6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Satu Keluarga Telah Lengkap | Cerpen Bulan Nurguna

Bulan Nurguna by Bulan Nurguna
October 2, 2021
in Cerpen
Satu Keluarga Telah Lengkap | Cerpen Bulan Nurguna

Ilustrasi tatkala.co | Satia Guna

Saya sudah bilang kepadanya bahwa Ganis tak ada di rumah, tapi dia tetap memaksa masuk. Dia bilang ingin menunggu di dalam. Tempat tinggalnya jauh dan dia merasa  tidak masuk akal kalau harus kembali, dan nanti kembali lagi ketika orang yang dicarinya itu sudah datang.

Dengan sedikit berat hati saya izinkan dia masuk. Saya tawari dia teh atau kopi selayaknya tuan rumah kepada tamunya, tapi dia bilang dia tidak minum minuman yang berwarna. Lalu diambilnya botol berwarna hitam dari dalam tas; botol yang sewarna dengan kaos bergambar Che Guevara yang dikenakannya. Diteguknya air itu seperti bintang iklan minuman di televisi. Sungguh berlebihan gayanya, dan saya bayangkan kalau saya lebih ramah lagi padanya, misalnya menawarkan kue sarang semut—spesial dari toko roti saya—yang ada di dapur, mungkin dia akan merasa bahwa rumah ini benar-benar miliknya.

Tetapi setelah dia mereguk hampir setengah botol minumannya, dia bertanya, “Ada asbak?” Sungguh mengesalkan. Pernahkah Ganis memberitahu bahwa di rumah ini bebas asap rokok dan bukan bebas berasap rokok?

“Ada, tapi tolong merokoknya di teras ya.” Dia spontan melihat ke luar. Rumah yang menghadap ke timur ini jelas maksimal menangkap cahaya dan panas matahari, sehingga jam dua belas siang bukanlah waktu yang baik untuk bersantai-santai di teras.

Saya duduk di ruang tamu bersamanya; tidak enak membiarkan tamu seorang diri. Tetapi itu bukan berarti saya bisa ramah padanya. Dia pun seperti tak ambil pusing, dan sesekali bersiul-siul seperti burung jinak, sambil memerhatikan sekeliling ruang tamu, “Tumben ke sini lagi,” ujar saya membuka pembicaraan setelah jeda yang agak lama.

“Ada bisnis dengan Ganis,” jawabnya. Jawaban itu mengantar saya pada bayangan seseorang yang mengenakan jas resmi, serta berdasi, yang kerjanya keliling kampung menawarkan mainan edukasi anak. Saya mau tertawa terpingkal-pingkal, tapi tawa itu hanya naik sebatas tenggorokan, dan saya telan kembali. Tidak enak menertawakan tamu, apa lagi tamu berwajah sedih. Ya, dia orang paling berwajah sedih yang pernah saya temui. Matanya lebih sering merah, sayu, dan tua, seperti korban dari suatu pergaulan, atau mungkin justru pelaku? Mata-mata yang kerap ada di tempat party. Mata dini hari yang seolah bisa lebih terang melihat pada saat temaram. Kulitnya, lalu bibirnya, alisnya, pipinya, dan tulang pipi itu…aih, mengingatkan saya pada punuk unta. Dan tubuh itu, kurus, kering, yang bisa kita perkirakan disebabkan karena jarang berada atau bahkan tidak pernah sama sekali berada di lahan basah. Apakah saya menjelaskan ciri-cirinya seperti hendak mengejeknya? Begini, saya tak hendak membela diri, tapi sungguh, siapa pun yang bertemu dengannya tidak akan bisa menjelaskan ciri-cirinya tanpa nada ejekan.

“Bisnis apa? Berdagang maksudnya?” Cara saya bertanya mungkin akan terlihat datar sekali seperti bagian HRD yang menyeleksi calon office boy.

“Ha ha ha,” tiba-tiba dia yang tertawa. Sungguh saya merasa terhina, sudah capek-capek saya mengedepankan sopan-santun ketimuran tapi dia malah menyemburnya dengan muntahan tawa.

Saya diam. Dia ikut diam. Kami saling diam, dan suara motor yang melintas di luar seperti mengejek kami. Mungkin motor itu hendak berkata, “Ha ha ha…bukan perkara siapa yang lebih pintar di antara kalian berdua, melainkan siapa yang paling tidak bodoh!”

Diam saya adalah diam yang menunggu, dan dia sadar itu. “Bisnis itu bukan berarti jualan, berdagang, atau ingin mendapatkan uang.” Kata “uang” yang ditekan membuat saya agak tersinggung, tapi sebagai orang yang lebih tua saya redam perasaan itu, saya tekan, meski hati saya lah yang harus menanggung sakit.

“Lalu?” Saya berusaha bijaksana.

Tiba-tiba hujan deras. Udara menjadi lebih panas di dalam. Sepertinya hawa panas di luar mencari jalan agar tak punah sama sekali. Mungkin juga hawa panas itu masuk ke sarang-sarang binatang. Tetapi adakah binatang yang saling membenci? Bukan sekadar marah, tetapi benci; perasaan awet tanpa kadaluwarsa, walau peristiwa yang memantiknya telah berlalu lama dan tak menyisakan bekas pada tubuh.

“Apapun yang kamu bisniskan dengan Ganis, semoga sukses.”

“Terima kasih,” Ia tersenyum. Senyum yang naik di kanan. Seperti menyimpan pitam pada ujungnya.

Ah, mungkin sejak tadi saya yang melebih-lebihkan. Mungkin itu memang gesturnya yang otentik, yang memang akan diperlihatkannya sekalipun pada orang yang paling dicintainya. Ada memang orang-orang yang tak berbakat secara sosial. Tetapi, buat apa saya berprasangka baik pada landasan yang tidak kuat?

“Ganis pernah bilang pada saya, kamu perlu uang untuk membayar indekos.”

“Ya, memang, tapi saya bilang padanya kalau tak ada uang tidak apa-apa.”

“Kamu tahu kan Ganis akan mengusahakannya?”

“Maksudmu? Saya yang harus tahu diri, dan tidak minta tolong padanya?”

“Tinggallah di sini, lagi pula Ibu sudah lama tidak ada.”

Hening. Hujan deras seperti turut membasuh ruangan ini, dan lama-kelamaan menenggelamkan kami dalam pikiran masing-masing. Sejak dulu saya tidak pernah tahu bagaimana jalan pikirannya.

Pernah suatu ketika saya melihat dia merokok di lantai atas rumah kami yang saat itu belum selesai dibangun. Waktu itu dia masih kelas tiga SD dan bersekolah di SD paling favorit dan bonafit. Lalu sewaktu SMP saya pernah menemukan ganja di dalam kamarnya. Apakah permainan anak-anak belum cukup untuknya? Pengalaman macam apa yang hendak ia abadikan? Pengalaman terbang ke bulan? Sehingga tidak ada sekolah di seluruh bumi yang sanggup memenuhinya?

Dia sudah dipindahkan ke lebih dari tiga SMP karena telah banyak membuat onar di sekolah. Dan kalian tahu, kan, setiap kepindahan membutuhkan biaya, dan biaya pendidikan walaupun terlampau mahal, seringkali lebih diusahakan dan dimaafkan daripada dilawan atau ditinggalkan.

“Saya heran ada orang yang mau-maunya menggantikan peran seorang ibu,” ucapnya datar.

“Anggap saja itu takdir saya,” ucap saya, seperti adu datar dengannya.

Saya lihat jam dinding, seharusnya Ganis sudah pulang. Ia akan dengan rapi menaruh sepatu pantofelnya, melepas rok dan baju, dan cuma berkeliling rumah tanpa mengambil apapun dalam lemari. Lantas menengok kolam ikan, dan melihat koi putih favoritnya di sana. Ia masih sama seperti waktu ia kecil dulu; wajahnya yang manis; ada jiwa kanak-kanak yang selalu tertinggal di wajah itu; jiwa yang sudah ada sejak kami tumbuh bersama.

Mengganti Ibu untuk selama-lamanya adalah kutukan; kita tidak bisa pergi dari rasa tanggung jawab. Sudah ribuan kali Ganis pulang-pergi setiap hari. Tetapi setiap hari selalu menggenang rasa khawatir pada diri saya; kasih sayang yang luber, tumpah ke mana-mana.

Perasaan seperti itu juga ada untuk Gendis, walau mereka sama sekali berlainan dalam segala hal, kecuali rupa dan usia. Ya, Gendis lebih mirip Bapak dalam perilaku, tapi untunglah Bapak telah lama pergi sebelum Gendis berhasil menirunya seratus persen. Dan Ganis, ia seperti Ibu, selalu menerima perlakuan Gendis terhadapnya, sebagaimana Ibu selalu menerima perlakuan Bapak, sebelum Bapak pergi begitu saja untuk selamanya.

Ketika saya menggantikan Ibu, mungkin Ganis turut menggantikan peran kakak yang sebelumnya saya jalankan, menggantikan saya untuk Gendis. Ganis pintar mengatur uang, tapi di hadapan Gendis, ia adalah wanita bodoh. Uangnya tak pernah tersisa, itu disebabkan karena ia suka berbagi dengan saudaranya. Sedangkan saya tidak mau membiayai Gendis kalau dia tidak tinggal di rumah. Siapa yang tahu uang saya akan dipakai untuk hal-hal yang tidak baik?

Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang. Saya segera mengambil kumpulan kunci di pintu dan bergegas ke gerbang yang garasinya dinaungi kanopi itu.

Ada Gendis,” ucap saya pada Ganis yang langsung tersenyum begitu keluar dari mobil. Kami masuk ke ruang tamu.

Kini, satu keluarga telah lengkap: seorang ibu, seorang kakak, dan seorang adik. Tanpa Bapak. [T]

Gang Metro-Belencong, 12 Maret-16 September 2021

___

Klik dan baca CERPEN lainnya

Selamat Malam Cinta | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Strategi Komunikasi dan Distorsi Makna Kebijakan Endek Bali

Next Post

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Bulan Nurguna

Bulan Nurguna

Lahir di Mataram, Lombok, 4 Juni 1990. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Kini ikut bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails

Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
February 20, 2026
0
Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

SETIAP pagi, sebelum matahari benar-benar mengusir sisa gelap dari halaman rumah, Ayah sudah duduk di meja makan dengan buku catatan...

Read moreDetails

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

by Safir Ahyanuddin
February 15, 2026
0
Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

AKU pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku...

Read moreDetails

Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 14, 2026
0
Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

DUL percaya satu hal, bahwa seks adalah tanda kehidupan. Selama masih bisa, berarti ia belum selesai. Itulah sebabnya, pukul 04.10...

Read moreDetails

Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
February 13, 2026
0
Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

Kakek tua itu duduk melamun seusai menyabit rumput. Menyandarkan tubuh ringkihnya di batang pohon asem nan rimbun. Keranjangnya sudah penuh...

Read moreDetails

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

by Galuh F Putra
February 8, 2026
0
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

SITA menyandarkan pipinya pada telapak tangan, membiarkan jari-jarinya bergerak lembut menyentuh kulit wajahnya yang masih hangat dari sentuhan sore hari....

Read moreDetails
Next Post
Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co