14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Satu Keluarga Telah Lengkap | Cerpen Bulan Nurguna

Bulan Nurguna by Bulan Nurguna
October 2, 2021
in Cerpen
Satu Keluarga Telah Lengkap | Cerpen Bulan Nurguna

Ilustrasi tatkala.co | Satia Guna

Saya sudah bilang kepadanya bahwa Ganis tak ada di rumah, tapi dia tetap memaksa masuk. Dia bilang ingin menunggu di dalam. Tempat tinggalnya jauh dan dia merasa  tidak masuk akal kalau harus kembali, dan nanti kembali lagi ketika orang yang dicarinya itu sudah datang.

Dengan sedikit berat hati saya izinkan dia masuk. Saya tawari dia teh atau kopi selayaknya tuan rumah kepada tamunya, tapi dia bilang dia tidak minum minuman yang berwarna. Lalu diambilnya botol berwarna hitam dari dalam tas; botol yang sewarna dengan kaos bergambar Che Guevara yang dikenakannya. Diteguknya air itu seperti bintang iklan minuman di televisi. Sungguh berlebihan gayanya, dan saya bayangkan kalau saya lebih ramah lagi padanya, misalnya menawarkan kue sarang semut—spesial dari toko roti saya—yang ada di dapur, mungkin dia akan merasa bahwa rumah ini benar-benar miliknya.

Tetapi setelah dia mereguk hampir setengah botol minumannya, dia bertanya, “Ada asbak?” Sungguh mengesalkan. Pernahkah Ganis memberitahu bahwa di rumah ini bebas asap rokok dan bukan bebas berasap rokok?

“Ada, tapi tolong merokoknya di teras ya.” Dia spontan melihat ke luar. Rumah yang menghadap ke timur ini jelas maksimal menangkap cahaya dan panas matahari, sehingga jam dua belas siang bukanlah waktu yang baik untuk bersantai-santai di teras.

Saya duduk di ruang tamu bersamanya; tidak enak membiarkan tamu seorang diri. Tetapi itu bukan berarti saya bisa ramah padanya. Dia pun seperti tak ambil pusing, dan sesekali bersiul-siul seperti burung jinak, sambil memerhatikan sekeliling ruang tamu, “Tumben ke sini lagi,” ujar saya membuka pembicaraan setelah jeda yang agak lama.

“Ada bisnis dengan Ganis,” jawabnya. Jawaban itu mengantar saya pada bayangan seseorang yang mengenakan jas resmi, serta berdasi, yang kerjanya keliling kampung menawarkan mainan edukasi anak. Saya mau tertawa terpingkal-pingkal, tapi tawa itu hanya naik sebatas tenggorokan, dan saya telan kembali. Tidak enak menertawakan tamu, apa lagi tamu berwajah sedih. Ya, dia orang paling berwajah sedih yang pernah saya temui. Matanya lebih sering merah, sayu, dan tua, seperti korban dari suatu pergaulan, atau mungkin justru pelaku? Mata-mata yang kerap ada di tempat party. Mata dini hari yang seolah bisa lebih terang melihat pada saat temaram. Kulitnya, lalu bibirnya, alisnya, pipinya, dan tulang pipi itu…aih, mengingatkan saya pada punuk unta. Dan tubuh itu, kurus, kering, yang bisa kita perkirakan disebabkan karena jarang berada atau bahkan tidak pernah sama sekali berada di lahan basah. Apakah saya menjelaskan ciri-cirinya seperti hendak mengejeknya? Begini, saya tak hendak membela diri, tapi sungguh, siapa pun yang bertemu dengannya tidak akan bisa menjelaskan ciri-cirinya tanpa nada ejekan.

“Bisnis apa? Berdagang maksudnya?” Cara saya bertanya mungkin akan terlihat datar sekali seperti bagian HRD yang menyeleksi calon office boy.

“Ha ha ha,” tiba-tiba dia yang tertawa. Sungguh saya merasa terhina, sudah capek-capek saya mengedepankan sopan-santun ketimuran tapi dia malah menyemburnya dengan muntahan tawa.

Saya diam. Dia ikut diam. Kami saling diam, dan suara motor yang melintas di luar seperti mengejek kami. Mungkin motor itu hendak berkata, “Ha ha ha…bukan perkara siapa yang lebih pintar di antara kalian berdua, melainkan siapa yang paling tidak bodoh!”

Diam saya adalah diam yang menunggu, dan dia sadar itu. “Bisnis itu bukan berarti jualan, berdagang, atau ingin mendapatkan uang.” Kata “uang” yang ditekan membuat saya agak tersinggung, tapi sebagai orang yang lebih tua saya redam perasaan itu, saya tekan, meski hati saya lah yang harus menanggung sakit.

“Lalu?” Saya berusaha bijaksana.

Tiba-tiba hujan deras. Udara menjadi lebih panas di dalam. Sepertinya hawa panas di luar mencari jalan agar tak punah sama sekali. Mungkin juga hawa panas itu masuk ke sarang-sarang binatang. Tetapi adakah binatang yang saling membenci? Bukan sekadar marah, tetapi benci; perasaan awet tanpa kadaluwarsa, walau peristiwa yang memantiknya telah berlalu lama dan tak menyisakan bekas pada tubuh.

“Apapun yang kamu bisniskan dengan Ganis, semoga sukses.”

“Terima kasih,” Ia tersenyum. Senyum yang naik di kanan. Seperti menyimpan pitam pada ujungnya.

Ah, mungkin sejak tadi saya yang melebih-lebihkan. Mungkin itu memang gesturnya yang otentik, yang memang akan diperlihatkannya sekalipun pada orang yang paling dicintainya. Ada memang orang-orang yang tak berbakat secara sosial. Tetapi, buat apa saya berprasangka baik pada landasan yang tidak kuat?

“Ganis pernah bilang pada saya, kamu perlu uang untuk membayar indekos.”

“Ya, memang, tapi saya bilang padanya kalau tak ada uang tidak apa-apa.”

“Kamu tahu kan Ganis akan mengusahakannya?”

“Maksudmu? Saya yang harus tahu diri, dan tidak minta tolong padanya?”

“Tinggallah di sini, lagi pula Ibu sudah lama tidak ada.”

Hening. Hujan deras seperti turut membasuh ruangan ini, dan lama-kelamaan menenggelamkan kami dalam pikiran masing-masing. Sejak dulu saya tidak pernah tahu bagaimana jalan pikirannya.

Pernah suatu ketika saya melihat dia merokok di lantai atas rumah kami yang saat itu belum selesai dibangun. Waktu itu dia masih kelas tiga SD dan bersekolah di SD paling favorit dan bonafit. Lalu sewaktu SMP saya pernah menemukan ganja di dalam kamarnya. Apakah permainan anak-anak belum cukup untuknya? Pengalaman macam apa yang hendak ia abadikan? Pengalaman terbang ke bulan? Sehingga tidak ada sekolah di seluruh bumi yang sanggup memenuhinya?

Dia sudah dipindahkan ke lebih dari tiga SMP karena telah banyak membuat onar di sekolah. Dan kalian tahu, kan, setiap kepindahan membutuhkan biaya, dan biaya pendidikan walaupun terlampau mahal, seringkali lebih diusahakan dan dimaafkan daripada dilawan atau ditinggalkan.

“Saya heran ada orang yang mau-maunya menggantikan peran seorang ibu,” ucapnya datar.

“Anggap saja itu takdir saya,” ucap saya, seperti adu datar dengannya.

Saya lihat jam dinding, seharusnya Ganis sudah pulang. Ia akan dengan rapi menaruh sepatu pantofelnya, melepas rok dan baju, dan cuma berkeliling rumah tanpa mengambil apapun dalam lemari. Lantas menengok kolam ikan, dan melihat koi putih favoritnya di sana. Ia masih sama seperti waktu ia kecil dulu; wajahnya yang manis; ada jiwa kanak-kanak yang selalu tertinggal di wajah itu; jiwa yang sudah ada sejak kami tumbuh bersama.

Mengganti Ibu untuk selama-lamanya adalah kutukan; kita tidak bisa pergi dari rasa tanggung jawab. Sudah ribuan kali Ganis pulang-pergi setiap hari. Tetapi setiap hari selalu menggenang rasa khawatir pada diri saya; kasih sayang yang luber, tumpah ke mana-mana.

Perasaan seperti itu juga ada untuk Gendis, walau mereka sama sekali berlainan dalam segala hal, kecuali rupa dan usia. Ya, Gendis lebih mirip Bapak dalam perilaku, tapi untunglah Bapak telah lama pergi sebelum Gendis berhasil menirunya seratus persen. Dan Ganis, ia seperti Ibu, selalu menerima perlakuan Gendis terhadapnya, sebagaimana Ibu selalu menerima perlakuan Bapak, sebelum Bapak pergi begitu saja untuk selamanya.

Ketika saya menggantikan Ibu, mungkin Ganis turut menggantikan peran kakak yang sebelumnya saya jalankan, menggantikan saya untuk Gendis. Ganis pintar mengatur uang, tapi di hadapan Gendis, ia adalah wanita bodoh. Uangnya tak pernah tersisa, itu disebabkan karena ia suka berbagi dengan saudaranya. Sedangkan saya tidak mau membiayai Gendis kalau dia tidak tinggal di rumah. Siapa yang tahu uang saya akan dipakai untuk hal-hal yang tidak baik?

Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang. Saya segera mengambil kumpulan kunci di pintu dan bergegas ke gerbang yang garasinya dinaungi kanopi itu.

Ada Gendis,” ucap saya pada Ganis yang langsung tersenyum begitu keluar dari mobil. Kami masuk ke ruang tamu.

Kini, satu keluarga telah lengkap: seorang ibu, seorang kakak, dan seorang adik. Tanpa Bapak. [T]

Gang Metro-Belencong, 12 Maret-16 September 2021

___

Klik dan baca CERPEN lainnya

Selamat Malam Cinta | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Strategi Komunikasi dan Distorsi Makna Kebijakan Endek Bali

Next Post

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Bulan Nurguna

Bulan Nurguna

Lahir di Mataram, Lombok, 4 Juni 1990. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Kini ikut bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Bubur Ayam Pak Karya, Legenda Kuliner dari Kota Singaraja

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co