ketika saya melihat dia merokok di lantai atas rumah kami yang saat itu belum selesai dibangun. Waktu itu dia masih kelas tiga SD dan bersekolah di SD paling favorit dan bonafit. Lalu sewaktu SMP saya pernah menemukan ganja di dalam kamarnya. Apakah permainan anak-anak belum cukup untuknya? Pengalaman macam apa yang hendak ia abadikan? Pengalaman terbang ke bulan? Sehingga tidak ada sekolah di seluruh bumi yang sanggup memenuhinya?

Dia sudah dipindahkan ke lebih dari tiga SMP karena telah banyak membuat onar di sekolah. Dan kalian tahu, kan, setiap kepindahan membutuhkan biaya, dan biaya pendidikan walaupun terlampau mahal, seringkali lebih diusahakan dan dimaafkan daripada dilawan atau ditinggalkan.

“Saya heran ada orang yang mau-maunya menggantikan peran seorang ibu,” ucapnya datar.

“Anggap saja itu takdir saya,” ucap saya, seperti adu datar dengannya.

Saya lihat jam dinding, seharusnya Ganis sudah pulang. Ia akan dengan rapi menaruh sepatu pantofelnya, melepas rok dan baju, dan cuma berkeliling rumah tanpa mengambil apapun dalam lemari. Lantas menengok kolam ikan, dan melihat koi putih favoritnya di sana. Ia masih sama seperti waktu ia kecil dulu; wajahnya yang manis; ada jiwa kanak-kanak yang selalu tertinggal di wajah itu; jiwa yang sudah ada sejak kami tumbuh bersama.

Mengganti Ibu untuk selama-lamanya adalah kutukan; kita tidak bisa pergi dari rasa tanggung jawab. Sudah ribuan kali Ganis pulang-pergi setiap hari. Tetapi setiap hari selalu menggenang rasa khawatir pada diri saya; kasih sayang yang luber, tumpah ke mana-mana.

Perasaan seperti itu juga ada untuk Gendis, walau mereka sama sekali berlainan dalam segala hal, kecuali rupa dan usia. Ya, Gendis lebih mirip Bapak dalam perilaku, tapi untunglah Bapak telah lama pergi sebelum Gendis berhasil menirunya seratus persen. Dan Ganis, ia seperti Ibu, selalu menerima perlakuan Gendis terhadapnya, sebagaimana Ibu selalu menerima perlakuan Bapak, sebelum Bapak pergi begitu saja untuk selamanya.

Ketika saya menggantikan Ibu, mungkin Ganis turut menggantikan peran kakak yang sebelumnya saya jalankan, menggantikan saya untuk Gendis. Ganis pintar mengatur uang, tapi di hadapan Gendis, ia adalah wanita bodoh. Uangnya tak pernah tersisa, itu disebabkan karena ia suka berbagi dengan saudaranya. Sedangkan saya tidak mau membiayai Gendis kalau dia tidak tinggal di rumah. Siapa yang tahu uang saya akan dipakai untuk hal-hal yang tidak baik?

Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang. Saya segera mengambil kumpulan kunci di pintu dan bergegas ke gerbang yang garasinya dinaungi kanopi itu.

Ada Gendis,” ucap saya pada Ganis yang langsung tersenyum begitu keluar dari mobil. Kami masuk ke ruang tamu.

Kini, satu keluarga telah lengkap: seorang ibu, seorang kakak, dan seorang adik. Tanpa Bapak. [T]

Gang Metro-Belencong, 12 Maret-16 September 2021

___

Klik dan baca CERPEN lainnya

Selamat Malam Cinta | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Strategi Komunikasi dan Distorsi Makna Kebijakan Endek Bali

Next Post

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Bulan Nurguna

Bulan Nurguna

Lahir di Mataram, Lombok, 4 Juni 1990. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Kini ikut bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co