24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wajah Lalu Lintas adalah Wajah Kita – Curhat Pengendara Jantungan

I Gusti Bagus Weda Sanjaya by I Gusti Bagus Weda Sanjaya
February 2, 2018
in Opini

PERJALANAN menuju tempat kerja sejauh 17 kilometer, tiap hari, pulang dan pergi, sangat melelahkan bagi saya, baik secara fisik maupun mental. Lelah fisik diakibatkan oleh deraan angin, polusi udara akibat emisi dari truk-truk pengangkut pasir, termasuk kiriman butiran pasirnya yang hinggap di mata, dan juga serangan terhadap jantung karena banyaknya permainan-permainan kejutan yang dihadiahkan oleh pengemudi lain.

Lelah mental, karena seringnya menahan dongkol, atau saat harus mengumpat, mencaci, dan tindakan-tindakan melampiaskan emosi lainnya, seperti memencet klakson secara keras dan panjang.

Melelahkan. Terlebih untuk saya, seorang pengendara jantungan.

Perjalanan pagi menuju tempat kerja, harus melewati tak kurang dari lima pasar desa. Situasi jalan di sekitar pasar akan diwarnai dengan permainan ‘tebak pikiran’ yang disuguhkan oleh ibu-ibu bermotor matic di tengah-tengah ruas jalan. “Ayo tebak… saya akan ke kiri atau ke kanan?” seperti itu kira-kira permainan ini.

Akan lebih mudah jika ibu-ibu itu memberi sedikit klue, semisal motor bergoyang-goyang agak ke kanan, lirik-lirik ke kanan, atau semacamnya. Namun acap kali ibu-ibu itu langsung begitu saja membuka kunci jawaban, memberi surprise tepat di depan kita, memotong jalur untuk menyebrang, atau masuk gang, atau nyamperin dagang nasi kuning di seberang jalan. “Taraaaa…. aku belok kanan!” kejutan yang diberikan dengan wajah tak berdosa dari seorang pembawa surga.

Tak kalah serunya suguhan dari penguasa jalanan di seputaran pasar; Sopir Bemo. Sebagai pengendara jantungan, tingkah sang penguasa ini sangat perlu diwaspadai. Keluar-masuk jalur sesuka hati. Kadang tanpa sein, tanpa penanda lampu rem. Tak ubahnya seperti kekasih yang sedang datang bulan, tak memberi tanda sedikitpun, kalau sampai ada kejadian, kita yang salah. “Kamu harus ngertiin aku, dong!” Ya, begitulah.

Terhadap para sopir bemo, kita yang harus selalu mengerti, selalu memaklumi jikalau dia harus berhenti mendadak, ataupun masuk jalur secara tiba-tiba, itu semata hanya sebagai pelayanan prima terhadap penumpangnya.

Perjalanan pulangpun, dalam situasi malam hari tak kalah memberikan exercises pada fisik dan mental. Para pengendara cuek, yang tak peduli dengan pengendara lain sering kali mendukung program exercises ini. Sepeda motor di kegelapan jalan yang baru nampak pada radius 5 meter di depan kita karena lampu belakangnya mati, memberikan sensasi yang cukup bagi jantung.

Terlebih dari arah depan ada pengendara dengan lampu jarak jauh yang cahayanya tepat menembak mata kita. Akan semakin seru lagi, karena kita akan silau dibuatnya. Tiba-tiba tepat di depan kita telah ada kendaraan lain. Rem mendadak. Satu pukulan keras di jantung! Ah, masih banyak lagi hal-hal yang sering kita temukan di jalan, yang kadang membuat perjalanan berkendara seperti permainan Execite Bike di Nintendo; seru, tapi ngeselin.

Malas dan Egois

Dengan melihat keadaan lalu lintas seperti itu, saya memberikan jedgement bahwa kita adalah bangsa yang malas dan egois. Kita malas berjalan kaki. Kadang untuk membeli pembalut di warung depan rumah saja, kita memilih untuk mengendarai sepeda motor.

Kita sering menyeberang jalan secara sembarangan, hanya karena malas berjalan untuk mencari zebra cross meskipun jaraknya tak lebih dari 10 meter di samping kita. Kita sering parkir secara sembarangan – bahkan di tempat yang jelas-jelas ada rambu larangan parkir – hanya dengan alasan parkir yang disediakan jauh dari tempat belanja yang akan kita kunjungi.

Kemalasan-kemalasan itu, tentu juga merupakan wujud keegoisan kita. Kita tak pernah peduli permasalahan emisi dari kendaraan yang kita hidupkan hanya untuk membeli pembalut di warung depan. Aksi ‘peduli lingkungan’ kita belum sampai di level itu. Kita tak peduli keselamatan pengendara di belakang kita, karena kita malas mengganti bola lampu belakang yang harganya tak lebih dari 20 ribu rupiah itu.

Kita tak pernah juga peduli, kendaraan yang kita parkir dengan memakan badan jalan, mengurangi kenyamanan pengguna jalan lainnya, bisa mengakibatkan kemacetan atau bahkan kecelakaan. Kita terlalu malas untuk memikirkan orang lain. Bahkan, untuk kepentingan diri kita saja, kita masih malas.

Kita malas mengenakan helm. Padahal penggunaan helm adalah murni untuk keselamatan diri kita. Yang terpaksa menggunakanpun, sering malas untuk mengunci talinya sesuai aturan “klik!”. Tanpa kunci tali pengaman, tentu penggunaan helm akan menjadi sia-sia. Saat terjadi kecelakaan, helm akan terlepas lebih dahulu, dan kepala kita tetap saja bertemu dengan lawan yang lebih keras. Tapi kita memang selalu malas memikirkan itu.

Kita malas menaati aturan. Perlu kita sadari bahwa sering kali kita menerobos lampu merah, bukan karena terburu-buru, atau harus mengejar waktu, tapi semata-mata karena kita malas berhenti. Meskipun sedang mengendarai matic yang untuk berhenti hanya tinggal pencet rem, dan untuk jalan hanya tinggal putar gas.

Jika untuk perkara sesimpel gas dan rem saja malas, wajar saja jika lebih malas lagi untuk lirik sepion, hidupkan seins sebelum pindah haluan, apa lagi untuk memindah ke lampu jarak dekat saat ada pengendara lain di depan kita. Masih banyak kemalasan-kemalasan lain disini. Di bangsa pemalas ini. Bangsa pemalas yang egois, yang tak pernah peduli nasib orang lain. Nasib pengendara lain. Nasib saya. Pengendara jantungan. (T)

Salam hangat,

Untuk pengendara Scoopy berlampu jarak jauh.

Tags: Indonesialalu lintastransportasi
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

Pernik PPL Mahasiswa: Cinlok Bisa jadi Spesial, Cinta Lama jadi Sial

Next Post

“Sembah Puyung” dan “Puyung Maisi” – Puji pada Esensi Keheningan Diri

I Gusti Bagus Weda Sanjaya

I Gusti Bagus Weda Sanjaya

Pembelajar yang ditugaskan menemani pembelajar lain untuk belajar. Serupa guru. Lahir di Tabanan, lereng selatan Gunung Batukaru.

Related Posts

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails
Next Post

“Sembah Puyung” dan “Puyung Maisi” - Puji pada Esensi Keheningan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co