14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wajah Lalu Lintas adalah Wajah Kita – Curhat Pengendara Jantungan

I Gusti Bagus Weda Sanjaya by I Gusti Bagus Weda Sanjaya
February 2, 2018
in Opini

PERJALANAN menuju tempat kerja sejauh 17 kilometer, tiap hari, pulang dan pergi, sangat melelahkan bagi saya, baik secara fisik maupun mental. Lelah fisik diakibatkan oleh deraan angin, polusi udara akibat emisi dari truk-truk pengangkut pasir, termasuk kiriman butiran pasirnya yang hinggap di mata, dan juga serangan terhadap jantung karena banyaknya permainan-permainan kejutan yang dihadiahkan oleh pengemudi lain.

Lelah mental, karena seringnya menahan dongkol, atau saat harus mengumpat, mencaci, dan tindakan-tindakan melampiaskan emosi lainnya, seperti memencet klakson secara keras dan panjang.

Melelahkan. Terlebih untuk saya, seorang pengendara jantungan.

Perjalanan pagi menuju tempat kerja, harus melewati tak kurang dari lima pasar desa. Situasi jalan di sekitar pasar akan diwarnai dengan permainan ‘tebak pikiran’ yang disuguhkan oleh ibu-ibu bermotor matic di tengah-tengah ruas jalan. “Ayo tebak… saya akan ke kiri atau ke kanan?” seperti itu kira-kira permainan ini.

Akan lebih mudah jika ibu-ibu itu memberi sedikit klue, semisal motor bergoyang-goyang agak ke kanan, lirik-lirik ke kanan, atau semacamnya. Namun acap kali ibu-ibu itu langsung begitu saja membuka kunci jawaban, memberi surprise tepat di depan kita, memotong jalur untuk menyebrang, atau masuk gang, atau nyamperin dagang nasi kuning di seberang jalan. “Taraaaa…. aku belok kanan!” kejutan yang diberikan dengan wajah tak berdosa dari seorang pembawa surga.

Tak kalah serunya suguhan dari penguasa jalanan di seputaran pasar; Sopir Bemo. Sebagai pengendara jantungan, tingkah sang penguasa ini sangat perlu diwaspadai. Keluar-masuk jalur sesuka hati. Kadang tanpa sein, tanpa penanda lampu rem. Tak ubahnya seperti kekasih yang sedang datang bulan, tak memberi tanda sedikitpun, kalau sampai ada kejadian, kita yang salah. “Kamu harus ngertiin aku, dong!” Ya, begitulah.

Terhadap para sopir bemo, kita yang harus selalu mengerti, selalu memaklumi jikalau dia harus berhenti mendadak, ataupun masuk jalur secara tiba-tiba, itu semata hanya sebagai pelayanan prima terhadap penumpangnya.

Perjalanan pulangpun, dalam situasi malam hari tak kalah memberikan exercises pada fisik dan mental. Para pengendara cuek, yang tak peduli dengan pengendara lain sering kali mendukung program exercises ini. Sepeda motor di kegelapan jalan yang baru nampak pada radius 5 meter di depan kita karena lampu belakangnya mati, memberikan sensasi yang cukup bagi jantung.

Terlebih dari arah depan ada pengendara dengan lampu jarak jauh yang cahayanya tepat menembak mata kita. Akan semakin seru lagi, karena kita akan silau dibuatnya. Tiba-tiba tepat di depan kita telah ada kendaraan lain. Rem mendadak. Satu pukulan keras di jantung! Ah, masih banyak lagi hal-hal yang sering kita temukan di jalan, yang kadang membuat perjalanan berkendara seperti permainan Execite Bike di Nintendo; seru, tapi ngeselin.

Malas dan Egois

Dengan melihat keadaan lalu lintas seperti itu, saya memberikan jedgement bahwa kita adalah bangsa yang malas dan egois. Kita malas berjalan kaki. Kadang untuk membeli pembalut di warung depan rumah saja, kita memilih untuk mengendarai sepeda motor.

Kita sering menyeberang jalan secara sembarangan, hanya karena malas berjalan untuk mencari zebra cross meskipun jaraknya tak lebih dari 10 meter di samping kita. Kita sering parkir secara sembarangan – bahkan di tempat yang jelas-jelas ada rambu larangan parkir – hanya dengan alasan parkir yang disediakan jauh dari tempat belanja yang akan kita kunjungi.

Kemalasan-kemalasan itu, tentu juga merupakan wujud keegoisan kita. Kita tak pernah peduli permasalahan emisi dari kendaraan yang kita hidupkan hanya untuk membeli pembalut di warung depan. Aksi ‘peduli lingkungan’ kita belum sampai di level itu. Kita tak peduli keselamatan pengendara di belakang kita, karena kita malas mengganti bola lampu belakang yang harganya tak lebih dari 20 ribu rupiah itu.

Kita tak pernah juga peduli, kendaraan yang kita parkir dengan memakan badan jalan, mengurangi kenyamanan pengguna jalan lainnya, bisa mengakibatkan kemacetan atau bahkan kecelakaan. Kita terlalu malas untuk memikirkan orang lain. Bahkan, untuk kepentingan diri kita saja, kita masih malas.

Kita malas mengenakan helm. Padahal penggunaan helm adalah murni untuk keselamatan diri kita. Yang terpaksa menggunakanpun, sering malas untuk mengunci talinya sesuai aturan “klik!”. Tanpa kunci tali pengaman, tentu penggunaan helm akan menjadi sia-sia. Saat terjadi kecelakaan, helm akan terlepas lebih dahulu, dan kepala kita tetap saja bertemu dengan lawan yang lebih keras. Tapi kita memang selalu malas memikirkan itu.

Kita malas menaati aturan. Perlu kita sadari bahwa sering kali kita menerobos lampu merah, bukan karena terburu-buru, atau harus mengejar waktu, tapi semata-mata karena kita malas berhenti. Meskipun sedang mengendarai matic yang untuk berhenti hanya tinggal pencet rem, dan untuk jalan hanya tinggal putar gas.

Jika untuk perkara sesimpel gas dan rem saja malas, wajar saja jika lebih malas lagi untuk lirik sepion, hidupkan seins sebelum pindah haluan, apa lagi untuk memindah ke lampu jarak dekat saat ada pengendara lain di depan kita. Masih banyak kemalasan-kemalasan lain disini. Di bangsa pemalas ini. Bangsa pemalas yang egois, yang tak pernah peduli nasib orang lain. Nasib pengendara lain. Nasib saya. Pengendara jantungan. (T)

Salam hangat,

Untuk pengendara Scoopy berlampu jarak jauh.

Tags: Indonesialalu lintastransportasi
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

Pernik PPL Mahasiswa: Cinlok Bisa jadi Spesial, Cinta Lama jadi Sial

Next Post

“Sembah Puyung” dan “Puyung Maisi” – Puji pada Esensi Keheningan Diri

I Gusti Bagus Weda Sanjaya

I Gusti Bagus Weda Sanjaya

Pembelajar yang ditugaskan menemani pembelajar lain untuk belajar. Serupa guru. Lahir di Tabanan, lereng selatan Gunung Batukaru.

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

“Sembah Puyung” dan “Puyung Maisi” - Puji pada Esensi Keheningan Diri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co