7 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pernik PPL Mahasiswa: Cinlok Bisa jadi Spesial, Cinta Lama jadi Sial

Agus Wiratama by Agus Wiratama
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis. Foto hanya ilustrasi (tak berhubungan langsung dengan isi tulisan)

KAMPUS, mahasiswa dan masa muda tidak akan pernah dapat dipisahkan dengan kisah percintaan. Di balik tugas-tugas kampus dan acara-acara mahasiswa di kampus, tidak bisa dilepaskan dari kisah cinta.

Ada banyak kemungkinan, ada banyak kesempatan, untuk terjalinnya hubungan pada saat-saat tertentu, baik kegiatan  yang diadakan lembaga kampus maupun organisasi mahasiswa. Cinta seperti menguntit terus kegiatan mahasiswa, baik di dalam kelas saat kuliah, di luar kelas saat istirahat dan bergerombol di teras, atau di luar kelas saat acara-acara kampus non-kuliah.

Eiit, sebelum ngelantur. Baiknya dipikir dulu, mana lebih penting keberhasilan cinta asmara di kampus atau gesit kuliah dengan nilai memuaskan? Orang-orang tua bilang, tentu saja kuliah dengan nilai memuaskan.

Tapi, mahasiswa bilang, kuliah oke, cinta pun oke. Jika cinta berantakan, kuliah bisa ikut benyah-latig. Mahasiswa harus lulus juga dalam cobaan-cobaan cinta di kampus, sehingga nanti wisuda pun bisa dinikmati dengan sangat memuaskan (meski misalnya nilai cukup pas-pasan). Atau predikat cum laude  bisa jadi sempurna jika nilai cinta yang diperoleh juga cum laude. He he he

Maka itu, baik juga cinta terus dibicarakan di antara tugas kuliah, agar hidup bergerak seimbang. Begitu bukan? Bukan begitu?

Bagi pasangan-pasangan yang menjalin hubungan cinta pada saat kuliah harusnya menyisihkan waktu untuk memperhatikan segala kemungkinan yang bisa terjadi pada hubungan mereka. Terutama kemungkinan buruk hingga mengakibatkan hati jadi galau. Galau di hati, galau di bumi, galau di dunia maya.

Sebab, untuk urusan cinta, terkadang modal wajah tampan atau kesugihan rerama (kekayaan ortu) saja tidak akan cukup untuk menghadapi iklim percintaan pada musim-musim tertentu. Antara lain pada musim KKN, musim HUT Jurusan, musim AKM, dan musim PPL.

Biasanya pada kegiatan-kegiatan itu kemungkinan terjadinya cinta lokasi sangat besar. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya dalam organisasi misalnya orang yang berada dalam “status menjalin hubungan” bisa saja tertarik karena kecerdasan teman sendiri dalam mengelola organisasi. Jika begitu, status pun dilupakan, cinta pun bisa berbelok arah.

Musim kampus yang sesungguhnya paling “ditakuti” oleh para pasangan yang sedang lengket-lengketnya adalah musim KKN (Kuliah Kerja Nyata). Pada saat KKN kemungkinan mendapatkan pasangan baru sangat besar. Pada masa-masa ini “perselingkuhan” kecil-kecilan hingga serius kerap terjadi.

Bagaimana tidak, pada masa KKN mahasiswa akan dikelompokkan dan akan selalu berkegiatan bersama. Kegiatan pada saat KKN bahkan dimulai dari baru membuka mata hingga menutup mata kembali. Jadi, kecemasan terhadap masa-masa KKN ini menjadi momok yang sangat menakutkan untuk para pasangan yang telah menjalin hubungan bertahun-tahun.

KKN memang menjadi gerbang yang menyeramkan bagi para pasangan, tetapi kecemasan yang besar belum berarti berakhir setelah KKN usai. Jangan pernah menganggap PPL-real (Praktek mengajar di sekolah-sekolah) untuk mahasiswa keguruan, bukan merupakan gerbang kedua yang “menyeramkan” bagi para pasangan yang sedang menjalin cinta.

Bahkan mungkin justru PPL (yang dilakukan setelah KKN) menjadi gerbang yang sangat “menakutkan” dan perlu “diwaspadai”. Saat PPL pun cinlok (cinta lokasi) bisa tumbuh dengan mudah. Banyak kemungkinan celah saat PPL bagi masuknya pelaku “kejahatan cinta” untuk beraksi.

Apalagi, dalam hubungan cinta yang belum stabil berlaku prinsip pasar: “Barang lama mungkin saja dikalahkan oleh yang baru, sebab yang baru memang selalu memberi penawaran baru yang menggiurkan”.

Saat KKN, pencitraan dengan menunjukkan diri cocok dijadikan calon kurenan cager, juga berlaku saat PPL. Hanya saja pencitraan pada saat PPL dilakukan dengan cara yang berbeda. Pencitraan tidak lagi ditunjukkan dengan cara bangun pagi-pagi, rajin bersih-bersih, rajin cuci piring, rajin gosok gigi, hingga mendadak cocok menjadi cleaning service yang handal, sebagaimana saat KKN.

Pada saat PPL beberapa trik-trik pendekatan dilakukan dengan lebih halus, lebih sopan, dan lebih dermawan. Trik-trik tersebut tidak boleh disampaikan sebab itu adalah rahasia dapur para pelaksananya. Ha ha ha. Tapi, salah satunya adalah menunjukkan diri sebagai guru yang baik, bukan hanya di depan siswa sekolah tempat praktek mengajar, melainkan juga menunjukkan diri sebagai guru yang baik bagi teman-teman sesama pelaku PPL di sekolah yang sama.

Ketika PPL usai, biasanya pasangan-pasangan baru pun bermunculan ke permukaan. Pasangan-pasangan baru PPL ini adalah pasangan yang istimewa karena berbeda dengan pasangan KKN. Biasanya pada saat usai KKN, pasangan yang sudah dikenal oleh banyak orang saking lamanya menjalin hubungan itu akan mendapat pertanyaan, “Bagaimana hubunganmu dengan si anu?” misalnya.

Tetapi spesial untuk pasangan yang masih bertahan hingga PPL, tidak akan mendapat pertanyaan serupa. Pasangan yang berpisah gara-gara PPL justru langsung mendapat sorotan dan jadi gosip yang mengundang decak heran. Sebab jarang orang menyadari bahwa PPL dapat menjadi semacam “pisau yang tajam” untuk memutuskan sebuah hubungan.

Seperti itulah keistimewaan pasangan-pasangan yang baru muncul setelah PPL. Jadi pasangan yang bertemu pada saat PPL adalah pasangan-pasangan yang spesial. Sedangkan pasangan yang bubar pada saat PPL tentu saja pasangan yang sial.

Eiit, sebelum ditutup, baiknya dipikir dulu, apakah  PPL perlu diusulkan untuk ditiadakan agar cinta sepasang mahasiswa bisa langgeng? Ah, itu pikiran sesat. Sangat sesat. Jangan seperti pepatah baru: “Putus cinta, cermin tetangga dibelah!”. Artinya, sudah putus, cari masalah lagi.

Selain memang penting untuk proses pembelajaran sebagai calon guru, kegiatan PPL justru penting juga dianggap sebagai cobaan bagi pasangan yang sedang belajar berumah tangga. Jika tak kuat, cinta yang terjalin pun bubar. Jika kuat, cinta pun langgeng hingga pelaminan.

Syukur cobaan datang pada saat belajar berumahtangga. Bagaimana kalau cobaan datang saat benar-benar berumahtangga? (T)

Tags: cintakampusmahasiswaPPL
Share379TweetSendShareSend
Previous Post

Lebih Cermat Berbahasa dalam Tulisan – Catatan Kecil bagi Penulis Muda

Next Post

Wajah Lalu Lintas adalah Wajah Kita – Curhat Pengendara Jantungan

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

Read moreDetails

Toa Lagi Toa Lagi

by Khairul A. El Maliky
February 23, 2026
0
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

PENDAHULUAN Saat bulan Ramadhan tiba setiap tahunnya, suasana keislaman menyelimuti hampir setiap sudut kehidupan di Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke,...

Read moreDetails

Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

by I Gede Joni Suhartawan
February 19, 2026
0
Dialektika Dua Wajah ‘Baper’: Antara Syahwat Kuasa dan Luka Integritas —Dari RDP IDG Palguna (MKMK) dengan Komisi III DPR

SIDANG RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) yang digawangi I Dewa Gede Palguna dengan Komisi III...

Read moreDetails

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

by I Made Pria Dharsana
February 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Tanah bukan sekadar objek hak atau sertifikat, tetapi ruang hidup bersama yang menentukan masa depan keadilan sosial dan keberlanjutan ekologis...

Read moreDetails

Degradasi Moral Elite Politik dalam Perspektif Etika Demokrasi

by I Made Pria Dharsana
January 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

ETIKA politik di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan serius yang bersifat multidimensional. Krisis kepercayaan publik terhadap institusi politik, menguatnya pragmatisme...

Read moreDetails

Matinya Demokrasi Lokal: Kala Pemilihan Kepala Daerah Ditarik Kembali  ke DPRD

by I Made Pria Dharsana
January 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KETIKA hak memilih pemimpin daerah tidak lagi berada di tangan rakyat, di situlah demokrasi lokal mulai kehilangan maknanya. Wacana pengembalian...

Read moreDetails

Wacana Pilkada Lewat DPRD adalah Demokrasi yang Dipreteli atas Nama Konstitusi?

by Ruben Cornelius Siagian
January 16, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

WACANA pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali mengemuka, dengan dalih klasik, yaitu sah secara konstitusi, lebih efisien, dan...

Read moreDetails

Tanah dan Apartemen untuk Orang Asing di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
January 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

- kajian kritis atas berlakunya Omnibus Law PERKEMBANGAN globalisasi  adalah keniscayaan. Dengan kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi menyebabkan mobilisasi orang...

Read moreDetails

Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

by Ikrom F.
January 8, 2026
0
Mengapa Publik Bergantung Pada Validasi

Shinta Athaya Gadiza menulis opini berjudul Budaya Viral dan Krisis Kedalaman, Ketika Validasi Publik Menggeser Nalar Kritis yang dimuat di...

Read moreDetails

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNA terhadap Status Hak Milik atas Tanah

by I Made Pria Dharsana
January 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dampak Perkawinan Campur antara WNI dengan WNAterhadap Status Hak Milik atas Tanah setelah berlakunyaKeputusan Mahkamah Konstitusi Nomor No. 69/PUU/XII/2015 dan...

Read moreDetails
Next Post

Wajah Lalu Lintas adalah Wajah Kita - Curhat Pengendara Jantungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra
Cerpen

Rampung Sebelum Penghabisan | Cerpen Kadek Indra Putra

SUARA pintu diketuk membangunkanku dari tidur siang. Dengan lemas aku berdiri menuju arah pintu untuk membukakan seseorang yang ada di...

by Kadek Indra Putra
March 6, 2026
Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat
Puisi

Puisi-puisi Syeftyan Afat | Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat

Mencatat Dingin, Mengeriap Hangat : umbu landu paranggi tubuhku mencatat dingindengan huruf-huruf kaburdi halaman kulit tipis gembur. bubuhkan sepenggal kalimatsebagai...

by Syeftyan Afat
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Edit Foto Profesional dengan CapCut: Hilangkan Latar Belakang Foto dan Ubah Background Foto dengan Mudah

Di era digital saat ini, kemampuan mengedit foto telah menjadi kebutuhan penting. Baik untuk keperluan media sosial, konten kreatif, maupun...

by tatkala
March 6, 2026
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu
Ulas Musik

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global
Esai

Etika Universal: Menembus Batas Agama, Merajut Persahabatan Global

“I am not a man of religion, but religion alone cannot solve all our problem.” (Beyond Religion: Ethics for a...

by Agung Sudarsa
March 6, 2026
Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto
Pop

Hilangkan Background Foto dengan Hasil Profesional: Panduan Lengkap Menghilangkan Latar Belakang Foto

Di era digital saat ini, kemampuan untuk membuat foto terlihat profesional menjadi sangat penting, terutama bagi pembuat konten dan pebisnis...

by tatkala
March 6, 2026
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co